Subscribe to Berita Provinsi Kepulauan Bangka Belitung feed
Updated: 4 hours 45 min ago

Digemari Wisatawan, TP-PKK Babel Dorong Pantiaw jadi Sumber Penghasilan Tambahan Baru Bagi Keluarga di Belinyu

Thu, 09/10/2026 - 21:36

BANGKA — Pantiaw khas Belinyu digemari oleh wisatawan yang berkunjung, dan memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk usaha yang mampu memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga.

Namun, pengembangan kuliner berbahan dasar ikan tersebut masih menghadapi keterbatasan jumlah pelaku usaha dan persoalan kemasan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam Pelatihan Vocational Pengolahan Hasil Perikanan dan Edukasi Peningkatan Daya Saing di Kelurahan Kutopanji, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Kamis (10/9/2026).

Ketua TP-PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, melalui Ketua Bidang II Pendidikan dan Peningkatan Ekonomi Keluarga, Sri Hadiyati Yunan Helmi, mengatakan pantiaw merupakan salah satu makanan khas Belinyu yang telah dikenal dan cukup digemari wisatawan.

Namun, menurutnya, jumlah pelaku UMKM yang memproduksi pantiaw saat ini masih terbatas. Kemasan produk, lanjut dia, juga perlu mendapat perhatian agar pantiaw semakin menarik dan mampu bersaing di pasaran.

“Melalui pelatihan ini, ibu-ibu dapat memiliki keterampilan untuk mengolah hasil perikanan menjadi produk yang lebih bernilai dan memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha,” kata Sri Hadiyati.

Sri Hadiyati mengatakan, potensi hasil perikanan di Bangka Belitung yang melimpah dapat menjadi bahan baku untuk menghasilkan berbagai produk pangan bernilai tambah.

Karena itu, lanjut dia, TP-PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendorong lahirnya wirausaha baru, yang dapat mengembangkan pantiaw, menjadi salah satu sumber tambahan penghasilan baru bagi keluarga di Belinyu.

Dalam kesempatan itu, Sri Hadiyati menekankan, kualitas produk menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing. Menurutnya, makanan yang enak dan bergizi perlu didukung kebersihan serta kemasan yang menarik agar lebih mudah diterima pasar.

Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan teori mengenai pembuatan pantiaw khas Belinyu, tetapi juga langsung mempraktikkannya. Peserta diajarkan mulai dari membuat adonan hingga mengemas produk agar terlihat lebih menarik.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: VeraFotografer: FerdinanEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

TP-PKK Babel Bekali Kader UP2K Keterampilan Pengolahan Hasil Perikanan

Thu, 09/10/2026 - 20:51

BANGKA — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terus mendorong peningkatan keterampilan kader dalam mengembangkan potensi ekonomi keluarga.

Upaya tersebut dilakukan melalui Pelatihan Vocational Pengolahan Hasil Perikanan dan Edukasi Peningkatan Daya Saing di Kelurahan Kutopanji, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan dibuka Ketua TP-PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Noni Hidayat Arsani, melalui Ketua Bidang II Pendidikan dan Peningkatan Ekonomi Keluarga, Sri Hadiyati Yunan Helmi, dan turut dihadiri para pengurus TP-PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kabupaten serta desa/kelurahan.

Sri Hadiyati mengatakan, pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan keterampilan kader TP-PKK yang tergabung dalam Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K).

“Alhamdulillah hari ini kita memberikan pelatihan vokasional untuk kader TP-PKK yang tergabung dalam UP2K sebagai upaya peningkatan penghasilan keluarga,” ujar Sri Hadiyati.

Menurut Sri Hadiyati, pelatihan tidak hanya memberikan keterampilan dalam mengolah hasil perikanan, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai bagaimana produk yang dihasilkan dapat memiliki nilai ekonomi dan dikembangkan menjadi peluang usaha.

Terlebih, kata dia, Bangka Belitung memiliki potensi hasil perikanan yang melimpah sehingga perlu diolah menjadi produk pangan yang memiliki nilai tambah.

Sri Hadiyati berharap, keterampilan yang diperoleh peserta tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Ia juga mendorong agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dan dikembangkan menjadi kegiatan produktif di masing-masing wilayah.

“Pelatihan ini, kami harapkan tidak berhenti pada pembelajaran saja, tetapi bisa dilanjutkan dengan praktik dan pengembangan usaha oleh masyarakat,” harapnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai pengolahan hasil perikanan sekaligus edukasi peningkatan daya saing produk. Materi yang diberikan mencakup kualitas, kebersihan, kemasan hingga nilai jual.

Setelah mendapatkan teori dari narasumber, peserta kemudian langsung mempraktikkan pengolahan produk, mulai dari proses pembuatan hingga pengemasan.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan berita acara serta penyerahan bantuan peralatan pelatihan kepada TP-PKK Kelurahan Kutopanji, TP-PKK Kelurahan Belinyu dan TP-PKK Desa Karya Makmur.

Bantuan berupa panci kukusan besar, kompor gas, kuali dan berbagai peralatan dapur lainnya tersebut, diharapkan dapat mendukung kegiatan UP2K di tiga wilayah tersebut.

“Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat untuk membantu usaha UP2K. Tolong dijaga baik-baik dan semoga ke depannya kita akan berikan kepada desa-desa yang lain,” tutup Sri Hadiyati.

 

Sumber: Dinas KominfoPenulis: VeraFotografer: FerdinanEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

PB Porprov Babel Terima Kunjungan DPRD dan Pengurus KONI Beltim, Pastikan Kontingen Peroleh Fasilitas Layak

Thu, 09/10/2026 - 20:08

PANGKALPINANG — Ketua Panitia Besar (PB) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Babel, Budi Utama, melalui Sekretaris Umum, Panji Utama beserta jajaran, menerima kunjungan Ketua dan Anggota Komisi III DPRD, serta Pengurus KONI Kabupaten Belitung Timur (Beltim).

Kehadiran mereka di Sekretariat PB Porprov VII, GOR Sahabudin, Kamis (10/9/2026) tersebut, untuk memastikan kontingen daerahnya memperoleh fasilitas yang layak selama mengikuti Porprov VII Babel.

"Ada beberapa hal yang kami ingin pastikan agar atlet dari Belitung Timur memperoleh fasilitas yang layak saat Porprov VII berlangsung, di antaranya, pengaturan keberangkatan dan kepulangan atlet berdasarkan jadwal pertandingan," kata Ketua Komisi III DPRD Beltim, Akhirudin.

Di kesempatan yang sama, Ketua KONI Belitung Timur, Hendro, menilai komunikasi langsung dengan panitia penting dilakukan agar kebutuhan kontingen dapat dipersiapkan sebelum pertandingan berlangsung. "Terima kasih, Pak Sekretaris Umum PB, telah menerima kunjungan kami hari ini," tutur Hendro.

Sementara, Ketua PB Porprov VII Babel, Budi Utama, melalui Sekretaris Umum, Panji Utama memastikan kebutuhan kontingen menjadi bagian penting dalam persiapan penyelenggaraan.

Koordinasi sejak awal dinilai penting, agar atlet dapat berkonsentrasi penuh selama menghadapi pertandingan.

Menurut Panji, kesiapan penyelenggaraan Porprov tidak hanya menyangkut venue pertandingan. Fasilitas pendukung, lanjut dia, termasuk penginapan dan pengaturan mobilitas kontingen, juga perlu dipastikan sejak awal.

"Segala kebutuhan, mulai dari venue, jadwal tanding, penginapan atlet, hingga fasilitas pendukung, harus dikoordinasikan sejak awal, supaya pelaksanaan Porprov berjalan baik dan atlet dapat berkonsentrasi pada pertandingan," ucap Panji.

Panji mengatakan, kunjungan Komisi III DPRD dan KONI Belitung Timur menjadi ruang koordinasi untuk menghimpun kebutuhan serta masukan terkait persiapan kontingen.

Dengan demikian, lanjut Panji, kebutuhan kontingen dapat dipetakan lebih awal. "Kami menyambut baik kunjungan Komisi III DPRD dan KONI Belitung Timur. Masukan yang disampaikan menjadi bahan koordinasi bagi PB Porprov dalam memastikan kesiapan venue dan fasilitas pendukung bagi kontingen,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas kesiapan venue yang akan digunakan selama Porprov, alternatif penginapan kontingen, pengaturan kedatangan dan kepulangan atlet berdasarkan jadwal pertandingan, hingga kebutuhan fasilitas pendukung selama kompetisi.

