Ketua TP PKK Noni Hidayat Salurkan Bantuan 52 Unit Sanitasi untuk Tiga Desa di Bangka Barat
Bunda Literasi Babel Noni Hidayat Dorong Perpusdes Ikuti Perkembangan Teknologi, Ucapkan Selamat ke Pemenang Lomba
PANGKALPINANG – Bunda Literasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Noni Hidayat Arsani, mendorong perpustakaan desa di seluruh Babel terus berinovasi dan bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi digital agar semakin menarik bagi anak-anak dan masyarakat.
Hal ini karena perpustakaan desa sudah berkembang menjadi pusat edukasi, informasi, dan pemberdayaan masyarakat sesuai kebutuhan lingkungan sekitarnya.
Hal tersebut disampaikan Noni Hidayat dalam acara pengumuman pemenang Lomba Perpustakaan Desa Terbaik Tahun 2026 dan Pemberian Penghargaan Implementasi Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) Terbaik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2026, di Ruang Pasir Padi, Kantor Gubernur Babel, Rabu (14/10/2026).
Dalam kesempatan itu, Noni menyampaikan apresiasi dan selamat kepada para pemenang lomba tersebut dan berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh pengelola perpustakaan untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan menghadirkan berbagai kegiatan yang bermanfaat.
"Selamat untuk para pemenang. Mudah-mudahan bisa lebih baik lagi. Ini bukanlah akhir, justru menjadi awal dari usaha yang lebih baik dan lebih keras lagi untuk mengajak anak-anak kita, sebagai masa depan Bangka Belitung, agar mau datang ke perpustakaan,” ujar Noni.
Noni juga mengapresiasi pihak instansi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, perangkat desa dan para pengelola perpustakaan dalam meningkatkan kualitas layanan literasi masyarakat.
Perkembangan teknologi digital saat ini, diakui Noni, menjadi tantangan tersendiri dalam meningkatkan minat baca dan kunjungan masyarakat ke perpustakaan.
Karena itu, pengembangan perpustakaan harus diiringi dengan pemanfaatan teknologi agar mampu bersaing dan memenuhi kebutuhan generasi muda. “Walaupun berada di desa, saya harap digitalisasinya harus kuat dan sama dengan di kota,” tegasnya.
Noni mengajak para Bunda Literasi kabupaten dan kota se-Babel untuk memperkuat kolaborasi dengan mengajak anak-anak lebih aktif mengikuti kegiatan di perpustakaan.
"Melalui sinergi berbagai pihak dan penguatan budaya literasi, kualitas sumber daya manusia (SDM) di Bangka Belitung dapat terus meningkat," tuturnya.
Sementara itu, Gubernur Babel Hidayat Arsani mengatakan, pelaksanaan lomba perpustakaan desa merupakan upaya untuk mendorong dan memotivasi perpustakaan desa maupun kelurahan agar memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, lanjutnya, terus mendorong keberadaan perpustakaan desa sebagai ruang pembelajaran sekaligus tempat masyarakat mengembangkan potensi diri.
"Perpustakaan desa yang aktif dan dikelola dengan baik akan memberikan kontribusi besar dalam membangun masyarakat yang gemar membaca, berwawasan, dan memiliki daya saing,” kata Hidayat.
Dalam kesempatan tersebut, Hidayat Arsani didampingi Noni Hidayat Arsani menyerahkan penghargaan dan hadiah kepada para pemenang sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan komitmen pengelola perpustakaan desa di kabupaten dan kota se-Babel.
Penghargaan itu diberikan atas upaya meningkatkan minat baca masyarakat, memperluas akses terhadap informasi, serta menghadirkan layanan perpustakaan yang edukatif, inovatif, dan bermanfaat.
Salah satu penerima penghargaan, Deni Irwansyah, Kepala Perpustakaan Desa Buding, Kabupaten Belitung Timur, mengungkapkan rasa syukur setelah perpustakaannya meraih juara pertama dalam lomba perpustakaan desa tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Keberhasilan ini, kata Deni, merupakan hasil persiapan dan kerja sama berbagai pihak, termasuk pembinaan dari Perpustakaan Daerah Kabupaten Belitung Timur menjelang proses penilaian tingkat provinsi.
“Alhamdulillah, kami bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu. Harapannya, Perpustakaan Desa Pelita Ilmu Rembuding atau Desa Buding bisa menjadi lebih baik lagi, sekaligus menginspirasi perpustakaan-perpustakaan lain untuk mengikuti lomba pada tahun depan,” ujarnya.
Deni berharap penghargaan tersebut menjadi penyemangat untuk terus mengembangkan layanan dan program perpustakaan sehingga manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: VeraFotografer: Vera/Yoska/TulusEditor: ImeldaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaKetua TP-PKK Noni Hidayat Tegaskan Pencegahan Narkoba Perlu Keterlibatan Mutipihak
PANGKALPINANG — Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Noni Hidayat Arsani mengajak pelajar SMP se-Kota Pangkalpinang menjauhi narkoba serta menolak segala bentuk perundungan dan kekerasan terhadap anak.
Ajakan itu disampaikan Noni saat Sosialisasi dan Deklarasi Cegah Narkoba, Perundungan, dan Kekerasan Anak, di GOR Sahabudin, Pangkalanbaru Kabupaten Bangka Tengah, Selasa (13/10/2026), dengan diikuti ratusan perwakilan pelajar dari empat SMP yang tersebar di Kota Pangkalpinang.
"Melalui sosialisasi ini, kami ingin mengajak dan menghimbau anak-anak agar menghindari hal-hal tersebut supaya masa depan mereka lebih baik lagi," kata Noni.
Selain itu, lanjut Noni, sosialisasi ini merupakan salah satu upaya strategis pemerintah daerah dalam melindungi generasi muda agar dapat tumbuh dan meraih masa depan yang lebih baik.
"Kegiatan ini juga bertujuan memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai bahaya narkoba serta dampak negatif perundungan, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari," jelasnya.
Lebih lanjut, Noni menegaskan, pencegahan narkoba harus dilakukan bersama. Menurut dia, pencegahan narkoba perlu keterlibatan mutipihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, orang tua, dan keluarga, khususnya dalam hal memberikan pemahaman serta menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.
"Kita tidak bisa hanya mengandalkan sosialisasi. Dalam hal pencegahan narkoba, semua pihak harus turut ambil bagian," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Noni mengajak peserta kegiatan membangun komitmen pribadi untuk menjauhi narkoba, tidak mudah terpengaruh ajakan teman, serta berani menolak perundungan dalam berbagai bentuk.
Noni berharap, kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan tahun-tahun dengan menyasar kelompok pendidikan yang lebih luas, mulai dari pelajar SMA hingga mahasiswa.
"Mudah-mudahan informasi dan ilmu yang diberikan hari ini bisa mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari," harapnya.
Kegiatan ini, menghadirkan narasumber dari Badan Narkotika Nasional (BNN), yang menyampaikan beragam materi tentang bahaya dan pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Usai mendapat pembekalan materi, peserta mengikuti sesi kuis. Sesi tersebut diikuti dengan antusias oleh para peserta. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya peserta berhasil menjawab pertanyaan kuis dengan benar dan mendapatkan sejumlah hadiah.
Salah satunya El Azzam, siswa kelas VII SMP Negeri 6 Pangkalpinang. Ia mengaku senang dapat mengikuti sosialisasi sekaligus menjawab pertanyaan yang diberikan Noni. "Saya senang ikut sosialisasi ini dan bisa jawab pertanyaan dari Ibu Noni,” ucap El Azzam.
Atas keberhasilannya menjawab pertanyaan di sesi kuis, El Azzam membawa pulang hadiah berupa tas, buku dan tumbler.
Ikuti Senam Berani
Dalam kesempatan itu, Noni bersama ratusan peserta mengikuti senam berani dan senam serumpun sebalai.
Peserta juga tampak sangat antusias mendengarkan tausiah yang disampaikan Ustaz Dede.
Untuk diketahui, kegiatan ini dibuka oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani. Dalam sambutannya, Hidayat menegaskan bahwa anak-anak merupakan generasi penerus yang menentukan masa depan daerah dan bangsa.
"Perlindungan terhadap anak menjadi tanggung jawab bersama untuk memastikan mereka tumbuh dan berkembang di lingkungan yang aman serta terbebas dari narkoba dan perundungan," kata Hidayat.
Selain itu, Hidayat juga memimpin langsung pembacaan deklarasi, sebagai bentuk komitmen bersama untuk mencegah narkoba, perundungan dan kekerasan terhadap anak.
Hidayat mengimbau agar deklarasi yang diucapkan dapat diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
"Semoga komitmen bersama ini, melahirkan generasi Bangka Belitung yang berkarakter, berprestasi dan berakhlak mulia ke depannya," pungkasnya.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: VeraFotografer: Ibnu/FarisEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaKetua TP-PKK Noni Hidayat Apresiasi Kepedulian Donatur untuk Korban Kebakaran Serdang
PANGKALPINANG – Ketua TP-PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Noni Hidayat Arsani, menyampaikan keprihatinan atas musibah kebakaran yang menimpa warga terdampak di Dusun Serdang, Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan.
Noni berharap masyarakat yang terdampak diberikan kesabaran dan keikhlasan dalam menghadapi ujian tersebut serta berharap kondisi masyarakat segera pulih sehingga aktivitas sehari-hari dapat kembali berjalan normal.
"Saya pribadi turut prihatin atas musibah kebakaran yang terjadi kepada saudara-saudara kita di Dusun Serdang, Bangka Selatan. Mudah-mudahan masyarakat yang sedang mengalami musibah dan ujian ini diberikan kesabaran, keikhlasan, serta dimudahkan segala urusannya,” ujar Noni saat melihat bantuan dari para donatur di kantor PKK Provinsi Babel, Senin (12/10/2026).
Sebagai bentuk kepedulian, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) bersama TP-PKK, Dharma Wanita Persatuan dan organisasi wanita lainnya, terus bergerak memberikan bantuan bagi masyarakat terdampak. Selain itu, pihaknya membuka donasi untuk membantu memenuhi kebutuhan warga.
Dalam kesempatan itu, Noni menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para donatur yang telah menitipkan bantuan melalui pihaknya, mulai dari pakaian layak pakai, pakaian balita, sembako hingga boneka untuk disalurkan ke korban kebakaran di Serdang.
Menurutnya, bantuan yang diterima telah dipilah dan dikelompokkan berdasarkan jenis barang untuk memudahkan proses penyaluran kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Terima kasih kepada para donatur yang sudah menitipkan donasinya kepada TP-PKK dan DWP. Bantuan ini sudah kami terima, kemudian kami pilah dan tandai sesuai jenisnya, seperti pakaian dewasa laki-laki, pakaian anak-anak, dan lainnya,” ucap Noni.
Noni menjelaskan, pihaknya masih membuka donasi untuk selanjutnya bantuan akan disalurkan ke Bangka Selatan sesuai data dan kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak.
Dia juga menyampaikan, pendataan terus dilakukan untuk memastikan bantuan yang disalurkan sesuai dengan kebutuhan warga.
“Kami masih menunggu data mengenai kebutuhan lain yang diperlukan di lokasi. Mudah-mudahan bantuan yang diberikan bisa bermanfaat dan membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah,” ujar Noni.
Di akhir penyampaiannya, Noni berharap masyarakat terdampak di Dusun Serdang senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan hingga situasi kembali pulih.
Ia juga mendoakan agar seluruh kebaikan para donatur dibalas dengan pahala, keberkahan, dan kemudahan dalam kehidupan.
“Semoga apa yang sudah diberikan menjadi pahala bagi kita semua, serta mendatangkan keberkahan dan kemudahan. Mudah-mudahan segera dipulihkan dan kembali beraktivitas seperti biasa,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinsos PMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Akhiiriyadi,
mengatakan, pihaknya juga terus membantu warga terdampak ke tempat yang lebih aman, layak serta diberikan kebutuhan makan minum dan lainnya.
"Kami sudah mendirikan dapur umum sejak Sabtu malam dan terus melayani kebutuhan konsumsi para korban terdampak, dengan menyediakan makanan tiga kali sehari, yakni pagi, siang, dan sore," kata Akhiiriyadi.
Selain memenuhi kebutuhan pangan, Dinsos PMD Babel juga menerima berbagai bantuan dari masyarakat dan sejumlah donatur. Bantuan tersebut mulai berdatangan sejak Minggu (11/10/2026), meliputi makanan, pakaian, serta kebutuhan lainnya.
“Bantuan sudah dibagikan per KK. Untuk mainan anak-anak, nanti akan kami kelola bersama tim relawan. Anak-anak akan dikumpulkan di posko utama untuk diajak bermain sebagai bagian dari upaya pemulihan trauma atau trauma healing,” ungkapnya.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: VeraFotografer: Jo FandiEditor: ImeldaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaDampingi Gubernur Salurkan Bantuan Pendidikan, Ketua TP-PKK Noni Hidayat: Zakat Sejatinya Transparan & Tepat Sasaran
BANGKA — Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Noni Hidayat Arsani turut mendampingi Gubernur Hidayat menyalurkan bantuan sosial dan pendidikan di Sungailiat, Kabupaten Bangka, Senin (12/10/2026).
Adapun bantuan tersebut berupa 200 paket seragam dan perlengkapan sekolah dengan total nilai mencapai Rp98 juta kepada para siswa perwakilan SMA dan SMK se-Sungailiat serta bantuan sumur bor di SMAN 2 Sungailiat.
Ketua TP-PKK Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, mengungkapkan dukungannya terhadap penyaluran bantuan yang tepat sasaran ini.
"Hari ini kita bersama Bapak Gubernur dan pihak Baznas hadir langsung untuk menyalurkan bantuan zakat kepada para siswa. Zakat ini sejatinya dihimpun dari masyarakat, dan kini kita salurkan kembali secara transparan dan tepat sasaran langsung kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya anak-anak kita di dunia pendidikan. Prinsipnya jelas, dari rakyat untuk rakyat, sehingga kebermanfaatannya benar-benar dirasakan langsung oleh umat," ungkap Noni Hidayat.
Sebelumnya, Gubernur Hidayat Arsani menegaskan pentingnya transparansi pengelolaan dana zakat melalui Baznas yang kini dikelola secara bersih tanpa unsur politik, murni dikembalikan dari rakyat untuk kepentingan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat yang tidak mampu.
"Perhatian dan prioritas pembangunan pendidikan tidak hanya diberikan kepada sekolah negeri, tetapi juga sekolah swasta secara adil tanpa adanya diskriminasi atau keegoan sektoral," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut Gubernur juga memberikan apresiasi kepada guru serta para tokoh pendidikan senior seperti Usman Muis dan Tikno yang terus mendedikasikan semangatnya untuk kemajuan pendidikan di Bangka Belitung.
"Bagi Bapak/Ibu Guru saya harap terus menjaga semangat belajar serta mengusung motivasi positif dan Jangan lupa bahagia", tukasnya.
Sementara, Kepala SMAN 1 Sungailiat, Ali Akbar, menyampaikan apresiasi mendalam atas kunjungan dan perhatian luar biasa dari Gubernur beserta rombongan.
"Kami menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kunjungan Bapak Gubernur Hidayat ke sekolah kami. Kehadiran ini memberikan kebahagiaan tersendiri sekaligus menjadi dorongan semangat bagi para guru dan siswa untuk terus produktif dan bersemangat," ujarnya.
Kegiatan penyaluran bantuan dilanjutkan ke SMA Negeri 2 Sungailiat berupa bantuan fasilitas air bersih sumur bor dengan kedalaman 34 meter guna mengatasi krisis air bersih yang sempat dikeluhkan pihak sekolah.
Bantuan sumur bor tersebut merupakan komitmen dari Gubernur atas laporan yang dia terima. Melalui dana pribadi, Gubernur langsung bergerak cepat merealisasikan pembangunan sumur bor tersebut, sekaligus berjanji akan segera melengkapi fasilitas penunjang lainnya seperti unit penyejuk udara (AC) untuk laboratorium sekolah demi kenyamanan proses belajar mengajar.
Kepala SMA Negeri 2 Sungailiat, Emiliya menyampaikan ucapan terimakasih atas gerak cepat Gubernur Hidayat Arsani menanggulangi permasalahan di institusinya.
"Kami menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Bapak Gubernur atas kehadirannya di SMAN 2 Sungailiat sekaligus solusi nyata dalam mengatasi masalah krisis air bersih di sekolah kami. Berkat perhatian dan bantuan cepat tanggap yang diberikan sejak kunjungan pertama beliau, kendala tersebut kini telah teratasi dengan baik. Semoga segala kebaikan dan kepedulian ini bernilai ibadah serta membawa berkah yang berkelanjutan," tuturnya.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: IbnuFotografer: Ibnu/FerdinandEditor: ImeldaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaBangga! Siswi SMAN 1 Pangkalan Baru, Sabita Shafira Wakili Bangka Belitung Pada Gen Halal Championship 2026
BANGKA TENGAH — Kabar membanggakan datang dari Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Salah satu siswi SMAN 1 Pangkalan Baru, Sabita Shafira, berhasil lolos sebagai finalis dan mewakili Babel dalam ajang Gen Halal Championship 2026.
