Hadiri Penguatan TP PKK hingga Posyandu Se-Indonesia, Noni Hidayat Tegaskan Komitmen Perkuat 3 Pilar Keluarga
JAKARTA – Ketua TP PKK, TP Posyandu Provinsi dan Dekranasda Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Noni Hidayat Arsani, menghadiri kegiatan Penguatan Lembaga TP PKK, Dekranasda dan Posyandu se-Indonesia Wilayah Barat, di Hotel Bidakara Jakarta, Senin (21/9/2026).
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Ketua Umum TP PKK, TP Posyandu dan Dekreanasda Pusat, Tri Tito Karnavian itu, diselenggarakan untuk menguatkan kelembagaan tiga organisasi perempuan tersebut, sebagai pilar utama ketahanan keluarga Indonesia.
Berkenaan dengan hal ini, Noni Hidayat menegaskan bahwa dirinya berkomitmen memperkuat 3 Pilar utama Keluarga, meliputi pengembangan ekonomi kreatif, pelayanan dasar dan pemberdayaan masyarakat.
"Kita sama-sama ketahui jika Dekranasda bergerak di hulu pengembangan ekonomi kreatif dan kerajinan, TP PKK bergerak di hulu pemberdayaan keluarga dan masyarakat,” jelas Noni Hidayat
“Sementara itu Posyandu bergerak di hulu pelayanan dasar dan pemberdayaan masyarakat. Jika lembaga ini bekerja masing-masing, outcome-nya tidak maksimal, jadi harus seiring sejalan,” sambungnya.
Noni Hidayat mengatakan, tujuan dasar tiga organisasi perempuan tersebut, saling beririsan dan berada dalam ekosistem yang sama, sehingga implementasinya tak dapat dipisahkan.
Lebih lanjut Noni Hidayat berharap, penyelenggaraan kegiatan penguatan ini dapat menjadi momentum kolaborasi, untuk mewujudkan keluarga sejahtera, sehat dan berdaya secara ekonomi di Indonesia, khususnya di Bangka Belitung.
"Mari bersama kita pastikan tidak ada lagi keluarga yang sehat tapi tidak sejahtera, tidak ada lagi keluarga yang produktif tapi anaknya stunting,” tegasnya.
Sebelumnya, Ketua Umum TP PKK, TP Posyandu dan Dekreanasda Pusat, Tri Tito Karnavian, dalam sambutannya mengemukakan bahwa penguatan kelembagan ketiga organisasi perempuan tersebut, merupakan upaya terintegrasi untuk meningkatkan ketahanan keluarga. “TP PKK, Dekranasda, dan Posyandu tidak bisa berjalan sendiri. Ketiganya adalah satu kesatuan,” ujarnya.
Menurut Tri, meskipun ketiga organisasi perempuan tersebut berbeda karakteristik, namun ketiganya memiliki satu tujuan besar untuk pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Lebih lanjut menurut Tri, tujuan dasar ketiga organisasi perempuan tersebut tidak akan tercapai, jika tata kelolanya belum kuat.
"Karena tata kelola merupakan pondasi bagi pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi secara efektif, terarah dan berkelanjutan," ucapnya.
Untuk diketahui, selain Noni Hidayat, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Ketua TP PKK, TP Posyandu dan Dekranasda tingkat kabupaten/kota se-Bangka Belitung di antaranya, Evi Astura Markus, Elizia Riza Herdavid, Hastari Wardianti Djoni Alamsyah dan Susanti Saparudin.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: ImeldaFotografer: ImeldaEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaKetua TP-PKK Noni Hidayat Ikuti TNI Babel Run 2026, Apresiasi Antusiasme Masyarakat
PANGKALPINANG – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2026, berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat umum digelar di Makorem 045/Garuda Jaya (Gaya), Pangkalpinang, Minggu (20/9/2026).
Ribuan peserta memadati kawasan Makorem 045/Garuda Jaya sejak pagi untuk mengikuti ajang lari dengan kategori 5 kilo meter dan 10 kilometer. Kegiatan berlangsung meriah dengan suasana penuh semangat dan kebersamaan.
Ketua TP-PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, turut hadir dan melakukan penekanan tombol sebagai simbolis pelepasan peserta TNI Babel Run 2026 tersebut.
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fery Afriyanto, juga melepaskan bendera start.
Noni Hidayat mengapresiasi Korem 045/Garuda Jaya yang menginisiasi kegiatan olahraga sekaligus berbagai kegiatan kemasyarakatan di Bangka Belitung.
Menurutnya, kegiatan tersebut dapat mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat dan lebih aktif berolahraga.
"Hari ini (20/9/2026) saya hadir untuk mengikuti TNI Babelrun bersama-sama dengan Forkopimda dan masyarakat. Kegiatan ini merupakan momentum untuk mempererat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat," ungkap Noni.
Noni sangat senang melihat tingginya antusiasme masyarakat mengikuti TNI Babel Run 2026 ini. "Semangat dan kebersamaannya terasa sekali. Saya mengapresiasi antusiasme tinggi masyarakat yang mengikuti lomba lari ini dan saya ucapkan selamat kepada para pemenang. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan," sambungnya.
Usai kegiatan, Noni juga menyerahkan hadiah kepada juara kategori 10 kilometer umum putri.
Sementara itu, Danrem 045/Garuda Jaya, Brigjen TNI Nur Wahyudi, mengatakan TNI Babel Run merupakan bagian dari kegiatan Fun Run yang digelar secara serentak di jajaran satuan TNI di seluruh Indonesia bersama Mabes TNI.
"Kegiatan TNI Fun Run ini serentak dilakukan di seluruh satuan militer yang ada di Indonesia bersama Mabes TNI. Saya melihat masyarakat Bangka Belitung ini kesadaran lari sangat tinggi. Karena itu kita wadahi kegiatan TNI Babel Run dengan kategori 5 dan 10 kilometer," jelas Nur Wahyudi.
Nur Wahyudi menambahkan, TNI Babel Run 2026 tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga wadah untuk meningkatkan kebugaran sekaligus memperkuat semangat kebersamaan antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat.
"TNI Babel Run 2026 ini dilaksanakan untuk meningkatkan kebugaran serta mempererat sinergi antara TNI, Polri, pemerintah, dan masyarakat," sambungnya.
Suasana kegiatan semakin semarak dengan iringan musik, yel-yel penyemangat, pembagian hadiah, serta berbagai doorprize bagi peserta.
Selain TNI Babel Run, rangkaian HUT ke-81 TNI di Bangka Belitung juga diisi dengan sejumlah kegiatan sosial, di antaranya bakti sosial, sunatan massal, donor darah, dan pembagian sembako kepada masyarakat.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: VeraFotografer: Ferdinan/ YoskaEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaPemprov Babel Serahkan Hadiah Pemenang Pawai dan Karnaval HUT ke-81 RI, Ini Daftar Lengkap Pemenangnya
PANGKALPINANG ¬- Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyerahkan hadiah kepada para pemenang pawai, karnaval, kendaraan hias, dan parade drumband dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memberikan uang pembinaan dengan total Rp180 juta, serta piala dan piagam penghargaan kepada para pemenang dari seluruh kategori.
Penyerahan hadiah, dilakukan oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, yang diwakili Asisten Administrasi Umum, Elius Gani, di kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (17/9/2026).
Mengawali sambutannya, Elius Gani, mengemukakan bahwa selain sebagai ajang kompetisi, pelaksanaan Pawai dan Karnaval HUT ke-81 RI juga menjadi sarana membangun karakter, kekompakan, semangat kekeluargaan, serta menjadi wadah bagi masyarakat untuk menumbuhkan kreativitas di tengah keberagaman budaya daerah.
"Atas nama Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak, mulai dari para panitia, juri, peserta dan seluruh masyarakat yang telah bersama-sama menyukseskan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 tahun 2026," tutur Elius.
"Selamat kepada para pemenang. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kepada semua yang telah berpartisipasi menyemarakkan HUT RI," lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Elius mengajak seluruh pihak kembali berkontribusi dalam menyemarakkan peringatan HUT ke-82 Kemerdekaan RI pada 2027 mendatang. Ia berharap, semangat kebersamaan yang telah terbangun melalui rangkaian kegiatan tersebut dapat terus dipertahankan.
Sementara itu, Sekretaris Bakesbangpol Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Riza Aryani, dalam laporannya menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia telah terlaksana dengan baik, lancar, tertib dan sukses.
"Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak atas kehadiran dan partisipasinya, sehingga rangkaian kegiatan ini terlaksana dengan baik, lancar dan tertib," ucap Riza.