Porprov VII Babel sendiri, dikatakannya, dijadwalkan berlangsung pada 7–14 November 2026 mendatang dengan mempertandingkan 26 cabang olahraga.

Ajang olahraga empat tahunan tingkat provinsi tersebut, akan digelar di tiga wilayah kabupaten dan kota di Bangka Belitung, di antaranya di Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka dan Kabupaten Bangka Tengah.

Dalam kunjungan tersebut, Akhirudin didampingi Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Belitung Timur Zulchaidir dan Anggota Oscar Habib.

Hadir pula Sekretaris KONI Belitung Timur Ferizal, Kabid Binpres Rahyu Ahmad Ginanjar, serta jajaran pengurus KONI Belitung Timur.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: Idris AfFotografer: Humas PB PorprovEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Noni Hidayat Ajak Anak Berani Tolak Terhadap Narkoba dan Hentikan Perundungan

Wed, 09/09/2026 - 14:13

PANGKALPINANG — Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, mengajak anak-anak di Negeri Serumpun Sebalai, berani mengatakan menolak terhadap narkoba, dan tidak tinggal diam alias menghentikan ketika menghadapi atau menyaksikan perundungan dan kekerasan.

Menurut Noni, keberanian anak untuk menolak narkoba dan melaporkan tindakan perundungan maupun kekerasan perlu dibangun melalui komunikasi yang terbuka antara anak, orang tua dan tenaga pendidik.

“Untuk itu, kepada para orang tua dan tenaga pendidik, mari bangun komunikasi terbuka dengan anak-anak kita, supaya berani menolak narkoba dan melaporkan perundungan maupun kekerasan yang dialami atau dilihat di lingkungan sekitar,” kata Noni Hidayat dalam sambutannya, saat Sosialisasi dan Deklarasi Cegah Narkoba, Perundungan dan Kekerasan di GOR Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Rabu (9/9/2026).

Noni Hidayat mengatakan, perlindungan anak tidak dapat hanya dibebankan kepada satu pihak. Menurut dia, keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat, memiliki peran yang sama penting dalam memastikan anak tumbuh di ruang yang aman dan sehat.

Lebih lanjut Noni Hidayat menekankan, bahwa anak berhak tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang nyaman, sehat, serta terbebas dari narkoba, perundungan dan kekerasan.

“Acara ini bukan hanya seremonial. Ini janji dan komitmen kita untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi anak,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Kabupaten Belitung, Hastari Wardianti Djoni Alamsyah, menilai edukasi mengenai bahaya narkoba, perundungan, dan kekerasan perlu diberikan sejak usia dini.

“Dari kecil sudah kita cegah. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini akan berlanjut terus sehingga anak kita menjadi generasi emas 2045 yang hebat,” ujar Hastari.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos PMD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Darlan, mengatakan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan sekaligus pembekalan bagi anak agar mampu melindungi diri.

“Kita mengharapkan mereka menjadi generasi yang bebas dari narkoba, perundungan, dan menjadi generasi yang berkarakter, cerdas, serta hebat di masa depan,” kata Darlan.

Kegiatan diawali dengan senam BERANI (Bergerak Aktif Bersama Bunda Noni), kemudian dilanjutkan dengan Deklarasi Cegah Narkoba, Perundungan, dan Kekerasan yang dipimpin Darlan.

Sesi sosialisasi, menghadirkan Agus Handoko dan Ustaz Arumuzwara sebagai narasumber, dengan Sekretaris II TP-PKK Babel sebagai moderator.

Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk menjadikan perlindungan anak sebagai gerakan yang dimulai dari lingkungan terdekat, yakni keluarga, sekolah, pertemanan, hingga masyarakat.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: FarisFotografer: Jo Fandi/FarisEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Jadi Pintu Masuk Layanan Dasar Masyarakat, Noni Hidayat Dorong Kader Posyandu Terus Tingkatkan Kapasitas

Tue, 09/08/2026 - 20:33

BELITUNG TIMUR — Posyandu kini tak lagi sekadar menjadi tempat menimbang balita, serta memantau kesehatan ibu dan anak. Perannya telah bertransformasi menjadi pintu masuk pelayanan dasar masyarakat, melalui enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Hal itu dituturkan Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos PMD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Darlan, saat membacakan sambutan Ketua Tim Pembina Posyandu Babel, Noni Hidayat Arsani, dalam Rapat Koordinasi Posyandu Enam SPM se-Pulau Belitung, yang berlangsung di Auditorium Zahari MZ, Belitung Timur, Selasa (8/9/2026).

"Transformasi layanan posyandu melalui enam SPM, merupakan upaya pemerintah mendekatkan pelayanan dasar kepada masyarakat," tutur Darlan.

Ketua Tim Pembina Posyandu, sambung Darlan mendorong para kader Posyandu agar terus meningkatkan kapasitas, seiring meluasnya peran Posyandu.

Ia melanjutkan, kader posyandu tidak hanya dituntut mampu mengenali persoalan masyarakat sejak dari keluarga, tetapi juga menjadi penghubung dengan perangkat daerah terkait untuk memastikan persoalan sosial yang ditemukan di lapangan mendapat penanganan.

"Melalui enam SPM, persoalan sosial di masyarakat seperti data kemiskinan, deteksi dini gizi buruk, lansia telantar, serta hak penyandang disabilitas, dapat dideteksi lebih cepat dan dikawal bersama secara inklusif," ucapnya.

Lebih lanjut Darlan menyampaikan tentang pentingnya kerjasama lintas sektor dalam menjalankan enam SPM. Transformasi posyandu, lanjut Darlan, tidak akan berjalan tanpa ada koordinasi yang baik antara perangkat daerah dan jajaran Posyandu di seluruh tingkatan.

“Enam bidang ini butuh komitmen kolektif bersama, supaya bisa berjalan dengan baik," tutupnya.

Rakor Posyandu Enam SPM se-Pulau Belitung, diikuti pengurus Posyandu tingkat kecamatan, kelurahan dan desa, para kepala desa, serta perangkat daerah pengampu enam SPM dari Kabupaten Belitung dan Belitung Timur.

Dalam rakor tersebut, sejumlah narasumber, meliputi Darlan dan Nurul Huda dari Dinsos PMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Arifiyanto dari Dinas PUPR, Rita Agustina dari Dinas Kesehatan, serta Marwiyah dari Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memaparkan berbagai materi.

Untuk diketahui, Enam bidang SPM yang menjadi cakupan Posyandu meliputi kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat.

Pada bidang kesehatan, kader mendukung pemeriksaan ibu hamil, pemantauan balita, imunisasi, penimbangan, skrining penyakit, dan pemantauan gizi. Di bidang pendidikan, perannya mencakup layanan PAUD, edukasi keluarga dan literasi.

Sementara bidang pekerjaan umum berkaitan dengan akses air bersih dan sanitasi, bidang perumahan rakyat berkaitan dengan pendataan rumah layak huni dan lingkungan sehat, bidang sosial dengan informasi dan konsultasi bantuan sosial, sedangkan ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat mencakup edukasi keamanan serta kesiapsiagaan bencana.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: Idris AfFotografer: Jo Fandi/FarisEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Tim PB Porprov VII Babel Mulai Periksa Keabsahan Dokumen Asli 2.187 Atlet

Tue, 09/08/2026 - 19:30

PANGKALPINANG — Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) ke-VII tahun 2026, Pengurus Besar (PB) Porprov Babel terus mematangkan persiapan administrasi para peserta yang akan bertanding.

Salah satunya, saat ini, memasuki pendaftaran tahap ketiga. Tim PB Porprov mulai melakukan verifikasi dan keabsahan dokumen asli 2.187 atlet.

Ketua PB Porprov 2026, Budi Utama melalui Sekretaris PB Porprov VII, Panji Utama menyampaikan, pendaftaran tahap III ini menjadi langkah krusial untuk memastikan legalitas para peserta yang akan bertanding di ajang Porprov VII.

Verifikasi dilakukan sesuai jadwal dengan pemeriksaan dokumen asli keabsahan mencakup KTP, Kartu Keluarga (KK), dan Akta Kelahiran.

​"Kemarin (7/9/2026) jadwal pemeriksaan dokumen asli keabsahan untuk Kabupaten Belitung dan Kabupaten Belitung Timur, hari ini (8/9/2026) verifikasi untuk Kabupaten Bangka Selatan dan Kabupaten Bangka Barat. Sedangkan besok (9/9/2026) dilanjutkan untuk Bangka dan Bangka Tengah. Kota Pangkalpinang pada Kamis (10/9/2026)," jelas Panji di GOR Sahabudin, Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, Selasa (8/9/2026).

