GANGGUAN STRES PASCA TRAUMA (PTSD)

Gangguan Stres Pasca Trauma (PTSD) merupakan sebuah kondisi kesehatan mental yang serius yang dapat terjadi pada seseorang setelah mengalami peristiwa yang traumatis. Peristiwa traumatis ini bisa berupa bencana alam, kecelakaan, kekerasan, perang, atau pengalaman traumatis lainnya. PTSD dapat menyebabkan pasien mengalami berbagai gejala emosional, fisik, dan perilaku yang mengganggu kehidupan sehari-hari. Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) merupakan sindrom kecemasan labilitas otonomik dan mengalami kilas balik dari pengalaman yang amat pedih setelah stress fisik maupun emosi yang melampaui batas ketahanan orang biasa. Selain itu, Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) dapat pula didefinisikan sebagai keadaan yang melemahkan fisik dan mental secara ekstrem yang timbul setelah seseorang melihat, mendengar, atau mengalami suatu kejadian trauma yang hebat dan atau kejadian yang mengancam kedepannya. Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD). Gangguan psikologis ini dapat berlanjut dalam fase pemulihan setelah bencana recovery sampai kembali pada fase pra bencana. Penelitian di Jepang mengatakan kesehatan mental yang terjadi dalam siklus bencana baik pre bencana ataupun post bencana adalah PTSD, depresi dan ansietas

A.Penyebab utama PTSD

1.Faktor genetic : Beberapa penelitian menunjukkan bahwa faktor genetic / keturunan mungkin berperan dalam perkembangan PTSD.

2.Durasi dan intensitas trauma: Semakin lama dan intens trauma yang dialami, semakin tinggi risiko PTSD.

3.Dukungan sosial: Kurangnya dukungan dari keluarga dan teman serta lingkungan sekitar dapat memperburuk gejala PTSD.

4.Riwayat trauma sebelumnya: Pasien yang pernah mengalami trauma sebelumnya lebih rentan mengalami PTSD.

B.Faktor Risiko PTSD

1.Mendapat pengalaman traumatis sebelumnya, misalnya dirundung (bullying) pada masa kecil

2.Menderita gangguan mental lain, misalnya gangguan kecemasan

3.Memiliki keluarga dengan riwayat gangguan mental, seperti depresi

4.Kurang mendapat dukungan dari keluarga dan teman dan masyarakat sekitar.

5.Menderita kecanduan alkohol atau penyalahgunaan NAPZA

C.Gejala yang Menunjukkan Seseorang Mengalami PTSD

1.Pasien PTSD sering kali teringat pada peristiwa yang membuatnya trauma, Ingatan terhadap peristiwa traumatis juga sering kali hadir dalam mimpi buruk sehingga penderita tertekan secara emosional.

2.Kecenderungan untuk mengelak, pasien PTSD enggan memikirkan atau membicarakan peristiwa yang membuatnya trauma.

3.Pasien PTSD cenderung menyalahkan dirinya atau orang lain. Selain itu, pasien yang mengalami PTSD juga kehilangan minat pada aktivitas yang dulu disukainya dan merasa putus asa. Pasien juga lebih menyendiri dan sulit menjalin hubungan dengan orang lain.

4.Pasien PTSD sering kali mudah takut atau marah meskipun tidak dipicu oleh ingatan pada peristiwa traumatis. Perubahan perilaku ini kerap membahayakan dirinya atau orang lain. Pada pasien yang mengalami PTSD juga sulit tidur dan berkonsentrasi.

D.Jenis – jenis Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)

1.Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) Akut yaitu dimana tanda dan gejalanya terjadi pada rentang waktu 1-3 bulan. Namun, biasanya berakhir dalam kurun waktu satu bulan. Jika dalam waktu lebih dari satu bulan, individu tersebut harus segera menghubungi pelayanan kesehatan terdekat.

2.Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) Kronik yaitu dimana tanda dan gejalanya berlangsung lebih dari tiga bulan dan jika tidak ada treatment yang dilakukan maka dapat bertambah berat sehingga akan mengganggu kehidupan sehari-hari orang tersebut.

3.Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) with delay omset, walaupun sebenarnya tanda dan gejala PTSD muncul pada saat setelah trauma, ada kalanya tanda dan gejalanya baru muncul minimal enam bulan bahkan bertahun- tahun setelah peristiwa traumatic itu terjadi

E.Cara Mengatasi PTSD

1.Latihan relaksasi

Teknik relaksasi seperti meditasi dan yoga dapat membantu mengurangi kecemasan dan stres.

2.Olahraga secara teratur

 Olahraga dapat membantu meningkatkan suasana hati dan mengurangi gejala depresi.

3.Hindari zat adiktif

Seperti Alkohol dan narkoba dapat memperburuk gejala PTSD.

4.Cari dukungan

Berbicara dengan orang yang Anda percayai atau bergabung dengan kelompok dukungan dapat membantu merasa lebih baik.

F.Gaya Hidup dan Perawatan Diri PTSD.

1.Menjaga jadwal tidur yang teratur

2.Aktif secara fisik dan berolahraga

3.Melatih mindfulness atau teknik relaksasi

4.Menghindari konsumsi alkohol berlebihan atau penyalahgunaan zat

5.Membangun hubungan yang saling mendukung

6.Menulis jurnal atau mengekspresikan diri secara kreatif

 

 

 

Daftar Pustaka

1.https://nobelmedicalgroup.com/id/services/psychiatry/ptsd

2.https://rspp.co.id/artikel-detail-508-Gangguan-Stres-Pasca-Trauma-(PTSD)-Memahami-dan-Mengatasi.html

3.https://repository.upnjatim.ac.id/40171/2/21043010120_bab%204.https://ww...

Penulis: 
Ansep Safa'at, AMK
Sumber: 
Perawat RSJD dr Samsi Jacobalis