SEHAT JIWA KAH AKU

Sering kali kita mempunyai keluhan dengan kesehatan pisik kita, dimana kita bisa merasakan gejala gejala yang jelas dan bisa  segera diobati atau tangani. Tapi tidak denga kesehatan jiwa, dimana seseorang kadang tidak menyadari bahwa dia sudah mengalami kondisi kejiawaan yang membutuhkan pertolongan.  Apalagi ada kekhawatiran dengan stigmatisasi bahwa orang yang berobat ke rumah sakit jiwa itu kurang diterima di masyarakat.

Sehat Jiwa adalah: Kondisi seseorang yang dapat berkembang secara pisik, mental, spiritual dan sosial sehingga dapat mengetahui kemampuan diri untuk mengatasi tekanan, bekerja secara produktif dan berperan dalam komunitas. 

Ciri-ciri Sehat jiwa:

-Rasa senang dan Bahagia dengan dirinya

-Mampu menghadapi situasi

-Mampu mengaasi kekecewaan

-Puas dengan kehidupan sehari hari

-Punya harga diri yang wajar

-Menilai diri secara realistis tidak berlebihan

-Menghargai pendapat orang lain

-Merasa bagian dari sebuah kelompok

-Tidak mengakali dan diakali orang lain

-Mampu memenuhi tuntutan hidup

-Mampu mengambil keputusan

-Mampu mnerima tanggungjawab

-Dapat menerima ide dan pengalaman baru

-Merasa puas dengan pekerjaannya

Kesehatan Jiwa adalah: Suatu kondisi dimana seseorang mengalami gangguan dalam pikiran, perilaku, dan perasaan yang termanifestasi dalam  bentuk sekumpulan gejalaatau perubahan perilaku yang bermakna serta dapat menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam menjalankan fungsinya sebagai manusia

Menurut UU RI no 18 th 2018 gangguan jiwa biasanya tidak diakibatkan oleh penyebab tunggal tetapi terdapat beberapa unsur yang saling mempengaruhiatau kebetulan terjadi Bersama sama. Data menunjukkan bahwa jumlah penderita gangguan jiwa di Indonesia yaitu gangguan jiwa berat skizofrenia sebesar 0,18%, Depresi dengan usia diatas 15 th sebesar 6,1 %, dan gangguan mental emosional dengan usia diatas 15 tahun adalah 9,8%, dan ada 1800 kematian dengan bunuh diri pada tahun 2016. Menurut data BNN tahun 2017  ada 24% penyalahgunaan  NAPZA di Indonesia adalah anak usia pelajar. 

Gangguan mental emosional mengindikasikan bahwa seseorang sedang mengalami perubahan psikologis dan hal ini dapat dialami semua orang pada keadaan tertentu namun dapat pulih kembali seperti semula. Ciri-ciri gangguan mental emosional  yaitu terdapat masalah perilaku, hiperaktif, impulsive, emosional, labil, menentang, merasa tertekan, stress, depresi, cemas, dan bermassalah dengan teman sebaya.

Gangguan mental emosional dapat disertai dengan keluhan pisik seperti sakit kepala, gangguan lambung, dan keluhan pisik lainnya yang bila diobati dengan obat pisik tapi tidak sembuh. Biasanya gangguan psikotik dan skizofrenia ditandai dengan perilaku aneh, bicara kadang tidak nyambung, emosi labil, gelisah, agresif, hingga tidak terkontrol,mudah tersinggung, curiga, kadang menarik diri dari lingkungan, mengurung diri, dapat disertai dengan halusinasi dan waham,dan tidak mampu bertanggung jawab. Apabila menemukan ciri ciri seperti ini maka perlu segera mendapat pertolongankarena apabila segera terdeteksi dan ditangani sejak awal maka gangguan jiwa dapat disembuhkan atau terkontrol oleh obat dan  bisa kembali beraktifitas dan produktif. 

Secara sosio ekonomi, peran keluarga sangat penting dalam melihat perubahan tingkahlaku , dukungan keluarga penting untuk keperluan berobat, perawatan diri, dan membawa kontrol ke dokter, melakukan aktifitas sehari-hari dan mengikuti rehablitasi.

Ingat, jangan mengambil kesimpulan sendiri, apalagi mengobati sendiri, tapi bawalah ke psikolog, atau psikiater untuk mendapat pertolongan.

Gangguan jiwa yang tak kalah penting adalah penyalahgunaan NAPZA (Narkotika Psikotropika dan Zat adiktif) maslah yang terjadi pada  penggunaan NAPZA yaitu  suatu perilaku dimana seseorang  menggunakan obat-obat napza yang tidak sesuai dengan fungsi dan penggunaannya. Biasanya kebanyakan pengguna diawali dengan coba-coba, penasaran, ikut ikutan tema, lalu berkembang untuk bersenang senang kemudian menjadi kebiasaan dan akhirnya ketergantungan.

Seseorang yang mengalami ketergantungan NAPZA dapat dilihat dari perubahan emosi, dan perubahan perilaku dalam kehidupannya seperti gembira berlebihan,mudah marah, cemas, curiga, halusinasi, lambat berfikir, dll.  Disis lain apabila dia tidak menggunakan lagi atau mengurangi jumlahnya maka dia akan mengalami gejala sakau atau putus obat dan saat ini akan muncul kumpulan gejala sebagai akibat berhenti menggunakan obat yang dikonsumsi.

Napza bisa menghancurkan masa depan seseorang, dan keluarga.

 

Cegah masalah dan gangguan jiwa dengan melakukan prinsip-prinsip sehat jiwa:

-Kelola stress dengan baik

-Atasi masalah jangan diabaikan

-Berfikir positif

-Bersyukur

-Menerima keadaan diri

-Seimbangkan antara belajar/bekerja dengan rekreasi

-Terbuka/ bila perlu curhat pada orang dekat yang dipercaya

-Tidur cukup

-Olahraga, makanan bergizi seimbang

-Pergaulan yang sehat Bersama keluarga dan sekolah, tanamkan PHBS - Germas

 

 

Sumber:

1.https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3990/sehat-jiwa-untuk-mampu-men...

2.https://rsjrw.id/artikel/kesehatan-jiwa

3.https://ayosehat.kemkes.go.id/?p=7385

Penulis: 
Marlin, S.Kep
Sumber: 
Perawat RSJD dr Samsi Jacobalis

Artikel

12/05/2026 | Yunhar Nursaleh, S.Kep., Ners
30/04/2026 | Roesmala Dewi,AMK
25/04/2026 | Ns. Pamela K. Dewi., S.Kep
13/04/2026 | Veka Padila,S.Kep.,Ns
18/06/2022 | Gita Riskika,S.Farm.,Apt
30/06/2016 | Wieke Erina Ariestya, S.Kep.Ners
30/11/2022 | Zurniaty, S. Farm., Apt
18/06/2022 | Gita Riskika,S.Farm.,Apt

ArtikelPer Kategori