​Dalam pelaksanaannya, Panji mengungkapkan lebih lanjut, Subbidang Data dan Keabsahan PB Porprov melibatkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Keterlibatan Dukcapil bertujuan untuk mengecek dan memastikan keabsahan Nomor Induk Kependudukan (NIK) serta keaslian dokumen KTP yang dibawa oleh tim aju dari masing-masing kontingen.

Sementara itu, ​Kepala Bidang Keabsahan PB Porprov VII, Fitrayani mengatakan, pada pelaksanaan Porprov VII, tim keabsahan mulai melakukan verifikasi terhadap 2.187 atlet.

Dia menegaskan status data atlet tidak ada lagi pergantian atau perubahan peserta. "Ada 2.187 atlet dari 26 cabang olahraga yang saat ini sedang diverifikasi keabsahannya. Untuk atlet sekarang sudah tidak boleh lagi ada pergantian. Jadi, berdasarkan surat dari PB, batas akhir perubahan data telah ditetapkan sampai tanggal 3 September lalu," ujar Fitrayani.

​Dalam tahapan verifikasi ini, tim pemeriksa fokus mengecek keabsahan dokumen kependudukan melalui data Catatan Sipil serta kelengkapan surat mutasi atlet dari masing-masing daerah.

​​Setelah tahapan pemeriksaan dokumen daerah selesai, kata Fitrayani, maka proses akan berlanjut ke verifikasi tingkat Pengurus Provinsi (Pengprov) Cabang Olahraga (Cabor).

​"Setelah verifikasi ini selesai, dilanjutkan dengan verifikasi dari Pengprov Cabor dan proses berikutnya hingga akhirnya diterbitkan Surat Keputusan (SK) resmi oleh PB Porprov sebagai data final," ucap Fitrayani.

Fitrayani menegaskan komitmennya dalam memverifikasi keabsahan dokumen para atlet yang akan bertanding. Proses verifikasi ini mencakup pemeriksaan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), hingga akta kelahiran guna memastikan status keikutsertaan atlet, baik dari lokal Bangka Belitung (Babel) maupun luar daerah.

​Melalui tahapan keabsahan ini, Fitrayani berharap atlet-atlet yang dinyatakan lolos tidak hanya sekadar memperkuat kontingen kabupaten atau kota masing-masing pada Porprov mendatang, tetapi juga mampu menunjukkan prestasi yang membanggakan di level yang lebih tinggi.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: VeraFotografer: Yoska/FerdinanEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

TP-PKK Babel Bekali Kader Posyandu Belitung Keterampilan Olah Pangan Lokal Melalui Orientasi Pendidikan Gizi

Mon, 09/07/2026 - 20:55

PANGKALPINANG — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), memberikan pembekalan bagi kader Posyandu Belitung keterampilan olahan pangan melalui Orientasi Pendidikan Gizi Makanan Tambahan (PMT) Berbasis Pangan Lokal.

Kegiatan yang dihadiri jajaran pengurus PKK di Pulau Belitung di Ruang Pertemuan Kantor Bupati Belitung, Senin (7/9/2026) ini bertujuan memperkuat peran kader Posyandu sebagai ujung tombak pencegahan stunting di tengah masyarakat.

Peserta orientasi dibekali berbagai materi praktis, mulai dari teknik pengolahan makanan, perhitungan gizi sederhana menggunakan alat rumah tangga sehari-hari, hingga penyusunan variasi menu harian.

Dalam sambutannya, Ketua TP-PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, melalui Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos PMD), Darlan, menuturkan bahwa kader memiliki peran strategis untuk mendampingi dan mengedukasi keluarga secara langsung.

"Kader adalah sosok yang paling dekat dengan masyarakat. Melalui kegiatan ini, kita ingin mengajarkan bahwa makanan bergizi tidak harus mahal dan tidak sulit didapat. Bahan pangan lokal seperti ikan, telur, tahu, tempe, hingga sayuran di sekitar kita punya gizi luar biasa," tutur Darlan.

Darlan menuturkan, melalui pelaksanaan orientasi ini, para kader dapat membawa pulang keterampilan baru untuk mewujudkan generasi Bangka Belitung yang sehat, cerdas dan bebas stunting.

Sementara itu, Staff Ahli Bidang 1 TP-PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, drg. Suniti, menyambut positif pelatihan ini. Ia menilai materi yang diberikan sangat aplikatif dan mudah diterapkan oleh para kader saat turun ke lapangan.

"Pelatihannya sangat praktis. Tanpa timbangan pun kader diajari menakar gizi pakai takaran sederhana seperti gelas. Selain itu, kader dibekali cara menyusun menu dan pelaporan kerja yang tertata rapi," ungkap Suniti.

Selain mendapat pembekalan tentang Keterampilan Olah Pangan Lokal, para peserta juga mendapat sosialisasi tentang transformasi Posyandu sesuai Permendagri No. 13 Tahun 2024.

Dalam kesempatan itu, turut dilakukan pula penyerahan buku Besti (Buku Resep Tumbuh Tinggi Bunda Noni), yang diserahkan secara simbolis oleh Ketua TP PKK Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, melalui Kepala Dinsos PMD, Darlan, yang diterima langsung oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Belitung, Hastari Wardianti Djoni Alamsyah.        

Sumber: Dinas KominfoPenulis: FarisFotografer: Jo Fandi/FarisEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

TP PKK Babel Luncurkan Buku "BESTI" Karya Noni Hidayat Arsani, Jawaban Pertanyaan Para Ibu

Mon, 09/07/2026 - 19:14

BELITUNG — Makanan sehat dan bergizi untuk anak, tidak selalu harus mahal. Pangan lokal yang ada di sekitar rumah pun dapat diolah menjadi menu bergizi dan menarik bagi anak.

Semangat tersebut menjadi salah satu pesan yang disampaikan Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, melalui peluncuran inovasi praktis berupa BESTI (Buku Resep Tumbuh Tinggi Bunda Noni) dalam acara Orientasi Pendidikan Gizi PMT Berbasis Pangan Lokal di ruang pertemuan Bupati Belitung, Selasa (7/9/2026).

Buku BESTI hadir untuk menjawab beragam pertanyaan para ibu dan kader Posyandu dalam menyusun menu makanan harian anak yang bergizi, lezat, dengan harga terjangkau.

Apresiasi tinggi disampaikan oleh Staf Ahli Bidang 1 TP PKK Kepulauan Bangka Belitung, drg. Suniti. Menurutnya, buku karya Noni Hidayat Arsani ini sangat membantu masyarakat di lapangan.

"Melalui BESTI, kita dibekali pilihan menu resep dari Ketua kita untuk mengatasi kebingungan dalam menentukan menu harian. Kalau Ibu bingung atau bosan, tinggal mengintip buku Bestie-nya," ujarnya.

Suniti juga memuji materi pelatihan gizi yang diajarkan secara sederhana dan praktis. Kader diajarkan mengukur gizi menggunakan peralatan rumah tangga yang ada, seperti gelas bekas minuman, serta memanfaatkan bahan pengganti protein lokal secara optimal.

Noni Hidayat Arsani menegaskan, bahan pangan di sekitar Bangka Belitung, seperti ikan, telur, tahu, tempe, dan sayuran lokal, memiliki gizi yang sangat tinggi.

"Mari kita ubah cara pandang masyarakat, jangan ada anggapan makanan sehat itu harus mahal. Pangan lokal adalah kekuatan kita untuk membangun generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting," tegas Noni.

Lewat kehadiran buku BESTI dan kepedulian TP PKK Babel, pemenuhan gizi anak kini jadi lebih mudah, murah, dan menyenangkan bagi seluruh keluarga.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: FarisFotografer: Idris Af/ FarisEditor: VeraKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Noni Hidayat Dorong Posyandu Belum Terdaftar Segera Registrasi ke Kemendagri

Mon, 09/07/2026 - 14:40

BELITUNG — Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, mendorong Posyandu di Negeri Serumpun Sebalai yang belum terdaftar untuk segera melakukan registrasi ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), agar memiliki tata kelola dan administrasi yang lebih baik.

Dorongan itu, disampaikan Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos PMD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Darlan, saat mewakili Ketua TP-Posyandu, Noni Hidayat Arsani, dalam kegiatan pembinaan dan monitoring Posyandu terintegrasi 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Posyandu Permata Ibu, Desa Cerucuk, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung, Senin (7/9/2026).

Dalam kesempatan itu, Darlan menuturkan, tentang pentingnya penguatan peran Posyandu sekaligus keaktifan para kader di lapangan. Darlan mengatakan, Posyandu harus memiliki peran yang lebih luas dalam kehidupan masyarakat.

