Mencuci tangan adalah kegiatan yang penting tapi sering disepelekan. Tangan adalah salah satu bagian tubuh yang paling banyak terkena sentuhan di berbagai permukaan. Dengan banyaknya sentuhan tersebut menjadikan tangan adalah bagian tubuh yang kemungkinan paling rentan terpapar bakteri. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir adalah salah satu langkah yang efektif dari Gerakan Masyarakat (GERMAS). Gerakan Masyarakat (GERMAS) merupakan suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup (Ambarwati & Prihastuti, 2019).
Tanpa mencuci tangan dengan benar bakteri dapat dengan mudah masuk ke tubuh melalui makanan, wajah hingga luka. Tangan yang dicuci menggunakan air dan sabun secara mekanis dapat menghilangkan kotoran dan debu. Tetapi, tidak semua orang menjadikan mencuci tangan sebagai kegiatan rutin. Kebiasaan mencuci tangan dengan hanya menggunakan air tidak dapat menjamin terlindunginya tiap individu dari bakteri dan virus yang menempel pada tangan.
Masih banyak orang diluaran sana yang belum menerapkan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dikarenakan malas, tidak memiliki akses untuk cuci tangan, dan kurangnya kesadaran mengenai pentingnya kebersihan tangan. Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) merupakan sebuah kegiatan preventif dalam berupaya melindungi diri dari berbagai bakteri yang bisa masuk ke tubuh kita. Adapun waktu-waktu cuci tangan yang dapat dilakukan: sebelum menyiapkan makanan, sebelum dan sesudah makan, setelah BAK dan BAB, setelah membuang ingus, setelah membuang sampah, kemudian setelah bermain/memberi makan/memegang hewan, serta setelah batuk atau bersin pada tangan (Desiyanto dan Djannah, 2012).
Dalam penelitian Suherman & ‘Aini (2019: 203) menjelaskan bahwa anak yang mempunyai kebiasaan atau perilaku mencuci tangan tidak baik memiliki peluang terjangkit diare 2,58 kali lebih besar dibandingkan dengan anak yang memiliki kebiasaan cuci tangan yang baik. Gesekan saat mencuci tangan membantu bakteri lebih cepat hilang dari permukaan tangan, sedangkan sabun berfungsi untuk melarutkan kotoran yang menempel di kulit. Ini menjadikan kegiatan mencuci tangan sebagai langkah pencegahan paling sederhana dalam melawan penyakit seperti diare, flu, dan lainnya.
Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mencuci tangan, diperlukannya edukasi yang tepat. Banyak orang yang masih salah dalam mencuci tangan mereka, seperti mencuci tangan hanya menggunakan air atau mencuci tangan kurang dari 20 detik. Selain itu, ketersediaan fasilitas mencuci tangan terbilang masih kurang, terutama di sekolah, dan fasilitas umum lainnya.
Dengan mencuci tangan menggunakan sabun maka potensi untuk menghindari berbagai macam penyakit akan menjadi lebih besar daripada yang tidak mencuci tangan sama sekali. Cuci tangan pakai sabun merupakan pilar dari sanitasi total berbasis masyarakat yang didalamnya terdapat cuci tangan enam langkah. Penggunaan hand sanitizer dan sabun dapat menurunkan jumlah koloni bakteri pada tangan, dan sanitizer yang mengandung alkohol 70% sangat efektif menurunkan jumlah kuman.
6 Langkah cuci tangan yang direkomendasikan oleh World Health Organization (WHO) adalah sebagai berikut:
Ratakan sabun pada kedua telapak tangan.
Gosok punggung tangan dan sela-sela jari secara bergantian.
Gosok sela-sela jari bagian dalam secara bergantian.
Gosok telapak tangan dengan posisi jari saling mengunci.
Gosok ibu jari secara berputar dalam genggaman tangan dan lakukan pada kedua ibu jari secara bergantian.
Gosok ujung-ujung jari dengan posisi menguncup pada telapak tangan dengan gerakan berputar secara bergantian
Gerakan cuci tangan ini dilakukan sebanyak 4 kali pada masing-masing langkah dengan durasi 20-30 detik bila menggunakan handrub berbasis alcohol dan 40-60 detik dengan air bersih mengalir dan sabun.
Dengan melakukan 6 langkah cuci tangan dengan baik dan benar, diharapkan dapat mengurangi penyakit menular yang disebabkan karena higentias rendah. Setelah mengetahui cara yang benar untuk mencuci tangan, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan Kementrian Kesehatan menyarankan momen penting untuk mencuci tangan sebagai berikut:
Sebelum, saat, dan sesudah menyiapkan makanan.
Sebelum dan setelah makan.
Sebelum menyusui bayi dan mengganti popok.
Sebelum dan setelah mengasuh seseorang yang sakit di rumah.
Sebelum dan sesudan merawat luka
Setelah buang air.
Setelah batuk atau bersin.
Setelah menyentuh sampah.
Setelah beraktivitas seperti mengetik, menyentuh uang, hewan atau binatang, berkebun.
Mencuci tangan menjadi hal yang sangat penting ketika sebelum dan sesudah makan. Selain saat makan, ketika kita bersin atau batuk, menyentuh hidung, memegang luka serta menangani orang sakit, jangan lupa untuk segera mencuci tangan. Saat selesai melakukan kegiatan, sebaiknya kita selalu mencuci tangan agar kuman atau penyakit yang ada tidak mudah masuk ke diri kita.
Daftar Pustaka
https://www.kompasiana.com/tiaraashasubba4216/675ebab4ed6415231a2a22a2/c...
https://retizen.republika.co.id/poses/489546/kebiasaan-cuci-tangan-penga...

