Agitasi adalah perasaan gelisah, jengkel, marah, hingga gugup yang menyerang seseorang. Pada situasi ini, orang cenderung menunjukkan perilaku yang tidak biasa, seperti jalan mondar-mandir atau meremas tangan terus-menerus. Pada dasarnya, agitasi adalah bentuk gejala gangguan suasana hati yang umumnya dipicu oleh stres atau tekanan emosional. Setiap orang pasti pernah mengalami tekanan emosional maupun peristiwa yang membuatnya merasa tidak tenang, sedih, atau merasa terusik, baik itu dari lingkup keluarga, pertemanan, percintaan, atau pekerjaan. Dalam situasi ini, agitasi tergolong hal cukup normal. Namun, jika agitasi sering muncul tanpa adanya penyebab yang jelas, hal tersebut kemungkinan dapat menjadi tanda dari gangguan kesehatan mental atau fisik.
Pada kasus rawat inap pasien dengan gangguan neurologik seperti stroke, infeksi cerebral, dan trauma kapitis, manifestasi klinis yang umum terjadi adalah nyeri kepala, agitasi, kejang, dan gangguan penglihatan (Mortimer & Berg, 2022. Dari manifestasi klinis tersebut, agitasi menjadi gejala dengan prevalensi terbanyak yaitu sekitar 27.6 % hingga 31.8 %. Bahkan, dalam studi lain melaporkan bahwa agitasi terjadi pada 35-90% pasien selama fase akut dan 36-70% selama fase subakut pasien dengan gangguan neurologik (Wolffbrandt et al., 2021). Wahyuningsih (2021) menambahkan bahwa pasien yang dirawat di ICU di beberapa rumah sakit di Semarang, 83.3% pasien tanpa sedasi mengalami agitasi, dan 5 % diantaranya merupakan pasien dengan gangguan neurologic dan ODGJ.
A.Penyebab Dari Agitasi Yang Perlu Diketahui, Baik Secara Psikologis Maupun Medis
1.Penyebab Akibat Faktor Psikologis
a.Stres seperti pekerjaan yang menumpuk atau lingkungan kerja yang tak sehat.
b.Sedang merasakan burnout, yaitu kondisi stres kronis di mana seseorang merasa lelah secara fisik, mental, dan emosional. Hal ini dapat disebabkan oleh situasi seperti pekerjaan atau rutinitas yang membosankan.
c.Sedang berduka akibat kesedihan tertentu, seperti meninggalnya orang terdekat.
2.Penyebab Akibat Faktor Medis
a.Mengidap gangguan kecemasan atau suasana hati, seperti depresi atau gangguan bipolar.
b.Kondisi yang menyebabkan ketidakseimbangan hormon, seperti hipotiroidisme.
c.Ketergantungan atau sedang mengalami sakaw (putus asupan) dari alkohol.
d.Penggunaan obat-obatan terlarang yang menyebabkan perubahan suasana hati dan perilaku.
e.Pada kasus yang jarang agitasi juga dapat terjadi akibat gangguan neurologis, seperti mengidap tumor otak.
B.Gejala Umum Agitasi
1.Gugup, gelisah, dan tidak tenang
2.Bicara secara berlebihan
3.Gerakan yang tidak disengaja dan tanpa tujuan, seperti berjalan mondar-mandir atau menarik-narik baju sendiri
4.Tidak bisa bekerja sama atau tidak responsif terhadap orang lain
5.Mudah tersinggung
C.Pencegahan Agitasi
1.Kelola Stres: Pelajari teknik manajemen stres, seperti yoga, meditasi, atau olahraga.
2.Tidur yang Cukup: Usahakan untuk tidur 7-8 jam setiap malam.
3.Hindari Alkohol dan Obat-obatan Terlarang: Zat-zat ini dapat memicu agitasi.
4.Cari Dukungan: Jika merasa cemas atau stres, bicaralah dengan teman, keluarga, atau profesional kesehatan mental.
D.Cara Mengatasi Agitasi
1.Ciptakan Lingkungan yang Tenang: Jauhkan orang tersebut dari kebisingan, keramaian, dan gangguan lainnya.
2.Berbicara dengan Tenang dan Lembut: Gunakan nada bicara yang menenangkan dan hindari berdebat atau mengkonfrontasi orang tersebut.
3.Dengarkan dengan Empati: Biarkan orang tersebut mengungkapkan perasaan mereka tanpa menghakimi.
4.Berikan Ruang: Jangan memaksakan diri terlalu dekat dengan orang tersebut. Beri mereka ruang untuk bernapas dan merasa aman.
5.Alihkan Perhatian: Coba alihkan perhatian orang tersebut dengan aktivitas yang menenangkan, seperti mendengarkan musik, membaca buku, atau berjalan-jalan.
6.Teknik Relaksasi: Ajarkan teknik relaksasi, seperti pernapasan dalam atau meditasi.
E.Asuhan Keperawatan Pada Pasien Perilaku Kekerasan
S:Pasien mengatakan masih ada keinginan untuk marah dengan orang.
O:Pasien relatif tenang,kontak adekuat komunikasi koheren,adl mandiri, emosi stabil,kadang masih pengin marah – marah, masih bisa diarahkan
A:Resiko perilaku kekerasan b.d Halusinasi
P:Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 7 jam maka kontrol diri meningkat dengan kriteria hasil:
Perilaku agresif / amuk menurun
Intervensi :
-Pencegahan perilaku kekerasan
-Promosi koping
Daftar Pustaka
1.https://www.alodokter.com/agitasi-adalah-hal-normal-kecuali-pada-situasi...
2.https://www.halodoc.com/artikel/ini-2-penyebab-dan-gejala-agitasi-yang-p...
3.https://www.rsuwajakhusada.com/article/mengenal-agitasi-penyebab-dan-gej...