Darlan melanjutkan, Kader Posyandu tidak hanya menjalankan kegiatan pelayanan rutin, tetapi juga diharapkan mampu menjadi pihak yang peka terhadap berbagai persoalan yang muncul di lingkungan masyarakat.

Lebih lanjut Darlan menyampaikan, Posyandu kini tak hanya berkaitan dengan pelayanan kesehatan, tetapi mencakup enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat dan sosial.

"Sekarang Posyandu telah bertransformasi. Pemenuhan enam SPM menjadi bagian penting dalam penguatan fungsi Posyandu, mulai dari sisi kesehatannya, pendidikan anak usia dini, sanitasi lingkungan, infrastruktur, ketertiban umum, hingga layanan sosialnya. Jadi, Kader Posyandu harus mampu menjadi garda terdepan ketika terdapat permasalahan di masyarakat," tutur Darlan.

Tak lupa, Darlan dalam kesempatan tersebut, mengapresiasi Posyandu Permata Ibu, Desa Cerucuk, yang sebelumnya pernah meraih Juara II Posyandu Terbaik tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Ketua TP Posyandu Kabupaten Belitung, Hastari Wardianti Djoni Alamsyah, menyambut baik pembinaan dan monitoring dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Menurut Hastari, kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk mengevaluasi pelaksanaan Posyandu sekaligus membahas berbagai hal yang masih perlu diperbaiki.

“Kehadiran tim provinsi ini menjadi kesempatan berharga untuk berdiskusi, mengevaluasi kegiatan, dan mencari solusi atas hal-hal yang perlu ditingkatkan,” ujar Hastari.

Hastari berharap, Posyandu di Kabupaten Belitung, khususnya Posyandu Permata Ibu, dapat semakin tertata dan mandiri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dukungan juga disampaikan Kepala Desa Cerucuk, Kusmadi. Ia menilai kader Posyandu memiliki peran penting karena data yang dihimpun dari masyarakat menjadi salah satu dasar pemerintah desa dalam menyusun program dan perencanaan pembangunan.

“Data yang Bapak/Ibu catat dan timbang hari ini akan menjadi dasar kami dalam menyusun program dan anggaran desa tahun depan,” ujar Kusmadi.

Menutup pernyataannya, Kusmadi memastikan, Pemerintah Desa Cerucuk mendukung keberadaan Posyandu melalui dukungan anggaran, sarana dan kebijakan yang diperlukan, untuk memajukan Posyandu.

 

Sumber: Dinas KominfoPenulis: Idris AfFotografer: Jo Fandi/FarisEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Makin Mantap! PB Finalisasikan Waktu Tanding dan Venue 26 Cabor Porprov VII Babel

Sun, 09/06/2026 - 14:39

PANGKALPINANG — Panitia Besar (PB) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Bangka Belitung (Babel), telah memfinalisasi waktu dan tempat (venue) pertandingan 26 cabang olahraga (cabor), yang akan dipertandingkan di ajang olahraga tingkat provinsi empat tahunan tersebut.

Hal itu disampaikan Ketua PB Porprov VII Babel, Budi Utama, di Pangkalpinang, Minggu (6/9/2026).

"Hari Jumat 4 September 2026 kemarin, kami menggelar Rapat Koordinasi Bidang Pertandingan di ruang rapat GOR Sahabuddin Pangkalpinang. Hasilnya, alhamdulilah waktu dan tempat pertandingan, untuk 26 Cabor yang akan dipertandingkan di Porprov VII Babel nanti sudah difinalisasi," ungkap Budi Utama.

Menurut Budi, kepastian jadwal dan informasi menjadi bagian penting agar seluruh kontingen dapat mempersiapkan diri menghadapi pertandingan. Oleh karenanya, Budi meminta jajaran panitia untuk menyusun dan menginformasikan seluruh agenda secara jelas ke seluruh kontingen.

"Kami di PB, terus berusaha menyusun agenda Porprov VII dengan baik, supaya segala informasi, mulai dari tempat dan jadwal tanding, serta berbagai hal terkait lainnya, bisa tersampaikan dengan baik ke para kontingen," jelasnya.

Lebih lanjut, Budi meminta jajaran panitia untuk memaksimalkan kesiapan venue. Ia juga mengingatkan seluruh panitia untuk tetap kompak dalam menjalankan tugas, meskipun penyelenggaraan Porprov tahun ini berlangsung dalam kondisi efisiensi.

"Pelaksanaan Porprov tinggal 62 hari lagi. Kami juga terus mengejar kesiapan venue, agar pelaksanaan pertandingan dapat berlangsung maksimal. Di event ini, semua pihak yang terlibat di jajaran kepanitiaan, telah di-SK-kan oleh Gubernur," ujarnya.

"Kita ingin Porprov VII ini bisa lebih sukses dari Porprov sebelumnya. Jadi, semua panitia harus kompak dan bahu-membahu menjalankan event ini dengan baik, meskipun dihadapkan dengan kondisi efisiensi," sambungnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Pertandingan PB Porprov VII Babel, Harun, mengungkapkan, finalisasi waktu dan tempat pertandingan perlu dilakukan, mengingat sejumlah venue menghadapi kendala kondisi lapangan akibat musim panas, terutama untuk cabang olahraga sepak bola, balap sepeda dan voli pasir.

“Beberapa venue kondisinya kurang layak, akibat musim panas, tapi alhamdulilah sudah clean dan clear, solusinya sudah ada," jelas Harun.

Selain itu, kata Harun, rapat juga membahas tentang dukungan peralatan dan perlengkapan pertandingan untuk masing-masing cabor, serta persiapan keabsahan peserta Porprov VII Bangka Belitung, yang dipaparkan oleh Ketua Komisi Keabsahan bersama unsur subbidang keabsahan.

“Penguatan terhadap dukungan peralatan dan perlengkapan cabor juga sudah disepakati, termasuk solusi yang akan ditempuh. Untuk keabsahan peserta Porprov VII, akan dijadwalkan pada 11 September 2026 mendatang, di GOR Sahabuddin. Nanti para Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) masing-masing cabor diminta hadir," pungkasnya.

Sekadar informasi, rapat koordinasi yang digelar Jumat (4/9/2026) lalu, turut dihadiri Sekretaris Umum PB, Ketua Bidang Pertandingan, Ketua Komisi Keabsahan beserta anggota subbidang keabsahan, serta Technical Delegate (TD)/Koordinator Pelaksana (Kopel) cabang olahraga yang dipertandingkan pada Porprov VII.

Untuk diketahui, Porprov VII Babel dijadwalkan berlangsung selama sepekan, mulai dari tanggal 7-14 November 2026 mendatang, di Kabupaten Bangka, Bangka Tengah dan Kota Pangkalpinang.

Ajang olahraga tersebut, mempertandingkan 26 cabor, meliputi atletik, pencak silat, menembak, taekwondo, renang, bulu tangkis, karate, tenis, bola basket, sepak bola putra, biliar, catur, drum band, panahan, bola voli/voli pasir, tinju, balap sepeda, gulat, binaraga, sepak takraw, wushu, tenis meja, senam, panjat tebing, barongsai, dan bridge.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: Idris AfFotografer: Humas PB Porprov Editor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Pemprov Bersama KPID Babel Edukasi Pelajar SMADA Lewat Literasi Media, Ajak Generasi Muda Cerdas Bermedia Sosial

Thu, 09/03/2026 - 19:17

PANGKALPINANG — Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel), melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) bersama Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID), memberikan edukasi bagi para pelajar SMADA bagaimana cara bijak menggunakan AI dan menyaring informasi lewat Literasi Media.

Kegiatan berlangsung di SMA Negeri 2 Pangkalpinang, Kamis (3/9/2026) tersebut, menghadirkan Kepala Diskominfo Bangka Belitung, Eko Sentosa dan Ketua KPID Bangka Belitung, M Adha Al Kodri, sebagai narasumber.

Dalam paparannya yang bertajuk "Cerdas Bermedia di Era Digital: Bijak Menggunakan AI dan Menyaring Informasi", Eko Sentosa mengemukakan, perkembangan berbagai platform digital dan media sosial, telah memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam membuat dan menyebarkan informasi.

Namun, lanjut Eko, di balik kemudahan itu, perkembangan teknologi digital juga menghadirkan beragam tantangan, antara lain maraknya disinformasi, deepfake, serta berita palsu atau hoaks, yang dapat dengan mudah beredar di berbagai platform digital.

"Di Era digitalisasi seperti saat ini, semua pihak dituntut untuk tidak hanya semakin kreatif, tetapi juga semakin bijak," ucap Eko.

Menurut Eko, penggunaan media sosial saat ini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari termasuk para pelajar. Oleh karenanya, ia mengingatkan para pelajar untuk memahami cara menggunakan teknologi, serta memilah dan menyaring informasi yang diterima.

“Setiap unggahan maupun informasi yang disebarkan perlu dipertimbangkan dengan baik. Bijaklah dalam menggunakan media sosial, saring setiap informasi sebelum dibagikan. Karena, apapun yang diposting dan disebarkan, ada konsekuensinya," pesannya.

Lebih lanjut Eko mengatakan, perkembangan AI sangat memudahkan proses pembuatan konten secara instan, namun teknologi ini juga membawa tantangan besar.

Oleh karenanya, Eko berharap, para pelajar mampu menjadi agen perubahan (agent of change) yang menerapkan literasi media mulai dari diri sendiri, serta membagikan edukasi tersebut kepada lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat luas.

"Teknologi adalah alat yang hebat ditangan pengguna yang bijak. Jadilah remaja Serumpun Sebalai yang cerdas, kritis dan beretika di dunia digital," pesannya lagi.

Sementara itu, Ketua KPID Bangka Belitung, M Adha Al Kodri, mengatakan, penyelenggaraan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital siswa, sekaligus membekali mereka, agar mampu memanfaatkan media sosial dan teknologi AI secara cerdas dan bertanggung jawab.

“Edukasi bagi masyarakat, terutama pelajar sangat penting dilakukan, supaya mereka mampu membedakan informasi yang sesuai dengan fakta serta memahami aturan dan ketentuan yang berlaku,” jelas Adha.

Dengan meningkatnya literasi media, kata Adha, masyarakat ke depannya semakin mampu memanfaatkan media sosial dan teknologi AI secara cerdas, etis dan bertanggung jawab, sebagai bekal menghadapi era transformasi digital yang terus berkembang.

"Kami harap, ke depannya masyarakat khususnya generasi muda, semakin cerdas dalam memilih tayangan yang memberikan nilai edukatif dan manfaat positif," harapnya.

Acara semakin meriah saat memasuki sesi tanya jawab. Zalfa, siswa kelas XI, mengajukan pertanyaan mengenai alasan gambar pelaku kekerasan seksual sering diburamkan saat diberitakan di media sosial.

Menanggapi hal itu, M Adha Al Kodri memberikan pemahaman bahwa penyebaran informasi tidak hanya harus mempertimbangkan kepentingan publik, tetapi juga aspek hukum yakni asas praduga tidak bersalah, privasi, serta perlindungan terhadap pihak-pihak yang terlibat.

Di lain sisi, Kepala SMA Negeri 2 Pangkalpinang, Yunisfu, menilai perkembangan teknologi digital memberikan banyak kemudahan bagi pelajar dalam memperoleh dan menyebarkan informasi.

Namun, lanjut dia, kemudahan tersebut perlu diimbangi dengan kemampuan memilah informasi agar peserta didik tidak mudah menerima maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Menurut Yunisfu, pemahaman mengenai literasi media sangat penting diberikan kepada peserta didik, agar mereka mampu menggunakan teknologi secara baik.

“Terima kasih kepada Diskominfo dan KPID Bangka Belitung yang telah melaksanakan kegiatan ini,” tutup Yunisfu.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: VeraFotografer: Idris/YoskaEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Jelang Porprov 2026, PB Porprov Babel Perkuat Strategi Humas dan Publikasi

Thu, 09/03/2026 - 10:28

PANGKALPINANG — Menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepulauan Bangka Belitung yang akan berlangsung pada 7–14 November 2026, Pengurus Besar (PB) Porprov Babel memperkuat strategi komunikasi dan publikasi agar informasi mengenai persiapan hingga pelaksanaan ajang olahraga tersebut dapat lebih cepat diketahui masyarakat.

Hal itu menjadi salah satu pembahasan dalam rapat persiapan bidang Humas dan Publikasi PB Porprov Babel yang dipimpin langsung Ketua PB Porprov Babel, Budi Utama, di Ruang Rapat Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), Kamis (3/9/2026).

Porprov 2026 akan digelar di tiga wilayah, yakni Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka Tengah, dan Kabupaten Bangka, dengan mempertandingkan 26 cabang olahraga.

Dalam rapat tersebut, Budi meminta seluruh sumber daya yang tergabung dalam bidang Humas dan Publikasi dapat dimaksimalkan untuk mendukung kebutuhan komunikasi PB Porprov.

Menurutnya, setiap agenda dan kegiatan yang berkaitan dengan persiapan Porprov perlu segera dipublikasikan agar masyarakat mendapatkan informasi mengenai perkembangan penyelenggaraan ajang olahraga tersebut.

“Setiap kegiatan ataupun agenda yang berkaitan dengan PB Porprov harus cepat diberitakan atau dipublikasikan agar dapat diketahui masyarakat luas,” ujar Budi.

Selain mempercepat publikasi, Budi mendorong bidang Humas dan Publikasi menyusun timeline atau kalender konten sebagai acuan dalam mengatur materi komunikasi Porprov.

Kalender konten tersebut diharapkan dapat membuat publikasi lebih terencana, baik untuk menyampaikan perkembangan persiapan, informasi pertandingan, maupun berbagai materi yang dapat memperkenalkan Porprov kepada masyarakat.

Sementara itu, Ketua Bidang Humas dan Publikasi PB Porprov Babel, Eko Sentosa, mengatakan bidang yang dipimpinnya melibatkan sumber daya dari berbagai lintas instansi dan sektor.

Ia berharap seluruh unsur tersebut dapat memanfaatkan keahlian masing-masing dan bekerja secara terpadu untuk menghasilkan karya komunikasi serta publikasi yang mampu memperkenalkan dan mengangkat penyelenggaraan Porprov Babel.

“Kita berharap seluruh unsur yang tergabung dalam bidang Humas dan Publikasi dari berbagai lintas instansi dan sektor dapat berkolaborasi sehingga menghasilkan karya dan publikasi yang dapat mengangkat nama Porprov,” ujar Eko.

Rapat tersebut menjadi bagian dari persiapan bidang Humas dan Publikasi dalam membangun pola kerja komunikasi menjelang pelaksanaan Porprov Babel yang akan berlangsung selama delapan hari di tiga wilayah dengan melibatkan 26 cabang olahraga.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: Idris AfFotografer: IbnuEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Progres Capai 60 Persen, PB Porprov VII Babel 2026 Mantapkan Persiapan di Tiga Wilayah

Tue, 09/01/2026 - 22:00

PANGKALPINANG — Hingga saat ini, progres persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) telah mencapai sekitar 60 persen. Hal itu diketahui dari hasil rapat pemantapan persiapan Panitia Besar (PB) Porprov VII Babel Tahun 2026 yang akan digelar di tiga wilayah, yakni Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, dan Kabupaten Bangka Tengah.

“Alhamdulillah sudah progres kurang lebih sekitar 60 persen. Kita sudah menentukan berkenaan dengan pembukaan dan penutupan, serta keabsahan-keabsahan dan jadwal keabsahan untuk penentuan para atlet,” ujar Ketua PB Porprov VII Babel 2026, Budi Utama saat memimpin rapat koordinasi panitia Porprov VII di GOR Sahabudin, Pangkalpinang, Selasa (1/9/2026).

Menurut Budi, rapat tersebut menjadi momentum untuk memfinalisasi berbagai persiapan penyelenggaraan ajang olahraga tersebut. Setelah seluruh tahapan persiapan rampung, panitia diminta segera menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai bidang masing-masing.

Budi juga memastikan akan melakukan peninjauan langsung terhadap venue pertandingan yang tersebar di tiga wilayah penyelenggaraan, yakni Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, dan Kabupaten Bangka Tengah.

Pengecekan dilakukan untuk memastikan kesiapan dan kelayakan venue di tempat penyelenggaraan pertandingan.

“Yang jelas setelah ini kita sudah langsung action. Saya selaku Ketua Umum akan melihat venue dari 26 cabor yang akan dilakukan di Bangka Tengah, Pangkalpinang, dan Kabupaten Bangka,” katanya.

Porprov VII Babel dijadwalkan dibuka pada 7 November 2026. Namun, sejumlah cabor seperti sepak bola dan voli pasir akan mulai dipertandingkan sebelum acara pembukaan karena membutuhkan waktu pertandingan yang cukup panjang.