Keberhasilan ini menjadi pencapaian yang sangat mengembirakan bagi masyarakat Babel, mengingat ketatnya persaingan dengan ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Gen Halal Championship 2026 diikuti oleh 4.525 peserta yang berasal dari 33 provinsi, 177 kabupaten/kota, dan 443 sekolah di seluruh Indonesia. Dari ribuan peserta tersebut, sebanyak 339 peserta berhasil melaju ke tahap semifinal, sebelum akhirnya terpilih 30 peserta sebagai finalis yang akan mengikuti tahap selanjutnya.
Capaian tersebut menunjukkan luasnya jangkauan kompetisi Gen Halal Championship 2026. Peserta yang berpartisipasi tidak hanya berasal dari kota-kota besar, tetapi juga dari berbagai daerah kepulauan dan wilayah yang jauh dari pusat perkotaan.
Di antaranya adalah Kepulauan Anambas yang berada di sekitar kawasan Natuna, Bima di Nusa Tenggara Barat, Waikabubak di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur, hingga Ternate di Maluku Utara.
Keberagaman asal peserta tersebut memperlihatkan besarnya antusiasme generasi muda Indonesia dalam mengikuti kompetisi ini.
Selain menjadi ajang persaingan, Gen Halal Championship 2026 juga menjadi wadah bagi para pelajar untuk mengembangkan potensi, memperluas wawasan, serta menunjukkan kemampuan dan prestasi di tingkat nasional.
Keberhasilan Sabita Shafira menembus jajaran 30 finalis menjadi kebanggaan tersendiri bagi dirinya, keluarga, sekolah, serta masyarakat Bangka Belitung. Pencapaian ini sekaligus menjadi bukti bahwa pelajar dari daerah memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi dan bersaing dalam ajang nasional.
Menanggapi keberhasilannya tersebut, Sabita Shafira menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya, karena dapat melaju hingga tahap final serta membawa nama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan senang bisa lolos menjadi salah satu finalis Gen Halal Championship 2026. Bagi saya, pencapaian ini merupakan pengalaman yang sangat berharga sekaligus menjadi motivasi untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, dan memberikan yang terbaik. Saya juga merasa bangga karena dapat membawa nama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan SMAN 1 Pangkalan Baru. Semoga pada tahap selanjutnya saya dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik dan memperoleh hasil yang terbaik,” ujar Sabita, Senin (12/10/2026).
Perjalanan para finalis belum berakhir. Sebanyak 30 finalis yang terpilih dijadwalkan mengikuti Bootcamp Gen Halal Championship pada 6–9 November 2026 di Jakarta dan Bogor. Kegiatan tersebut akan menjadi tahapan lanjutan bagi para finalis untuk menunjukkan kemampuan mereka sebelum memperebutkan posisi juara dan penghargaan yang telah disiapkan oleh penyelenggara.
Dalam kompetisi tersebut, penghargaan yang diperebutkan meliputi juara pertama dengan hadiah sebesar Rp7.500.000, juara kedua Rp5.000.000, juara ketiga Rp3.000.000, harapan pertama Rp2.000.000, harapan kedua Rp1.000.000, harapan ketiga Rp1.500.000, serta hadiah sebesar Rp1.000.000 bagi peserta yang menempati peringkat ketujuh hingga kesepuluh.
Sementara itu, Gubernur Babel, Hidayat Arsani melalui Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Babel, Yudi Suhasri mengapresiasi keberhasilan Sabita Safira, siswi SMAN 1 Pangkalpinang, yang berhasil lolos sebagai finalis kompetisi Gen Halal di tingkat nasional.
Menurut Yudi, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa peserta didik di Bangka Belitung memiliki kualitas dan kemampuan untuk bersaing dengan pelajar dari berbagai daerah, meskipun kompetisi tersebut diikuti ribuan peserta.
“Kita bersyukur salah satu pelajar kita berhasil lolos dalam kompetisi ini. Ini menunjukkan kualitas anak-anak sekolah kita sudah sangat baik dan mampu bersaing untuk menjadi yang terbaik,” ucap Yudi.
Yudi juga menyampaikan apresiasi kepada pihak SMAN 1 Pangkalanbaru, khususnya kepala sekolah dan para guru, yang telah memberikan bimbingan serta mendukung Sabita dalam mengikuti kompetisi tersebut.
Dia berharap, keberhasilan Sabita dapat mencapai hasil terbaik pada babak final sekaligus membawa nama baik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di tingkat nasional.
Lebih lanjut, Yudi menyampaikan, prestasi tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya di Bangka Belitung untuk terus belajar, tekun mengembangkan pengetahuan, dan berani mengikuti berbagai kompetisi.
Dukungan dari keluarga, pihak sekolah, dan masyarakat, lanjutnya, tentu menjadi dorongan penting agar ia dapat menjalani tahapan kompetisi dengan penuh semangat dan percaya diri.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: VeraFotografer: IstimewaEditor: ImeldaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaGubernur Hidayat Gercep Komandoi Bantu Korban Kebakaran Dusun Serdang, Bangun Posko Pengungsian
PANGKALPINANG – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) terus bergerak cepat (gercep) mengomandoi untuk membantu proses evakuasi dan penanganan korban kebakaran, yang terjadi di Dusun Serdang, Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, pada Sabtu (10/10/2026) kemarin, sekitar pukul 15.00 WIB.
Kejadian itu, menyebabkan ratusan rumah hangus terbakar, dan ribuan warga harus mengungsi.
Sebagai respons cepat pemerintah daerah itu, Gubernur Hidayat telah menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos PMD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, untuk melakukan mitigasi, serta penanganan dampak sosial dan fisik di lokasi kejadian.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Agus Affandi, mengemukakan bahwa pihaknya telah menjalankan peran dalam mendukung penanganan bencana, baik melalui penyaluran bantuan bagi korban maupun upaya mitigasi bencana.
“Pak Gubernur telah menginstruksikan BPBD, Dinsos PMD, dan Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk mengirimkan kendaraan operasional kebencanaan, dapur umum, tenda, serta alat-alat kesehatan untuk korban kebakaran di Serdang. Semuanya telah kami laksanakan,” jelas Agus Afandi, di Dusun Serdang, Minggu (11/10/2026) petang.
Agus menerangkan, BPBD Bangka Belitung telah menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC), dan mengerahkan sejumlah sarana dan prasarana untuk mendukung penanganan kebakaran di Dusun Serdang. Adapun sarana dan prasarana yang dimaksud, lanjut Agus, di antaranya 1 unit Mobil Crane dan 1 Paket Tenda Pengungsian.
“Kami di lapangan tidak bekerja sendiri, ada tim gabungan. Mereka juga mengirimkan sarana dan prasarana, seperti 1 unit Mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, 2 unit Mobil Damkar dari Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, 1 unit Mobil Truck logistik dan 1 unit Mobil Dapur Umum Lapangan (Dumlap) dari Dinsos PMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” jelasnya.
“2 unit Mobil Water Cannon, yang masing-masing dari Brimob dan Dit Samapta Polda Bangka Belitung, 1 Unit Mobil Rescue Tipe II dari SAR Toboali, 1 Unit Mobil Tangki Air BWS PU Bangka Belitung, 1 Unit Mobil Damkar Pemkab Bangka Tengah, Alat Komunikasi, serta berbagai peralatan pendukung lainnya,” sambungnya.
Lebih lanjut, Agus mengungkapkan, saat ini pihaknya bersama Dinsos PMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah membangun dapur umum dan tenda pengungsian di halaman SDN 7 Simpang Rimba, yang menjadi lokasi pengungsian dan evakuasi warga. “Selain itu, pos pengungsian juga didirikan di Masjid Al Muhajirin,” jelasnya.
Saat ditanya terkait penyebab kebakaran, Agus mengatakan, hal tersebut masih telusuri. Menurut dia, tiupan angin kencang dan lokasi yang kering membuat api semakin cepat merambat ke pemukiman penduduk.
“Kebanyakan material rumah penduduk di sana berdinding papan, makanya api cepat merambat. Terkait penyebab, masih ditelusuri. Untuk fasilitas umum yang terdampak, juga masih dalam pendataan. Yang pasti, hingga saat ini tidak ada korban jiwa. Segala data yang beredar belum final dan masih dapat berubah,” jelasnya.
Sebelumnya, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani didampingi Sekretaris Daerah, Fery Afriyanto, meninjau langsung lokasi kebakaran di Dusun Serdang, Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, Minggu pagi (11/10/2026).
Setibanya di lokasi, Hidayat langsung meninjau tenda pengungsian di SDN 7 Simpang Rimba, kebersihan dapur umum lapangan, serta ketersediaan logistik dan obat-obatan, didampingi Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid, Hidayat juga meninjau langsung titik lokasi terdampak.
"Pada tahap pertama, kita utamakan keselamatan warga. Posko pengungsian dan dapur umum telah disiapkan," ujar Hidayat.
