Retardasi mental merupakan suatu keadaan fungsi intelektual dibawah rata-rata (IQ dibawah 70) yang disertai dengan adanya keterbatasan dalam area fungsi adaptif, ketidak mampuannya dalam melakukan aktivitas sehari-hari, dan melakukan perawatan diri secara normal, dengan faktor yang melatarbelakangi hal tersebut ialah adanya keterbatasan motorik halus pada penyandang retardasi mental. Retardasi mental adalah istilah yang digunakan untuk menyebut anak yang mempunyai kemampuan intelektual di bawah rata-rata atau sering juga disebut dengan tuna grahita. Cara menentukan diagnosa retardasi mental ringan berdasarkan diagnosa dari dokter ketika anak pertama kali mendaftar sekolah dan kondisi kesehatan siswa diperiksa di UKS sekolah setiap 1 bulan sekali oleh dokter. Konsentrasi merupakan pemusatan daya pikiran dan perbuatan pada suatu objek yang dipelajari dengan menghalau atau menyisihkan segala hal yang tidak berhubungan dengan objek yang dipelajari. Pada anak retardasi mental terjadi kelainan fungsi sistem saraf pusat (SSP). Kelainan pada sistem persarafan menyebabkan kelainan ukuran pada cerebellum. Kelainan pada cerebellum membuat anak kesulitan untuk membagi perhatian atau memusatkan perhatiannya.
A.Penyebab Retardasi mental
1.Gangguan saat proses melahirkan, misalnya bayi terlahir prematur atau kekurangan oksigen
2.Kelainan genetik, seperti sindrom Down atau sindrom fragile X
3.Penyakit yang memengaruhi fungsi otak, misalnya infeksi otak (seperti meningitis), lumpuh otak (cerebral palsy), atau tumor otak
4.Gangguan saat di dalam kandungan, seperti kekurangan nutrisi selama hamil, infeksi, konsumsi minuman beralkohol ketika hamil, penggunaan obat-obatan, atau preeklamsia
B.Klasifikasi Retardasi Mental
1.Retardasi mental ringan IQ 50-70, dinialai “mampu mendidik”. Mereka biasanya dikenali saat masuk sekolah (dan diberikan tes) dan membutuhkan pendidikan khusus.
2.Retardasi mental sedang IQ 35-50, merupakan 10% dari seluruh jumlah penderita retardasi mental. Biasanya sudah dikenali saat tahun-tahun prasekolah. Mereka dinilai mampu dilatih, dapat mempelajari keterampilan kerja yang sederhana, dapat membaca singkat kelas 2 sekolah dasar dan berbicara sederhana, dan dapat secara sebagian membantu diri sendiri di dalam lingkungan panti.
3.Retardasi mental berat IQ 20-35, perlu pengawasan sepanjang masa hidup, dapat melakukan latihan khusus untuk mencapai beberapa ketrampilan diri, uisa kejiawaan biasa di masa toddler.
4.Retardasi mental sangat berat IQ dibawah 20, merupakan 1% dari seluruh jumlah penderita retardasi mental. Mereka bergantung secara total kepada orang lain dan biasanya mempunyai kerusakan neurologi yang bermakna, tidak dapat berjalan atau berbicara
C.Gejala Umum yang Dapat Dialami Penderita Retardasi Mental
1.Kesulitan dalam mengendalikan emosi, seperti mudah marah
2.Kesusahan mengenali situasi mana yang membahayakannya
3.Kesulitan berbicara
4.Kemampuan untuk duduk, merangkak, atau berjalan sendiri yang lebih lambat dicapai bila dibandingkan dengan anak-anak lain
5.Penalaran yang buruk dan sulit memecahkan suatu masalah
6.Daya ingat yang buruk
D.Peran Orang tua dalam membantu perkembangan anak yang menderita retardasi mental
1.Mengikutsertakan anak dalam aktivitas kelompok yang membutuhkan kerja sama, komunikasi, dan interaksi
2.Mencari tahu lebih dalam tentang retardasi mental, baik melalui konsultasi ke dokter maupun orang tua lain yang anaknya memiliki kondisi serupa
3.Mengajarkan anak cara untuk melakukan sesuatu secara mandiri
4.Memperhatikan perkembangan anak di sekolah
5.Membimbing anak untuk mencoba hal-hal baru
E.Pengobatan Retardasi Mental
1.Terapi okupasi, untuk mengajarkan pasien cara mengerjakan aktivitas sehari-hari, seperti makan, mandi, dan berpakaian
2.Terapi wicara, untuk membantu pasien dalam mengembangkan kemampuan berkomunikasi
3.Terapi perilaku, guna mengubah perilaku pasien menjadi lebih positif
4.Terapi fisik, untuk melatih pasien dalam meningkatkan fungsi gerak tubuh
Daftar Pustaka
1.https://repositori.ukwms.ac.id/id/eprint/23308/2/BAB%201.pdf
2.https://repository.um-surabaya.ac.id/id/eprint/7784/3/BAB%20II.pdf
3.https://www.alodokter.com/retardasi-mental
4.https://repository.ub.ac.id/id/eprint/125265/1/5._BAB_2.pdf