Budi berharap, pelaksanaan Porprov VII dapat berjalan solid melalui sinergi dan koordinasi yang kuat antara PB Porprov dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Menurutnya, kekompakan antara jajaran PB Porprov, KONI, dan pengurus olahraga menjadi kunci kelancaran penyelenggaraan.

“Harapan saya, PB Porprov dengan KONI dapat bersinergi  agar pelaksanaan Porprov berjalan lancar,” ujarnya.

Selain memastikan pertandingan berjalan lancar, Budi berharap Porprov VII dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas atlet, serta menghadirkan suasana olahraga yang meriah bagi masyarakat Babel.

“Kita inovasi ide dan gagasan yang bisa membawa masyarakat senang, gembira dengan kehadiran Porprov, ekonomi tumbuh, atlet kita berkualitas dan menuju Bangka Belitung Hebat, Bangka Belitung Juara,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ricky Kurniawan mengatakan pentingnya semangat kebersamaan, kolaborasi, dan sinergi seluruh unsur kepanitiaan untuk memastikan penyelenggaraan Porprov berjalan optimal.

“Waktu yang tersisa sekitar ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Semua harus mengedepankan kebersamaan, kolaborasi, dan sinergi,” ujarnya.

Menurutnya, Porprov VII akan mempertandingkan 26 cabang olahraga dengan melibatkan atlet dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Karena itu, perkembangan persiapan setiap bidang perlu dilaporkan secara berkala agar seluruh kebutuhan penyelenggaraan dapat dipenuhi tepat waktu.

Dia menambahkan, berbagai tahapan persiapan, mulai dari verifikasi peserta, kesiapan venue, perangkat pertandingan hingga kebutuhan teknis lainnya, terus dimatangkan. Pemeriksaan tersebut mencakup kesiapan upacara pembukaan, pelayanan tamu, transportasi, akomodasi, serta dukungan operasional lainnya.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: VeraFotografer: Yoska/Fariz/IdrisEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Pemprov Matangkan Realisasi Interkoneksi Kelistrikan Sumatera-Bangka Tahap II, Target Operasi 2028

Tue, 09/01/2026 - 21:20

PANGKALPINANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) kembali mencatatkan pencapaian strategis dalam menjamin ketahanan energi daerah.

Bekerja sama dengan PT PLN (Persero), Pemprov Babel diketahui mematangkan realisasi Interkoneksi Kelistrikan Sumatera-Bangka Tahap II, yang diproyeksikan menjadi katalisator masuknya investasi besar ke "Negeri Serumpun Sebalai".

Kesepakatan dan pematangan proyek ini dibahas secara komprehensif, di ruang Rapat Tanjung Pesona Kantor Gubernur Bangka Belitung, Senin (1/9/2026).

Adapun proyek yang tertuang dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 ini, dirancang untuk mengalirkan tambahan pasokan daya sebesar 150 kV, melalui pembangunan infrastruktur Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dan Saluran Kabel Laut Tegangan Tinggi (SKLT).

Plt. Kepala Biro Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Babel, M. Yunus, yang hadir mewakili Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, menegaskan pencapaian ini adalah wujud nyata komitmen pemerintah daerah untuk memastikan Bangka Belitung benar-benar merdeka dari ancaman krisis listrik.

"Saat ini kita sebetulnya sudah surplus. Dari beban puncak 190 kV, kita masih ada sisa. Dengan tambahan 150 kV nanti, total kapasitas kelistrikan Bangka Belitung akan semakin luar biasa menembus 300 kV. Ini akan memastikan daerah kita tidak akan kesulitan listrik lagi," jelas Yunus.

Keunggulan utama dari gebrakan interkoneksi tahap kedua ini, kata Yunus, terletak pada rute kabel bawah laut yang sangat efisien.

Yunus merinci, jaringan SKLT akan melintasi Tulung Selapan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menuju Desa Marina, sebelum akhirnya mendarat di Desa Permis, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan.

"Jarak tempuh kabel lautnya sangat efisien, hanya 14 kilometer. Ini sebuah pencapaian dan lompatan besar jika dibandingkan dengan pembangunan Tahap I dari Tanjung Api-api ke Mentok yang bentangannya mencapai 63 kilometer," paparnya.

"Melalui ketersediaan energi yang melimpah dan andal ini, Bangka Belitung akan semakin memikat dan siap menyambut masuknya para investor berskala besar," sambungnya.

Sementara itu, Assistant Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Selatan, Dimas Kriesta Wijaya, menjelaskan bahwa titik pendaratan (landing point) utama proyek ini, menghubungkan Sumatera Landing Point di Tanjung Tapah (OKI) menuju Bangka Landing Point di Tanjung Berani (Bangka Selatan).

Selain instalasi SKLT 14 kilometer tersebut, kata Dimas, PLN juga akan menarik jaringan SUTT 150 kV Koba–Bangka Landing Point Tahap II sepanjang 132 kilometer, serta SUTT 150 kV Mariana–Sumatera Landing Point Tahap II sepanjang 220 kilometer.

Untuk mendukung transmisi ini, lanjut Dimas, sebuah Gardu Induk (GI) baru rencananya akan dibangun di Koba, Bangka Tengah, guna mendampingi GI tahap pertama yang telah beroperasi di Mentok.

"Saat ini, keseluruhan proyek telah merampungkan tahapan studi kelayakan dan tengah dikebut proses perizinannya, termasuk Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR), Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut, hingga Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)," jelas Dimas.

Diungkapkan Dimas, proyek strategis ini ditargetkan mulai memasuki tahap konstruksi fisik pada tahun 2027 dan beroperasi penuh (Commercial Operation Date/CoD) pada tahun 2028.

Cetak biru pencapaian kelistrikan Bangka Belitung  kata Dimas, dipastikan tidak berhenti di titik ini.

"Pemerintah daerah bersama PLN telah memetakan ekspansi lanjutan, meliputi interkoneksi Tanjung Berikat menuju Selat Nasik, serta perluasan jaringan dari Sadai menuju gugusan kepulauan seperti Pulau Lepar, Pongok, Selat Nasik, hingga menembus Tanjung Ru di Belitung," pungkasnya.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: YoskaFotografer: YoskaEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Soroti Bahaya "Fast Food", Noni Hidayat Instruksikan Kader PKK Proaktif Edukasi Masyarakat

Tue, 09/01/2026 - 20:22

PANGKALPINANG — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menggelar kegiatan Orientasi Pendidikan Gizi bagi Kader PKK, yang berlangsung di Sekretariat PKK, Kompleks Kantor Gubernur, Selasa (1/9/2026).

Kegiatan yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini, dibuka langsung oleh Ketua TP-PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat, dengan diikuti puluhan kader PKK Kabupaten dan Kota se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dr. Ria Agustine, menyampaikan, capaian imunisasi dasar lengkap di Bangka Belitung baru menyentuh angka 20-an persen dari target 46 persen, yang berdampak pada munculnya 40 kasus campak pada Juli lalu.

Ria Agustine, juga menjabarkan bahwa angka stunting di Bangka Belitung saat ini masih berada di kisaran 20,03 persen, sedikit di atas rata-rata nasional.

Dalam kesempatan itu, Ria Agustine juga menjabarkan kondisi gaya hidup akhir pekan anak yang gemar mengonsumsi makanan cepat saji (fast food), serta minimnya komunikasi keluarga akibat kecanduan gawai (gadget) menjadi ancaman serius bagi tumbuh kembang anak.

Menanggapi sejumlah jabaran tersebut, Noni Hidayat, menginstruksikan seluruh kadernya (TP-PKK, red) untuk menjadi garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat. Menurut Noni Hidayat, upaya mencetak generasi unggul tidak hanya sebatas pemenuhan gizi, tetapi juga memastikan anak mendapatkan perlindungan kesehatan yang maksimal.

"Selain masalah makanan, angka cakupan imunisasi juga harus menjadi perhatian kita bersama. Berdasarkan informasi dari Dinas Kesehatan, cakupan imunisasi di Bangka Belitung ini masih termasuk yang rendah. Ayo, Ibu-ibu kader, kita sama-sama mengajak masyarakat di sekitar kita untuk memenuhi standar imunisasi anak," ajak Noni Hidayat.

Noni Hidayat juga meminta para kader PKK untuk proaktif menepis berita bohong (hoaks) terkait vaksinasi yang kerap membuat para orang tua ragu.

"Banyak berita di luar sana yang bilang imunisasi bikin anak lumpuh, itu tidak benar. Justru itu untuk pencegahan. Buktinya saya juga diimunisasi full sejak kecil, alhamdulillah sehat-sehat saja," tegasnya.

Tal lupa, Noni Hidayat juga mengingatkan peran strategis kader PKK, yang bersentuhan langsung dengan akar rumput. Ia meminta sosialisasi kesehatan dan gizi tidak harus menunggu forum formal, melainkan diselipkan dalam rutinitas sehari-hari.

"Sasaran kita itu dekat; kanan, kiri, depan, dan belakang rumah kita. Bertemu tetangga saat menyiram tanaman atau arisan, tanyakan kondisi anak dan keluarganya. Mari bersinergi mengubah perilaku keluarga dari hal yang paling sederhana," pungkasnya.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: Idris AfFotografer: Ibnu/Ferdinand Editor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Luncurkan Buku "Besti", Ketua TP-PKK Ajak Ibu-ibu Entaskan Stunting dengan Berbagai Resep Jitu Berbasis Pangan Lokal

Tue, 09/01/2026 - 20:05

PANGKALPINANG — Langkah pengentasan angka stunting terus digalakkan berbagai pihak, termasuk Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Salah satu langkah yang dilakukan TP-PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam mengentaskan angka stunting di Negeri Serumpun Sebalai, yakni dengan meluncurkan buku resep inovatif bertajuk "Besti" (Buku Resep Tumbuh Tinggi Bunda Noni).

Melalui buku tersebut, Ketua TP PKK mengajak Ibu-ibu untuk mengentaskan stunting dengan berbagai macam resep jitu, melalui sumber daya alam lokal, menjadi beragam makanan sehat dan bergizi.

Peluncuran buku tersebut, dilakukan oleh Ketua TP-PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, di Sekretariat PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (1/9/2026).

Peluncuran buku ini, merupakan bagian dari rangkaian kegiatan bertajuk "Orientasi Pendidikan Gizi bagi Kader dalam Pemberian Makanan Tambahan Berbasis Pangan Lokal".

Kegiatan ini, diikuti oleh Kader PKK, dari berbagai kabupaten dan kota se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Noni Hidayat dalam arahannya mengemukakan, pencegahan stunting bisa dimulai dari dapur keluarga tanpa harus mengeluarkan biaya mahal. Ia mengajak peserta kegiatan untuk menciptakan makanan sehat dan bergizi, dengan memanfaatkan kekayaan sumber daya alam, yang ada di lingkungan sekitar.

"Makanan sehat tidak harus mahal atau impor. Di sekitar kita sangat banyak sumber daya alam yang bisa diolah. Daripada anak-anak kita jajan burger atau seblak, lebih baik kita ciptakan makanan menarik yang disukai anak, tapi di dalamnya penuh gizi," ucap Noni Hidayat, di hadapan puluhan peserta kegiatan.

Melalui Buku "Besti", Noni Hidayat ingin mendobrak stigma bahwa tinggi badan anak hanya ditentukan oleh keturunan.

"Kalau ibu-ibu rajin masak daging, ikan kembung dan telur, pertumbuhan anak pasti optimal. Jangan pesimis kalau orang tua pendek, anaknya tidak bisa tinggi. Itu bisa diupayakan dari makanan," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos PMD) Provinsi Bangka Belitung, Darlan, kader PKK menjadi pelopor edukasi pangan lokal dan tidak bosan melakukan kunjungan dari rumah ke rumah (home visit).

Darlan, dalam kesempatan itu juga meminta Kader PKK memastikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) benar-benar dikonsumsi oleh ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan balita stunting.

"Selain itu, hidupkan lagi gerakan 'Hatinya PKK' dengan memanfaatkan pekarangan rumah sebagai kebun gizi," pesan Darlan.

Menutup pernyataannya, Darlan menekankan bahwa perbaikan gizi dan SDM, merupakan investasi paling berharga untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: Idris AfFotografer: Ibnu/FerdinandEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Ketua PB Porprov Babel Kunjungi SD Negeri 18, Patung Bang Tilin Resmi Dihibahkan

Mon, 08/31/2026 - 19:03

PANGKALPINANG — Kehadiran patung Bang Tilin yang merupakan karya SD Negeri 18 Pangkalpinang, di Karnaval Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, yang berlangsung di Kota Pangkalpinang, pada Kamis (27/8/2026) lalu, berbuah manis.

Pasca patung tersebut viral, Ketua Pengurus Besar (PB) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII 2026, Budi Utama, mewakili Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, mendatangi langsung SD Negeri 18 Pangkalpinang, pada Senin (31/8/2026).

Budi Utama menuturkan, kedatangannya ke SD Negeri 18 Pangkalpinang, guna mengapresiasi kreativitas luar biasa yang dihadirkan sekolah tersebut.

Budi mengaku kagum atas inisiatif SD Negeri 18 Pangkalpinang, yang telah membantu mensosialisasikan ajang olahraga bergengsi di Bumi Serumpun Sebalai tersebut.

"Mewakili Bapak Gubernur Hidayat Arsani, kami hadir untuk menyampaikan apresiasi dan salam hormat atas karya hebat ini," ungkap Budi Utama di hadapan para guru dan siswa SD 18 Pangkalpinang.

"Terima kasih kepada SD Negeri 18 Pangkalpinang yang telah mengangkat maskot Porprov kita tahun 2026. Ini merupakan suatu kebanggaan bagi kita semua di PB Porprov VII Babel 2026, Bang Tilin diekspos dengan sangat luar biasa," sambungnya.

Senada dengan Budi Utama, Ketua KONI Babel, Ricky Kurniawan mengapresiasi kreativitas yang ditampilkan SD Negeri 18 Pangkalpinang, di Karnaval HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

"Terima kasih SD Negeri 18 Pangkalpinang, luar biasa kepeduliannya untuk Olahraga, kita gak sangka juga bisa membuat Bang Tilin sebagai maskot karnaval tahun ini," tutur Ricky.

Ricky berharap, dukungan kreativitas yang diberikan SD Negeri 18 Pangkalpinang, bisa menambah semangat dan eforia masyarakat Bangka Belitung menuju Porprov yang tidak lama lagi diselenggarakan.

"Terima kasih juga gerak cepat PB Porprov yang langsung tanggap. Semoga bisa menambah semangat dan eforia masyarakat Bangka Belitung menuju Porprov yang tidak lama lagi diselenggarakan," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala SD Negeri 18 Pangkalpinang, Dody Iskandar, membagikan kisah unik di balik proses kreatif pembuatan maskot yang juga viral hingga ke grup WhatsApp Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Babel tersebut.

Dody menceritakan, awalnya pihak sekolah mencari referensi gambar Bang Tilin dari Google dan Instagram. Gambar itu, lanjut dia, kemudian dicetak dan diserahkan ke pengrajin kenalan untuk dikerjakan.

"Untuk referensi awalnya, kami dapat di Google dan Instagram. Kemudian kami cetak dan patungnya dikerjakan pengrajin kenalan kami. Kami juga berinisiatif agar saat ditampilkan di karnaval, patung itu tampak hidup," ungkap Dody.

"Kami buat kepalanya bisa menoleh ke kiri dan kanan, agar bisa menyapa pejabat dan warga. Awalnya kami juga ingin bagian tangan bisa melambai, namun karena bebannya terlalu berat dan terancam anjlok, akhirnya fokus di kepala saja," sambungnya.

Untuk memperkuat identitas provinsi, kata Dody, pihak sekolah juga menambahkan detail penting di menit-menit akhir, dengan menancapkan bendera dari tujuh kabupaten/kota se-Bangka Belitung di bagian belakang kendaraan hiasnya.

 

Dihibahkan ke PB Porprov VII Babel

Usai bercerita tentang proses pembuatan patung "Mang Tilin", Dody Iskandar menyatakan bahwa Patung Bang Tilin resmi dihibahkan oleh pihak sekolah ke PB Porprov VII Babel 2026.

Menurut Dody, langkah itu dilakukannya guna membantu menyukseskan dan mempromosikan Porprov 2026 agar masyarakat semakin antusias menyambut pesta olahraga tersebut.

"Kami menghibahkan karya ini dengan harapan dapat membantu menyukseskan dan mempromosikan Porprov 2026 agar masyarakat semakin antusias menyambut pesta olahraga kita," tutur Dody saat prosesi penyerahan.

Untuk diketahui, "Bang Tilin" merupakan maskot Porprov VII Babel 2026, berbentuk karakter satwa endemik khas Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yakni Tarsius, yang melambangkan karakteristik fokus, strategi dan semangat juang yang sangat tinggi.

Adapun Porprov VII Babel 2026, dijadwalkan akan berlangsung pada 7 hingga 14 November 2026 mendatang.

