PENCEGAHAN PERILAKU IDE BUNUH DIRI PADA REMAJA

Masa remaja merupakan kehidupan individu dari masa kanak-kanak menuju ke masa dewasa . Remaja merupakan masa yang paling rawan dalam rentang hidup individu karena pada masa ini individu mengalami banyak perubahan-perubahan dan perkembangan, seperti perubahan fisik, psikis, emosional, dan juga biologis. Sesuai dengan perubahan dan perkembangan yang dialaminya, maka remaja memiliki tugas perkembangan yang harus diselesaikan, seperti menerima keadaan fisiknya, berhubungan baik dengan teman sebayanya baik itu sesama jenis maupun lawan jenis, dapat memahami peran seksualnya, mencapai kemandirian emosional dan mampu mengembangkan konsep dan keterampilan intelektual. Jika dalam memenuhi tugas perkembangan ini remaja mengalami hambatan, maka perkembangan remaja akan terganggu pula. Remaja akan mengalami berbagai macam permasalahan dalam menjalani tugas perkembangannya yang berdampak pada munculnya perasaan tidak aman cemas, dan depresi yang nantinya dapat memunculkan ide bunuh diri.

A. Kenali Tanda – Tanda Ide Percobaan Bunuh Diri

1. Sering membicarakan kegelisahan yang dialaminya 

2. Sering membicarakan tentang kematian

3. Merasa putus asa dan tidak memiliki gairah hidup

4. Mudah marah secara tiba-tiba

5. Kehilangan nafsu makan hingga berat badan berkurang

6. Sulit tidur dan kerap merasa sedih, cemas, atau stress

7. Menarik diri dari aktivitas sehari-hari dan interaksi dengan orang lain

8. Kecanduan alcohol

9. Menyimpan dan menggunakan obat-obatan terlarang

B. Macam-macam Perilaku Bunuh Diri

1. Isyarat bunuh diri

Seseorang sudah memiliki ide untuk bunuh diri namun belum memikirkan cara maupun melakukan percobaan.

2. Ancaman bunuh diri

Seseorang sudah memiliki ide untuk bunuh diri dengan adanya rencana serta mengancam untuk melakukan bunuh diri, namun tidak disertai tindakan bunuh diri. Saat seseorang memiliki ide untuk bunuh diri dengan ungkapan atau tindakan melukai diri yang jika dilakukan kemungkinan besar akan mengakibatkan kematian

3. Percobaan bunuh diri (PBD)

PBD merupakan tindakan untuk melukai diri untuk menyakiti hidupnya, tindakan aktif untuk menghilangkan nyawanya. Seseorang akan mencoba untuk menggantung diri, minum obat racun atau yang lainnya, untuk bisa menghilangkan nyawanya.

C. Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko bunuh diri pada remaja 

1. Gangguan psikologis seperti depresi, gangguan bipolar, penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan terlarang.

2. Perasaan tertekan, mudah marah, dan gelisah.

3. Perasaan putus asa dan merasa diri tak berharga yang sering menyertai depresi.

4. Pernah melakukan tindakan percobaan bunuh diri.

5. Riwayat keluarga akan depresi atau bunuh diri.

6. Mengalami pelecehan secara emosional, fisik, atau seksual.

7. Kurangnya dukungan, hubungan dengan orang tua atau pertemanan yang buruk, serta perasaan isolasi sosial.

D. Upaya Pencegahan Bunuh Diri.

1. Jangan biarkan untuk sendiri

2. Ajak untuk menyelesaikan masalah sesuai batas kemampuan

3. Keterlibatan dalam jaringan sosial teman, keluarga, dan rekan kerja – jaringan mendukung individu, memberi makna pada kehidupan, dan memberi individu sekelompok orang yang dapat mendeteksi dan menanggapi perilaku individu yang mengasingkan dan menarik diri.

4. Memiliki tujuan jangka panjang yang utama – tujuan jangka panjang memungkinkan seseorang untuk melihat hambatan dan kerugian kecil dalam perspektif yang berbeda.

5. Memiliki hewan peliharaan, seperti anjing atau kucing – hewan peliharaan membutuhkan kehadiran manusia untuk merawatnya, yang memberi individu alasan untuk hidup. Mereka juga memberikan cinta dan penerimaan tanpa syarat.

6. Memiliki terapis yang membuat Anda merasa terhubung – ini memberikan seseorang yang dapat dihubungi individu saat dalam kesulitan. Kunci pengobatan adalah membicarakan dan berbagi perasaan dan pikiran, bukan menindaklanjutinya.

7. Mencegah bunuh diri membutuhkan strategi di semua lapisan masyarakat. Ini termasuk strategi pencegahan dan perlindungan bagi individu, keluarga, dan masyarakat. Setiap orang dapat membantu mencegah bunuh diri dengan mempelajari tanda-tanda peringatan, mempromosikan pencegahan dan ketahanan, serta komitmen terhadap perubahan sosial.

 

 

 

Daftar Pustaka

1. https://www.alodokter.com/pertolongan-pertama-mencegah-bunuh-diri

2. https://rsjrw.id/artikel/pencegahan-bunuh-diri

3. ahttps://www.klikdokter.com/psikologi/kesehatan-mental/6-cara-mencegah-ke...

Penulis: 
Ns.Helen.Lusiana, S.Kep
Sumber: 
Perawat RSJD dr Samsi Jacobalis

Artikel

12/05/2026 | Yunhar Nursaleh, S.Kep., Ners
30/04/2026 | Roesmala Dewi,AMK
25/04/2026 | Ns. Pamela K. Dewi., S.Kep
13/04/2026 | Veka Padila,S.Kep.,Ns
18/06/2022 | Gita Riskika,S.Farm.,Apt
30/06/2016 | Wieke Erina Ariestya, S.Kep.Ners
30/11/2022 | Zurniaty, S. Farm., Apt
18/06/2022 | Gita Riskika,S.Farm.,Apt

ArtikelPer Kategori