Kejadian jatuh yang sering dialami oleh lansia juga dapat terjadi di tempat mana saja yang berpotensi seseorang mengalami jatuh. Lansia yang berpeluang mengalami kemungkinan terjatuh yang bisa saja dapat berdampak pada cedera fisik maupun jatuh tanpa cedera fisik. Lansia dengan gangguan penglihatan atau yang berisiko mengalami gangguan penglihatan sering kali memiliki kondisi kronis lainnya. Kondisi ini dapat mencakup diabetes, stroke, dan penyakit jantung, yang dapat meningkatkan risiko jatuh. Selain itu, beberapa obat yang digunakan untuk kondisi ini memiliki efek samping seperti pusing dan kelemahan otot, yang dapat meningkatkan risiko jatuh.pada Lansia dengan gangguan penglihatan juga dapat mengalami isolasi sosial. Lansia mungkin melakukan tugas fisik yang tidak dapat mereka lakukan sendiri dengan mudah, sehingga meningkatkan risiko jatuh dan cedera. lansia juga mungkin mengalami kesulitan mendapatkan bantuan jika mereka jatuh. Jatuh dan gangguan penglihatan adalah di antara ketakutan paling umum bagi lansia, tetapi keduanya dapat dicegah, sehingga penting bagi pelayanan kesehatan yang sedang merawat lansia untuk lebih diperhatikan fasilitas untuk ruang lansia demi menjaga kesehatan lansia yang lebih baik.
- Faktor-faktor Risiko Jatuh Pada lansia
- Faktor Intrinsik merupakan faktor yang berasal dari dalam tubuh lansia itu sendiri, diantaranya adalah sebagai berikut :
- Usia
Bertambahnya usia dapat meningkatkan risiko jatuh, karena dengan bertambahnya usia akan mengalami penurunan massa dan kekuatan tulang yang menimbulkan kerapuhan pada tulang, lansia yang memiliki usia lebih dari 75 tahun lebih sering mengalami jatuh.
- Perubahan Fungsi Kognitif
Perubahan psikososial berhubungan dengan perubahan kognitif dan efektif. Kemampuan konitif pada lansia dipengaruhi oleh lingkungan seperti tingkat pendidikan, faktor personal, status kesehatan seperti depresi
- Riwayat penyakit
Riwayat penyakit kronis yang dialami pada lansia yang diderita selama bertahun-tahun seperti penyakit stroke, hilangnya fungsi penglihatan ,hipertensi, , dizziness, dan syncope biasanya menyebabkan lansia lebih mudah mengalami resiko jatuh
- Faktor Ekstrinsik Faktor yang didapat dari lingkungan sekitar lansia seperti pencahayaan yang kurang, karpet yang licin, peganggan yang mulai rapuh, lantai yang licin, dan alat bantu yang tidak kuat. baik redup atau menyilaukan.
- Komplikasi Resiko Jatuh
Jatuh dapat mengakibatkan komplikasi dari yang paling ringan yaitu berupa memar dan keseleo bahkan sampai dengan patah tulang bisa juga sampai dengan kematian. Oleh sebab itu harus dicegah agar resiko jatuh tidak berulang-ulang dengan cara identifikasi penilaian keseimbangan dan gaya berjalan, faktor risiko, serta mengatur atau mengatasi faktor situasional.
- Pencegahan Resiko Jatuh di Rawat Inap
- Posisi tempat tidur rendah dipasang rem.
- Pasang hand rail atau pengaman.
- Gunakan sandal yang tidak licin.
- Akses menghubungi petugas mudah dijangkau dan tidak rusak seperti penggunaan bel dan berbagai jenis akses ke petugas lainnya.
- Lampu penerangan harus cukup.
- Beritahu perawat atau petugas medis segera bila terdapat tumpahan air dan berbagai kejadian lainnya
- Mengindentifikasi orang-orang yang risiko jatuh.
- Melakukan tindakan pencegahan yang konsisten.
- Memberikan pendidikan ke semua staf profesional dan nonprofessional yang sering bertemu dengan orang yang risiko jatuh.
- Memberikan pendidikan ke semua staf professional dan nonprofessional untuk meningkatkan kesadaran staf untuk mencegah risiko jatuh
Daftar Pustaka
- https://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPM/article/view/4209\
- https://eprints.umpo.ac.id/7275/4/3.BAB%20II.pdf
- file:///C:/Users/userpc/Downloads/408416_Prosiding_Mohamad+Revanza+Ahmad%20(1).pdf