Hidayat juga meminta pemerintah daerah mendata kerugian secara akurat agar pemulihan permukiman dapat segera dilakukan. Selain mengapresiasi kesigapan aparat dan relawan, Hidayat menyempatkan diri menyapa para pengungsi serta mengimbau masyarakat untuk senantiasa waspada terhadap potensi kebakaran.
Hidayat menegaskan, Pemprov Babel akan terus hadir membantu masyarakat terdampak kebakaran tanpa membedakan wilayah administratif. Penanganan musibah tersebut menurutnya membutuhkan kerja sama antara pemerintah provinsi, Pemkab Bangka Selatan dan berbagai unsur masyarakat.
“Semoga semangat gotong royong dapat meringankan beban warga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda,” pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Sekda Fery Afriyanto menyerahkan secara simbolis bantuan masker kepada Bupati Riza Herdavid, yang bertujuan untuk melindungi kesehatan korban dari paparan asap dan debu selama proses pembersihan pascakebakaran.
Untuk diketahui, berdasarkan data yang dihimpun Tim Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, hingga pukul 18.48 WIB, terdapat 305 rumah warga dan 50 gedung walet habis dilahap si jago merah.
Adapun posko pengungsian, dibangun di dua titik, yakni di SD Negeri 7 Simpang Rimba, yang menampung 300 orang dan di Masjid Al Muhajirin yang menampung 200 orang.
Adapun bantuan telah masuk ke lokasi kejadian, di antaranya beras 242 karung, air mineral 231 dus, indomie 88 dus, telur 90 rak, baju atau pakaian 79 koli, masker 150 boks dan sarung tangan 10 boks.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: J. SupranaFotografer: IstimewaEditor: ImeldaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaDi Era Kepemimpinan Gubernur Hidayat, Kerukunan Warga Bangka Belitung Diganjar Skor Harmoni Sangat Baik
PANGKALPINANG - Kerukunan yang selama ini dijaga warga Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) berbuah prestasi. Pada pelaksanaan perdananya di era kepemimpinan Gubernur Hidayat Arsani, provinsi ini, kerukunan warga Babel melalui Indeks Harmoni Indonesia (IHaI) Babel tahun 2026 meraih skor 7,14 dan diganjar skor dengan kategori Sangat Baik, dari suara 20.750 responden di seluruh kabupaten/kota.
Gubernur Babel, Hidayat Arsani melalui Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Babel, Burhanuddin, menyebut capaian ini dinilai sangat baik oleh Kementerian Dalam Negeri.
Ia berterima kasih kepada Kesbangpol kabupaten/kota yang telah mengisi kuesioner dengan memenuhi empat dimensi dan delapan variabel. "Artinya, sungguh luar biasa capaian IHaI untuk Provinsi Bangka Belitung pada tahun 2026 ini," ujarnya.
Menurut dia, angka IHaI membantu mengukur hasil kerja pemerintah dalam menjaga kerukunan, sejalan dengan program dan target kinerja Gubernur Hidayat Arsani.
Dari empat dimensi, Harmoni Keagamaan (D4) mencatat skor tertinggi, yakni 7,43, disusul Harmoni Budaya (D3) 7,16 dan Harmoni Sosial (D2) 7,10. Ketiganya berkategori Sangat Baik. Harmoni Ekonomi (D1) mencatat 6,92 dan menjadi satu-satunya yang masih berkategori Baik.
Burhanuddin menilai kerukunan beragama menjadi salah satu kunci hidup rukun masyarakat Bangka Belitung.
Ia menyebut, kebersamaan suku Melayu dan Tionghoa sudah mengakar sejak dahulu, tercermin dalam ungkapan Tong Ngin Fan Ngin Jit Jong, sebuah falsafah yang mencerminkan semangat kebersamaan, kesetaraan, dan keharmonisan antara etnis Tionghoa dan Melayu di Bangka Belitung. "Itu jelas sekali sudah kental di wilayah Bangka Belitung ini," katanya.
Hal sama berlaku bagi suku-suku lain yang merantau dan menggantungkan hidup di sini. Mereka turut saling mendukung dan menghormati kehidupan beragama warga sekitar.
Dalam pemetaan antarwilayah, Kabupaten Belitung Timur memimpin dengan skor 7,83, diikuti Bangka Selatan (7,31), Belitung (7,25), Bangka Tengah (7,24), Kota Pangkalpinang (7,19), dan Bangka (7,16). Bangka Barat mencatat 6,67 dan berkategori Baik.
Skor penguatan peran perempuan, pemuda, dan komunitas marginal (7,05) tercatat lebih rendah dibanding variabel lain di dimensi sosial.
Kesbangpol provinsi bersama kabupaten/kota, dijelaskan Burhan, akan memprioritaskan pemberdayaan gender, perempuan, dan kelompok marginal ke depan. "Sehingga tidak ada kesan kita memarginalkan gender maupun pemuda-pemudi kita," ujarnya.
Burhanuddin menegaskan, sebagaimana diamanahkan Gubernur, ia bertugas menjaga kerukunan dan keharmonisan di semua lini, baik agama, budaya, maupun hal-hal yang berpotensi memecah belah. "Bangka Belitung ini tidak boleh berpecah, kita harus harmoni terus," tegasnya.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga suasana yang tenteram dan tidak berhenti saling bertegur sapa, agar kerukunan di tengah masyarakat tetap terawat.
Sejalan dengan itu, Kepala Bidang Ekonomi, Sosial, Budaya, dan Ormas Kesbangpol Babel, Dyah Fitri Inayati, yang menjadi koordinator IHaI bersama para PIC IHaI Kesbangpol kabupaten/kota, mengucapkan rasa syukur atas prestasi ini.
"Alhamdulillah, penilaian Indeks Harmoni Indonesia di Provinsi Babel tahun 2026, yang baru pertama kali dilaksanakan di provinsi ini, mendapat predikat sangat baik dengan nilai 7,14," ungkapnya.
Menurut Dyah, keberhasilan itu lahir dari kerja sama yang luar biasa antara provinsi dan seluruh kabupaten/kota, terutama peran Kesbangpol provinsi dan Kesbangpol kabupaten/kota.
Ia juga menyebut dukungan masyarakat, organisasi perangkat daerah, instansi terkait, serta dukungan penuh Gubernur Hidayat Arsani beserta seluruh bupati dan wali kota di Bangka Belitung.
"IHaI bukan sekadar angka indeks, tetapi alat bantu pemerintah dalam mengambil kebijakan untuk menjaga persatuan, kerukunan, toleransi, dan stabilitas sosial," katanya
Dyah berharap pelaksanaan IHaI ke depan semakin baik melalui kerja sama dan kolaborasi pemerintah daerah di provinsi maupun kabupaten/kota, bersama seluruh masyarakat Kepulauan Bangka Belitung.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: YoskaFotografer: FloEditor: ImeldaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita
Suasana Haru Warnai Penyerahan Santunan ASN Peduli Babel, KORPRI & Taspen Rp109,9 Juta untuk Keluarga Alm. Sulastri
PANGKALPINANG – Suasana haru mewarnai Ruang Kerja Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Lantai I Kantor Gubernur Babel, Kamis (8/10/2026). Tangis haru tak terbendung saat penyerahan santunan senilai total Rp109.930.000 dilakukan kepada keluarga almarhumah Sulastri, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang semasa hidupnya mengabdi di Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparbudkepora) Babel.
Santunan tersebut diserahkan secara langsung oleh Sekda Babel, Fery Afriyanto, yang hadir mewakili Gubernur Babel, Hidayat Arsani, dan diterima secara simbolis oleh Dita, putri almarhumah Sulastri.
Rincian dana santunan yang diberikan mencakup tiga sumber, yaitu Program ASN Peduli Babel sebesar Rp5.000.000, dari Dewan Pengurus KORPRI sebesar Rp5.000.000, serta hak tabungan dan asuransi pensiun dari PT Taspen (Persero) senilai Rp99.930.000.
Momen penyerahan hak dan kepedulian bagi keluarga almarhumah tertsebut dihadiri oleh jajaran pejabat daerah dan instansi terkait, diantaranya Kepala Disparbudkepora Babel Eko Kurniawan beserta jajarannya, Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakuda) Babel Yunan Helmi, Kepala Cabang PT Taspen Pangkalpinang Desi Mutiara Putri, perwakilan dari Bank Mandiri, sejumlah perwakilan dari gerakan ASN Babel Peduli, dan perwakilan KORPRI Babel.
Dalam sambutannya, Sekda Babel Fery Afriyanto menyampaikan duka cita yang mendalam atas nama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel dan Gubernur Hidayat Arsani, mengapresiasi dedikasi almarhumah Sulastri yang telah memberikan kontribusi terbaiknya selama bertugas di lingkungan Pemprov Babel.
Sekda Babel Fery Afriyanto menegaskan bahwa dana santunan tersebut merupakan wujud nyata solidaritas dan rasa kekeluargaan antar sesama pegawai di lingkungan pemerintah daerah.