Ajang multievent yang mempertandingkan 26 cabang olahraga ini terbilang istimewa karena pelaksanaannya tersebar di tiga lokasi tuan rumah berbeda, yakni Kabupaten Bangka Tengah, Kota Pangkalpinang, dan Kabupaten Bangka.

 

Sumber: Dinas KominfoPenulis: Idris AfFotografer: Humas Porprov BabelEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Noni Hidayat Tegaskan Keberadaan Duta Bahasa Miliki Peran Strategis Perkenalkan Bahasa dan Budaya Lokal

Mon, 08/31/2026 - 17:19

PANGKALPINANG — Bunda Literasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani menegaskan, keberadaan Duta Bahasa memiliki peran strategis dalam memperkenalkan kekayaan bahasa dan budaya lokal, khususnya kepada generasi muda.

Menurut Noni Hidayat, seorang Duta Bahasa tidak hanya dituntut memiliki pemahaman terhadap Bahasa Indonesia dan bahasa asing, tetapi juga perlu memiliki kepedulian terhadap bahasa daerah sebagai bagian dari identitas dan jati diri masyarakat Bangka Belitung.

“Tentunya sebagai seorang duta bahasa selain Bahasa Indonesia dan Bahasa Asing, pemahaman Bahasa Daerah khususnya Bahasa Melayu Bangka dan Melayu Belitung agar jati diri bahasa Ibu tidak hilang dan dapat digaungkan,” ujar Noni Hidayat, saat menerima audiensi Duta Bahasa Bangka Belitung 2026, di Gedung Mahligai Rumah Dinas Gubernur, Senin (31/8/2026).

Dalam kesempatan itu, Noni Hidayat menyampaikan dukungannya terhadap Duta Bahasa Babel 2026, yakni Sejuang, Erlangga dan Josephine, yang akan berlaga di Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional 2026, di Hotel Mercure Batavia Jakarta, 14-19 September 2026 mendatang.

Dalam menghadapi ajang tersebut, kata Noni Hidayat, mereka memproduksi beberapa lagu yang menggunakan sastra Bangka Belitung, di antaranya, Megat Serimbun Daun, Putri Pinang Gading, Naga Puako Teluk Kelabat dan Asal Usul Tanjung Penyusun.

"Audiensi hari ini menjadi momentum untuk memberikan dukungan sekaligus pesan kepada para Duta Bahasa Bangka Belitung, agar dapat membawa semangat pelestarian bahasa dan sastra daerah ke tingkat nasional," ujarnya.

“Kridanya keren, sudah seharusnya lokalitas dari Bangka Belitung harus terus dilestarikan. Tentu saya sangat mendukung Sejuang, Erlangga dan Josephine, sebagai Duta Bahasa Babel 2026, untuk berkompetisi di tingkat nasional,” sambungnya.

Ia berharap keikutsertaan Duta Bahasa Babel di tingkat nasional tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan sastra, bahasa, budaya, dan potensi Bangka Belitung kepada masyarakat yang lebih luas.

"Keikutsertaan mereka di ajang tingkat nasional ini, kita harapkan bisa menjadi representasi generasi muda Bangka Belitung dalam membawa pesan tentang pentingnya pengutamaan Bahasa Indonesia, pelestarian bahasa daerah, serta penguasaan bahasa asing," pungkasnya.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: FarisFotografer: Faris Editor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Bunda Literasi Apresiasi Krida Duta Bahasa Babel 2026 ke Tingkat Nasional

Mon, 08/31/2026 - 14:41

PANGKALPINANG — Bunda Literasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Noni Hidayat Arsani mengapresiasi gagasan dan karya, yang akan dibawa oleh Duta Bahasa (Dubas) Babel 2026, di ajang Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional Tahun 2026.

Apresiasi tersebut, disampaikan Noni Hidayat, saat menerima audiensi Dubas Babel 2026, di Gedung Mahligai, Rumah Dinas Gubernur Bangka Belitung, Senin (31/8/2026).

“Kridanya keren, sudah seharusnya lokalitas dari Bangka Belitung harus terus dilestarikan. Tentu saya sangat mendukung Sejuang, Erlangga dan Josephine, sebagai Duta Bahasa Babel 2026, untuk berkompetisi di tingkat nasional,” ungkap Noni Hidayat.

Noni Hidayat menilai, kreativitas yang mengangkat unsur lokal merupakan langkah penting untuk memastikan identitas Bangka Belitung tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.

Noni Hidayat berharap, keikutsertaan Duta Bahasa Babel di tingkat nasional tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan sastra, bahasa, budaya, dan potensi Bangka Belitung kepada masyarakat yang lebih luas.

Sementara itu, Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Afriyendy Gusti, menyampaikan bahwa audiensi tersebut turut memperkenalkan para Duta Bahasa Babel Tahun 2026 yang telah terpilih dan akan mengikuti kompetisi di tingkat nasional.

“Ini merupakan rekan-rekan Duta Bahasa Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2026 yang sudah terpilih dan akan berkompetisi di tingkat nasional,” ujar Afriyendy.

Untuk diketahui, Dubas Babel 2026, yakni Sejuang, Erlangga dan Josephine, akan berlaga di Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional Tahun 2026, di Hotel Mercure Batavia Jakarta, 14-19 September 2026 mendatang.

Menghadapi ajang tersebut, mereka memproduksi beberapa lagu yang menggunakan bahasa dan sastra Bangka Belitung, di antaranya, Megat Serimbun Daun, Putri Pinang Gading, Naga Puako Teluk Kelabat dan Asal Usul Tanjung Penyusun.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: FarisFotografer: Faris Editor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Tinjau Stand Explore Babel 2026, Long Outer "Masterpiece Pangkalpinang" Bikin Noni Hidayat Terpukau

Mon, 08/31/2026 - 08:51

PANGKALPINANG — Usai menjadi narasumber dalam Talkshow Dialog Interaktif “Money Talk: Finansial Sehat, Keluarga Kuat”, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, meninjau stand-stand pada kegiatan Explore Babel 2026 di Alun-Alun Taman Merdeka Pangkalpinang, Minggu (30/8/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Harmoni Serumpun Sebalai Menuju Babel Berdaya dan Berkelanjutan” tersebut menjadi wadah bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk memperkenalkan dan memasarkan beragam produk unggulan daerah.

Dalam peninjauannya, Noni menyapa para pelaku UMKM sekaligus melihat langsung berbagai produk.

“Alhamdulillah, banyak sekali masyarakat datang ke sini dan berbelanja. Tadi kita juga sempat menyapa satu per satu pemilik stand, banyak produksi yang keluar. Artinya ekonomi bagus,” ujar Noni Hidayat.

"Terima kasih kepada Bank Indonesia Perwakilan Bangka Belitung, yang sudah menginisiasi acara Explore Babel ini. Nanti tahun depan kita akan berkolaborasi dan kita akan mengundang kabupaten/kota juga untuk datang ke sini agar lebih meriah lagi,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Noni Hidayat turut mengapresiasi kreativitas dan inovasi para pelaku UMKM, termasuk produk wastra daerah yang menampilkan kekayaan budaya dan sejarah Bangka Belitung.

Menurut dia, keberadaan produk-produk kreatif itu menunjukkan bahwa UMKM daerah selain mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi, juga dapat menjadi media untuk memperkenalkan sejarah dan identitas budaya Bangka Belitung kepada masyarakat luas.

Salah satu stand yang dikunjunginya, menampilkan baju long outer "masterpiece Pangkalpinang". Baju tersebut, menampilkan motif berbagai ikon dan bangunan bersejarah di Kota Pangkalpinang.

Melihat pakaian tersebut, Noni Hidayat mengaku terpukau dan tertarik dengan motif yang ditampilkan di pakaian tersebut. "Motif di baju ini bagus. Ada nilai sejarahnya,” ujar Noni Hidayat.

Sementara itu, Vinalia selaku pemilik stand, menjelaskan bahwa bahan long outer "Masterpiece Pangkalpinang" merupakan hasil produksi sendiri. Untuk motif, lanjut dia, digambar oleh seniman.

“Bahannya kami produksi sendiri, motifnya digambar oleh seniman," jelas Vinalia.

Lebih lanjut menurut Vinalia, motif yang ditampilkan di pakaian tersebut memiliki nilai sejarah, karena mengangkat sejumlah ikon dan bangunan bersejarah di Kota Pangkalpinang.

"Motifnya beragam, ada bangunan besejarah seperti Tugu Pergerakan Kemerdekaan, Panti Wangka, Museum Timah dan juga Rumah Residen,” tutupnya.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: VeraFotografer: Ibnu/YoskaEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Pages