Tehnik komunikasi yang biasa digunakan oleh perawat diantaranya adalah komunikasi teraputik, tetapi ada juga tehnik komunikasi dengang menggunakan soft spoken atau lebih dikenal dengan model gaya komunikasi di mana perawat berbicara dengan suara dan nada yang lembut, tenang. Istilah ini menggambarkan cara bagaimana perawat menyampaikan pesan atau informasi dengan mengatur volume suara dan intonasi secara hati-hati untuk menciptakan kesan yang menenangkan dan ramah terhadap pasien yang sedang iya tangani. Perawat yang terbiasa komunikasi dengan cara soft spoken cenderung menggunakan nada bicara yang rendah dan stabil, menghindari fluktuasi suara yang ekstrem atau penggunaan volume yang berlebihan dan tinggi. Gaya bicara atau komunikasi dengan soft spoken ini bukan hanya tentang volume suara yang rendah, akan tetapi juga mencakup pemilihan kata-kata yang bijak, penggunaan intonasi yang benar, dan kemampuan untuk mendengarkan dengan penuh empati. Perawat yang terbiasa menggunakan gaya komunikasi dengan soft spoken sering kali dianggap memiliki kepribadian yang tenang, sabar. Perawat mampu menyampaikan pesan dengan efektif tanpa perlu menaikkan suara atau menggunakan nada yang terlalu keras. Gaya komunikasi ini sering dikaitkan dengan kepemimpinan yang efektif, kemampuan negosiasi yang baik, dan keterampilan interpersonal yang kuat. Di lingkungan sosial, perawat yang terbiasa dengan gaya komunikasi soft spoken cenderung dianggap lebih approachable dan menyenangkan untuk diajak berbicara sehingga pasien akan merasa nyaman ketika sedang berkomunikasi.
A.Karakteristik Khas Dari Seorang Soft Spoken Person
1.Pemilihan Kata yang Hati-hati
Soft spoken person cenderung memilih kata-kata dengan hati-hati, menghindari bahasa yang kasar dang mengandung unsur provokatif. Perawat lebih suka menggunakan kata-kata yang positif dan konstruktif sehingga pasien akan merasa nyaman dengan perawat.
2.Kemampuan Mendengarkan yang Baik
Selain berbicara dengan nada lembut, Perawat juga dikenal sebagai pendengar yang aktif. Perawat memberikan perhatian penuh pada pasien atau lawan bicara dan jarang memotong pembicaraan yang sedang berlangsung.
3.Suara Lembut dan Terkontrol
Karakteristik yang paling menonjol dari soft spoken person adalah penggunaan suara nada yang lembut dan terarah. Perawat jarang meninggikan suara, bahkan dalam situasi yang menegangkan atau emosional saat pasien dalam kondisi gaduh gelisah tanpa terkecuali.
4.Intonasi yang Tenang dan Stabil
Soft spoken cenderung mempertahankan intonasi yang tenang dan stabil sepanjang percakapan. Perawat menghindari adanya fluktuasi nada yang ekstrem atau perubahan volume yang tiba-tiba terjadi saat komunikasi sedang berlangsung.
5.Kecepatan Bicara yang Terukur
Perawat biasanya berbicara dengan kecepatan yang lebih lambat dan terukur, memberikan penekanan pada setiap kata dan memberikan ruang bagi pendengar atau pasien untuk mencerna informasi dan mudah untuk dipahami.
6.Memiliki Kendali Diri yang Baik
Perawat jarang bereaksi secara impulsif atau emosional dalam sebuah percakapan. Sebaliknya, Perawat tetap tenang bahkan dalam situasi yang menegangkan, karena lebih mengutamakan komunikasi yang damai dan konstruktif.
B.Keuntungan Berkomunikasi dengan Soft Spoken
1.Meningkatkan Kualitas Hubungan Sosial
Gaya komunikasi yang lembut membuat pasien lebih nyaman untuk berinteraksi, sehingga hubungan social perawat cenderung lebih harmonis. Perawat lebih disukai dalam kelompok sosial karena menghadirkan ketenangan dan rasa aman bagi orang-orang di sekitar mereka.
2.Membuat Pasien Merasa Nyaman
Perawat dengan gaya bicara lembut cenderung menciptakan suasana yang lebih tenang dan nyaman bagi pasien. Perawat tidak membuat pasien merasa tertekan atau terburu-buru, sehingga komunikasi berjalan lebih lancar.
3.Meningkatkan Daya Tarik dan Kharisma
Gaya bicara yang tenang sering kali dikaitkan dengan kedewasaan, kebijaksanaan, dan pengendalian diri yang baik. Perawat yang soft spoken sering dianggap lebih karismatik karena cara mereka menyampaikan sesuatu terasa lebih berwibawa dan penuh ketenangan.
4.Meningkatkan Kepercayaan Terhadap Pasien
Nada bicara yang tenang dan tidak agresif membuat pasien lebih mudah mempercayai petugas medis atau perawat yang merawat. Dalam lingkungan kerja, pertemanan, atau hubungan keluarga, perawat lebih sering dianggap sebagai sosok yang dapat diandalkan dan dihormati.
5.Membantu dalam Situasi Negosiasi atau Mediasi
Dalam situasi yang membutuhkan negosiasi atau penyelesaian masalah, berbicara dengan lembut dan tenang dapat membantu menciptakan komunikasi yang lebih efektif. perawat yang soft spoken cenderung dapat menenangkan suasana dan membuat kedua belah pihak merasa lebih dihargai.
6.Menjadi Pendengar yang Baik
Salah satu keunggulan orang yang soft spoken adalah kesabaran perawat dalam mendengarkan. Perawat tidak terburu-buru menyela atau mendominasi percakapan, yang membuat Perawat lebih disukai dalam interaksi sosial karena memberikan ruang bagi pasien untuk berbicara.
Daftar Pustaka
https://www.gramedia.com/best-seller/soft-spoken/
https://www.liputan6.com/feeds/read/5775387/soft-spoken-adalah-memahami-...

