Subscribe to Berita Provinsi Kepulauan Bangka Belitung feed
Updated: 3 hours 40 min ago

Produk Kerajinan Pulau Bangka dan Belitung Ditempatkan di Satu Zona, Unjuk Gigi di Pameran Kriyanusa 2026 Jakarta

Wed, 09/30/2026 - 17:06

JAKARTA — Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatukan produk kerajinan dan ekonomi kreatif dari Pulau Bangka dan Belitung dalam satu zona, pada Pameran Kriyanusa 2026, di Jakarta International Convention Center (JICC), Rabu (30/9/2026).

Kolaborasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dengan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparkepora) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung itu, menjadi wajah baru keikutsertaan daerah di pameran kerajinan nasional yang digelar Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) pada 26–30 September 2026.

Penyatuan stan tersebut, dilakukan untuk memudahkan pengunjung dan masyarakat Bangka Belitung di perantauan, melihat beragam produk unggulan daerah dalam satu lokasi.

Kepala Disbudparkepora Babel melalui Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disbudparkepora Babel, Zayuni, mengatakan, pihaknya bersama Disperindag mengelola dua stan berukuran masing-masing 3x3 meter.

Disbudparkepora, kata Zayuni, mendampingi pelaku ekonomi kreatif dari Pulau Bangka, sedangkan Disperindag membawa pelaku usaha dari Pulau Belitung.

"Tahun 2026 ini kami berkolaborasi dengan Disperindag. Karena terdapat dua stan masing-masing berukuran 3x3 meter, kami berbagi peran. Dinas Pariwisata mendampingi pelaku ekonomi kreatif dari Pulau Bangka, sedangkan Disperindag memboyong pelaku usaha dari Pulau Belitung," jelas Zayuni.

Menurut Zayuni, konsep stan terpadu tersebut merupakan arahan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani dan Ketua Dekranasda, Noni Hidayat Arsani.

"Kami ucapkan terima kasih atas arahan Pak Gubernur dan Ibu Ketua Dekranasda. Selama ini pameran kita terkesan terpisah-pisah di hall yang berbeda sehingga pengunjung sering bertanya-tanya," tuturnya.

"Sekarang kita menyatu dalam satu stan Bangka Belitung, sehingga para tamu maupun warga Bangka Belitung yang berdomisili di Jakarta bisa melihat keberagaman produk kita di satu tempat," sambungnya.

Lebih lanjut Zayuni mengungkapkan, antusiasme pengunjung terhadap produk ekonomi kreatif Bangka Belitung cukup tinggi sejak hari pertama pameran. Produk rajutan, kata Zayuni, menjadi salah satu yang paling menarik perhatian.

"Sejak hari pertama, pengunjung sangat luar biasa di produk rajutan. Produk rajutan kita ini menjadi daya tarik tersendiri karena keunikannya yang jarang ditemukan di stan provinsi lain," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Babel, Hidayat Arsani diwakili Kepala Disperindag Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Subekti Saputra mengatakan, seluruh kabupaten/kota di Bangka Belitung, terwakili dalam pameran tersebut, mulai dari Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, Bangka Tengah, Bangka Barat, hingga Belitung.

"Semua wilayah terwakili dengan baik. Tahun ini kita mengusung konsep kebersamaan sesuai arahan Ibu Ketua Dekranasda Babel, Ibu Noni Hidayat Arsani," ungkap Subekti.

"Desain stan dibuat elegan dengan memadukan warna khas kuning dan merah serta sentuhan motif Kain Cual Bangka Belitung," lanjutnya.

Subekti mengatakan, produk kriya dan wastra yang dibawa ke Kriyanusa 2026 telah melalui proses seleksi dan kurasi oleh kurator serta desainer berskala nasional.

"Produk-produk yang kita tampilkan memiliki kualitas tinggi dan bukan kaleng-kaleng. Kurasinya berlapis oleh desainer nasional, mulai dari wastra kain cual, batik motif daerah, kerajinan bambu, kerang, rajutan, hingga kriya berbasis batu pinang. Semuanya dipastikan memenuhi standar pameran nasional," ujarnya.

Menurut Subekti, Pameran Kriyanusa 2026 menjadi salah satu ruang strategis untuk memperluas pasar produk lokal dan membuka peluang keberlanjutan usaha para perajin daerah.

"Kriyanusa 2026 adalah pameran bergengsi yang dihadiri oleh Pengurus Dekranasda Pusat, para Ibu Gubernur dan Ketua Dekranasda dari seluruh Indonesia. Ini menjadi momen penting bagi para perajin Babel untuk menampilkan produk mulia mereka di tingkat nasional," tutupnya.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: FarisFotografer: Ibnu/FarisEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Masyarakat 8 Desa di Bangka Ucapkan Terima Kasih ke Gubernur Hidayat Usai Puluhan Tahun Berjuang untuk Plasma 20 Persen

Wed, 09/30/2026 - 07:51

BANGKA – Penandatanganan Nota Kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU) terkait Program Plasma 20 persen PT Gunung Maras Lestari (GML), di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (29/9/2026), menjadi cerita sangat mengharukan bagi masyarakat setempat.

Bahkan, masyarakat 8 Desa di Bangka, yakni Desa Bakam, Desa Dalil, Desa Mabat, Desa Mangka, Desa Air Duren, Desa Bukit Layang, Desa Kayu Besi dan Desa Sempan itu, mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Hidayat Arsani yang baru memimpin Babel sejak 17 April 2025 lalu, dan usai puluhan tahun berjuang, kini mampu membantu merealisasikan apa yang menjadi keinginan masyarakat delapan desa di Kecamatan Bakam tersebut, berupa plasma 20 persen, diawali dengan penandatangan MoU. 

Salah satunya, Ketua Koperasi Produsen Bukit Pukang Sejahtera, Bakam, Abdul Rojak, menyampaikan, apresiasi dan terima kasih tak terhingga kepada Gubernur Babel, Hidayat Arsani atas terealisasinya kesepakatan ini.

Rozak mengungkapkan, perjuangan masyarakat untuk mendapatkan kepastian kebun plasma sudah berlangsung sangat lama, yakni sejak awal perusahaan berdiri.

​"Perjuangan ini, sebenarnya sudah lama untuk menuntut realisasi plasma. Alhamdulillah, setelah sekian lama dan melewati masa peremajaan (replanting), baru sekarang bisa dikabulkan. Terima kasih Pak Gubernur," ucap Rojak.

MoU yang telah ditandatangani, dikatakan Rojak, tahap awal. Pihaknya kini tengah mempersiapkan penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang bersifat lebih teknis.

Selain itu, koperasi juga masih menunggu penerbitan Surat Keputusan (SK) dari bupati terkait penetapan daftar anggota penerima manfaat.

"​Saat ini, data yang telah diajukan oleh koperasi kami mencakup sebanyak 594 Kepala Keluarga (KK) dari masyarakat desa setempat," ungkapnya.

Dengan adanya program 20 persen kebun plasma ini, diharapkan Rozak, dapat membawa dampak positif bagi perekonomian warga lokal. Hasil dari pengolahan kebun plasma tersebut nantinya akan dibagikan langsung kepada seluruh anggota koperasi yang terdaftar.

​"Harapan saya ke depan, koperasi ini dapat terus berkembang dan membantu perekonomian warga agar bisa hidup lebih layak," tutup Rojak.

Hal senada disampaikan tokoh masyarakat Desa Bakam, Syafei. Dia mengungkapkan, selama puluhan tahun masyarakat menanyakan kejelasan adanya plasma 20 persen.

​"Sudah puluhan tahun kami menunggu kepastian. Hari ini kami sangat senang dengan adanya plasma 20 persen ini. Apalagi ini tanpa beban hutang," ujar Syafei.

​Menurutnya, perjuangan masyarakat untuk menuntut hak plasma 20 persen ini, telah melalui proses yang sangat panjang dan bertahap.

Masyarakat menuntut adanya plasma 20 persen dari luasan HGU, dinilainya, telah sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Pertanian.

​Melalui kesepakatan ini, dia berharap pengelolaan program plasma dapat berjalan transparan dan memberikan dampak ekonomi yang positif secara berkelanjutan bagi warga sekitar.

Tak lupa dia juga menyampaikan beribu terima kasih kepada Gubernur Babel, Hidayat Arsani beserta jajarannya, yang telah membantu mewujudkan mimpi masyarakat di Kecamatan Bakam.

Kepala Desa Bakam, Mashur, mengapresiasi terealisasinya kesepakatan tersebut. Menurut dia, program plasma 20 persen memberikan peluang manfaat ekonomi bagi masyarakat delapan desa.

"Kehadiran Pak Gubernur di tengah-tengah kami sangat memperjuangkan aspirasi masyarakat. Ini membawa dampak yang sangat dalam bagi kami atas keberhasilan ini," ujar Mashur.

Mashur mengatakan, masyarakat juga mendapat manfaat melalui program CSR, termasuk bantuan kepesertaan BPJS Kesehatan. Pemerintah desa, kata dia, akan mendata warga kurang mampu yang belum terdaftar sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) untuk diusulkan mendapat bantuan dari PT GML.

"Nanti kita lihat masyarakat kita yang tidak mampu dan belum mendapat PBI. Itu yang kita akomodir untuk kita ajukan menjadi penerima PBI dari bantuan PT GML," pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur Hidayat mengapresiasi PT GML yang merealisasikan program plasma tersebut. Ia meminta lahan yang diserahkan dikelola secara produktif, transparan dan bertanggung jawab agar manfaat ekonominya dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.

"Hari ini kita berterima kasih kepada PT GML yang sudah melaksanakan plasma 20 persen. Kita bangga program ini untuk rakyat. Ini pertama kali dilakukan di Indonesia," kata Hidayat.

Hidayat mengatakan, pemerintah akan memastikan program tersebut berjalan dengan baik, terutama karena penerima manfaatnya mencapai sekitar 7.000 orang.

"Ada sekitar 7.000 orang yang menikmati plasma ini sehingga kami akan memastikan program ini berjalan dengan baik. Saya ucapkan selamat menikmati plasma ini. Jadilah plasma ini sebagai ibadah kita, hak kita. Mudah-mudahan nanti pertumbuhannya lebih baik," ujar Hidayat.