Berikut daftar lengkap pemenang Pawai HUT RI ke-81 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2026, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Penetapan Pemenang tanggal 3 September 2026:
1. Pawai Baris-Berbaris (PBB)
A. Tingkat SD Putra
• Juara I : SDN 3 Pangkalpinang
• Juara II : SD Negeri 24 Pangkalpinang
• Juara III : SD Negeri 12 Tempilang
B. Tingkat SD Putri
• Juara I : SDN 1 Pangkalpinang
• Juara II : SDN 1 Mendobarat
• Juara III : SDN 3 Pangkalpinang
C. Tingkat SMP Putra
• Juara I : SMP Negeri 7 Pangkalpinang
• Juara II : SMP Negeri 2 Pangkalpinang
• Juara III : SMP Negeri 1 Pangkalpinang
D. Tingkat SMP Putri
• Juara I : SMP Negeri 2 Pangkalpinang
• Juara II : SMP Negeri 7 Pangkalpinang
• Juara III : SPAMA Pangkalpinang
E. Tingkat SMA/SMK Putra
• Juara I : Baruna SMAN 1 Sungailiat
• Juara II : SMK Negeri 4 Pangkalpinang
• Juara III : SMK Negeri 2 Pangkalpinang
F. Tingkat SMA/SMK Putri
• Juara I : SMK Negeri 2 Pangkalpinang
• Juara II : SMAN 1 Pangkalpinang
• Juara III : SMK Negeri 1 Pangkalpinang
G. Tingkat Instansi
• Juara I : RSUD Depati Bahrin Kabupaten Bangka
• Juara II : BPTD Kelas III Bangka Belitung
• Juara III : Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
H. Tingkat Umum
• Juara I : Pramuka SMANEDASS
• Juara I : Pramuka SMAN 1 Payung Putri
• Juara I : Pramuka SMAN 1 Simpang Rimba
2. Karnaval
A. Tingkat SD/Sederajat
• Juara I : SD Negeri 6 Pangkalpinang
• Juara II : SD Negeri 22 Pangkalpinang
• Juara III : SD Negeri 18 Pangkalpinang
B. Tingkat SMP/Sederajat
• Juara I : SMP Negeri 2 Sungaiselan
• Juara II : SMP Negeri 2 Pangkalpinang
• Juara III : SLB Negeri Pangkalpinang
C. Tingkat SMA/SMK/Sederajat
• Juara I : SMA Negeri 1 Payung
• Juara II : SMA Negeri 1 Pangkalpinang
• Juara III : SMAN 2 Pangkalpinang
D. Tingkat Instansi
• Juara I : Pemerintah Desa Bangka Kota
• Juara II : Pustu Primadesa Bangka Kota
• Juara III : Pemerintah Desa Simpang Rimba
E. Tingkat Umum
• Juara I : Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Desa Bangka Kota
• Juara II : Pondok Kebun
• Juara III : Pemuda Masjid Jamik Bersatu Pangkalpinang
3. Sepeda Hias
A. Tingkat SD/Sederajat
• Juara I : Sepeda Sedatigaluh
• Juara II : MIS Hidayatussalikin Pangkalpinang
• Juara III : SD Negeri 14 Airgegas
B. Tingkat SMP
• Juara I : UPTD SMP Negeri 1 Pemali
• Juara II : SMP Negeri 2 Pangkalan Baru
• Juara III : Teratai Mekar, Generasi Hebat SMPN 5 Pangkalpinang
C. Tingkat Umum
• Juara I : Komunitas Ontel Jadul Keretak Bersatu
• Juara II : Remaja Masjid Al-Hikmah Kincang Beguyur
4. Motor Hias
A. Tingkat SMA/SMK
• Juara I : SMA Muhammadiyah Pangkalpinang
• Juara II : SMKN 2 Pangkalpinang
• Juara III : Pramuka MAN 1 Pangkalpinang
B. Tingkat Instansi
• Juara I : SD Negeri 6 Pangkalpinang
• Juara II : Teacher Sedatigaluh Jaya
• Juara III : DPMPTSP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
C. Tingkat Umum
• Juara I : Unit Donor Darah PMI Kota Pangkalpinang
• Juara II : Merah Putih
• Juara III : Perempuan Desa Air Mesu dan Air Mesu Timur
5. Mobil Hias
A. Tingkat Instansi/BUMN/BUMD
• Juara I : KIP Timah Garuda / PT Timah (Persero) Tbk
• Juara II : Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
• Juara III : Inspektorat Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
B. Tingkat Umum
• Juara I : GS Decoration
• Juara II : Persatuan Batak Islam (PBI) Kota Pangkalpinang
• Juara III : Paguyuban Pasundan Babel
6. Street Parade Drumband
A. Tingkat Junior
• Juara I : Drumband Gita Gemuruh SDANSA SDN 1 Pangkalpinang (Dengan Nilai 766,13)
• Juara II : Drumband Gita Marcia SD Negeri 1 Riau Silip (Dengan Nilai 736,46)
• Juara III : Drumband Widitra Dwijaswara SD Negeri 14 Pangkalpinang (Dengan Nilai 733,25)
B. Tingkat Senior
• Juara I : Marching Band Gema Persada MAN 1 Pangkalpinang (Dengan Nilai 830,25)
• Juara II : Marching Band Mansajiran MAN 1 Bangka Barat (Dengan Nilai 807,30)
• Juara III : Marching Band Putri Islamic Centre Yayasan Bahrul Ulum Islamic Centre (Dengan Nilai 792,20)
Sumber: Dinas KominfoPenulis: VeraFotografer: Idris/IbnuEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaPemprov Babel Lakukan Pembinaan Kapasitas Kader Posyandu se-Bangka Tengah
PANGKALPINANG — Upaya peningkatan kapasitas kader Posyandu terus dilakukan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel). Salah satunya melalui Kegiatan Pembinaan dan Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu se-Kabupaten Bangka Tengah di Ruang Pasir Padi Lantai 3 Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Pangkalpinang, Kamis (17/9/2026).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Pemnprov Babel Babel melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DinsosPMD) bersama Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini merupakan implementasi dari program unggulan Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana (GKSTTB).
Guna suksesnya pelaksanaan kegiatan, penyelenggara mengundang perwakilan Ketua Posyandu desa/kelurahan beserta pengurus Posyandu.
Gubernur Babel, Hidayat Arsani diwakili Kepala Dinas Sosial PMD Provinsi Babel, Darlan, mengatakan, berdasarkan amanah Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024, wajah dan peran Posyandu saat ini telah bertransformasi.
“Posyandu kita hari ini telah berganti wajah, yaitu Posyandu bukan lagi sekadar tempat menimbang bayi atau mengukur berat balita, tetapi lebih kepada layanan dasar yang paling dekat dengan lini keluarga dan desa,” ungkap Darlan saat membuka acara, sekaligus mewakili Ketua TP PKK Provinsi, Noni Hidayat Arsani.
Menurutnya, Posyandu kini diperluas fungsinya untuk mencakup 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM). Kader Posyandu menjadi ujung tombak pelayanan nyata di masyarakat yang mengintegrasikan pilar keluarga sehat, keluarga tanggap lingkungan, hingga keluarga tangguh menghadapi bencana.
Lebih lanjut dia menjelaskan, penanganan berbagai persoalan sosial di masyarakat membutuhkan keterlibatan aktif seluruh kader.
Persoalan seperti kemiskinan ekstrem, perlindungan anak, pemenuhan hak penyandang disabilitas, hingga kesejahteraan lansia, menurutnya lagi, membutuhkan kolaborasi dan deteksi dini agar dapat ditangani secara optimal.
Ia berpesan, agar kepala desa memastikan program Posyandu dengan 6 SPM ini masuk dalam perencanaan desa dan memiliki anggaran operasional yang memadai setiap tahunnya agar kegiatan dapat berkelanjutan.
Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Muda pada Dinas Kesehatan Provinsi Babel, Rita Agustina, selaku narasumber menyoroti pentingnya kepekaan kader terhadap isu-isu sosial dan kesehatan, khususnya pada kalangan remaja.
“Remaja sekarang menghadapi banyak masalah sosial. Kader dan orang tua harus peduli, tolong pantau pergaulan anak di kamar maupun di luar. Untuk remaja, kita fokus pada keterampilan seperti penerapan 'Isi Piringku', aktivitas fisik, dan pencegahan NAPZA,” jelas Rita.
Selain masalah remaja, Rita juga menekankan pentingnya ketelitian dan kompetensi kader dalam melakukan pengukuran dan pencatatan data gizi pada kurva Kartu Menuju Sehat (KMS).
Melalui kegiatan ini, diharapkannya, para kader dan pengurus Posyandu se-Kabupaten Bangka Tengah dapat saling bersinergi dan berkolaborasi dalam memberikan layanan kesehatan serta sosial yang berkualitas, demi menyongsong generasi dan sumber daya manusia tangguh untuk Indonesia Emas 2045.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: IbnuFotografer: Ibnu/FarisEditor: VeraKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaKenyamanan Atlet Jadi Prioritas, PB Porprov VII Babel Tinjau Empat Venue di Kabupaten Bangka
PANGKALPINANG — Kenyamanan Atlet saat berkompetisi di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) ke VII tahun 2026, menjadi prioritas utama Panitia Besar (PB) Porprov VII Babel.
Komitmen tersebut diwujudkan PB Porprov VII Babel dengan memastikan kesiapan venue pertandingan, khususnya dari sisi fasilitas dan kenyamanan atlet.
Beberapa waktu lalu, Ketua PB Porprov VII Babel, Budi Utama, didampingi Wakil Ketua Hardian serta Sekretaris Panji Utama, meninjau empat venue pertandingan yang berlokasi di Sungailiat, Kabupaten Bangka.
Budi Utama mengungkapkan bahwa empat venue yang ditinjau di Sungailiat, akan digunakan untuk cabang olahraga (cabor) pencak silat, senam, basket dan renang.
"Untuk venue senam, berlokasi di Jalan Singayudha Sungailiat, venue renang di Loka Tirta Sungailiat. Kemudian Venue Silat berlokasi di Gedung Olahraga Jalan Pramuka Sungailiat, sementara venue basket itu berlokasi di Sekolah YPK Air Kenanga," terang Budi Utama, di Pangkalpinang, Kamis (16/9/2026).
Dari empat venue itu, kata Budi, tiga kondisinya bagus. Sementara itu, venue senam masih memerlukan sejumlah perbaikan pada beberapa bagian. Terkait hal tersebut, Budi menegaskan, pihaknya telah menyampaikan catatan perbaikan kepada bidang pertandingan untuk segera ditindaklanjuti.
“Sudah kita sampaikan ke bidang pertandingan dan pihak terkait, Insyaallah venue senam ini masuk agenda perbaikan,” ujarnya.
Budi menegaskan, pihaknya akan terus melakukan peninjauan ke venue-venue pertandingan di daerah lainnya guna memastikan pelaksanaan Porprov VII Babel 2026 betul-betul dipersiapkan dengan maksimal.
Terpisah, Ketua KONI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ricky Kurniawan, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah proaktif Panitia Besar (PB) Porprov VII Babel dalam mematangkan persiapan pelaksanaan ajang olahraga tingkat provinsi yang digelar setiap empat tahun tersebut.
“Kami mengapresiasi dan mendukung penuh langkah PB Porprov VII Babel, yang proaktif mematangkan persiapan event ini. Kami di KONI Babel juga intens berkoordinasi dengan PB Porprov, agar pelaksanan event ini sukses,” kata Ricky.
Dalam kesempatan itu, Ricky meminta kontingen kabupaten dan kota yang nantinya bertanding di Porprov VII Babel, dapat mempersembahkan kemampuan terbaik.
“Meski ada dihadapkan dengan sejumlah keterbatasan, semua pihak termasuk para atlet harus tetap memberikan kemampuan terbaik dan mempersembahkan prestasi,” katanya.
Ricky menambahkan, ia bersama Pengurus Provinsi (Pengprov) masing-masing cabang olahraga (cabor) terus berupaya mendorong atlet berprestasi agar dapat melanjutkan kiprahnya ke level nasional. Menurutnya, prestasi atlet tidak hanya ditargetkan pada ajang olahraga di tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tetapi juga diharapkan mampu berkembang dan bersaing di tingkat nasional.
Ditanya soal delapan cabor baru yang dipertandingkan di Porprov VII Babel, Ricky mengaku menyambut baik hal tersebut. Ia menilai, dipertandingkannya 8 Cabor baru di Porprov VII Babel, merupakan sinyal berkembangnya olahraga di Bangka Belitung.
"Di Porprov VII ini ada 8 Cabor baru yang dipertandingkan, di antaranya Wushu, Bridge, Barongsai, Panjat Tebing, Senam, Tenis Meja, Sepak Takraw dan Binaraga," ungkapnya.
Menurutnya, dipertandingkannya delapan cabang olahraga (cabor) pada Porprov VII Babel 2026 menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap cabang olahraga tersebut. Kondisi ini dinilai menjadi sinyal positif bagi perkembangan olahraga di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Menutup pernyataannya, Ricky berharap cabor baru dapat membuka ruang bagi munculnya atlet-atlet potensial yang mampu berkompetisi hingga tingkat nasional sekaligus memperluas partisipasi masyarakat dalam perkembangan olahraga di Babel.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: J. SupranaFotografer: Humas Porprov BabelEditor: VeraKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaKampanye Gemarikan di Air Mawar, Ketua Forikan Noni Hidayat Minta Orang Tua Sajikan Ikan secara Rutin
PANGKALPINANG — Pemenuhan protein hewani sejak dini menjadi salah satu perhatian Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam mencegah stunting. Di Kelurahan Air Mawar, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang, orang tua diajak membiasakan anak mengonsumsi ikan sebagai bagian dari menu keluarga.
Ajakan itu disampaikan Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, dalam Kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Pos PAUD Air Mawar, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan bertema “Protein Ikan untuk Generasi Emas 2045” tersebut menyasar kelompok rentan, khususnya ibu hamil serta bayi di bawah dua tahun (baduta).
Noni Hidayat mengatakan, pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas dapat dimulai dari lingkungan keluarga. Menurut dia, orang tua memiliki peran penting dalam memastikan anak memperoleh asupan gizi yang cukup.
“Di ruang lingkup keluarga, tentunya kita mau memiliki keturunan yang sehat, cerdas dan hebat ya. Kalau kita memiliki anak yang sehat, otomatis anak itu akan kita arahkan menjadi anak bisa mencapai cita-citanya,” ungkap Noni.
Ia mengatakan, Kecamatan Bukit Intan dipilih sebagai salah satu lokasi fokus prioritas penanganan stunting terintegrasi pada 2026 karena masih terdapat balita yang berisiko mengalami stunting.
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 yang disampaikan Noni Hidayat, prevalensi stunting di Bangka Belitung mencapai 20,1 persen. Berdasarkan angka tersebut, kata Noni Hidayat, ada satu dari lima anak yang mengalami stunting.
Noni Hidayat menjelaskan stunting tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan fisik. Kondisi tersebut, lanjutnya, juga dapat berdampak pada perkembangan dan kemampuan belajar anak sehingga berpotensi memengaruhi kualitas kehidupan mereka pada masa mendatang.
Salah satu faktor yang berkaitan dengan stunting menurut Noni Hidayat, ialah kurangnya asupan gizi, termasuk protein hewani. Sebagai daerah kepulauan dengan sumber daya perikanan yang melimpah, lanjut dia, ikan dinilai dapat menjadi salah satu sumber protein hewani yang mudah diperoleh masyarakat.
“Ikan mengandung protein yang tinggi, omega-3, omega-6, vitamin D, serta berbagai mineral penting lainnya yang berperan besar dalam perkembangan otak dan pertumbuhan tinggi badan anak,” ucapnya.
Karena itu, Noni Hidayat menegaskan, pencegahan stunting dimulai dari kebiasaan makan di dalam keluarga.
Ia meminta kepada para orang tua untuk menyajikan ikan secara rutin, mengenalkan beragam olahan ikan kepada anak, memberi contoh dengan makan ikan bersama, serta tetap memantau tumbuh kembang anak melalui posyandu.
“Mari kita ubah kebiasaan makan kita menjadi kebiasaan sehat, karena setiap suapan ikan yang kita berikan adalah investasi bagi masa depan anak-anak kita semua,” ajaknya.
Dalam kegiatan tersebut, Noni juga menyerahkan makanan tambahan dan stimulus paket olahan hasil perikanan kepada sejumlah baduta dan ibu hamil.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Yopi Wijaya, mengatakan Gemarikan merupakan salah satu upaya pemerintah meningkatkan konsumsi ikan sekaligus mendukung pencegahan stunting dan gizi buruk.
“Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus menggalakkan program intervensi spesifik penanganan stunting melalui Gerakan Makan Ikan atau Gemarikan,” kata Yopi.
Intervensi, kata Yopi, ilakukan melalui penyaluran paket makanan olahan berbasis ikan oleh DKP Babel bersama Tim Penggerak PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Yopi mengatakan program tersebut berfokus pada pemenuhan protein bagi kelompok rentan, sekaligus mendorong orang tua lebih memperhatikan kebutuhan gizi seimbang anak.
Berdasarkan pemetaan wilayah, kata Yopi, kasus stunting di Kota Pangkalpinang masih menjadi perhatian, termasuk Kecamatan Bukit Intan dan Kelurahan Air Mawar. Intervensi, lanjut dia, kemudian dilakukan secara bertahap di wilayah yang menjadi titik prioritas.
“Melalui kegiatan ini, kita mendorong agar para ibu-ibu lebih peduli dan konsern berkaitan dengan pemenuhan gizi seimbang, khususnya protein hewani dari ikan kepada anak-anaknya demi menjamin masa depan generasi emas Indonesia,” ujar Yopi.
Dalam Kampanye Gemarikan di Air Mawar, DKP Babel menyalurkan 120 goodie bag berisi paket olahan makanan berbasis protein ikan. Isinya antara lain bakso ikan, nugget ikan, ikan teri, dan berbagai olahan ikan lainnya, dengan menyasar ibu hamil, anak balita, dan baduta.
Setelah intervensi di Kelurahan Air Mawar, DKP Babel dijadwalkan melanjutkan kegiatan serupa di Puskesmas Air Hitam dan sejumlah lokasi lainnya.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: VeraFotografer: Ibnu/FarizEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaGandeng PLN dan PT Pos Indonesia, Noni Hidayat Dorong UMKM Naik Kelas dan Adaptif
PANGKALPINANG — Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menggandeng PLN UP3 Bangka dan PT Pos Indonesia, menggelar kegiatan HUB UMK Babel Scale Up Bersama Pos Indonesia bertajuk Pelatihan Penguatan Supply Chain dan Perluasan Akses Pasar UMKM di Pulau Bangka Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula PLN UP3 Bangka, Rabu (16/9/2026), dengan diikuti para pelaku UMKM se-Pulau Bangka tersebut, dibuka langsung oleh Ketua Dekranasda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani.
Dalam sambutannya, Noni Hidayat mendorong pelaku di Bangka Belitung untuk terus naik kelas. Ia menegaskan, UMKM di Bangka Belitung harus berani melihat peluang yang lebih luas, supaya bisa menembus pasar nasional hingga internasional.
"Pelaku UMKM di Bangka Belitung, harus berani melihat peluang yang lebih luas. Manfaatkan kemajuan teknologi, terus berinovasi, serta bangunlah jejaring seluas mungkin, supaya produk lokal kita mampu menembus pasar nasional bahkan internasional," ucap Noni Hidayat.
Selain itu, Noni Hidayat juga mendorong UMKM di Bangka Belitung untuk terus adaptif, tak hanya berorientasi pada kebutuhan konsumen skala lokal serta terus beradaptasi dengan pesatnya perkembangan teknologi.
"Kita tidak bisa jalan di tempat, kita harus mengikuti apa pun tren yang sedang terjadi. Kemudian, usaha kita ini jangan hanya terpaku pada produk yang dibutuhkan lokal, tapi kita juga harus memikirkan bagaimana caranya mengembangkan produk untuk tingkat nasional bahkan internasional," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Noni Hidayat juga menekankan tentang pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, serta berbagai pihak lainnya dalam mendukung perkembangan UMKM.
Menurut Noni Hidayat, salah satu langkah terbaik yang dapat dilakukan ketika pemerintah menghadapi keterbatasan anggaran, yakni mencari dan membangun kemitraan.
“Sekarang sedang efisiensi anggaran, jadi solusi terbaik yang harus dilakukan, yakni menjalin kemitraan," ujarnya.
Noni Hidayat berharap, kegiatan ini dapat terus dilakukan, sehingga UMKM di Bangka Belitung tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang mengikuti perubahan zaman dan menjadi salah satu penggerak roda perekonomian daerah.
"Mau tidak mau kita harus terus belajar, harus terus mengikuti tren dan perkembangan yang ada,” ucapnya.
Sementara itu, Manajer PLN UP3 Bangka, Muhammad Taufik, mengatakan pengembangan UMKM saat ini tidak cukup jika hanya berorientasi pada peningkatan kapasitas produksi.
Menurutnya, pelaku usaha juga perlu memiliki pemahaman mengenai rantai pasok yang kuat serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak agar usahanya dapat berkembang dan naik kelas.
“Pembinaan ini tidak cukup orientasi pada peningkatan kapasitas produksi, tapi juga bagaimana pelaku usaha bisa berpikir sampai pasok yang kuat serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak,” ujar Muhammad Taufik.
Untuk diketahui, dalam kesempatan itu PLN UP3 Bangka menyerahkan bantuan berupa sertifikat halal ke 10 UMKM binaan dan bantuan berupa alat produksi ke 5 UMKM binaan lainnya, sebagai wujud dorongan nyata dalam meningkatkan kepercayaan konsumen, meningkatkan nilai tambah produk, kapasitas, efisiensi waktu, serta kualitas produksi.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: YoskaFotografer: Idris/YoskaEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaWakili Gubernur, Pj. Sekda Salurkan Tali Asih ASN Peduli Babel dan KORPRI ke Keluarga Almarhum Harrie Patriyadi
BANGKA – Wujud nyata kepedulian sesama kembali ditunjukkan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel). Melalui gerakan ASN Peduli Babel, mewakili Gubernur Babel, Hidayat Arsani, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Babel, Fery Afriyanto menyalurkan langsung kepada tali asih tersebut kepada keluarga almarhum Harrie Patriyadi, seorang ASN yang semasa hidupnya bertugas di Cabang Dinas ESDM Wilayah Kabupaten Bangka.
Penyerahan tali asih tersebut berlangsung Rabu (16/9/2026), di kediaman pribadi almarhum di Sungailiat, dan diterima oleh dr. Dian selaku istri dari almarhum Harrie.
Total bantuan tali asih yang disalurkan dari solidaritas para pegawai mencapai Rp6.850.000, yang juga dilengkapi dengan santunan dari DP KORPRI Babel sebesar Rp5.000.000.
Mewakili Gubernur Hidayat, Pj. Sekda Babel, Fery Afriyanto, menyampaikan, tali asih ini merupakan wujud rasa empati, kebersamaan, dan bentuk dukungan moral dari seluruh keluarga besar Pemprov Babel kepada anggotanya yang sedang tertimpa musibah.
Diharapkan Pj. Sekda, bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban serta memberikan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Selain santunan di atas, kata Pj. Sekda, keluarga almarhum juga akan mendapatkan santunan dari Taspen, yang saat ini masih dalam proses administrasi di Taspen.
Menerima kepedulian tersebut, dr. Dian mewakili keluarga almarhum menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Babel dan rekan-rekan sejawat almarhum.
Bantuan dan doa yang mengalir diakuinya, menjadi penguat bagi keluarga di masa-masa sulit.
Turut hadir mendampingi Pj. Sekda dalam kunjungan silaturahmi tersebut di antaranya jajaran pengurus ASN Peduli Babel, perwakilan DP KORPRI Babel, serta Kepala Cabang Dinas ESDM Wilayah Bangka, Lisbagyo.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: Tim IKP Diskominfo BabelFotografer: Tim IKP Diskominfo BabelEditor: AhmadKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaDigemari Wisatawan, TP-PKK Babel Dorong Pantiaw jadi Sumber Penghasilan Tambahan Baru Bagi Keluarga di Belinyu
BANGKA — Pantiaw khas Belinyu digemari oleh wisatawan yang berkunjung, dan memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk usaha yang mampu memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga.
Namun, pengembangan kuliner berbahan dasar ikan tersebut masih menghadapi keterbatasan jumlah pelaku usaha dan persoalan kemasan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam Pelatihan Vocational Pengolahan Hasil Perikanan dan Edukasi Peningkatan Daya Saing di Kelurahan Kutopanji, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Kamis (10/9/2026).
Ketua TP-PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, melalui Ketua Bidang II Pendidikan dan Peningkatan Ekonomi Keluarga, Sri Hadiyati Yunan Helmi, mengatakan pantiaw merupakan salah satu makanan khas Belinyu yang telah dikenal dan cukup digemari wisatawan.
Namun, menurutnya, jumlah pelaku UMKM yang memproduksi pantiaw saat ini masih terbatas. Kemasan produk, lanjut dia, juga perlu mendapat perhatian agar pantiaw semakin menarik dan mampu bersaing di pasaran.
“Melalui pelatihan ini, ibu-ibu dapat memiliki keterampilan untuk mengolah hasil perikanan menjadi produk yang lebih bernilai dan memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha,” kata Sri Hadiyati.
Sri Hadiyati mengatakan, potensi hasil perikanan di Bangka Belitung yang melimpah dapat menjadi bahan baku untuk menghasilkan berbagai produk pangan bernilai tambah.
Karena itu, lanjut dia, TP-PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendorong lahirnya wirausaha baru, yang dapat mengembangkan pantiaw, menjadi salah satu sumber tambahan penghasilan baru bagi keluarga di Belinyu.
Dalam kesempatan itu, Sri Hadiyati menekankan, kualitas produk menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing. Menurutnya, makanan yang enak dan bergizi perlu didukung kebersihan serta kemasan yang menarik agar lebih mudah diterima pasar.
Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan teori mengenai pembuatan pantiaw khas Belinyu, tetapi juga langsung mempraktikkannya. Peserta diajarkan mulai dari membuat adonan hingga mengemas produk agar terlihat lebih menarik.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: VeraFotografer: FerdinanEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaTP-PKK Babel Bekali Kader UP2K Keterampilan Pengolahan Hasil Perikanan
BANGKA — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terus mendorong peningkatan keterampilan kader dalam mengembangkan potensi ekonomi keluarga.
Upaya tersebut dilakukan melalui Pelatihan Vocational Pengolahan Hasil Perikanan dan Edukasi Peningkatan Daya Saing di Kelurahan Kutopanji, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan dibuka Ketua TP-PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Noni Hidayat Arsani, melalui Ketua Bidang II Pendidikan dan Peningkatan Ekonomi Keluarga, Sri Hadiyati Yunan Helmi, dan turut dihadiri para pengurus TP-PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kabupaten serta desa/kelurahan.
Sri Hadiyati mengatakan, pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan keterampilan kader TP-PKK yang tergabung dalam Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K).
“Alhamdulillah hari ini kita memberikan pelatihan vokasional untuk kader TP-PKK yang tergabung dalam UP2K sebagai upaya peningkatan penghasilan keluarga,” ujar Sri Hadiyati.
Menurut Sri Hadiyati, pelatihan tidak hanya memberikan keterampilan dalam mengolah hasil perikanan, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai bagaimana produk yang dihasilkan dapat memiliki nilai ekonomi dan dikembangkan menjadi peluang usaha.
Terlebih, kata dia, Bangka Belitung memiliki potensi hasil perikanan yang melimpah sehingga perlu diolah menjadi produk pangan yang memiliki nilai tambah.
Sri Hadiyati berharap, keterampilan yang diperoleh peserta tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Ia juga mendorong agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dan dikembangkan menjadi kegiatan produktif di masing-masing wilayah.
“Pelatihan ini, kami harapkan tidak berhenti pada pembelajaran saja, tetapi bisa dilanjutkan dengan praktik dan pengembangan usaha oleh masyarakat,” harapnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai pengolahan hasil perikanan sekaligus edukasi peningkatan daya saing produk. Materi yang diberikan mencakup kualitas, kebersihan, kemasan hingga nilai jual.
Setelah mendapatkan teori dari narasumber, peserta kemudian langsung mempraktikkan pengolahan produk, mulai dari proses pembuatan hingga pengemasan.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan berita acara serta penyerahan bantuan peralatan pelatihan kepada TP-PKK Kelurahan Kutopanji, TP-PKK Kelurahan Belinyu dan TP-PKK Desa Karya Makmur.
Bantuan berupa panci kukusan besar, kompor gas, kuali dan berbagai peralatan dapur lainnya tersebut, diharapkan dapat mendukung kegiatan UP2K di tiga wilayah tersebut.
“Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat untuk membantu usaha UP2K. Tolong dijaga baik-baik dan semoga ke depannya kita akan berikan kepada desa-desa yang lain,” tutup Sri Hadiyati.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: VeraFotografer: FerdinanEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita
PB Porprov Babel Terima Kunjungan DPRD dan Pengurus KONI Beltim, Pastikan Kontingen Peroleh Fasilitas Layak
PANGKALPINANG — Ketua Panitia Besar (PB) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Babel, Budi Utama, melalui Sekretaris Umum, Panji Utama beserta jajaran, menerima kunjungan Ketua dan Anggota Komisi III DPRD, serta Pengurus KONI Kabupaten Belitung Timur (Beltim).
Kehadiran mereka di Sekretariat PB Porprov VII, GOR Sahabudin, Kamis (10/9/2026) tersebut, untuk memastikan kontingen daerahnya memperoleh fasilitas yang layak selama mengikuti Porprov VII Babel.
"Ada beberapa hal yang kami ingin pastikan agar atlet dari Belitung Timur memperoleh fasilitas yang layak saat Porprov VII berlangsung, di antaranya, pengaturan keberangkatan dan kepulangan atlet berdasarkan jadwal pertandingan," kata Ketua Komisi III DPRD Beltim, Akhirudin.
Di kesempatan yang sama, Ketua KONI Belitung Timur, Hendro, menilai komunikasi langsung dengan panitia penting dilakukan agar kebutuhan kontingen dapat dipersiapkan sebelum pertandingan berlangsung. "Terima kasih, Pak Sekretaris Umum PB, telah menerima kunjungan kami hari ini," tutur Hendro.
Sementara, Ketua PB Porprov VII Babel, Budi Utama, melalui Sekretaris Umum, Panji Utama memastikan kebutuhan kontingen menjadi bagian penting dalam persiapan penyelenggaraan.
Koordinasi sejak awal dinilai penting, agar atlet dapat berkonsentrasi penuh selama menghadapi pertandingan.
Menurut Panji, kesiapan penyelenggaraan Porprov tidak hanya menyangkut venue pertandingan. Fasilitas pendukung, lanjut dia, termasuk penginapan dan pengaturan mobilitas kontingen, juga perlu dipastikan sejak awal.
"Segala kebutuhan, mulai dari venue, jadwal tanding, penginapan atlet, hingga fasilitas pendukung, harus dikoordinasikan sejak awal, supaya pelaksanaan Porprov berjalan baik dan atlet dapat berkonsentrasi pada pertandingan," ucap Panji.
Panji mengatakan, kunjungan Komisi III DPRD dan KONI Belitung Timur menjadi ruang koordinasi untuk menghimpun kebutuhan serta masukan terkait persiapan kontingen.
Dengan demikian, lanjut Panji, kebutuhan kontingen dapat dipetakan lebih awal. "Kami menyambut baik kunjungan Komisi III DPRD dan KONI Belitung Timur. Masukan yang disampaikan menjadi bahan koordinasi bagi PB Porprov dalam memastikan kesiapan venue dan fasilitas pendukung bagi kontingen,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas kesiapan venue yang akan digunakan selama Porprov, alternatif penginapan kontingen, pengaturan kedatangan dan kepulangan atlet berdasarkan jadwal pertandingan, hingga kebutuhan fasilitas pendukung selama kompetisi.
Porprov VII Babel sendiri, dikatakannya, dijadwalkan berlangsung pada 7–14 November 2026 mendatang dengan mempertandingkan 26 cabang olahraga.
Ajang olahraga empat tahunan tingkat provinsi tersebut, akan digelar di tiga wilayah kabupaten dan kota di Bangka Belitung, di antaranya di Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka dan Kabupaten Bangka Tengah.
Dalam kunjungan tersebut, Akhirudin didampingi Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Belitung Timur Zulchaidir dan Anggota Oscar Habib.
Hadir pula Sekretaris KONI Belitung Timur Ferizal, Kabid Binpres Rahyu Ahmad Ginanjar, serta jajaran pengurus KONI Belitung Timur.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: Idris AfFotografer: Humas PB PorprovEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaNoni Hidayat Ajak Anak Berani Tolak Terhadap Narkoba dan Hentikan Perundungan
PANGKALPINANG — Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, mengajak anak-anak di Negeri Serumpun Sebalai, berani mengatakan menolak terhadap narkoba, dan tidak tinggal diam alias menghentikan ketika menghadapi atau menyaksikan perundungan dan kekerasan.
Menurut Noni, keberanian anak untuk menolak narkoba dan melaporkan tindakan perundungan maupun kekerasan perlu dibangun melalui komunikasi yang terbuka antara anak, orang tua dan tenaga pendidik.
“Untuk itu, kepada para orang tua dan tenaga pendidik, mari bangun komunikasi terbuka dengan anak-anak kita, supaya berani menolak narkoba dan melaporkan perundungan maupun kekerasan yang dialami atau dilihat di lingkungan sekitar,” kata Noni Hidayat dalam sambutannya, saat Sosialisasi dan Deklarasi Cegah Narkoba, Perundungan dan Kekerasan di GOR Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Rabu (9/9/2026).
Noni Hidayat mengatakan, perlindungan anak tidak dapat hanya dibebankan kepada satu pihak. Menurut dia, keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat, memiliki peran yang sama penting dalam memastikan anak tumbuh di ruang yang aman dan sehat.
Lebih lanjut Noni Hidayat menekankan, bahwa anak berhak tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang nyaman, sehat, serta terbebas dari narkoba, perundungan dan kekerasan.
“Acara ini bukan hanya seremonial. Ini janji dan komitmen kita untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi anak,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Kabupaten Belitung, Hastari Wardianti Djoni Alamsyah, menilai edukasi mengenai bahaya narkoba, perundungan, dan kekerasan perlu diberikan sejak usia dini.
“Dari kecil sudah kita cegah. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini akan berlanjut terus sehingga anak kita menjadi generasi emas 2045 yang hebat,” ujar Hastari.
Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos PMD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Darlan, mengatakan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan sekaligus pembekalan bagi anak agar mampu melindungi diri.
“Kita mengharapkan mereka menjadi generasi yang bebas dari narkoba, perundungan, dan menjadi generasi yang berkarakter, cerdas, serta hebat di masa depan,” kata Darlan.
Kegiatan diawali dengan senam BERANI (Bergerak Aktif Bersama Bunda Noni), kemudian dilanjutkan dengan Deklarasi Cegah Narkoba, Perundungan, dan Kekerasan yang dipimpin Darlan.
Sesi sosialisasi, menghadirkan Agus Handoko dan Ustaz Arumuzwara sebagai narasumber, dengan Sekretaris II TP-PKK Babel sebagai moderator.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk menjadikan perlindungan anak sebagai gerakan yang dimulai dari lingkungan terdekat, yakni keluarga, sekolah, pertemanan, hingga masyarakat.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: FarisFotografer: Jo Fandi/FarisEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaJadi Pintu Masuk Layanan Dasar Masyarakat, Noni Hidayat Dorong Kader Posyandu Terus Tingkatkan Kapasitas
BELITUNG TIMUR — Posyandu kini tak lagi sekadar menjadi tempat menimbang balita, serta memantau kesehatan ibu dan anak. Perannya telah bertransformasi menjadi pintu masuk pelayanan dasar masyarakat, melalui enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Hal itu dituturkan Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos PMD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Darlan, saat membacakan sambutan Ketua Tim Pembina Posyandu Babel, Noni Hidayat Arsani, dalam Rapat Koordinasi Posyandu Enam SPM se-Pulau Belitung, yang berlangsung di Auditorium Zahari MZ, Belitung Timur, Selasa (8/9/2026).
"Transformasi layanan posyandu melalui enam SPM, merupakan upaya pemerintah mendekatkan pelayanan dasar kepada masyarakat," tutur Darlan.
Ketua Tim Pembina Posyandu, sambung Darlan mendorong para kader Posyandu agar terus meningkatkan kapasitas, seiring meluasnya peran Posyandu.
Ia melanjutkan, kader posyandu tidak hanya dituntut mampu mengenali persoalan masyarakat sejak dari keluarga, tetapi juga menjadi penghubung dengan perangkat daerah terkait untuk memastikan persoalan sosial yang ditemukan di lapangan mendapat penanganan.
"Melalui enam SPM, persoalan sosial di masyarakat seperti data kemiskinan, deteksi dini gizi buruk, lansia telantar, serta hak penyandang disabilitas, dapat dideteksi lebih cepat dan dikawal bersama secara inklusif," ucapnya.
Lebih lanjut Darlan menyampaikan tentang pentingnya kerjasama lintas sektor dalam menjalankan enam SPM. Transformasi posyandu, lanjut Darlan, tidak akan berjalan tanpa ada koordinasi yang baik antara perangkat daerah dan jajaran Posyandu di seluruh tingkatan.
“Enam bidang ini butuh komitmen kolektif bersama, supaya bisa berjalan dengan baik," tutupnya.
Rakor Posyandu Enam SPM se-Pulau Belitung, diikuti pengurus Posyandu tingkat kecamatan, kelurahan dan desa, para kepala desa, serta perangkat daerah pengampu enam SPM dari Kabupaten Belitung dan Belitung Timur.
Dalam rakor tersebut, sejumlah narasumber, meliputi Darlan dan Nurul Huda dari Dinsos PMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Arifiyanto dari Dinas PUPR, Rita Agustina dari Dinas Kesehatan, serta Marwiyah dari Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memaparkan berbagai materi.
Untuk diketahui, Enam bidang SPM yang menjadi cakupan Posyandu meliputi kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat.
Pada bidang kesehatan, kader mendukung pemeriksaan ibu hamil, pemantauan balita, imunisasi, penimbangan, skrining penyakit, dan pemantauan gizi. Di bidang pendidikan, perannya mencakup layanan PAUD, edukasi keluarga dan literasi.
Sementara bidang pekerjaan umum berkaitan dengan akses air bersih dan sanitasi, bidang perumahan rakyat berkaitan dengan pendataan rumah layak huni dan lingkungan sehat, bidang sosial dengan informasi dan konsultasi bantuan sosial, sedangkan ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat mencakup edukasi keamanan serta kesiapsiagaan bencana.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: Idris AfFotografer: Jo Fandi/FarisEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaTim PB Porprov VII Babel Mulai Periksa Keabsahan Dokumen Asli 2.187 Atlet
PANGKALPINANG — Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) ke-VII tahun 2026, Pengurus Besar (PB) Porprov Babel terus mematangkan persiapan administrasi para peserta yang akan bertanding.
Salah satunya, saat ini, memasuki pendaftaran tahap ketiga. Tim PB Porprov mulai melakukan verifikasi dan keabsahan dokumen asli 2.187 atlet.
Ketua PB Porprov 2026, Budi Utama melalui Sekretaris PB Porprov VII, Panji Utama menyampaikan, pendaftaran tahap III ini menjadi langkah krusial untuk memastikan legalitas para peserta yang akan bertanding di ajang Porprov VII.
Verifikasi dilakukan sesuai jadwal dengan pemeriksaan dokumen asli keabsahan mencakup KTP, Kartu Keluarga (KK), dan Akta Kelahiran.
"Kemarin (7/9/2026) jadwal pemeriksaan dokumen asli keabsahan untuk Kabupaten Belitung dan Kabupaten Belitung Timur, hari ini (8/9/2026) verifikasi untuk Kabupaten Bangka Selatan dan Kabupaten Bangka Barat. Sedangkan besok (9/9/2026) dilanjutkan untuk Bangka dan Bangka Tengah. Kota Pangkalpinang pada Kamis (10/9/2026)," jelas Panji di GOR Sahabudin, Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, Selasa (8/9/2026).
Dalam pelaksanaannya, Panji mengungkapkan lebih lanjut, Subbidang Data dan Keabsahan PB Porprov melibatkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).
Keterlibatan Dukcapil bertujuan untuk mengecek dan memastikan keabsahan Nomor Induk Kependudukan (NIK) serta keaslian dokumen KTP yang dibawa oleh tim aju dari masing-masing kontingen.
Sementara itu, Kepala Bidang Keabsahan PB Porprov VII, Fitrayani mengatakan, pada pelaksanaan Porprov VII, tim keabsahan mulai melakukan verifikasi terhadap 2.187 atlet.
Dia menegaskan status data atlet tidak ada lagi pergantian atau perubahan peserta. "Ada 2.187 atlet dari 26 cabang olahraga yang saat ini sedang diverifikasi keabsahannya. Untuk atlet sekarang sudah tidak boleh lagi ada pergantian. Jadi, berdasarkan surat dari PB, batas akhir perubahan data telah ditetapkan sampai tanggal 3 September lalu," ujar Fitrayani.
Dalam tahapan verifikasi ini, tim pemeriksa fokus mengecek keabsahan dokumen kependudukan melalui data Catatan Sipil serta kelengkapan surat mutasi atlet dari masing-masing daerah.
Setelah tahapan pemeriksaan dokumen daerah selesai, kata Fitrayani, maka proses akan berlanjut ke verifikasi tingkat Pengurus Provinsi (Pengprov) Cabang Olahraga (Cabor).
"Setelah verifikasi ini selesai, dilanjutkan dengan verifikasi dari Pengprov Cabor dan proses berikutnya hingga akhirnya diterbitkan Surat Keputusan (SK) resmi oleh PB Porprov sebagai data final," ucap Fitrayani.
Fitrayani menegaskan komitmennya dalam memverifikasi keabsahan dokumen para atlet yang akan bertanding. Proses verifikasi ini mencakup pemeriksaan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), hingga akta kelahiran guna memastikan status keikutsertaan atlet, baik dari lokal Bangka Belitung (Babel) maupun luar daerah.
Melalui tahapan keabsahan ini, Fitrayani berharap atlet-atlet yang dinyatakan lolos tidak hanya sekadar memperkuat kontingen kabupaten atau kota masing-masing pada Porprov mendatang, tetapi juga mampu menunjukkan prestasi yang membanggakan di level yang lebih tinggi.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: VeraFotografer: Yoska/FerdinanEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaTP-PKK Babel Bekali Kader Posyandu Belitung Keterampilan Olah Pangan Lokal Melalui Orientasi Pendidikan Gizi
PANGKALPINANG — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), memberikan pembekalan bagi kader Posyandu Belitung keterampilan olahan pangan melalui Orientasi Pendidikan Gizi Makanan Tambahan (PMT) Berbasis Pangan Lokal.
Kegiatan yang dihadiri jajaran pengurus PKK di Pulau Belitung di Ruang Pertemuan Kantor Bupati Belitung, Senin (7/9/2026) ini bertujuan memperkuat peran kader Posyandu sebagai ujung tombak pencegahan stunting di tengah masyarakat.
Peserta orientasi dibekali berbagai materi praktis, mulai dari teknik pengolahan makanan, perhitungan gizi sederhana menggunakan alat rumah tangga sehari-hari, hingga penyusunan variasi menu harian.
Dalam sambutannya, Ketua TP-PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, melalui Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos PMD), Darlan, menuturkan bahwa kader memiliki peran strategis untuk mendampingi dan mengedukasi keluarga secara langsung.
"Kader adalah sosok yang paling dekat dengan masyarakat. Melalui kegiatan ini, kita ingin mengajarkan bahwa makanan bergizi tidak harus mahal dan tidak sulit didapat. Bahan pangan lokal seperti ikan, telur, tahu, tempe, hingga sayuran di sekitar kita punya gizi luar biasa," tutur Darlan.
Darlan menuturkan, melalui pelaksanaan orientasi ini, para kader dapat membawa pulang keterampilan baru untuk mewujudkan generasi Bangka Belitung yang sehat, cerdas dan bebas stunting.
Sementara itu, Staff Ahli Bidang 1 TP-PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, drg. Suniti, menyambut positif pelatihan ini. Ia menilai materi yang diberikan sangat aplikatif dan mudah diterapkan oleh para kader saat turun ke lapangan.
"Pelatihannya sangat praktis. Tanpa timbangan pun kader diajari menakar gizi pakai takaran sederhana seperti gelas. Selain itu, kader dibekali cara menyusun menu dan pelaporan kerja yang tertata rapi," ungkap Suniti.
Selain mendapat pembekalan tentang Keterampilan Olah Pangan Lokal, para peserta juga mendapat sosialisasi tentang transformasi Posyandu sesuai Permendagri No. 13 Tahun 2024.
Dalam kesempatan itu, turut dilakukan pula penyerahan buku Besti (Buku Resep Tumbuh Tinggi Bunda Noni), yang diserahkan secara simbolis oleh Ketua TP PKK Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, melalui Kepala Dinsos PMD, Darlan, yang diterima langsung oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Belitung, Hastari Wardianti Djoni Alamsyah.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: FarisFotografer: Jo Fandi/FarisEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaTP PKK Babel Luncurkan Buku "BESTI" Karya Noni Hidayat Arsani, Jawaban Pertanyaan Para Ibu
BELITUNG — Makanan sehat dan bergizi untuk anak, tidak selalu harus mahal. Pangan lokal yang ada di sekitar rumah pun dapat diolah menjadi menu bergizi dan menarik bagi anak.
Semangat tersebut menjadi salah satu pesan yang disampaikan Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, melalui peluncuran inovasi praktis berupa BESTI (Buku Resep Tumbuh Tinggi Bunda Noni) dalam acara Orientasi Pendidikan Gizi PMT Berbasis Pangan Lokal di ruang pertemuan Bupati Belitung, Selasa (7/9/2026).
Buku BESTI hadir untuk menjawab beragam pertanyaan para ibu dan kader Posyandu dalam menyusun menu makanan harian anak yang bergizi, lezat, dengan harga terjangkau.
Apresiasi tinggi disampaikan oleh Staf Ahli Bidang 1 TP PKK Kepulauan Bangka Belitung, drg. Suniti. Menurutnya, buku karya Noni Hidayat Arsani ini sangat membantu masyarakat di lapangan.
"Melalui BESTI, kita dibekali pilihan menu resep dari Ketua kita untuk mengatasi kebingungan dalam menentukan menu harian. Kalau Ibu bingung atau bosan, tinggal mengintip buku Bestie-nya," ujarnya.
Suniti juga memuji materi pelatihan gizi yang diajarkan secara sederhana dan praktis. Kader diajarkan mengukur gizi menggunakan peralatan rumah tangga yang ada, seperti gelas bekas minuman, serta memanfaatkan bahan pengganti protein lokal secara optimal.
Noni Hidayat Arsani menegaskan, bahan pangan di sekitar Bangka Belitung, seperti ikan, telur, tahu, tempe, dan sayuran lokal, memiliki gizi yang sangat tinggi.
"Mari kita ubah cara pandang masyarakat, jangan ada anggapan makanan sehat itu harus mahal. Pangan lokal adalah kekuatan kita untuk membangun generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting," tegas Noni.
Lewat kehadiran buku BESTI dan kepedulian TP PKK Babel, pemenuhan gizi anak kini jadi lebih mudah, murah, dan menyenangkan bagi seluruh keluarga.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: FarisFotografer: Idris Af/ FarisEditor: VeraKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaNoni Hidayat Dorong Posyandu Belum Terdaftar Segera Registrasi ke Kemendagri
BELITUNG — Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, mendorong Posyandu di Negeri Serumpun Sebalai yang belum terdaftar untuk segera melakukan registrasi ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), agar memiliki tata kelola dan administrasi yang lebih baik.
Dorongan itu, disampaikan Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos PMD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Darlan, saat mewakili Ketua TP-Posyandu, Noni Hidayat Arsani, dalam kegiatan pembinaan dan monitoring Posyandu terintegrasi 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Posyandu Permata Ibu, Desa Cerucuk, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung, Senin (7/9/2026).
Dalam kesempatan itu, Darlan menuturkan, tentang pentingnya penguatan peran Posyandu sekaligus keaktifan para kader di lapangan. Darlan mengatakan, Posyandu harus memiliki peran yang lebih luas dalam kehidupan masyarakat.
Darlan melanjutkan, Kader Posyandu tidak hanya menjalankan kegiatan pelayanan rutin, tetapi juga diharapkan mampu menjadi pihak yang peka terhadap berbagai persoalan yang muncul di lingkungan masyarakat.
Lebih lanjut Darlan menyampaikan, Posyandu kini tak hanya berkaitan dengan pelayanan kesehatan, tetapi mencakup enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat dan sosial.
"Sekarang Posyandu telah bertransformasi. Pemenuhan enam SPM menjadi bagian penting dalam penguatan fungsi Posyandu, mulai dari sisi kesehatannya, pendidikan anak usia dini, sanitasi lingkungan, infrastruktur, ketertiban umum, hingga layanan sosialnya. Jadi, Kader Posyandu harus mampu menjadi garda terdepan ketika terdapat permasalahan di masyarakat," tutur Darlan.
Tak lupa, Darlan dalam kesempatan tersebut, mengapresiasi Posyandu Permata Ibu, Desa Cerucuk, yang sebelumnya pernah meraih Juara II Posyandu Terbaik tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Ketua TP Posyandu Kabupaten Belitung, Hastari Wardianti Djoni Alamsyah, menyambut baik pembinaan dan monitoring dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Menurut Hastari, kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk mengevaluasi pelaksanaan Posyandu sekaligus membahas berbagai hal yang masih perlu diperbaiki.
“Kehadiran tim provinsi ini menjadi kesempatan berharga untuk berdiskusi, mengevaluasi kegiatan, dan mencari solusi atas hal-hal yang perlu ditingkatkan,” ujar Hastari.
Hastari berharap, Posyandu di Kabupaten Belitung, khususnya Posyandu Permata Ibu, dapat semakin tertata dan mandiri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Dukungan juga disampaikan Kepala Desa Cerucuk, Kusmadi. Ia menilai kader Posyandu memiliki peran penting karena data yang dihimpun dari masyarakat menjadi salah satu dasar pemerintah desa dalam menyusun program dan perencanaan pembangunan.
“Data yang Bapak/Ibu catat dan timbang hari ini akan menjadi dasar kami dalam menyusun program dan anggaran desa tahun depan,” ujar Kusmadi.
Menutup pernyataannya, Kusmadi memastikan, Pemerintah Desa Cerucuk mendukung keberadaan Posyandu melalui dukungan anggaran, sarana dan kebijakan yang diperlukan, untuk memajukan Posyandu.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: Idris AfFotografer: Jo Fandi/FarisEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita
Makin Mantap! PB Finalisasikan Waktu Tanding dan Venue 26 Cabor Porprov VII Babel
PANGKALPINANG — Panitia Besar (PB) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Bangka Belitung (Babel), telah memfinalisasi waktu dan tempat (venue) pertandingan 26 cabang olahraga (cabor), yang akan dipertandingkan di ajang olahraga tingkat provinsi empat tahunan tersebut.
Hal itu disampaikan Ketua PB Porprov VII Babel, Budi Utama, di Pangkalpinang, Minggu (6/9/2026).
"Hari Jumat 4 September 2026 kemarin, kami menggelar Rapat Koordinasi Bidang Pertandingan di ruang rapat GOR Sahabuddin Pangkalpinang. Hasilnya, alhamdulilah waktu dan tempat pertandingan, untuk 26 Cabor yang akan dipertandingkan di Porprov VII Babel nanti sudah difinalisasi," ungkap Budi Utama.
Menurut Budi, kepastian jadwal dan informasi menjadi bagian penting agar seluruh kontingen dapat mempersiapkan diri menghadapi pertandingan. Oleh karenanya, Budi meminta jajaran panitia untuk menyusun dan menginformasikan seluruh agenda secara jelas ke seluruh kontingen.
"Kami di PB, terus berusaha menyusun agenda Porprov VII dengan baik, supaya segala informasi, mulai dari tempat dan jadwal tanding, serta berbagai hal terkait lainnya, bisa tersampaikan dengan baik ke para kontingen," jelasnya.
Lebih lanjut, Budi meminta jajaran panitia untuk memaksimalkan kesiapan venue. Ia juga mengingatkan seluruh panitia untuk tetap kompak dalam menjalankan tugas, meskipun penyelenggaraan Porprov tahun ini berlangsung dalam kondisi efisiensi.
"Pelaksanaan Porprov tinggal 62 hari lagi. Kami juga terus mengejar kesiapan venue, agar pelaksanaan pertandingan dapat berlangsung maksimal. Di event ini, semua pihak yang terlibat di jajaran kepanitiaan, telah di-SK-kan oleh Gubernur," ujarnya.
"Kita ingin Porprov VII ini bisa lebih sukses dari Porprov sebelumnya. Jadi, semua panitia harus kompak dan bahu-membahu menjalankan event ini dengan baik, meskipun dihadapkan dengan kondisi efisiensi," sambungnya.
Sementara itu, Ketua Bidang Pertandingan PB Porprov VII Babel, Harun, mengungkapkan, finalisasi waktu dan tempat pertandingan perlu dilakukan, mengingat sejumlah venue menghadapi kendala kondisi lapangan akibat musim panas, terutama untuk cabang olahraga sepak bola, balap sepeda dan voli pasir.
“Beberapa venue kondisinya kurang layak, akibat musim panas, tapi alhamdulilah sudah clean dan clear, solusinya sudah ada," jelas Harun.
Selain itu, kata Harun, rapat juga membahas tentang dukungan peralatan dan perlengkapan pertandingan untuk masing-masing cabor, serta persiapan keabsahan peserta Porprov VII Bangka Belitung, yang dipaparkan oleh Ketua Komisi Keabsahan bersama unsur subbidang keabsahan.
“Penguatan terhadap dukungan peralatan dan perlengkapan cabor juga sudah disepakati, termasuk solusi yang akan ditempuh. Untuk keabsahan peserta Porprov VII, akan dijadwalkan pada 11 September 2026 mendatang, di GOR Sahabuddin. Nanti para Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) masing-masing cabor diminta hadir," pungkasnya.
Sekadar informasi, rapat koordinasi yang digelar Jumat (4/9/2026) lalu, turut dihadiri Sekretaris Umum PB, Ketua Bidang Pertandingan, Ketua Komisi Keabsahan beserta anggota subbidang keabsahan, serta Technical Delegate (TD)/Koordinator Pelaksana (Kopel) cabang olahraga yang dipertandingkan pada Porprov VII.
Untuk diketahui, Porprov VII Babel dijadwalkan berlangsung selama sepekan, mulai dari tanggal 7-14 November 2026 mendatang, di Kabupaten Bangka, Bangka Tengah dan Kota Pangkalpinang.
Ajang olahraga tersebut, mempertandingkan 26 cabor, meliputi atletik, pencak silat, menembak, taekwondo, renang, bulu tangkis, karate, tenis, bola basket, sepak bola putra, biliar, catur, drum band, panahan, bola voli/voli pasir, tinju, balap sepeda, gulat, binaraga, sepak takraw, wushu, tenis meja, senam, panjat tebing, barongsai, dan bridge.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: Idris AfFotografer: Humas PB Porprov Editor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaPemprov Bersama KPID Babel Edukasi Pelajar SMADA Lewat Literasi Media, Ajak Generasi Muda Cerdas Bermedia Sosial
PANGKALPINANG — Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel), melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) bersama Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID), memberikan edukasi bagi para pelajar SMADA bagaimana cara bijak menggunakan AI dan menyaring informasi lewat Literasi Media.
Kegiatan berlangsung di SMA Negeri 2 Pangkalpinang, Kamis (3/9/2026) tersebut, menghadirkan Kepala Diskominfo Bangka Belitung, Eko Sentosa dan Ketua KPID Bangka Belitung, M Adha Al Kodri, sebagai narasumber.
Dalam paparannya yang bertajuk "Cerdas Bermedia di Era Digital: Bijak Menggunakan AI dan Menyaring Informasi", Eko Sentosa mengemukakan, perkembangan berbagai platform digital dan media sosial, telah memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam membuat dan menyebarkan informasi.
Namun, lanjut Eko, di balik kemudahan itu, perkembangan teknologi digital juga menghadirkan beragam tantangan, antara lain maraknya disinformasi, deepfake, serta berita palsu atau hoaks, yang dapat dengan mudah beredar di berbagai platform digital.
"Di Era digitalisasi seperti saat ini, semua pihak dituntut untuk tidak hanya semakin kreatif, tetapi juga semakin bijak," ucap Eko.
Menurut Eko, penggunaan media sosial saat ini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari termasuk para pelajar. Oleh karenanya, ia mengingatkan para pelajar untuk memahami cara menggunakan teknologi, serta memilah dan menyaring informasi yang diterima.
“Setiap unggahan maupun informasi yang disebarkan perlu dipertimbangkan dengan baik. Bijaklah dalam menggunakan media sosial, saring setiap informasi sebelum dibagikan. Karena, apapun yang diposting dan disebarkan, ada konsekuensinya," pesannya.
Lebih lanjut Eko mengatakan, perkembangan AI sangat memudahkan proses pembuatan konten secara instan, namun teknologi ini juga membawa tantangan besar.
Oleh karenanya, Eko berharap, para pelajar mampu menjadi agen perubahan (agent of change) yang menerapkan literasi media mulai dari diri sendiri, serta membagikan edukasi tersebut kepada lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat luas.
"Teknologi adalah alat yang hebat ditangan pengguna yang bijak. Jadilah remaja Serumpun Sebalai yang cerdas, kritis dan beretika di dunia digital," pesannya lagi.
Sementara itu, Ketua KPID Bangka Belitung, M Adha Al Kodri, mengatakan, penyelenggaraan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital siswa, sekaligus membekali mereka, agar mampu memanfaatkan media sosial dan teknologi AI secara cerdas dan bertanggung jawab.
“Edukasi bagi masyarakat, terutama pelajar sangat penting dilakukan, supaya mereka mampu membedakan informasi yang sesuai dengan fakta serta memahami aturan dan ketentuan yang berlaku,” jelas Adha.
Dengan meningkatnya literasi media, kata Adha, masyarakat ke depannya semakin mampu memanfaatkan media sosial dan teknologi AI secara cerdas, etis dan bertanggung jawab, sebagai bekal menghadapi era transformasi digital yang terus berkembang.
"Kami harap, ke depannya masyarakat khususnya generasi muda, semakin cerdas dalam memilih tayangan yang memberikan nilai edukatif dan manfaat positif," harapnya.
Acara semakin meriah saat memasuki sesi tanya jawab. Zalfa, siswa kelas XI, mengajukan pertanyaan mengenai alasan gambar pelaku kekerasan seksual sering diburamkan saat diberitakan di media sosial.
Menanggapi hal itu, M Adha Al Kodri memberikan pemahaman bahwa penyebaran informasi tidak hanya harus mempertimbangkan kepentingan publik, tetapi juga aspek hukum yakni asas praduga tidak bersalah, privasi, serta perlindungan terhadap pihak-pihak yang terlibat.
Di lain sisi, Kepala SMA Negeri 2 Pangkalpinang, Yunisfu, menilai perkembangan teknologi digital memberikan banyak kemudahan bagi pelajar dalam memperoleh dan menyebarkan informasi.
Namun, lanjut dia, kemudahan tersebut perlu diimbangi dengan kemampuan memilah informasi agar peserta didik tidak mudah menerima maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Menurut Yunisfu, pemahaman mengenai literasi media sangat penting diberikan kepada peserta didik, agar mereka mampu menggunakan teknologi secara baik.
“Terima kasih kepada Diskominfo dan KPID Bangka Belitung yang telah melaksanakan kegiatan ini,” tutup Yunisfu.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: VeraFotografer: Idris/YoskaEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaJelang Porprov 2026, PB Porprov Babel Perkuat Strategi Humas dan Publikasi
PANGKALPINANG — Menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepulauan Bangka Belitung yang akan berlangsung pada 7–14 November 2026, Pengurus Besar (PB) Porprov Babel memperkuat strategi komunikasi dan publikasi agar informasi mengenai persiapan hingga pelaksanaan ajang olahraga tersebut dapat lebih cepat diketahui masyarakat.
Hal itu menjadi salah satu pembahasan dalam rapat persiapan bidang Humas dan Publikasi PB Porprov Babel yang dipimpin langsung Ketua PB Porprov Babel, Budi Utama, di Ruang Rapat Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), Kamis (3/9/2026).
Porprov 2026 akan digelar di tiga wilayah, yakni Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka Tengah, dan Kabupaten Bangka, dengan mempertandingkan 26 cabang olahraga.
Dalam rapat tersebut, Budi meminta seluruh sumber daya yang tergabung dalam bidang Humas dan Publikasi dapat dimaksimalkan untuk mendukung kebutuhan komunikasi PB Porprov.
Menurutnya, setiap agenda dan kegiatan yang berkaitan dengan persiapan Porprov perlu segera dipublikasikan agar masyarakat mendapatkan informasi mengenai perkembangan penyelenggaraan ajang olahraga tersebut.
“Setiap kegiatan ataupun agenda yang berkaitan dengan PB Porprov harus cepat diberitakan atau dipublikasikan agar dapat diketahui masyarakat luas,” ujar Budi.
Selain mempercepat publikasi, Budi mendorong bidang Humas dan Publikasi menyusun timeline atau kalender konten sebagai acuan dalam mengatur materi komunikasi Porprov.
Kalender konten tersebut diharapkan dapat membuat publikasi lebih terencana, baik untuk menyampaikan perkembangan persiapan, informasi pertandingan, maupun berbagai materi yang dapat memperkenalkan Porprov kepada masyarakat.
Sementara itu, Ketua Bidang Humas dan Publikasi PB Porprov Babel, Eko Sentosa, mengatakan bidang yang dipimpinnya melibatkan sumber daya dari berbagai lintas instansi dan sektor.
Ia berharap seluruh unsur tersebut dapat memanfaatkan keahlian masing-masing dan bekerja secara terpadu untuk menghasilkan karya komunikasi serta publikasi yang mampu memperkenalkan dan mengangkat penyelenggaraan Porprov Babel.
“Kita berharap seluruh unsur yang tergabung dalam bidang Humas dan Publikasi dari berbagai lintas instansi dan sektor dapat berkolaborasi sehingga menghasilkan karya dan publikasi yang dapat mengangkat nama Porprov,” ujar Eko.
Rapat tersebut menjadi bagian dari persiapan bidang Humas dan Publikasi dalam membangun pola kerja komunikasi menjelang pelaksanaan Porprov Babel yang akan berlangsung selama delapan hari di tiga wilayah dengan melibatkan 26 cabang olahraga.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: Idris AfFotografer: IbnuEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita