Tanpa disadari bahwa suatu virus akan masuk ke dalam tubuh seseorang tanpa mengenal usia. Salah satunya yaitu virus Varicella Zoster. Seseorang pun akan terinfeksi virus pada saat daya tahan tubuhnya melemah. Meskipun gejala virus Varicella Zoster yang terjadi pada anak-anak tidak jauh berbeda dengan orang dewasa tetapi komplikasi yang timbul pada orang dewasa lebih serius dibandingkan pada anak-anak. Di Indonesia yang termasuk negara berkembang, kesadaran akan penyakit cacar air dan program vaksinasi yang masih rendah menyebabkan kasus cacar air masih umum ditemukan.
Cacar air merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Varicella Zoster. Penyakit yang sering dialami anak-anak ini juga sering dialami oleh orang dewasa, yang ditandai dengan munculnya lepuhan merah dan gatal pada kulit. Lepuhan tersebut dapat muncul di wajah, leher, lengan,kaki, dan tubuh. Komplikasi serius yang terjadi pada orang dewasa menggiring kita lebih waspada terhadap penularan cacar air. Bagaimana cara kita kenali cacar air sebelum kita tertular?
Pengertian
Cacar air adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Varicella zoster. Penyakit yang sering dialami anak-anak ini juga sering dialami oleh orang dewasa, yang ditandai dengan munculnya lepuhan merah dan gatal pada kulit. Lepuhan tersebut dapat muncul di wajah, leher, lengan, kaki, dan tubuh.
Penyebab
Virus yang mudah menular melalui percikan ludah, atau kontak langsung dengan cairan yang berasal dari ruam.
Faktor Risiko
Belum melakukan vaksinasi cacar air, melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi berusia di bawah 12 tahun, orang dewasa yang tinggal atau menghabiskan banyak waktu bersama anak-anak, dan sistem kekebalan tubuh yang terganggu karena penyakit atau obat-obatan tertentu.
Gejala Cacar Air Dewasa
Gejala cacar air dewasa umumnya lebih parah dibandingkan dengan gejala cacar air pada anak-anak. Gejala yang dapat muncul meliputi: demam yang berlangsung 3-5 hari dan kurang dari 39 derajat celcius, nyeri otot atau sendi, sakit kepala, ruam atau bintik-bintik gatal di wajah, tubuh, atau di dalam mulut dengan tingkat keparahan yang bervariasi yang berkembang menjadi lepuhan kecil dan gatal, kehilangan nafsu makan, kelelahan, tidak enak badan.. Sementara itu, lepuhan pada kulit yang menjadi ciri-ciri cacar air akan mengering dan menjadi koreng. Bekas luka akibat cacar air dewasa ini dapat perlahan memudar dalam waktu satu minggu atau hilang sepenuhnya dalam 2–3 minggu.
Cara Penularan Cacar Air Dewasa
Cacar air dewasa sangat menular karena virusnya dapat menyebar di udara dan menular ke orang lain. Seseorang berisiko tinggi terkena cacar air apabila tinggal bersama, melakukan kontak fisik atau menggunakan barang-barang yang telah digunakan penderita cacar air, berada di ruang yang sama selama 15 menit atau bertatap muka dengan penderita cacar air. Ketika seseorang sudah tertular penyakit ini, maka butuh waktu 7 hingga 21 hari gejala cacar air muncul. Penderita cacar air dewasa dapat menyebarkan penyakit ini kepada orang lain mulai dari sebelum bintik muncul hingga setelah bintik tersebut mengering.
Komplikasi
Cacar air dewasa biasanya berlangsung selama 5 sampai 10 hari dan dapat menyebabkan komplikasi serius, terutama pada orang dengan daya tahan tubuh yang lemah. Ada beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat cacar air dewasa, yaitu: infeksi kulit, pneumonia, peradangan sendi, peradangan di otak atau ensefalitis, sepsis, dan herpes zoster. Jika terjadi pada ibu hamil, Cacar air dapat menyebabkan bayi mengalami cacat lahir, berat badan lahir rendah dan infeksi yang mengancam nyawa.
Pengobatan dan Pencegahan Cacar Air
Banyak upaya yang dapat dilakukan untuk meringankan gejala, diantaranya yaitu, mengenakan pakaian yang longgar dan berbahan lembut, serta tidak menggaruk ruam cacar air. Adapun hal- hal yang dapat kita lakukan untuk mengobatinya yaitu perbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi, konsumsi makanan bertekstrur lembut, hindari menggaruk ruam atau lepuhan cacar air, gunakan pakaian yang longgar, berbahan lembut, dan nyaman di kulit, konsumsi paracetamol untuk meredakan demam, sakit kepala, dan pegal-pegal, oleskan losion calamine untuk meredakan rasa gatal, konsumsi tablet antihistamin sesuai resep dokter untuk mengurangi gatal. Dokter juga akan meresepkan antivirus, seperti acyclovir atau valacyclovir, untuk mengatasi virus dan mencegah komplikasi.
Pencegahan cacar air adalah dengan mendapatkan vaksinasi cacar air atau vaksin varicella, tetapi harus tetap dikonsultasikan ke dokter sebelum vaksin, seperti: memiliki alergi terhadap bahan yang terkandung dalam vaksin, seperti gelatin atau neomycin, memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah akibat kemoterapi atau radiasi kanker, mengonsumsi obat kortikosteroid jangka panjang, dan menderita HIV/AIDS
Cacar air adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Varicella zoster. Penyakit yang sering dialami anak-anak ini juga sering dialami oleh orang dewasa, yang ditandai dengan munculnya lepuhan merah dan gatal pada kulit. Lepuhan tersebut dapat muncul diwajah, leher, lengan, kaki dan tubuh. Oleh karena itu sangat penting bagi kita untuk waspada terhadap penularan cacar air dengan kenali penyebab, faktor risiko, gejala, cara penularan, komplikasi, pengobatan dan pencegahan cacar air sebelum kita tertular. Jika kita sudah tertular cacar air maka segera periksakan diri ke dokter. Terlebih jika cacar air pada dewasa disertai gejala sesak napas, demam lebih 4 hari, sulit berjalan, leher kaku, batuk parah dan nyeri perut hebat. Penting juga bagi kita untuk sering mencuci tangan dan selalu menerapkan gaya hidup sehat agar sistem kekebalan tubuh tetap terjaga.
DAFTAR PUSTAKA
Agustin, Senny. 2021. Cacar Air Dewasa Beserta Langkah Penanganan dan Pencegahannnya. Diakses 24 Mei 2022 dari https://www.alodokter.com
Nathania, Jessika Rosa. 2021 Cacar Air. Diakses 24 Mei 2022 dari https://health.kompas.com
Utami, Jocelyn Prima.2021. Epidemiology Cacar Air. Diakses 24 mei 2022 dari https://www.alomedika.com