Menurut Hidayat, koperasi desa memiliki peran penting dalam mengorganisasi dan mengelola kepentingan masyarakat penerima manfaat.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: VeraFotografer: Idris/YoskaEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Pemprov Babel Konfrensi Pers terkait Kepres Pemberhentian Sementara Wakil Gubernur

Tue, 09/29/2026 - 08:25

PANGKALPINANG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel), telah menerima petikan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 102/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian Sementara Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Masa Jabatan Tahun 2025–2030.

Keppres ini, diterbitkan pada tanggal 23 September 2026 dan ditandatangani langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Menindaklanjutinya, Pemprov Kepulauan Bangka Belitung menggelar Konferensi Pers pengumuman hal tersebut, yang berlangsung di ruang rapat Tanjung Pesona Lantai 1 Kantor Gubernur, Senin (28/9/2026) yang dihadiri Inspektur Daerah Kepulauan Bangka Belitung, Imam Kusnadi, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Eko Sentosa,  serta Kepala Biro Pemerintahan Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ibnu Suzano.

Mengawali Konferensi Pers, Eko Sentosa menuturkan konfrensi pers ini merupakan wujud akuntabilitas pemerintah daerah dalam merespons dinamika hukum yang berkembang.

“Langkah ini kami ambil sebagai wujud akuntabilitas pemerintah daerah dalam memberikan informasi yang akurat, berimbang dan sesuai peraturan perundang-undangan, guna menghindari informasi yang keliru, spekulatif, di tengah-tengah masyarakat,” ucap Eko Yang kemudian di lanjutkan oleh Imam Kusnadi selaku Inspektur Daerah.

Imam menyampaikan terkait narasi dan substansi Keppres tersebut, yang menetapkan pemberhentian sementara Hellyana dari jabatannya sebagai Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, masa jabatan 2025-2030.

“Pemberhentian sementara ini adalah prosedur administrasi tata negara yang wajar, ketika Kepala atau Wakil Kepala Daerah menjalani proses hukum, yang berlaku hingga adanya putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap atau inkrah,” tutur Imam.

 

Imam menyampaikan, Pemprov Kepulauan Bangka Belitung sangat menghormati proses hukum, dengan tetap mengedepankan azas praduga tak bersalah. Berdasarkan diktum ketiga pada Keppres tersebut, lanjut dia, tugas Wakil Gubernur akan dilaksanakan langsung oleh Gubernur.

Imam dalam kesempatan itu juga memastikan, roda pemerintahan dan pelayanan publik di lingkungan Pemprov Kepulauan Bangka Belitung, tetap berjalan normal.

“Berdasarkan diktum ketiga pada Keppres nomor 102/P Tahun 2026, Bapak Hidayat Arsani selaku Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, akan melaksanakan tugas-tugas Wakil Gubernur," jelasnya.

"Adapun pelaksaaan lebih lanjut mengenai pelaksanaan keputusan ini, akan dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri,” ucapnya.

Lebih lanjut Imam mengatakan, terhitung sejak terbitnya Keppres ini, sejumlah hak yang melekat pada Wakil Gubernur yang diberhentikan sementara, seperti hak protokoler, hak keuangan dan biaya operasional kepala daerah, hingga hak sarana prasarana, bakal turut dihentikan.

“Hak protokoler, seperti ADC dan lainnya dihentikan. Hak keuangan seperti biaya operasional (BOP) Wakil Gubernur juga dihentikan. Sarana prasarana, seperti rumah, mobil dinas, serta sarana lainnya juga tidak diberikan, hingga terbit putusan pengadilan yang inkrah," terangnya.

Namun, lanjut Imam, berdasarkan pasal 75 ayat 1 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Kepala atau Wakil Kepala Daerah yang diberhentikan sementara, hanya menerima tiga hak, yakni gaji pokok, tunjangan istri atau suami dan tunjangan anak.

Imam menambahkan, apabila dalam putusan pengadilan, Kepala atau Wakil Kepala Daerah yang diberhentikan sementara dinyatakan tidak bersalah, maka akan dilakukan rehabilitasi terhadap nama baik dan kedudukannya sebagai Kepala atau Wakil Kepala Daerah, dikembalikan seperti sedia kala.

"Tetapi kalau putusan pengadilan menetapkan sebaliknya, satu hari pun, itu akan langsung diberhentikan. Kami tetap menunggu proses hukum hingga diterbitkan putusan hukum tetap,” tutupnya.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: J. SupranaFotografer: Jo FandiEditor: ImeldaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Safari Maulid, Noni Hidayat Ajak Masyarakat Teladani Kehidupan Rasulullah SAW

Mon, 09/28/2026 - 21:13

PANGKALPINANG — Rangkaian Safari Maulid tahun ketiga, yang mengusung tema “Belajar Cinta kepada Rasulullah” resmi ditutup di S.M Convention Hall, Pangkalpinang, Senin (28/9/2026). Kegiatan itu dihadiri ribuan masyarakat dan diisi dengan tausiah dari Pipik Dian Irawati (Ummi Pipik) serta influencer sekaligus artis Wardatina.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Noni Hidayat Arsani, yang juga hadir dalam kesempatan itu, mengajak  umat Islam memperkuat silaturahmi dan meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.

"Rangkaian Safari Maulid hingga penutupan hari ini menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan sekaligus mengajak masyarakat meneladani kehidupan Rasulullah SAW," kata Noni, dalam sambutannya.

Noni mengatakan, keteladanan Rasulullah dapat diwujudkan melalui kasih sayang, persaudaraan, sikap saling menghormati, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial.

“Rasulullah SAW merupakan teladan dalam membangun keluarga yang harmonis, penuh kasih sayang, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial,” ujar Noni.

Noni berharap keteladanan Rasulullah dapat menginspirasi masyarakat menjadi pribadi yang lebih baik dan turut menjaga persatuan Indonesia. Ia juga mengajak umat Islam menjadikan Al Quran dan hadis sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.

“Semoga kegiatan ini mempererat tali silaturahmi kita dan kita bisa meneladani Rasulullah Muhammad SAW, sehingga kita menjadi pribadi yang lebih baik dan turut menjaga persatuan Indonesia,” pungkasnya.

Sementara itu, Ummi Pipik dalam tausiahnya mengingatkan, bahwa kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh penilaian manusia, melainkan ketakwaannya kepada Allah SWT.

“Tolak ukur kemuliaan manusia dilihat dari takwanya. Ketika kita bertakwa, Allah akan memuliakan kita,” ujar Ummi Pipik.

Ia mengatakan, kekuatan perempuan tidak hanya ditunjukkan melalui kemampuan menghadapi keadaan, tetapi juga melalui kekuatan iman.

Menurutnya, kemampuan memaafkan, bangkit setelah terjatuh, berdamai dengan keadaan, dan tetap berbuat baik meski mendapat perlakuan buruk merupakan bentuk kekuatan yang bersumber dari iman.

Ummi Pipik juga menekankan bahwa mencintai Rasulullah SAW tidak cukup hanya dengan memperbanyak shalawat atau menjalankan sunnah dalam bentuk ibadah. Kecintaan tersebut, lanjut dia, harus diwujudkan dengan meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau kita cinta sama Nabi, cinta itu membuahkan ketaatan. Kalau kita cinta sama Nabi berarti kita harus taat. Apa yang Nabi lakukan, apa yang Nabi ajarkan, ya kita contoh,” ucapnya.

Menutup tausiahnya, Ummi Pipik mengajak umat terus berbuat baik dan memuliakan orang lain. Karena, menurut Ummi Pipik, setiap kebaikan yang dilakukan tidak akan sia-sia di hadapan Allah SWT.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: VeraFotografer: Vera/FloEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

TP PKK Babel Ajarkan Kader PKK Kecamatan Gabek Olah Ikan Tenggiri, Telur Cumi dan Udang Jadi Stik Ikan

Mon, 09/28/2026 - 17:39

PANGKALPINANG — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), kembali melaksanakan program kegiatan yang menyasar ibu-ibu rumah tangga.

Untuk kali ini, TP PKK Babel menyasar wilayah Kecamatan Gabek. Mereka mengajarkan kader TP PKK Kecamatan Gabek bagaimana mengolah Ikan Tenggiri, Telur Cumi hingga Udang menjadi stik ikan, melalui Pelatihan Vocational Pengolahan Hasil Laut Dalam Bentuk Makanan Ringan dan Edukasi Peningkatan Daya Saing Produk.

Kegiatan yang berlangsung di Galeri Kericu dan Ampiang Cantiqa, Jalan Lintas Timur Pangkalpinang, pada Senin (28/9/2026) tersebut, diikuti puluhan Kader PKK Desa dan Kelurahan, yang tersebar di Kecamatan Gabek, Kota Pangkalpinang, dengan menghadirkan owner Galeri Kericu dan Ampiang Cantiqa, Era Mayasari.

Di kegiatan yang merupakan bagian dari Program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) tersebut, peserta diajarkan beragam keahlian, di antaranya mengolah bahan baku dari hasil laut, berupa Ikan Tenggiri, Telur Cumi dan Udang, yang dikreasikan menjadi stik ikan, yang merupakan salah satu cemilan khas Bangka Belitung.

Selain itu, peserta juga diedukasi tentang cara mengemas produk, agar semakin menarik di mata konsumen, serta mampu menembus pasar Nasional bahkan Internasional.

Berkenaan dengan hal ini, Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, mengatakan kegiatan ini merupakan upaya PKK dalam merangkul dan memberdayakan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, serta upaya menciptakan potensi ekonomi baru di daerah.

"Hari ini kita menghadirkan Bu Era sebagai narasumber. Ini upaya PKK dalam merangkul dan memberdayakan pelaku UMKM, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, serta upaya menciptakan potensi ekonomi baru di daerah," kata Noni.

"Bu Era mengedukasi kader PKK Kecamatan Gabek dan masyarakat sekitar, tentang cara mengolah bahan baku dari hasil laut, yakni Ikan Tenggiri, Telur Cumi dan Udang, yang dikreasikan menjadi stik ikan," sambungnya.

Noni berharap, acara tersebut dapat bermanfaat bagi peserta dan mampu menambah variasi dan daya saing produk UMKM di daerah.

"Meski peserta tidak memiliki UMKM, tapi mereka bisa menjadikan stik ikan ini sebagai cemilan keluarga. Makanan dengan bahan baku ikan sangat bermanfaat untuk kesehatan," ujarnya.

"Karena mengandung banyak vitamin yang dibutuhkan juga untuk pertumbuhan anak-anak. Semoga acara ini bermanfaat, khususnya bagi masyarakat sekitar dan Kepulauan Bangka Belitung," lanjutnya.

Sementara itu, owner Galeri Kericu dan Ampiang Cantiqa, Era Mayasari mengungkapkan bahwa stik ikan, merupakan inovasi dari kericu.

"Produk utama kita Kericu, tapi kita inovasikan lagi menjadi stik ikan. Bahannya beragam, bisa menggunakan ikan tenggiri, telur cumi ataupun udang," jelas Era.

Melansir dari berbagai sumber, Stik Ikan Bangka Belitung, merupakan salah satu cemilan kering tradisional khas Kepulauan Bangka Belitung, yang sangat populer dan kerap dijadikan oleh-oleh bagi para wisatawan.

Hidangan ini dibuat menggunakan bahan dasar utama daging ikan segar, seperti ikan tenggiri yang dihaluskan, lalu dicampur dengan tepung sagu, telur dan bumbu dapur.

Berbeda dengan fish stick Barat yang dilapisi tepung roti, stik ikan Bangka Belitung memiliki adonan yang diulen hingga Kalis, dibentuk silinder memanjang tipis mirip French fries, lalu digoreng hingga garing.

Rasa cemilan ini sangat gurih dengan aroma ikan yang kuat serta teksturyang yang sangat renyah dan rapuh saat digigit. Makanan ini memiliki kemiripan dengan getas, hanya saja teksturnya berbeda pada bentuk cetakannya.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: J. SupranaFotografer: Ferdinand/FarisEditor: VeraKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Hadiri Pelantikan PD Persatuan Istri Purnawirawan Babel, Noni Ingatkan Masyarakat tidak Lupakan Sejarah

Sat, 09/26/2026 - 16:13

PANGKALPINANG - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, menghadiri acara pelantikan Pimpinan Daerah Persatuan Istri Purnawirawan (Perip) Kepulauan Bangka Belitung di Aula Kantor Kwarda, Pangkalpinang, Sabtu (26/9/2026).

Kehadiran Noni menjadi bentuk dukungan moral dan apresiasi terhadap kontribusi para purnawirawan beserta keluarganya dalam pembangunan daerah.

​Noni menyampaikan pentingnya menghargai sejarah dan peran para senior yang telah berkontribusi bagi daerah.

Mengutip pesan Gubernur, Noni mengingatkan agar masyarakat tidak melupakan sejarah karena sejarah merupakan fondasi yang membentuk kondisi saat ini.

"Kita mengapresiasi organisasi Perip, Persatuan Istri Purnawirawan. Seperti kata Pak Gubernur, kita tidak boleh melupakan sejarah karena sejarah itulah yang membentuk kita saat ini. Apapun itu, kita harus menghargai dan mengapresiasi," kata Noni saat ditemui usai acara pelantikan.

​Noni menyampaikan  kedatangannya adalah untuk memberikan dukungan penuh kepada para anggota Perip yang dinilainya sebagai figur senior yang patut dibanggakan dan merupakan istri purnawirawan yang sudah sekian lama mendampingi suami dalam keadaan suka maupun duka.

​Noni mengapresiasi keaktifan Perip yang rutin menggelar berbagai kegiatan dan pertemuan setiap bulannya dan berharap pimpinan daerah Perip yang baru dilantik dapat menjalankan amanah kepemimpinan dengan baik.

​"Mudah-mudahan antarorganisasi di Bangka Belitung ini kita semua bisa kompak, bisa menjaga persatuan dan kesatuan sehingga Bangka Belitung aman, jaya, dan tentram," ungkapnya.

Sementara itu, Pembina PERIP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Kombes Pol. (Purn) Zaidan menekankan pentingnya merealisasikan visi dan misi organisasi Perip terutama dalam memperkuat hubungan internal dan kepedulian sosial.

​"Saya berharap kepengurusan yang baru ini mampu mewujudkan apa yang ada dalam visi dan misi organisasi. Di antaranya bagaimana menciptakan soliditas antar pengurus serta meningkatkan kepedulian terhadap para anggota PERIP," ucapnya.

​Lebih lanjut dijelaskannya, sebagai bagian dari keluarga purnawirawan TNI-Polri, organisasi ini memiliki peran sosial yang cukup besar sehingga kepekaan terhadap kondisi anggota maupun masyarakat luas menjadi hal yang sangat krusial.

​"Orientasi kegiatan kita banyak yang menyentuh bantuan sosial. Pengurus harus peka terhadap kondisi sosial anggota maupun masyarakat di sekitarnya. Dengan begitu, kehadiran PERIP benar-benar memberikan manfaat nyata, baik bagi internal organisasi maupun untuk masyarakat luas," terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Perip yang baru, Etty Zaidan berkomitmen untuk mempertahankan silaturahmi rutin serta memperkuat program kepedulian sosial bagi para anggotanya.

​Kendati Perip sempat vakum secara kepemimpinan, lanjutnya, namun para anggota tetap menjaga komitmen bersama untuk berkumpul dan bersilaturahmi.

​"Alhamdulillah, karena ini sudah dua tahun vakum, tetapi para anggota Perip tetap melaksanakan rutin pertemuan setiap bulan," tutur Etty.

​Setelah resmi dilantik, kepengurusan baru telah menyiapkan sejumlah langkah strategis dan program kerja prioritas. ​Salah satu kegiatan sosial yang terus dipertahankan adalah program anjangsana. Kegiatan ini difokuskan untuk mengunjungi serta memberikan perhatian kepada para purnawirawan dan warakawuri.

​"Kita ada anjangsana ke rumah anggota yang purnawirawan, baik TNI AD, TNI AL, TNI AU, maupun Polri. Jika kita mendapat informasi bahwa mereka sedang membutuhkan perhatian, kita kunjungi dan berikan bingkisan," tutupnya.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: VeraFotografer: ibnu/floEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

TP PKK Babel Edukasi Kader di Kecamatan Sungailiat, Sulap Sampah Organik Rumah Tangga jadi Eco Enzym

Fri, 09/25/2026 - 16:30

BANGKA — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), memberikan edukasi kepada para kader PKK Kecamatan Sungailiat, melalui sosialisasi dan pembinaan gerakan pengelolaan sampah skala rumah tangga, di Aula Kantor Camat Sungailiat, Kabupaten Bangka, Jumat (25/9/2026).

Kegiatan tersebut dibuka Ketua TP PKK Provinsi Babel, Noni Hidayat Arsani yang diwakili Ketua Bidang III TP PKK Babel Ellyana.

Melalui sosialisasi ini, para kader PKK dari desa dan kelurahan di Kecamatan Sungailiat ini, diharapkan dapat menerapkan sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan sampah yang dimulai dari rumah.

Mengawali sambutannya, Ellyana mengatakan, Kabupaten Bangka, khususnya Kecamatan Sungailiat, menjadi lokasi keempat pelaksanaan kegiatan tersebut. Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di Kabupaten Belitung, Belitung Timur, dan Bangka Tengah.

"Setelah ini, kegiatan ini akan menyasar Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka Selatan," ungkap Ellyana.

Ellyana mengatakan, kegiatan tersebut dilatarbelakangi persoalan sampah rumah tangga yang masih kerap dihadapi masyarakat, terutama para ibu rumah tangga.

Menurut dia, kondisi itu perlu diatasi melalui pengelolaan sampah dari tingkat keluarga. Karena itu, para peserta diajak mengolah sampah organik menjadi eco-enzyme yang dapat dimanfaatkan kembali, sekaligus mengurangi volume sampah rumah tangga.

"Sehari pun, ibu-ibu tak akan pernah terlepas dari persoalan sampah rumah tangga. Makanya, hari ini ibu-ibu semua kami ajak untuk mengolah sampah rumah tangga menjadi Eco-Enzyme," jelasnya.

Ellyana berpesan kepada para peserta kegiatan untuk mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Ia berharap, kegiatan tersebut dapat bermanfaat bagi peserta dan dapat diimplementasikan di masyarakat.

"Semoga kegiatan ini bermanfaat, setelah ini kami harap para peserta dapat mensosialisasikan pembuatan eco-enzyme ini ke masyarakat," harapnya.

Sementara itu, Camat Sungailiat, Lingga Pranata menilai, kegiatan ini merupakan salah satu solusi dalam, mengatasi persoalan sampah, khususnya sampah rumah tangga.

Menurut Lingga, Eco Enzyme yang bersumber dari hasil pengolahan sampah organik rumah tangga, dapat dimanfaatkan menjadi pupuk yang dapat menyuburkan tanaman.

"Terima kasih untuk TP PKK Provinsi telah memberikan ilmu yang berharga dan bermanfaat bagi masyarakat kami, khususnya untuk petani. Karena Eco Enzyme ini bisa menyuburkan tanaman," tutur Lingga.

Senada dengan Ellyana, Lingga berpesan kepada para peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh.

"Selamat mengikuti pelatihan, ikuti pelatihan dengan serius, cemati materi yang diberikan, kemudian terapkan ilmu yang diterima ke masyarakat," pesannya.

 

Cara Membuat Eco-Enzyme

Penyuluh Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fenti Halida, dalam kegiatan itu menjelaskan bahan dan tahapan pembuatan eco-enzyme.

Bahan yang diperlukan, kata Fenti, terdiri atas wadah plastik bermulut lebar atau drum plastik, satu kilogram gula aren, tiga kilogram sampah organik rumah tangga, serta 10 liter air.

"Untuk bahannya, siapkan wadah plastik yang bermulut lebar, atau bisa juga menggunakan drum plastik, kemudian satu kilogram gula aren, tiga kilogram sampah organik rumah tangga dan sepuluh liter air," jelas Fenti.

Proses pembuatannya, kata Fenti, dimulai dengan menghaluskan gula aren. Sampah organik seperti kulit atau sisa buah, lanjut dia, kemudian dicacah menjadi bagian-bagian kecil.

Selanjutnya, kata Fenti menerangkan, gula aren dan sampah organik dimasukkan ke dalam wadah yang telah berisi 10 liter air. Campuran tersebut, lanjut dia, kemudian didiamkan selama tiga bulan untuk menjalani proses fermentasi.

"Jangan lupa proses fermentasinya dipantau. Sesekali tutupnya dibuka. Kemudian jauhkan dari jangkauan anak-anak," pesannya.

Setelah fermentasi selesai, kata Fenti, sampah disaring dan cairannya dapat ditempatkan dalam botol plastic.

Untuk penggunaan pada tanaman, Fenti menyebut eco-enzyme dapat dilarutkan dengan takaran satu tutup botol untuk satu liter air.

 

Sumber: Dinas KominfoPenulis: J. SupranaFotografer: Royan/J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Kekeringan Belum Reda, Ratusan Pegawai Pemprov Babel Ikuti Salat Istisqa’

Fri, 09/25/2026 - 11:10

PANGKALPINANG — Hingga saat ini, kekeringan akibat kemarau panjang beberapa bulan terakhir masih belum reda. Sehingga banyak masyarakat mengalami kekurangan persediaan air bersih, dan kondisi rawan bencana kebakaran selalu mengancam.

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) terus berikhtiar dengan berbagai cara agar persoalan tersebut bisa segera ditangani. Salah satunya, melalui doa bersama kepada Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT agar segera diturunkan hujan.

Seperti pada Jumat (25/9/2026) pagi, ratusan Pegawai di Lingkungan Pemprov Babel mengikuti Salat Istisqa’ (salat minta hujan), yang berlangsung di halaman Kantor Gubernur Babel.

Rangkaian Salat Istisqa' yang dipandu langsung Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Pemprov Babel, Ustaz Yasir Mustafa itu, dimulai pukul 06.45 Wib tersebut, menghadirkan imam salat Syekh Ismail Al-Hafidz, ulama asal Palestina yang menempuh pendidikan hafalan Alquran di Turki.

Sementara khotbahnya disampaikan Ketua LPTQ Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, KH Syamsuni Saleh.

Gubernur Babel, Hidayat Arsani diwakili Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Pemprov Babel, Tarmin, mengajak jemaah memperbanyak istigfar dan bermunajat kepada Allah SWT agar hujan segera diturunkan.

“Kita tidak punya kekuatan, tidak punya kemampuan mendatangkan sesuatu, Allah-lah yang mendatangkan sesuatu. Oleh karena itu, karena keadaan sudah seperti ini, tentu sebagai manusia biasa, kita hanya bermunajat, meminta kepada Allah supaya hujan segera diturunkan,” ujar Tarmin.

Terpisah, Kepala Biro Kesra Setda Pemprov Babel, Ustaz Yasir Mustafa mengatakan, kondisi kemarau yang dirasakan masyarakat menjadi pengingat untuk meningkatkan kesabaran dan memperbanyak doa.

Ia menyebut sebagian masyarakat saat ini masih harus membeli air, karena sejumlah wilayah mengalami kekeringan.

“Mudah-mudahan dengan ikhtiar kita yang sedikit ini, dengan usaha kita berdoa kepada Allah dalam sunnah Nabi untuk mengerjakan Salat Istisqa ini, doa-doa kita, dosa-dosa kita juga insyaallah diampuni oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala,” kata Yasir.

Semoga, diharapkannya, hujan yang turun nantinya tidak hanya mengatasi kebutuhan air, tetapi juga membawa keberkahan bagi masyarakat Bangka Belitung.

“Mudah-mudahan Allah juga akan memberikan keberkahan kepada kita semua, keberkahan kepada masyarakat Provinsi Bangka Belitung, dan sudah barang tentu dengan turunnya hujan Allah juga berikan keberkahan kepada kita,” harap Ustaz Yasir.

Tak lupa Ia mengingatkan jemaah agar tetap bersabar dalam menghadapi kondisi tersebut. Menurutnya, kemarau yang dirasakan saat ini merupakan ujian kecil dibandingkan dengan ujian yang akan dihadapi manusia di akhirat.

“Saya ingin menyampaikan bahwa ini ujian kecil sekali dibandingkan ujian-ujian yang akan kita hadapi di hari kiamat nanti. Untuk itu, kita banyak bersabar, innallaha ma'ashobirin,” katanya.

Ia kemudian menggambarkan kondisi sebagian masyarakat yang terdampak kekeringan. “Banyak saudara-saudara kita yang sekarang masih membeli air di mana-mana, di mana-mana kering, kemudian sampai nyuci di sungai. Maka dari itu kita berdoa mudah-mudahan semuanya dimudahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala,” tandasnya.

Dalam rangkaian ibadah tersebut, jemaah juga menjalankan sunnah Salat Istisqa' dengan membalikkan serban. Doa dipanjatkan agar Allah SWT menurunkan hujan yang membawa keberkahan bagi masyarakat, hewan ternak, serta alam sekitar.

Usai pelaksanaan Salat Istisqa’, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada 20 anak yatim dan yatim piatu kerja sama Pemprov Babel dan Baznas Babel.

Santunan tersebut yang disalurkan melalui Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Babel dengan nilai Rp150 ribu untuk masing-masing anak, atau total Rp3 juta.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: Idris AfFotografer: Idris/YoskaEditor: VeraKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Rumput Laut Diolah Minuman Jelly, Noni Hidayat Dorong Kader PKK Kembangkan Jadi Produk Unggulan UMKM

Thu, 09/24/2026 - 20:23

PANGKALPINANG — Rumput laut diolah menjadi minuman jelly dengan berbagai varian rasa oleh siswa SMKN 4 Pangkalpinang. Inovasi itu dipelajari kader TP PKK Kelurahan Air Mawar untuk dikembangkan sebagai peluang usaha UMKM.

Pelatihan vokasional pengolahan hasil perikanan dan edukasi peningkatan daya saing produk tersebut, digelar di SMKN 4 Pangkalpinang, Kamis (24/9/2026).

Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, turut hadir dalam kegiatan itu.

Berkenaan dengan hal tersebut, Noni mendorong kader PKK Air Mawar memanfaatkan keterampilan yang diperoleh untuk menciptakan produk bernilai ekonomi dan mengembangkan potensi bahan pangan lokal.

“Ini bisa menjadi produk UMKM yang bisa kita tiru dan inovasi. Harapannya, ini bisa menjadi salah satu produk unggulan UMKM kita,” ujar Noni.

Menurut Noni, pengolahan rumput laut menjadi minuman jelly menunjukkan hasil perikanan dapat dikembangkan menjadi produk baru dengan beragam pilihan rasa.

“Biasanya kita air jeruk kunci, sekarang ada satu inovasi lagi. Kita membuat minuman jelly rumput laut dengan berbagai varian rasa. Senang sekali, karena kami mendapatkan banyak ide dan wawasan baru,” katanya.

Noni mengatakan, keamanan pangan menjadi salah satu aspek yang harus diperhatikan sebelum produk UMKM dipasarkan.

“Perlu sertifikasi supaya pengelolaan produk aman dikonsumsi dan usaha UMKM-nya bisa berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu peserta, Linda Yustika, mengatakan pelatihan tersebut memberinya ide untuk mengembangkan usaha baru.

“Kalau ada pengalaman baru seperti ini, kita bisa belajar dan menambah usaha baru. Dari sini saya bisa mendapatkan ide untuk mengembangkan usaha,” kata Linda.

Di kesempatan yang sama, Kepala SMKN 4 Pangkalpinang, Ahmad Firmansyah, mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi siswa untuk berbagi pengetahuan sekaligus meningkatkan kompetensi pengolahan hasil perikanan.

Untuk diketahui, Kader PKK Air Mawar mengikuti praktik langsung pengolahan minuman tersebut bersama 15 siswa SMKN 4 Pangkalpinang dari jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan (APHP).

Dalam pelatihan itu, peserta mendapat edukasi mengenai peningkatan daya saing produk, mencakup inovasi, kualitas pengolahan, keamanan pangan dan sertifikasi produk.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: Yoska Pranata Fotografer: Ibnu/FarisEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Diklat Pendidik, Noni Hidayat Tegaskan Babel Perlu Guru PAUD Berkualitas dan Bersertifikasi

Thu, 09/24/2026 - 19:24

PANGKALPINANG — Persoalan kekurangan Guru PAUD di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menjadi salah satu atensi Bunda PAUD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani.

Menurut Noni, dalam mengatasi persoalan tersebut, tidak cukup jika hanya berfokus pada pemenuhan dari sisi kuantitas semata, melainkan harus dibarengi pula dengan peningkatan kualitas.

Hal itu disampaikan Noni dalam sambutannya, saat menghadiri Diklat Berjenjang Tingkat Dasar dan Tingkat Mahir bagi 65 pendidik PAUD, yang digelar Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Bangka Belitung, di Kantor Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Bangka Belitung, Kamis, (24/9/2026).

"Bangka Belitung memang kekurangan guru PAUD, tapi di sisi lain, kita (Babel, red) juga memerlukan guru-guru PAUD yang berkualitas dan memiliki sertifikasi sesuai dengan bidangnya," ujar Noni.

Oleh karenanya, kata Noni, peningkatan kompetensi guru PAUD menjadi komponen penting dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan anak usia dini.

Pelaksanan diklat ini, lanjut dia, menjadi salah satu momentum untuk memperkuat profesionalisme pendidik, termasuk mendukung pemenuhan legalitas dan sertifikasi guru PAUD sesuai bidangnya.

"Saya menilai diklat ini sangat penting guna meningkatkan kompetensi, kualitas, dan profesionalisme guru atau tenaga pendidik PAUD dalam memberikan layanan pembelajaran yang sesuai dengan fase tumbuh kembang anak," ucapnya.

Lebih lanjut, menurut perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebut, pendidikan anak usia dini merupakan fondasi pembentukan karakter dan mendukung proses tumbuh kembang anak.

Karena itu, Noni dalam kesempatan itu mengapresiasi dedikasi para guru PAUD yang mengikuti diklat tersebut di tengah tanggung jawab mereka sebagai guru dan anggota keluarga.