"Dana santunan ini merupakan hasil urunan dan kepedulian dari para ASN Pemprov Babel yang tergabung dalam gerakan ASN Peduli Babel. Ini adalah bentuk empati serta kebersamaan kita untuk saling meringankan beban anggota keluarga besar Pemprov Babel yang sedang tertimpa musibah," ujar Fery.
Selain itu, Sekda Fery menambahkan, pihak keluarga almarhumah nantinya juga akan menerima santunan tambahan dari BPJS.
"Selain bantuan yang diserahkan hari ini, keluarga almarhumah juga nanti akan mendapatkan dana dari BPJS senilai lebih kurang Rp42 juta. Saat ini klaim tersebut masih dalam proses penyelesaian berkas administrasi," lanjutnya.
Sekda Fery berharap dana santunan ini dapat meringankan beban finansial serta membantu kebutuhan keluarga yang ditinggalkan.
Sementara itu, Kepala Cabang PT Taspen Pangkalpinang, Desi Mutiara Putri, menjelaskan, penanganan klaim dan hak almarhumah dilakukan melalui pendekatan proaktif atau sistem jemput bola.
Langkah ini, dijelaskannya, merupakan komitmen PT Taspen dalam memberikan pelayanan prima, cepat, dan transparan kepada para aparatur sipil negara maupun ahli warisnya tanpa mengabaikan faktor kenyamanan keluarga yang sedang berduka.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Disparbudkepora Babel, Eko Kurniawan, mengenang almarhumah Sulastri sebagai sosok pekerja keras, berdedikasi tinggi, dan dikenal sangat baik oleh rekan-rekan sejawatnya di lingkungan dinas.
Eko menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam dan mendoakan agar amal ibadah almarhumah diterima di sisi Allah SWT serta bantuan yang diserahkan memberikan manfaat berkelanjutan bagi keluarga.
Sementara, dengan mata berkaca-kaca, Dita mewakili keluarga almarhumah Sulastri menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemprov Babel, KORPRI, PT Taspen, serta seluruh pihak yang telah memberikan perhatian dan bantuan.
Ia mengungkapkan, dukungan moril maupun materil ini sangat berarti bagi keluarga dalam menghadapi masa-masa sulit pascatragedi kehilangan orang tercinta.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: Tim ASN Peduli BabelFotografer: Tim ASN Peduli BabelEditor: AhmadKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaSambut HUT Ke-26 Babel dan Masyarakatkan Olahraga, Gubernur Hidayat Gagas Senam Kreasi Budaya Melayu “Serumpun Sebalai”
PANGKALPINANG - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani, menggagas sebuah karya yang memadukan olahraga, kebudayaan dan semangat kebersamaan masyarakat, yakni Senam Serumpun Sebalai,
Senam ini akan diluncurkan pada rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada November 2026 mendatang.
Dibincangi di Pangkalpinang, Rabu (7/10/2026), Gubernur Hidayat menyatakan bahwa dirinya menginginkan Bangka Belitung memiliki senam yang bukan hanya membuat tubuh sehat dan bugar, tetapi juga membawa identitas dan budaya daerah, yang dapat menjadi kekuatan untuk membangun kebersamaan masyarakat.
“Budaya tidak cukup hanya disimpan sebagai warisan. Budaya harus dihidupkan, digerakkan, dan diwariskan. Melalui Senam Serumpun Sebalai, kita ingin mengajak masyarakat untuk sehat sekaligus mencintai budaya daerah,” ujar Gubernur Hidayat.
Lebih lanjut, Gubernur Hidayat menegaskan bahwa budaya daerah harus terus dihidupkan dan diperkenalkan kepada generasi berikutnya melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
“Atas dasar itu, senam ini digagas. Beragam gerak tradisi yang selama ini dikenal melalui berbagai kesenian daerah, dikemas dalam bentuk senam yang lebih dinamis, sehingga dapat diterima oleh masyarakat luas,” ucapnya.
“Sehat Berbudaya Bugar Bersama. Satu Semangat Satu Gerak, Jangan Lupa Bahagia. Bagi masyarakat yang ingin mempelajari koreografi Senam Serumpun Sebalai, bisa mengakses channel YouTube Diskominfo Babel di link https://youtu.be/SNSscOA5RIQ,” ajaknya.
Untuk diketahui, Senam Serumpun Sebalai merupakan senam kreasi budaya Melayu khas Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang dirancang sebagai salah satu persembahan Gubernur Hidayat Arsani bagi masyarakat, dalam momentum peringatan HUT ke-26 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang diperingati pada tanggal 21 November 2026 mendatang.
Nama Serumpun Sebalai merepresentasikan semangat persatuan dan kebersamaan masyarakat Kepulauan Bangka Belitung.
Koreografi Senam Serumpun Sebalai mengambil inspirasi dari sejumlah gerak dasar tari dan kesenian tradisional khas Bangka Belitung, antara lain Kecupus, Dincak Dambus, Campak, Sepen, Cakter, Zapin, dan Gajah Menunggang.
Gerakan-gerakan ini, kemudian dikreasikan dan dipadukan dengan gerakan senam yang dinamis, energik, yang dapat diikuti berbagai kalangan masyarakat.
Karya ini melibatkan sejumlah insan kreatif daerah, di antaranya Sukma Wijaya sebagai pencipta lagu sekaligus koreografer, kemudian Zuryantina sebagai koreografer lainnya. Adapun aransemen musik, dikerjakan oleh Zulfikri Hilmi, dengan Nunung Rohmawati sebagai vokalis. Sementara itu, Budi Utama dan Ibnu Suzano bertindak sebagai pembina.
Senam ini tidak hanya ditujukan sebagai aktivitas untuk menjaga kebugaran, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan dan menghidupkan kembali kekayaan budaya daerah melalui gerakan yang mudah dilakukan secara bersama-sama.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: Tim Humas HUT BabelFotografer: Dokumentasi Bid. IKPEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaBuka DWP Mengajar, Noni Hidayat Dorong Siswa SMAN 1 Pangkalpinang Tingkatkan Minat Baca
PANGKALPINANG — Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) sekaligus Bunda Literasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, membuka kegiatan DWP Mengajar, di SMA Negeri 1 Pangkalpinang, Selasa (6/10/2026).
Dalam sambutannya, Noni mengajak generasi muda di Bangka Belitung, khususnya para siswa di sekolah tersebut untuk terus meningkatkan minat baca. Karena, lanjut Noni, dengan membaca para siswa akan mengetahui banyak hal dan mampu menciptakan berbagai inovasi.
Noni mengatakan peningkatan minat baca anak merupakan pekerjaan rumah bersama, baik bagi guru maupun orang tua. Ia juga mengapresiasi fasilitas perpustakaan SMAN 1 Pangkalpinang yang dinilainya sudah sangat baik.
"Soal bagaimana mendorong anak-anak kita agar minat bacanya meningkat, itu merupakan pekerjaan rumah (PR) yang besar bagi kita semua, termasuk para guru maupun orang tua. Tadi saya lihat, perpustakaan sekolah ini sangat bagus," ujar Noni.
Menurut Noni, kebiasaan membaca tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membantu seseorang memahami informasi dengan lebih baik.
"Yang pasti, dengan rajin membaca, kita bisa berinovasi. Salah baca WhatsApp saja, bisa bikin salah persepsi, apalagi kalau tidak punya minat untuk membaca. Jadi, mari dorong anak-anak kita untuk terus meningkatkan minat bacanya," katanya.
Noni berharap program DWP Mengajar dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan memberikan dampak langsung kepada masyarakat, khususnya anak-anak di Bangka Belitung.
"Saya senang sekali di DWP ini ada program mengajar, yang tentunya menyentuh langsung ke masyarakat, khususnya ke anak-anak Bangka Belitung," ujarnya.
Noni juga berharap kegiatan tersebut dapat digelar lebih sering dalam satu tahun dengan materi yang disesuaikan dengan karakteristik setiap jenjang pendidikan.
"Mudah-mudahan dalam satu tahun, kegiatan ini sering dilaksanakan dan terus menyesuaikan dengan setiap jenjang sasarannya," kata Noni.
Sementara itu, Ketua DWP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sri Hidayati Fery Afriyanto, menjelaskan DWP Mengajar merupakan kegiatan sosial edukatif yang melibatkan anggota DWP dalam peningkatan kualitas pendidikan dan literasi.
"DWP Mengajar ini merupakan program DWP Pusat yang menyasar siswa di sekolah-sekolah dari berbagai tingkatan, mulai dari PAUD hingga SMA/SMK, bahkan perguruan tinggi atau bisa juga masyarakat," jelas Sri Hidayati.
Menurut Sri Hidayati, program tersebut menjadi bentuk pengabdian DWP melalui kegiatan mengajar, berbagi pengetahuan, pendampingan, serta penguatan karakter peserta didik.
Program DWP Mengajar, kata Sri Hidayati, tidak terbatas pada materi pelajaran, tetapi dapat diarahkan pada literasi, pendidikan karakter, kreativitas, keterampilan, dan motivasi belajar.
"Untuk di Bangka Belitung ini, program DWP Mengajar telah dilakukan di sejumlah PAUD dan hari ini kita laksanakan di SMAN 1 Pangkalpinang. Terkait konsep, hari ini sifatnya kami dan para kader DWP akan berbagi motivasi ke para siswa," jelasnya.
Di kesempatan yang sama, Kepala SMAN 1 Pangkalpinang, Jumani, menilai kegiatan DWP Mengajar memberikan nuansa positif bagi dunia pendidikan di daerah.
"Kegiatan ini sangat positif. Kami paham bagaimana anak-anak menjalani, mengarungi kegiatan. Mereka harus dididik, diberi edukasi dan berbagai hal-hal positif. Yang mana hal-hal positif itu, akan disampaikan oleh bunda-bunda dari DWP dan Bunda Literasi Bangka Belitung hari ini," tutur Jumani.
Jumani berharap kegiatan tersebut dapat memberikan inspirasi kepada para peserta didik. "Semoga pelaksanaan kegiatan ini bisa menginspirasi anak-anak didik di sekolah kami," pungkasnya.
Usai membuka kegiatan, Noni mengunjungi sejumlah kelas di SMAN 1 Pangkalpinang. Ia menyapa para siswa dan memberikan beberapa soal mata pelajaran Bahasa Indonesia kepada sejumlah siswa.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: J. SupranaFotografer: J. SupranaEditor: VeraKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaBunda Literasi Babel Ajak Guru SMAN 1 Pangkalpinang Seimbangkan Perkembangan Teknologi dan Penguatan Kualitas SDM
PANGKALPINANG — Bunda Literasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, mengajak kepala sekolah dan guru SMAN 1 Pangkalpinang menyeimbangkan perkembangan teknologi dengan penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Menurut Noni, kemajuan teknologi yang berlangsung pesat harus diiringi kesiapan SDM agar dunia pendidikan mampu mengikuti perubahan zaman.
"Di era sekarang ini, teknologi sangat berkembang. Kita memang harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman, supaya kita tidak tertinggal,” kata Noni dalam sambutannya saat pembukaan acara Dharma Wanita Persatuan (DWP) Mengajar di SMAN 1 Pangkalpinang, Selasa (6/10/2026).
Noni mengatakan penguasaan teknologi saja tidak cukup jika tidak dibarengi kualitas SDM yang memadai.
"Teknologinya ada, SDM-nya kurang mumpuni, itu juga bisa tertinggal. Jadi dua-duanya harus sejalan,” ujarnya.
Menurut Noni, perkembangan teknologi membawa manfaat sekaligus tantangan bagi generasi muda. Karena itu, ia menilai keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan penguatan kualitas SDM penting diterapkan di lingkungan sekolah, termasuk di SMAN 1 Pangkalpinang sebagai salah satu sekolah unggulan.
“Kami yakin, sekolah ini bisa menerapkan keseimbangan dua hal ini ke para siswa. Kami optimis, sekolah ini akan terus mencetak generasi-generasi penerus terbaik untuk Pangkalpinang dan Bangka Belitung ke depannya,” ujarnya.
Selain kemampuan akademik dan penguasaan teknologi, Noni mengingatkan pentingnya penguatan pendidikan karakter kebangsaan bagi siswa. Ia meminta nilai-nilai kebangsaan tetap menjadi pijakan di tengah perubahan zaman."Jangan sampai norma-norma kebangsaan kita menjadi hilang,” pesannya.
Noni menilai pendidikan karakter tidak dapat dipisahkan dari penguasaan pengetahuan dan teknologi. Ia berharap SMAN 1 Pangkalpinang terus melahirkan generasi yang memiliki kemampuan akademik sekaligus karakter yang kuat.
"Kita butuh SDM penerus yang baik dan berkarakter. Peran sekolah dan guru sangat diperlukan," ujarnya.
"Mari bersama-sama pastikan, generasi penerus kita mampu mengikuti perkembangan teknologi, tanpa kehilangan nilai-nilai kebangsaan, yang menjadi pijakan dalam kehidupan," pungkasnya.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: J. SupranaFotografer: Jo Fandi/FarisEditor: VeraKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaKetua TP PKK Babel Harapkan Sekda Fery Perkuat Sinergi dengan Berbagai Pihak
PANGKALPINANG — Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Noni Hidayat Arsani, berharap Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fery Afriyanto, semakin memperkuat sinergi dengan berbagai pihak.
Hal itu disampaikan Noni, usai menghadiri Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2026 di Ruang Pasir Padi, Kantor Gubernur, Air Itam, Pangkalpinang, Senin (5/10/2026).
"Alhamdulillah hari ini Bangka Belitung sudah memiliki Sekda definitif. Mudah-mudahan pak Fery bisa bekerja dengan baik. Semoga pak Fery semakin memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, serta membantu pemerintahan Bangka Belitung berjalan dengan baik dan lebih sukses," ucap Noni.
Sebelumnya, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, dalam sambutannya menyampaikan hal senada. Gubernur Hidayat juga meminta seluruh jajaran di pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus memberikan pelayanan terbaik ke masyarakat.
"Selamat pak Fery, mari kita semua bekerja bersama memberikan pelayanan terbaik ke masyarakat, perkuat sinergitas dengan berbagai pihak, bekerja sesuai aturan dan sepenuh hati, untuk Bangka Belitung maju dan berdaya," ucap Gubernur Hidayat.
Untuk diketahui, pengisian jabatan Sekda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dilakukan melalui mekanisme Manajemen Talenta (Mantel). Setelah melalui berbagai proses, muncul tiga nama, yang kemudian diusulkan kepada pemerintah pusat, untuk mengisi jabatan tersebut.
Tiga nama itu, antara lain Fery Afriyanto, Tarmin dan Darlan. Yang mana, ketiganya telah menjalani penilaian kompetensi teknis melalui penulisan dan presentasi makalah serta wawancara.
Hasil seluruh tahapan tersebut menjadi dasar pengusulan tiga calon kepada Presiden melalui Menteri Dalam Negeri, sebelum akhirnya Fery Afriyanto ditetapkan sebagai Sekda definitif Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: J. SupranaFotografer: Jo Fandi/FarisEditor: VeraKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaHadiri HUT ke-81 TNI, Ketua TP-PKK Noni Hidayat Berharap TNI Terus Berjaya
PANGKALPINANG — Ketua TP-PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, turut menghadiri upacara peringatan HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di halaman Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Senin (5/10/2026).
Noni mengapresiasi peringatan HUT TNI yang berlangsung khidmat sekaligus semarak. Salah satu rangkaian yang menarik perhatian adalah atraksi tunggal prajurit TNI Angkatan Udara (AU) yang membawa bendera HUT ke-81 TNI di udara.
“Hari ini menghadiri HUT ke-81 TNI. Tadi juga ada atraksi dari TNI AU dan cukup menghibur. Mudah-mudahan TNI kita terus berjaya dan PRIMA. TNI berjaya dan selalu bersinergi,” ujar Noni.
Menurut Noni, semangat sinergi menjadi bagian penting dalam menjaga kekuatan TNI sekaligus mendukung pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
Ia berharap hubungan baik antara TNI, pemerintah daerah, Polri, dan seluruh unsur masyarakat terus terjaga.
Bagi Noni, semangat tersebut sejalan dengan pentingnya menjaga kebersamaan dan sinergi antara TNI dengan seluruh elemen di daerah. “Mudah-mudahan TNI kita terus berjaya dan PRIMA, TNI berjaya dan selalu bersinergi,” harap Noni.
Selain mengikuti upacara, Noni turut hadir dalam prosesi pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun sebagai bagian dari perayaan HUT ke-81 TNI.
Dalam prosesi tersebut, Noni secara simbolis menyerahkan potongan tumpeng dan kue ulang tahun kepada perwakilan prajurit TNI.
Penyerahan tersebut menjadi bagian dari ucapan selamat sekaligus apresiasi kepada prajurit TNI yang selama ini menjalankan tugas menjaga keamanan dan kedaulatan negara.
Peringatan HUT ke-81 TNI tahun ini mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Upacara dipimpin Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani selaku inspektur upacara.
Dalam upacara tersebut, Gubernur Hidayat Arsani juga membacakan amanat Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. Amanat tersebut menekankan pentingnya menjaga kepercayaan rakyat serta menjadikan PRIMA sebagai budaya pengabdian.