Noni berharap seluruh peserta mengikuti rangkaian pelatihan dengan baik dan lulus ujian sertifikasi dengan hasil terbaik. Upaya tersebut, kata Noni, diharapkan turut mendukung terwujudnya generasi emas Indonesia 2045.

Sementara itu, Ketua PW HIMPAUDI Bangka Belitung, Djuariningsih, mengatakan peningkatan kualitas layanan PAUD harus dimulai dari profesionalisme dan kompetensi pendidik.

Menurut dia, salah satu langkah yang ditempuh HIMPAUDI ialah melalui pelaksanaan diklat berjenjang.

"Diklat berjenjang ini menggunakan sistem terintegrasi, mulai dari pendataan, pre-test, post-test hingga tugas mandiri," kata Djuariningsih.

Menutup pernyataannya, Djuariningsih berharap pelatihan tersebut mampu meningkatkan kompetensi guru PAUD di Bangka Belitung, sehingga mampu memberikan layanan pendidikan yang semakin berkualitas bagi anak usia dini di Negeri Serumpun Sebalai.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: VeraFotografer: Idris/FerdinandEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Edukasi PHBS, Noni Hidayat Ajarkan Cara Cuci Tangan dan Gosok Gigi yang Benar ke Anak PAUD

Thu, 09/24/2026 - 18:57

PANGKALPINANG — Kebiasaan hidup bersih dan sehat perlu ditanamkan sejak anak berusia dini. Oleh karenanya, sebagai bagian dari edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Noni Hidayat Arsani mengajarkan cara mencuci tangan dan menggosok gigi yang benar kepada anak-anak PAUD.

Edukasi itu disampaikan Noni kepada anak-anak TK Al-Hikmah Sinar Bulan, Kecamatan Bukit Intan, Pangkalpinang, di Gedung Mahligai Rumah Dinas Gubernur Babel, Kamis (24/9/2026).

Dalam kesempatan itu, Noni mengajak anak-anak mempraktikkan kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan setiap hari. Selain mencuci tangan dengan air bersih dan sabun, kata Noni, anak-anak juga diajarkan tentang waktu yang tepat untuk menyikat gigi.

"Kita mengedukasi anak-anak agar memiliki perilaku hidup bersih dan sehat, mencuci tangan yang benar, perilaku menggosok gigi yang benar, berapa kali sehari seharusnya dilakukan di rumah sehingga ini menjadi kebiasaan yang baik," ujar Noni.

Menurut Noni yang juga Bunda PAUD Bangka Belitung, pembiasaan PHBS sejak usia dini penting dilakukan, guna mendukung tumbuh kembang anak, sekaligus membentuk generasi yang sehat dan cerdas.

Noni dalam kesempatan itu juga mengingatkan anak-anak untuk menyikat gigi dua kali sehari, yakni setelah sarapan pagi dan sebelum tidur malam.

"Setiap hari kita harus sikat gigi, dua kali yakni sesudah sarapan pagi dan sebelum tidur," ucapnya.

Lebih lanjut,, Noni juga menjelaskan pentingnya mencuci tangan menggunakan air bersih dan sabun, terutama setelah bermain atau beraktivitas.

Kebiasaan tersebut, menurut Noni, sangat diperlukan karena tangan dapat menjadi media perpindahan bakteri yang berpengaruh terhadap kesehatan.

Sementara itu, dokter gigi RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, drg. Suniti, mengatakan pembentukan kebiasaan menjaga kesehatan gigi anak membutuhkan peran aktif orangtua dan guru.

Orangtua, kata Suniti, perlu mendampingi dan membiasakan anak menyikat gigi pada waktu yang tepat, yakni setelah sarapan pagi dan sebelum tidur malam.

"Langkah sederhana ini menjadi pondasi penting untuk menanamkan kesadaran akan kebersihan dan kesehatan gigi anak," ujarnya.

Menutup pernyataannya, Suniti mengimbau orang tua dan guru harus membiasakan anak mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis, rutin menyikat gigi, serta memeriksakan kesehatan gigi setiap enam bulan.

 

Sumber: Dinas KominfoPenulis: VeraFotografer: Idris/FerdinandEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

TP PKK Babel Bersama DPUPRPRKP Kolaborasi Laksanakan Program Sanitasi

Wed, 09/23/2026 - 18:55

PANGKALPINANG — Pengurus Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), melakukan audiensi ke Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRPRKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (23/9/2026).

Kedatangan rombongan yang dipimpin langsung Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani itu, disambut langsung oleh Kepala DPUPRPRKP, Jantani Ali beserta jajarannya.

Noni mengatakan, audiensi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara TP PKK dan DPUPRPRKP Babel melalui penyelarasan program yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Kolaborasi itu sekaligus diarahkan untuk mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto serta visi dan misi Gubernur Babel Hidayat Arsani.

"Saat ini, TP PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sedang menyusun berbagai program. Kedatangan kami ke DPUPRPRKP hari ini, untuk berkoordinasi terkait program apa saja yang bisa dikolaborasikan dengan PKK," jelas Noni Hidayat.

Noni menyebutkan, program sanitasi menjadi salah satu rencana aksi yang akan dikolaborasikan antara TP PKK dan DPUPRPRKP.

"Setelah berbincang-bincang dengan Pak Jantani beserta jajaran, kami menemukan sejumlah rencana aksi, salah satunya terkait program sanitasi. Ini kita lakukan, sebagai upaya nyata dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Visi Misi Gubernur Hidayat Arsani," sambungnya.

Menurut Noni Hidayat, program sanitasi relevan dikolaborasikan dengan PKK, karena pelaksanaannya bersentuhan langsung dengan masyarakat. Selain mendukung kesehatan lingkungan, sanitasi juga berkaitan erat dengan upaya pencegahan stunting.

"Program sanitasi cocok dengan PKK, karena PKK kan ada program pemberdayaan masyarakat, kemudian ada juga pengentasan stunting, yang berhubungan dengan kesehatan lingkungan," ujarnya.

Noni menambahkan, sanitasi yang baik merupakan kebutuhan penting masyarakat karena berkaitan erat dengan kesehatan lingkungan dan upaya pencegahan stunting. Karena itu, TP PKK Babel bersama DPUPRPRKP akan berkolaborasi dalam pelaksanaan program sanitasi tersebut.

"Sanitasi yang baik juga dibutuhkan masyarakat, jadi sangat cocok sekali. Kami karena itu juga mempengaruhi stunting. Jadi kami akan berkolaborasi dengan DPUPRPRKP untuk program sanitasi ini," tambahnya.

Noni melanjutkan, seluruh rencana aksi yang dicanangkan, tetap akan menyesuaikan dengan kekuatan anggaran di daerah.

"Terkait anggaran, kita tetap menyesuaikan dengan kekuatan anggaran daerah, kita semua tahu saat ini sedang efisiensi. Program sanitasi ini sudah berjalan, jadi tinggal ke launchingnya saja yang belum. Setelah di-launching, akan kita kuatkan, agar masyarakat kita sanitasinya semakin sehat," pungkasnya.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: J. SupranaFotografer: Vera/YoskaEditor: VeraKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Hadiri Penguatan TP PKK hingga Posyandu Se-Indonesia, Noni Hidayat Tegaskan Komitmen Perkuat 3 Pilar Keluarga

Mon, 09/21/2026 - 19:20

JAKARTA – Ketua TP PKK, TP Posyandu Provinsi dan Dekranasda Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Noni Hidayat Arsani, menghadiri kegiatan Penguatan Lembaga TP PKK, Dekranasda dan Posyandu se-Indonesia Wilayah Barat, di Hotel Bidakara Jakarta, Senin (21/9/2026).

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Ketua Umum TP PKK, TP Posyandu dan Dekreanasda Pusat, Tri Tito Karnavian itu, diselenggarakan untuk menguatkan kelembagaan tiga organisasi perempuan tersebut, sebagai pilar utama ketahanan keluarga Indonesia.

Berkenaan dengan hal ini, Noni Hidayat menegaskan bahwa dirinya berkomitmen memperkuat 3 Pilar utama Keluarga, meliputi pengembangan ekonomi kreatif, pelayanan dasar dan pemberdayaan masyarakat.

"Kita sama-sama ketahui jika Dekranasda bergerak di hulu pengembangan ekonomi kreatif dan kerajinan, TP PKK bergerak di hulu pemberdayaan keluarga dan masyarakat,” jelas Noni Hidayat

“Sementara itu Posyandu bergerak di hulu pelayanan dasar dan pemberdayaan masyarakat. Jika lembaga ini bekerja masing-masing, outcome-nya tidak maksimal, jadi harus seiring sejalan,” sambungnya.

Noni Hidayat mengatakan, tujuan dasar tiga organisasi perempuan tersebut, saling beririsan dan berada dalam ekosistem yang sama, sehingga implementasinya tak dapat dipisahkan.

Lebih lanjut Noni Hidayat berharap, penyelenggaraan kegiatan penguatan ini dapat menjadi momentum kolaborasi, untuk mewujudkan keluarga sejahtera, sehat dan berdaya secara ekonomi di Indonesia, khususnya di Bangka Belitung.

"Mari bersama kita pastikan tidak ada lagi keluarga yang sehat tapi tidak sejahtera, tidak ada lagi keluarga yang produktif tapi anaknya stunting,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum TP PKK, TP Posyandu dan Dekreanasda Pusat, Tri Tito Karnavian, dalam sambutannya mengemukakan bahwa penguatan kelembagan ketiga organisasi perempuan tersebut, merupakan upaya terintegrasi untuk meningkatkan ketahanan keluarga. “TP PKK, Dekranasda, dan Posyandu tidak bisa berjalan sendiri. Ketiganya adalah satu kesatuan,” ujarnya.

Menurut Tri, meskipun ketiga organisasi perempuan tersebut berbeda karakteristik, namun ketiganya memiliki satu tujuan besar untuk pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Lebih lanjut menurut Tri, tujuan dasar ketiga organisasi perempuan tersebut tidak akan tercapai, jika tata kelolanya belum kuat.

"Karena tata kelola merupakan pondasi bagi pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi secara efektif, terarah dan berkelanjutan," ucapnya.

Untuk diketahui, selain Noni Hidayat, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Ketua TP PKK, TP Posyandu dan Dekranasda tingkat kabupaten/kota se-Bangka Belitung di antaranya, Evi Astura Markus, Elizia Riza Herdavid, Hastari Wardianti Djoni Alamsyah dan Susanti Saparudin.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: ImeldaFotografer: ImeldaEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Ketua TP-PKK Noni Hidayat Ikuti TNI Babel Run 2026, Apresiasi Antusiasme Masyarakat

Sun, 09/20/2026 - 13:43

PANGKALPINANG – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2026, berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat umum digelar di Makorem 045/Garuda Jaya (Gaya), Pangkalpinang, Minggu (20/9/2026).

Ribuan peserta memadati kawasan Makorem 045/Garuda Jaya sejak pagi untuk mengikuti ajang lari dengan kategori 5 kilo meter dan 10 kilometer. Kegiatan berlangsung meriah dengan suasana penuh semangat dan kebersamaan.

Ketua TP-PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, turut hadir dan melakukan penekanan tombol sebagai simbolis pelepasan peserta TNI Babel Run 2026 tersebut.

Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fery Afriyanto, juga melepaskan bendera start.

Noni Hidayat mengapresiasi Korem 045/Garuda Jaya yang menginisiasi kegiatan olahraga sekaligus berbagai kegiatan kemasyarakatan di Bangka Belitung.

Menurutnya, kegiatan tersebut dapat mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat dan lebih aktif berolahraga.

"Hari ini (20/9/2026) saya hadir untuk mengikuti TNI Babelrun bersama-sama dengan Forkopimda dan masyarakat. Kegiatan ini merupakan  momentum untuk mempererat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat," ungkap Noni.

Noni sangat senang melihat tingginya antusiasme masyarakat mengikuti TNI Babel Run 2026 ini. "Semangat dan kebersamaannya terasa sekali. Saya mengapresiasi antusiasme tinggi masyarakat yang mengikuti lomba lari ini dan saya ucapkan selamat kepada para pemenang. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan," sambungnya.

Usai kegiatan, Noni juga menyerahkan hadiah kepada juara kategori 10 kilometer umum putri.

Sementara itu, Danrem 045/Garuda Jaya, Brigjen TNI Nur Wahyudi, mengatakan TNI Babel Run merupakan bagian dari kegiatan Fun Run yang digelar secara serentak di jajaran satuan TNI di seluruh Indonesia bersama Mabes TNI.

"Kegiatan TNI Fun Run ini serentak dilakukan di seluruh satuan militer yang ada di Indonesia bersama Mabes TNI. Saya melihat masyarakat Bangka Belitung ini kesadaran lari sangat tinggi. Karena itu kita wadahi kegiatan TNI Babel Run dengan kategori 5 dan 10 kilometer," jelas Nur Wahyudi.

Nur Wahyudi menambahkan, TNI Babel Run 2026 tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga wadah untuk meningkatkan kebugaran sekaligus memperkuat semangat kebersamaan antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat.

"TNI Babel Run 2026 ini dilaksanakan untuk meningkatkan kebugaran serta mempererat sinergi antara TNI, Polri, pemerintah, dan masyarakat," sambungnya.

Suasana kegiatan semakin semarak dengan iringan musik, yel-yel penyemangat, pembagian hadiah, serta berbagai doorprize bagi peserta.

Selain TNI Babel Run, rangkaian HUT ke-81 TNI di Bangka Belitung juga diisi dengan sejumlah kegiatan sosial, di antaranya bakti sosial, sunatan massal, donor darah, dan pembagian sembako kepada masyarakat.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: VeraFotografer: Ferdinan/ YoskaEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Pemprov Babel Serahkan Hadiah Pemenang Pawai dan Karnaval HUT ke-81 RI, Ini Daftar Lengkap Pemenangnya

Thu, 09/17/2026 - 19:09

PANGKALPINANG ¬- Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyerahkan hadiah kepada para pemenang pawai, karnaval, kendaraan hias, dan parade drumband dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026.

Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memberikan uang pembinaan dengan total Rp180 juta, serta piala dan piagam penghargaan kepada para pemenang dari seluruh kategori.

Penyerahan hadiah, dilakukan oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, yang diwakili Asisten Administrasi Umum, Elius Gani, di kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (17/9/2026).

Mengawali sambutannya, Elius Gani, mengemukakan bahwa selain sebagai ajang kompetisi, pelaksanaan Pawai dan Karnaval HUT ke-81 RI juga menjadi sarana membangun karakter, kekompakan, semangat kekeluargaan, serta menjadi wadah bagi masyarakat untuk menumbuhkan kreativitas di tengah keberagaman budaya daerah.

"Atas nama Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak, mulai dari para panitia, juri, peserta dan seluruh masyarakat yang telah bersama-sama menyukseskan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 tahun 2026," tutur Elius.

"Selamat kepada para pemenang. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kepada semua yang telah berpartisipasi menyemarakkan HUT RI," lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Elius mengajak seluruh pihak kembali berkontribusi dalam menyemarakkan peringatan HUT ke-82 Kemerdekaan RI pada 2027 mendatang. Ia berharap, semangat kebersamaan yang telah terbangun melalui rangkaian kegiatan tersebut dapat terus dipertahankan.

Sementara itu, Sekretaris Bakesbangpol Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Riza Aryani, dalam laporannya menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia telah terlaksana dengan baik, lancar, tertib dan sukses.

"Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak atas kehadiran dan partisipasinya, sehingga rangkaian kegiatan ini terlaksana dengan baik, lancar dan tertib," ucap Riza.

Berikut daftar lengkap pemenang Pawai HUT RI ke-81 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2026, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Penetapan Pemenang tanggal 3 September 2026:

 

1.           Pawai Baris-Berbaris (PBB)

A.          Tingkat SD Putra

•            Juara I : SDN 3 Pangkalpinang

•            Juara II : SD Negeri 24 Pangkalpinang

•            Juara III : SD Negeri 12 Tempilang

 

B.           Tingkat SD Putri

•            Juara I : SDN 1 Pangkalpinang

•            Juara II : SDN 1 Mendobarat

•            Juara III : SDN 3 Pangkalpinang

 

C.           Tingkat SMP Putra

•            Juara I : SMP Negeri 7 Pangkalpinang

•            Juara II : SMP Negeri 2 Pangkalpinang

•            Juara III : SMP Negeri 1 Pangkalpinang

 

D.          Tingkat SMP Putri

•            Juara I : SMP Negeri 2 Pangkalpinang

•            Juara II : SMP Negeri 7 Pangkalpinang

•            Juara III : SPAMA Pangkalpinang

 

E.           Tingkat SMA/SMK Putra

•            Juara I : Baruna SMAN 1 Sungailiat

•            Juara II : SMK Negeri 4 Pangkalpinang

•            Juara III : SMK Negeri 2 Pangkalpinang

 

F.           Tingkat SMA/SMK Putri

•            Juara I : SMK Negeri 2 Pangkalpinang

•            Juara II : SMAN 1 Pangkalpinang

•            Juara III : SMK Negeri 1 Pangkalpinang

 

G.          Tingkat Instansi

•            Juara I : RSUD Depati Bahrin Kabupaten Bangka

•            Juara II : BPTD Kelas III Bangka Belitung

•            Juara III : Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

 

H.          Tingkat Umum

•            Juara I : Pramuka SMANEDASS

•            Juara I : Pramuka SMAN 1 Payung Putri

•            Juara I : Pramuka SMAN 1 Simpang Rimba

 

2.           Karnaval

A.          Tingkat SD/Sederajat

•            Juara I : SD Negeri 6 Pangkalpinang

•            Juara II : SD Negeri 22 Pangkalpinang

•            Juara III : SD Negeri 18 Pangkalpinang

 

B.           Tingkat SMP/Sederajat

•            Juara I : SMP Negeri 2 Sungaiselan

•            Juara II : SMP Negeri 2 Pangkalpinang

•            Juara III : SLB Negeri Pangkalpinang

 

C.           Tingkat SMA/SMK/Sederajat

•            Juara I : SMA Negeri 1 Payung

•            Juara II : SMA Negeri 1 Pangkalpinang

•            Juara III : SMAN 2 Pangkalpinang

 

D.          Tingkat Instansi

•            Juara I : Pemerintah Desa Bangka Kota

•            Juara II : Pustu Primadesa Bangka Kota

•            Juara III : Pemerintah Desa Simpang Rimba

 

E.           Tingkat Umum

•            Juara I : Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Desa Bangka Kota

•            Juara II : Pondok Kebun

•            Juara III : Pemuda Masjid Jamik Bersatu Pangkalpinang

 

3.           Sepeda Hias

A.          Tingkat SD/Sederajat

•            Juara I : Sepeda Sedatigaluh

•            Juara II : MIS Hidayatussalikin Pangkalpinang

•            Juara III : SD Negeri 14 Airgegas

 

B.           Tingkat SMP

•            Juara I : UPTD SMP Negeri 1 Pemali

•            Juara II : SMP Negeri 2 Pangkalan Baru

•            Juara III : Teratai Mekar, Generasi Hebat SMPN 5 Pangkalpinang

 

C.           Tingkat Umum

•            Juara I : Komunitas Ontel Jadul Keretak Bersatu

•            Juara II : Remaja Masjid Al-Hikmah Kincang Beguyur

 

4.           Motor Hias

A.          Tingkat SMA/SMK

•            Juara I : SMA Muhammadiyah Pangkalpinang

•            Juara II : SMKN 2 Pangkalpinang

•            Juara III : Pramuka MAN 1 Pangkalpinang

 

B.           Tingkat Instansi

•            Juara I : SD Negeri 6 Pangkalpinang

•            Juara II : Teacher Sedatigaluh Jaya

•            Juara III : DPMPTSP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

 

C.           Tingkat Umum

•            Juara I : Unit Donor Darah PMI Kota Pangkalpinang

•            Juara II : Merah Putih

•            Juara III : Perempuan Desa Air Mesu dan Air Mesu Timur

 

5.           Mobil Hias

A.          Tingkat Instansi/BUMN/BUMD

•            Juara I : KIP Timah Garuda / PT Timah (Persero) Tbk

•            Juara II : Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

•            Juara III : Inspektorat Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

 

B.           Tingkat Umum

•            Juara I : GS Decoration

•            Juara II : Persatuan Batak Islam (PBI) Kota Pangkalpinang

•            Juara III : Paguyuban Pasundan Babel

 

6.           Street Parade Drumband

A.          Tingkat Junior

•            Juara I : Drumband Gita Gemuruh SDANSA SDN 1 Pangkalpinang (Dengan Nilai 766,13)

•            Juara II : Drumband Gita Marcia SD Negeri 1 Riau Silip (Dengan Nilai 736,46)

•            Juara III : Drumband Widitra Dwijaswara SD Negeri 14 Pangkalpinang (Dengan Nilai 733,25)

 

B.           Tingkat Senior

•            Juara I : Marching Band Gema Persada MAN 1 Pangkalpinang (Dengan Nilai 830,25)

•            Juara II : Marching Band Mansajiran MAN 1 Bangka Barat (Dengan Nilai 807,30)

•            Juara III : Marching Band Putri Islamic Centre Yayasan Bahrul Ulum Islamic Centre (Dengan Nilai 792,20)

Sumber: Dinas KominfoPenulis: VeraFotografer: Idris/IbnuEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Pemprov Babel Lakukan Pembinaan Kapasitas Kader Posyandu se-Bangka Tengah

Thu, 09/17/2026 - 15:53

PANGKALPINANG — Upaya peningkatan kapasitas kader Posyandu terus dilakukan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel). Salah satunya melalui Kegiatan Pembinaan dan Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu se-Kabupaten Bangka Tengah di Ruang Pasir Padi Lantai 3 Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Pangkalpinang, Kamis (17/9/2026). 

Kegiatan yang diinisiasi oleh Pemnprov Babel Babel melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DinsosPMD) bersama Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini merupakan implementasi dari program unggulan Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana (GKSTTB).

Guna suksesnya pelaksanaan kegiatan, penyelenggara mengundang perwakilan Ketua Posyandu desa/kelurahan beserta pengurus Posyandu. 

Gubernur Babel, Hidayat Arsani diwakili Kepala Dinas Sosial PMD Provinsi Babel, Darlan, mengatakan, berdasarkan amanah Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024, wajah dan peran Posyandu saat ini telah bertransformasi.

“Posyandu kita hari ini telah berganti wajah, yaitu Posyandu bukan lagi sekadar tempat menimbang bayi atau mengukur berat balita, tetapi lebih kepada layanan dasar yang paling dekat dengan lini keluarga dan desa,” ungkap Darlan saat membuka acara, sekaligus mewakili Ketua TP PKK Provinsi, Noni Hidayat Arsani.

Menurutnya, Posyandu kini diperluas fungsinya untuk mencakup 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM). Kader Posyandu menjadi ujung tombak pelayanan nyata di masyarakat yang mengintegrasikan pilar keluarga sehat, keluarga tanggap lingkungan, hingga keluarga tangguh menghadapi bencana.

Lebih lanjut dia menjelaskan, penanganan berbagai persoalan sosial di masyarakat membutuhkan keterlibatan aktif seluruh kader.

Persoalan seperti kemiskinan ekstrem, perlindungan anak, pemenuhan hak penyandang disabilitas, hingga kesejahteraan lansia, menurutnya lagi, membutuhkan kolaborasi dan deteksi dini agar dapat ditangani secara optimal.

Ia berpesan, agar kepala desa memastikan program Posyandu dengan 6 SPM ini masuk dalam perencanaan desa dan memiliki anggaran operasional yang memadai setiap tahunnya agar kegiatan dapat berkelanjutan.

Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Muda pada Dinas Kesehatan Provinsi Babel, Rita Agustina, selaku narasumber menyoroti pentingnya kepekaan kader terhadap isu-isu sosial dan kesehatan, khususnya pada kalangan remaja.

“Remaja sekarang menghadapi banyak masalah sosial. Kader dan orang tua harus peduli, tolong pantau pergaulan anak di kamar maupun di luar. Untuk remaja, kita fokus pada keterampilan seperti penerapan 'Isi Piringku', aktivitas fisik, dan pencegahan NAPZA,” jelas Rita.

Selain masalah remaja, Rita juga menekankan pentingnya ketelitian dan kompetensi kader dalam melakukan pengukuran dan pencatatan data gizi pada kurva Kartu Menuju Sehat (KMS).

Melalui kegiatan ini, diharapkannya, para kader dan pengurus Posyandu se-Kabupaten Bangka Tengah dapat saling bersinergi dan berkolaborasi dalam memberikan layanan kesehatan serta sosial yang berkualitas, demi menyongsong generasi dan sumber daya manusia tangguh untuk Indonesia Emas 2045.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: IbnuFotografer: Ibnu/FarisEditor: VeraKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Kenyamanan Atlet Jadi Prioritas, PB Porprov VII Babel Tinjau Empat Venue di Kabupaten Bangka

Thu, 09/17/2026 - 14:55

PANGKALPINANG — Kenyamanan Atlet saat berkompetisi di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) ke VII tahun 2026, menjadi prioritas utama Panitia Besar (PB) Porprov VII Babel.

Komitmen tersebut diwujudkan PB Porprov VII Babel dengan memastikan kesiapan venue pertandingan, khususnya dari sisi fasilitas dan kenyamanan atlet.

Beberapa waktu lalu, Ketua PB Porprov VII Babel, Budi Utama, didampingi Wakil Ketua Hardian serta Sekretaris Panji Utama, meninjau empat venue pertandingan yang berlokasi di Sungailiat, Kabupaten Bangka.

Budi Utama mengungkapkan bahwa empat venue yang ditinjau di Sungailiat, akan digunakan untuk cabang olahraga (cabor) pencak silat, senam, basket dan renang.

"Untuk venue senam, berlokasi di Jalan Singayudha Sungailiat, venue renang di Loka Tirta Sungailiat. Kemudian Venue Silat berlokasi di Gedung Olahraga Jalan Pramuka Sungailiat, sementara venue basket itu berlokasi di Sekolah YPK Air Kenanga," terang Budi Utama, di Pangkalpinang, Kamis (16/9/2026).

Dari empat venue itu, kata Budi, tiga kondisinya bagus. Sementara itu, venue senam masih memerlukan sejumlah perbaikan pada beberapa bagian. Terkait hal tersebut, Budi menegaskan, pihaknya telah menyampaikan catatan perbaikan kepada bidang pertandingan untuk segera ditindaklanjuti.

“Sudah kita sampaikan ke bidang pertandingan dan pihak terkait, Insyaallah venue senam ini masuk agenda perbaikan,” ujarnya.

Budi menegaskan, pihaknya akan terus melakukan peninjauan ke venue-venue pertandingan di daerah lainnya guna memastikan pelaksanaan Porprov VII Babel 2026 betul-betul dipersiapkan dengan maksimal.

Terpisah, Ketua KONI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ricky Kurniawan, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah proaktif Panitia Besar (PB) Porprov VII Babel dalam mematangkan persiapan pelaksanaan ajang olahraga tingkat provinsi yang digelar setiap empat tahun tersebut.

“Kami mengapresiasi dan mendukung penuh langkah PB Porprov VII Babel, yang proaktif mematangkan persiapan event ini. Kami di KONI Babel juga intens berkoordinasi dengan PB Porprov, agar pelaksanan event ini sukses,” kata Ricky.

Dalam kesempatan itu, Ricky meminta kontingen kabupaten dan kota yang nantinya bertanding di Porprov VII Babel, dapat mempersembahkan kemampuan terbaik.

“Meski ada dihadapkan dengan sejumlah keterbatasan, semua pihak termasuk para atlet harus tetap memberikan kemampuan terbaik dan mempersembahkan prestasi,” katanya.

Ricky menambahkan, ia bersama Pengurus Provinsi (Pengprov) masing-masing cabang olahraga (cabor) terus berupaya mendorong atlet berprestasi agar dapat melanjutkan kiprahnya ke level nasional. Menurutnya, prestasi atlet tidak hanya ditargetkan pada ajang olahraga di tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tetapi juga diharapkan mampu berkembang dan bersaing di tingkat nasional.

Ditanya soal delapan cabor baru yang dipertandingkan di Porprov VII Babel, Ricky mengaku menyambut baik hal tersebut. Ia menilai, dipertandingkannya 8 Cabor baru di Porprov VII Babel, merupakan sinyal berkembangnya olahraga di Bangka Belitung.

"Di Porprov VII ini ada 8 Cabor baru yang dipertandingkan, di antaranya Wushu, Bridge, Barongsai, Panjat Tebing, Senam, Tenis Meja, Sepak Takraw dan Binaraga," ungkapnya.

Menurutnya, dipertandingkannya delapan cabang olahraga (cabor) pada Porprov VII Babel 2026 menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap cabang olahraga tersebut. Kondisi ini dinilai menjadi sinyal positif bagi perkembangan olahraga di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Menutup pernyataannya, Ricky berharap cabor baru dapat membuka ruang bagi munculnya atlet-atlet potensial yang mampu berkompetisi hingga tingkat nasional sekaligus memperluas partisipasi masyarakat dalam perkembangan olahraga di Babel.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: J. SupranaFotografer: Humas Porprov BabelEditor: VeraKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Kampanye Gemarikan di Air Mawar, Ketua Forikan Noni Hidayat Minta Orang Tua Sajikan Ikan secara Rutin

Wed, 09/16/2026 - 20:40

PANGKALPINANG — Pemenuhan protein hewani sejak dini menjadi salah satu perhatian Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam mencegah stunting. Di Kelurahan Air Mawar, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang, orang tua diajak membiasakan anak mengonsumsi ikan sebagai bagian dari menu keluarga.

Ajakan itu disampaikan Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, dalam Kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Pos PAUD Air Mawar, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan bertema “Protein Ikan untuk Generasi Emas 2045” tersebut menyasar kelompok rentan, khususnya ibu hamil serta bayi di bawah dua tahun (baduta).

Noni Hidayat mengatakan, pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas dapat dimulai dari lingkungan keluarga. Menurut dia, orang tua memiliki peran penting dalam memastikan anak memperoleh asupan gizi yang cukup.

“Di ruang lingkup keluarga, tentunya kita mau memiliki keturunan yang sehat, cerdas dan hebat ya. Kalau kita memiliki anak yang sehat, otomatis anak itu akan kita arahkan menjadi anak bisa mencapai cita-citanya,” ungkap Noni.

Ia mengatakan, Kecamatan Bukit Intan dipilih sebagai salah satu lokasi fokus prioritas penanganan stunting terintegrasi pada 2026 karena masih terdapat balita yang berisiko mengalami stunting.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 yang disampaikan Noni Hidayat, prevalensi stunting di Bangka Belitung mencapai 20,1 persen. Berdasarkan angka tersebut, kata Noni Hidayat, ada satu dari lima anak yang mengalami stunting.

Noni Hidayat menjelaskan stunting tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan fisik. Kondisi tersebut, lanjutnya, juga dapat berdampak pada perkembangan dan kemampuan belajar anak sehingga berpotensi memengaruhi kualitas kehidupan mereka pada masa mendatang.

Salah satu faktor yang berkaitan dengan stunting menurut Noni Hidayat, ialah kurangnya asupan gizi, termasuk protein hewani. Sebagai daerah kepulauan dengan sumber daya perikanan yang melimpah, lanjut dia, ikan dinilai dapat menjadi salah satu sumber protein hewani yang mudah diperoleh masyarakat.

“Ikan mengandung protein yang tinggi, omega-3, omega-6, vitamin D, serta berbagai mineral penting lainnya yang berperan besar dalam perkembangan otak dan pertumbuhan tinggi badan anak,” ucapnya.

Karena itu, Noni Hidayat menegaskan, pencegahan stunting dimulai dari kebiasaan makan di dalam keluarga.

Ia meminta kepada para orang tua untuk menyajikan ikan secara rutin, mengenalkan beragam olahan ikan kepada anak, memberi contoh dengan makan ikan bersama, serta tetap memantau tumbuh kembang anak melalui posyandu.

“Mari kita ubah kebiasaan makan kita menjadi kebiasaan sehat, karena setiap suapan ikan yang kita berikan adalah investasi bagi masa depan anak-anak kita semua,” ajaknya.

Dalam kegiatan tersebut, Noni juga menyerahkan makanan tambahan dan stimulus paket olahan hasil perikanan kepada sejumlah baduta dan ibu hamil.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Yopi Wijaya, mengatakan Gemarikan merupakan salah satu upaya pemerintah meningkatkan konsumsi ikan sekaligus mendukung pencegahan stunting dan gizi buruk.

“Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus menggalakkan program intervensi spesifik penanganan stunting melalui Gerakan Makan Ikan atau Gemarikan,” kata Yopi.

Intervensi, kata Yopi, ilakukan melalui penyaluran paket makanan olahan berbasis ikan oleh DKP Babel bersama Tim Penggerak PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Yopi mengatakan program tersebut berfokus pada pemenuhan protein bagi kelompok rentan, sekaligus mendorong orang tua lebih memperhatikan kebutuhan gizi seimbang anak.

Berdasarkan pemetaan wilayah, kata Yopi, kasus stunting di Kota Pangkalpinang masih menjadi perhatian, termasuk Kecamatan Bukit Intan dan Kelurahan Air Mawar. Intervensi, lanjut dia, kemudian dilakukan secara bertahap di wilayah yang menjadi titik prioritas.

“Melalui kegiatan ini, kita mendorong agar para ibu-ibu lebih peduli dan konsern berkaitan dengan pemenuhan gizi seimbang, khususnya protein hewani dari ikan kepada anak-anaknya demi menjamin masa depan generasi emas Indonesia,” ujar Yopi.

Dalam Kampanye Gemarikan di Air Mawar, DKP Babel menyalurkan 120 goodie bag berisi paket olahan makanan berbasis protein ikan. Isinya antara lain bakso ikan, nugget ikan, ikan teri, dan berbagai olahan ikan lainnya, dengan menyasar ibu hamil, anak balita, dan baduta.

Setelah intervensi di Kelurahan Air Mawar, DKP Babel dijadwalkan melanjutkan kegiatan serupa di Puskesmas Air Hitam dan sejumlah lokasi lainnya.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: VeraFotografer: Ibnu/FarizEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Gandeng PLN dan PT Pos Indonesia, Noni Hidayat Dorong UMKM Naik Kelas dan Adaptif

Wed, 09/16/2026 - 18:55

PANGKALPINANG — Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menggandeng PLN UP3 Bangka dan PT Pos Indonesia, menggelar kegiatan HUB UMK Babel Scale Up Bersama Pos Indonesia bertajuk Pelatihan Penguatan Supply Chain dan Perluasan Akses Pasar UMKM di Pulau Bangka Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Aula PLN UP3 Bangka, Rabu (16/9/2026), dengan diikuti para pelaku UMKM se-Pulau Bangka tersebut, dibuka langsung oleh Ketua Dekranasda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani.

Dalam sambutannya, Noni Hidayat mendorong pelaku di Bangka Belitung untuk terus naik kelas. Ia menegaskan, UMKM di Bangka Belitung harus berani melihat peluang yang lebih luas, supaya bisa menembus pasar nasional hingga internasional.

"Pelaku UMKM di Bangka Belitung, harus berani melihat peluang yang lebih luas. Manfaatkan kemajuan teknologi, terus berinovasi, serta bangunlah jejaring seluas mungkin, supaya produk lokal kita mampu menembus pasar nasional bahkan internasional," ucap Noni Hidayat.

Selain itu, Noni Hidayat juga mendorong UMKM di Bangka Belitung untuk terus adaptif, tak hanya berorientasi pada kebutuhan konsumen skala lokal serta terus beradaptasi dengan pesatnya perkembangan teknologi.

"Kita tidak bisa jalan di tempat, kita harus mengikuti apa pun tren yang sedang terjadi. Kemudian, usaha kita ini jangan hanya terpaku pada produk yang dibutuhkan lokal, tapi kita juga harus memikirkan bagaimana caranya mengembangkan produk untuk tingkat nasional bahkan internasional," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Noni Hidayat juga menekankan tentang pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, serta berbagai pihak lainnya dalam mendukung perkembangan UMKM.

Menurut Noni Hidayat, salah satu langkah terbaik yang dapat dilakukan ketika pemerintah menghadapi keterbatasan anggaran, yakni mencari dan membangun kemitraan.

“Sekarang sedang efisiensi anggaran, jadi solusi terbaik yang harus dilakukan, yakni menjalin kemitraan," ujarnya.

Noni Hidayat berharap, kegiatan ini dapat terus dilakukan, sehingga UMKM di Bangka Belitung tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang mengikuti perubahan zaman dan menjadi salah satu penggerak roda perekonomian daerah.

"Mau tidak mau kita harus terus belajar, harus terus mengikuti tren dan perkembangan yang ada,” ucapnya.

Sementara itu, Manajer PLN UP3 Bangka, Muhammad Taufik, mengatakan pengembangan UMKM saat ini tidak cukup jika hanya berorientasi pada peningkatan kapasitas produksi.

Menurutnya, pelaku usaha juga perlu memiliki pemahaman mengenai rantai pasok yang kuat serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak agar usahanya dapat berkembang dan naik kelas.

“Pembinaan ini tidak cukup orientasi pada peningkatan kapasitas produksi, tapi juga bagaimana pelaku usaha bisa berpikir sampai pasok yang kuat serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak,” ujar Muhammad Taufik.

Untuk diketahui, dalam kesempatan itu PLN UP3 Bangka menyerahkan bantuan berupa sertifikat halal ke 10 UMKM binaan dan bantuan berupa alat produksi ke 5 UMKM binaan lainnya, sebagai wujud dorongan nyata dalam meningkatkan kepercayaan konsumen, meningkatkan nilai tambah produk, kapasitas, efisiensi waktu, serta kualitas produksi.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: YoskaFotografer: Idris/YoskaEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Wakili Gubernur, Pj. Sekda Salurkan Tali Asih ASN Peduli Babel dan KORPRI ke Keluarga Almarhum Harrie Patriyadi

Wed, 09/16/2026 - 14:32

BANGKA – Wujud nyata kepedulian sesama kembali ditunjukkan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel). Melalui gerakan ASN Peduli Babel, mewakili Gubernur Babel, Hidayat Arsani, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Babel, Fery Afriyanto menyalurkan langsung kepada tali asih tersebut kepada keluarga almarhum Harrie Patriyadi, seorang ASN yang semasa hidupnya bertugas di Cabang Dinas ESDM Wilayah Kabupaten Bangka.

Penyerahan tali asih tersebut berlangsung Rabu (16/9/2026), di kediaman pribadi almarhum di Sungailiat, dan diterima oleh dr. Dian selaku istri dari almarhum Harrie.

Total bantuan tali asih yang disalurkan dari solidaritas para pegawai mencapai Rp6.850.000, yang juga dilengkapi dengan santunan dari DP KORPRI Babel sebesar Rp5.000.000.

Mewakili Gubernur Hidayat, Pj. Sekda Babel, Fery Afriyanto, menyampaikan, tali asih ini merupakan wujud rasa empati, kebersamaan, dan bentuk dukungan moral dari seluruh keluarga besar Pemprov Babel kepada anggotanya yang sedang tertimpa musibah.

Diharapkan Pj. Sekda, bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban serta memberikan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Selain santunan di atas, kata Pj. Sekda, keluarga almarhum juga akan mendapatkan santunan dari Taspen, yang saat ini masih dalam proses administrasi di Taspen.

Menerima kepedulian tersebut, dr. Dian mewakili keluarga almarhum menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Babel dan rekan-rekan sejawat almarhum.

Bantuan dan doa yang mengalir diakuinya, menjadi penguat bagi keluarga di masa-masa sulit.

Turut hadir mendampingi Pj. Sekda dalam kunjungan silaturahmi tersebut di antaranya jajaran pengurus ASN Peduli Babel, perwakilan DP KORPRI Babel, serta Kepala Cabang Dinas ESDM Wilayah Bangka, Lisbagyo.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: Tim IKP Diskominfo BabelFotografer: Tim IKP Diskominfo BabelEditor: AhmadKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Pages