PRIMA mencakup sikap profesional dalam menjalankan tugas, responsif terhadap ancaman, integratif dalam membangun sinergi, modern dalam penguasaan teknologi dan alat utama sistem persenjataan, serta adaptif terhadap perkembangan dan tuntutan tugas.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Danrem 045/Garuda Jaya, Danlanud, Danlanal beserta istri, Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung, Ketua DPRD Babel, Wakapolda Babel, pimpinan instansi vertikal, serta para bupati dan wali kota se-Bangka Belitung.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: Idris AfFotografer: Jo Fandi/IbnuEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaNoni Hidayat Gali Gagasan Pengembangan Kerajinan Jawa Timur untuk Dibawa ke Babel
SURABAYA — Ketua Dekranasda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Noni Hidayat Arsani, mengunjungi Gedung Dekranasda Jawa Timur dan Mirota Batik & Handicraft Surabaya, Jumat (2/10/2026).
Kunjungan itu menjadi ajang menggali gagasan sekaligus melihat praktik pengembangan dan pemasaran kerajinan daerah yang dapat dibawa menjadi referensi bagi perajin Bangka Belitung.
Di Gedung Dekranasda Jawa Timur, Noni bersama jajaran pengurus Dekranasda Babel berdiskusi mengenai pengembangan produk kerajinan, peningkatan kreativitas perajin, hingga peluang memperluas pasar.
Noni mengatakan, kunjungan tersebut penting untuk membuka ruang belajar antardaerah. Setiap daerah memiliki kekayaan produk dan karakter kerajinan yang berbeda, sehingga pengalaman daerah lain dapat menjadi referensi untuk mengembangkan potensi kerajinan di Bangka Belitung.
“Kita datang ke Dekranasda Jawa Timur untuk melihat dan bertukar pikiran. Banyak hal yang bisa kita pelajari, terutama bagaimana mengembangkan produk kerajinan daerah agar semakin dikenal dan memiliki nilai tambah,” ujar Noni.
Usai berdiskusi, Noni bersama rombongan melanjutkan kunjungan ke Mirota Batik & Handicraft Surabaya. Di tempat tersebut, ia melihat beragam produk batik dan kerajinan yang dipasarkan, sekaligus membeli sejumlah pernak-pernik kerajinan.
Menurut Noni, Mirota dapat menjadi referensi dalam melihat bagaimana produk budaya dan kerajinan daerah dikemas serta ditampilkan untuk menarik minat konsumen.
“Yang kita lihat di sini bukan hanya produknya, tetapi bagaimana kerajinan daerah bisa dikemas, ditampilkan, dan dipasarkan dengan menarik. Ini menjadi salah satu hal yang bisa kita pelajari untuk pengembangan produk kerajinan Bangka Belitung,” katanya.
Noni juga menilai batik memiliki peluang pengembangan yang luas. Selain menjadi bahan busana, batik dapat diolah menjadi beragam produk kerajinan dan cendera mata yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian agenda Noni di Surabaya dalam momentum Hari Batik Nasional 2026. Sebelumnya, ia menghadiri puncak peringatan Hari Batik Nasional di Monumen Kapal Selam Surabaya dengan mengenakan batik Melayu Bangka Belitung dari sentra Pinang Sirih, karya perajin Sundarti.
Melalui pertukaran gagasan dan kunjungan ke pusat pemasaran kerajinan, Dekranasda Babel berupaya menggali referensi pengembangan produk, membuka peluang inovasi, serta mendorong produk perajin Bangka Belitung agar semakin dikenal dan memiliki nilai tambah.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: Idris AfFotografer: Jo Fandi/YoskaEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaKenakan Batik dari Sentra Pinang Sirih di HBN 2026, Noni Hidayat Ajak Anak Muda Kembangkan Batik Babel
SURABAYA — Ketua Dekranasda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, selalu hadir mengenakan pakaian khas daerah Babel setiap menghadiri event-event resmi di Tingkat nasional. Salah satunya mengenakan Batik dari Sentra Pinang Sirih saat menghadiri puncak peringatan Hari Batik Nasional (HBN) 2026 di Monumen Kapal Selam (Monkasel), Surabaya, Jumat (2/10/2026) malam.
Menariknya, setelah menghadiri kegiatan itu, Noni Hidayat langsung memberikan statemen motivasi, mengajak generasi muda terlibat dalam pengembangan batik daerah, dalam hal ini Batik Babel.
Terlebih dalam kesempatan tersebut, Noni mengenakan batik Melayu Bangka Belitung dari sentra batik Pinang Sirih, karya perajin Sundarti.
Noni mengatakan, momentum peringatan HBN ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan batik Bangka Belitung sekaligus memperluas jejaring dengan pelaku dan penggerak batik dari berbagai daerah.
Lebih lanjut menurut Noni, pelestarian batik tidak cukup dilakukan dengan menjaga warisan budaya, tetapi juga harus diwujudkan melalui penggunaan batik dalam kehidupan sehari-hari.
“Hari ini saya menghadiri Hari Puncak Batik Nasional. Saya sebagai Bangka Belitung menggunakan batik Melayu dari Pinang Sirih. Batik merupakan budaya kita yang harus kita lestarikan, jadi kita gunakan dan kita cintai,” ujar Noni.
Noni menilai, keterlibatan generasi muda menjadi salah satu unsur penting untuk menjaga keberlanjutan batik di Bangka Belitung.
Anak muda yang memiliki minat pada seni, kreativitas, dan inovasi, kata dia, diharapkan dapat berkolaborasi dengan perajin untuk mengembangkan batik daerah.
“Saya mengimbau dan mengajak generasi muda Bangka Belitung yang mungkin mempunyai jiwa seni, memiliki ide, inovasi, atau memiliki ketertarikan, yuk bergabung dengan Dekranasda Bangka Belitung. Kita kembangkan batik bersama-sama dengan saya dan para pengrajin Bangka Belitung,” ajaknya.
Menurut Noni, gagasan baru dari generasi muda dapat memperluas pengembangan batik, baik dari sisi desain maupun pemanfaatannya. Dengan demikian, lanjut dia, batik Bangka Belitung dapat mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas budaya daerah.
Puncak HBN 2026 di Monkasel juga menampilkan kekayaan batik dari berbagai daerah melalui konsep “Batik Berlayar”. Dalam kegiatan tersebut, perahu-perahu berornamen batik Jawa Timur menyusuri Sungai Kalimas, dari Taman Prestasi menuju kawasan Monkasel.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: Idris AfFotografer: Jo Fandi/YoskaEditor: VeraKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaHadir di Puncak Peringatan HBN Surabaya, Noni Hidayat Ajak Masyarakat Perluas Cara Pandang Terhadap Batik
SURABAYA — Ketua Dekranasda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, menghadiri peringatan puncak Hari Batik Nasional (HBN) 2026 di Monumen Kapal Selam (Monkasel), Surabaya, Jumat (02/10/2026) malam.
Kehadiran Noni Hidayat dalam kegiatan Tingkat nasional tersebut, merupakan salah satu ajakan untuk memperluas cara pandang terhadap pemanfaatan batik.
Melalui konsep “Batik Berlayar”, batik tidak hanya ditampilkan sebagai busana atau kain, tetapi juga hadir dalam ruang publik dan berbagai bentuk produk.
Konsep tersebut sejalan dengan pandangan Noni bahwa batik perlu terus dikembangkan agar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Dalam kegiatan tersebut, Noni berkesempatan bertemu dan berbincang dengan Ibu-Ibu Seruni Kabinet Merah Putih (Solidaritas Perempuan untuk Indonesia) serta Ketua Dekranasda Jawa Timur, Arumi Bachsin.
Dari pertemuan tersebut, Noni melihat adanya ruang yang luas untuk mengembangkan batik tidak sebatas pada pakaian.
Menurutnya, kreativitas para perajin dapat diarahkan untuk menghadirkan batik dalam berbagai produk dan lingkungan masyarakat.
“Batik itu tidak hanya di baju. Bisa juga kita temui di jalan, fasilitas publik, fasilitas umum, dalam bentuk sebuah cangkir atau bahan, masuk dalam bagian kehidupan sehari-hari. Tidak hanya sebagai baju, bisa dibuat dengan apa pun,” ujar Noni.
Menurut Noni, gagasan tersebut juga relevan untuk pengembangan batik Bangka Belitung. Para perajin dan pelaku ekonomi kreatif dapat mengeksplorasi penggunaan motif dan unsur batik ke dalam produk yang dekat dengan aktivitas masyarakat.
Karena itu, Noni mengajak para pelaku batik di Bangka Belitung untuk tidak berhenti pada produk busana, tetapi terus mencari bentuk baru yang dapat memperluas penggunaan batik.
Berbagai bentuk inovasi dan pertukaran gagasan antardaerah, kata Noni, menjadi ruang untuk terus mengembangkan batik, termasuk batik Bangka Belitung, agar tetap dekat dengan masyarakat dan berkembang mengikuti zaman. “Mari kita berinovasi dengan batik Bangka Belitung,” ajaknya.
Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Batik Indonesia (YBI), Gita Gilang Kencana, mengatakan batik merupakan budaya yang terus hidup sehingga keberadaannya tidak harus dibatasi pada ruang formal.
“Batik adalah budaya yang hidup. Karena itu, batik tidak harus selalu berada di tempat yang formal. Batik bisa hadir di ruang publik, di jalan, di perjalanan, dan di tengah kehidupan masyarakat,” ujar Gita.
Konsep “Batik Berlayar” sendiri menjadi bagian dari puncak HBN 2026 di Surabaya. Melalui konsep tersebut, karya batik dibawa menyusuri Sungai Kalimas menggunakan perahu yang dihiasi ornamen batik Jawa Timur, dari Taman Prestasi menuju Monkasel. Selain itu, Peringatan HBN 2026 juga menyoroti Batik Tulungagung sebagai salah satu kekayaan batik daerah.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: Idris AfFotografer: Jo Fandi/YoskaEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaNoni Hidayat Tampil Memukau di Penutupan Kriyanusa 2026, Kenakan Tenun Cual Karya Destiani
JAKARTA — Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, turut berpartisipasi dan tampil memukau dalam Parade Pakaian Daerah (Wastra) Dekranasda Provinsi di Panggung Utama Pameran Kriyanusa 2026, Hall B, Jakarta International Convention Center (JICC), Rabu (30/9/2026).
Parade pakaian daerah ini, menjadi bagian dari rangkaian penutupan Kriyanusa 2026, sekaligus ruang promosi bagi beragam wastra Nusantara.
Mengenakan busana berbahan tenun cual karya desainer lokal asal Bangka Belitung, Destiani, Noni tampil anggun dan memukau.
Dibincangi usai mengikuti fashion show, Noni menyebut bahwa hal ini merupakan salah satu upaya mempromosikan kekayaan budaya daerah.
“Hari ini seluruh Ketua Dekranasda Provinsi se-Indonesia tampil memperagakan wastra daerah masing-masing. Baju yang saya gunakan ini adalah baju cual khas Bangka Belitung, karya dari Destiani,” ungkap Noni.
Noni mengungapkan, penampilannya di acara tersebut, menjadi momen. Ia mengaku kembali merasakan suasana fashion show yang pernah digelutinya sebelum mengemban amanah sebagai Ketua Dekranasda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
“Saya sudah lama sekali tidak ikut fashion show. Kalau dulu, memang profesi saya di bidang ini. Hari ini, momen itu terulang lagi di acara Dekranasda. Jujur, agak deg-degan karena disaksikan oleh banyak pihak, tetapi alhamdulillah semua berjalan sukses dan lancar,” tuturnya.
Tak hanya tampil di parade, Noni juga meninjau stan Dekranasda Bangka Belitung dan melihat langsung antusiasme pengunjung terhadap produk kerajinan daerah. Ia menyebut keikutsertaan Bangka Belitung dalam Kriyanusa 2026, memberikan hasil positif bagi para perajin lokal.
“Tadi juga saya meninjau dan melihat langsung stan Dekranasda Bangka Belitung. Produknya laris manis. Alhamdulillah Kriyanusa 2026 sudah selesai dan kita sudah menampilkan performa terbaik menggunakan wastra daerah di acara penutupan ini. Sampai jumpa di Kriyanusa 2027,” pungkasnya.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: FarisFotografer: Ibnu/FarisEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaCatatkan Transaksi Hingga Rp43 Juta, Noni Hidayat Bangga Rajutan Babel Banyak Dicari di Pameran Kriyanusa 2026
JAKARTA — Kerajinan rajutan asal Bangka Belitung mencatat transaksi hingga Rp43 juta pada hari terakhir pelaksanaan pameran Kriyanusa 2026, yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Rabu (30/9/2026).
Capaian ini, menjadi perhatian Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani.
Noni menilai, capaian itu menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap produk kerajinan dari Bangka Belitung.
"Alhamdulillah, sangat bangga sekali, rajutan Bangka Belitung banyak dicari masyarakat yang hadir di Pameran Kriyanusa 2026 ini,” kata Noni, saat mengunjungi stan Bangka Belitung di pameran tersebut.
Menurut Noni, tingginya minat pengunjung memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan perajin. "Mau tahu penghasilannya berapa? Penjualan on the spot hari ini saja sudah mencapai Rp 43 juta," ucapnya.
Noni menjelaskan, angka tersebut merupakan transaksi langsung produk rajutan pada hari terakhir pameran.
Nilai itu, lanjut Noni, belum termasuk akumulasi penjualan selama pameran, pemesanan secara daring, maupun omzet perajin Bangka Belitung lainnya yang turut berpartisipasi.
Dalam kesempatan itu, Noni mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan kepada perajin lokal, dengan membeli dan menggunakan produk kerajinan Bangka Belitung.
"Ayo terus dukung pengrajin kita. Jangan lupa dibeli ya Seperadik, gunakan karya pengrajin kita dengan rasa bangga dan cinta," ajaknya.
Noni berharap, keikutsertaan dalam pameran berskala nasional seperti Kriyanusa dapat menjadi batu loncatan bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk terus berinovasi serta meningkatkan kualitas produk.
"Semoga UMKM dan Ekraf kita semakin dicintai, terus naik kelas dan mendunia. Bukan hanya di Pangkalpinang, Bangka Belitung atau Nasional saja, tapi produk kita juga dapat diterima di pasar internasional,” pungkasnya
Untuk diketahui, Pameran Kriyanusa 2026 telah berlangsung sejak 26 September 2026 lalu. Keikutsertaan perajin Bangka Belitung dalam pameran tersebut, menjadi salah satu upaya dalam memperluas pasar, sekaligus menguji daya saing produk lokal di tingkat nasional.
Selain meninjau stan kerajinan daerah, pada hari yang sama Noni Hidayat Arsani juga dijadwalkan mewakili Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam Parade Pakaian Daerah (Wastra) kategori Dekranasda Provinsi di panggung utama Kriyanusa 2026.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: FarisFotografer: Ibnu/FarisEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaWastra dan Kriya Babel di Pameran Kriyanusa 2026 Sukses Pikat Pengunjung, Jadi Angin Segar Bagi Perajin di Daerah
JAKARTA — Sejak dibuka pada 26 September lalu, pameran Kriyanusa 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta Pusat, menjadi ruang pertemuan produk kerajinan daerah dengan pencinta seni, kolektor kain tradisional dan pelaku industri kreatif, dari berbagai daerah di Indonesia.
Di hari terakhir pameran, pada Rabu (30/9/2026), sejumlah kriya dan wastra Bangka Belitung (Babel), yakni Kain tenun Cual dan kerajinan anyaman resam, yang terpajang di gerai Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menjadi daya tarik tersendiri dan memikat para pengunjung.
Rani, salah satu pengunjung pameran asal Jakarta Selatan, mengaku tertarik setelah melihat langsung kain tenun Cual yang dipajang di gerai Bangka Belitung dan memutuskan membeli sehelai kain cual.
"Dari tadi saya keliling, tapi pas lewat stan Bangka Belitung, langsung terpukau sama warna dan motif tenun Cual-nya. Motifnya sangat klasik, warnanya punya sentuhan modern. Pas banget untuk dijadikan dress atau kain bawahan kebaya," kata Rani.
Selain tenun Cual, Rani juga membeli sejumlah kerajinan berbahan anyaman resam dari gerai Bangka Belitung, untuk dijadikan buah tangan bagi kerabatnya.
"Anyaman resamnya sangat rapi dan kokoh. Harganya juga sangat sepadan dengan kualitas dan nilai seni yang ditawarkan," ujarnya.
"Dari sini saya jadi tahu, ternyata kerajinan Bangka Belitung itu sangat beragam. Intinya, Bangka Belitung ini tidak cuma dikenal soal timah dan hasil lautnya saja, tapi produk kerajinannya juga bagus-bagus," sambungnya.
Lebih lanjut Rani menilai, pelaksanaan pameran beragam produk kerajinan dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Kriyanusa 2026 ini, sangat membantu masyarakat ibu kota untuk mengenal lebih jauh kekayaan budaya daerah tanpa harus bepergian jauh.
Untuk diketahui, selain dipadati pengunjung, Tim Gerai Dekranasda Bangka Belitung tampak sibuk menjelaskan ke calon pembeli mengenai sejarah motif, bahan, hingga proses pembuatan berbagai produk yang terpajang di gerai Bangka Belitung.
Hal ini, menjadi angin segar sekaligus bukti bagi para perajin lokal Bangka Belitung, bahwa dengan inovasi yang tepat, kriya daerah mampu memiliki daya saing dan daya tarik tinggi, serta diterima dengan sangat baik oleh pasar nasional di ibu kota.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: FarisFotografer: Ibnu/FarisEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita