Panu alias tinea versicolor adalah infeksi jamur pada kulit yang ditandai dengan bercak berwarna terang maupun gelap.
Penyakit kulit ini muncul akibat infeksi jamur Malassezia yang ditemukan pada permukaan kulit.
Pada dasarnya, manusia memang memiliki jamur yang hidup di kulit dalam jumlah normal. Umumnya, jamur seperti Malassezia tidak menyebabkan masalah kesehatan. Jamur bahkan dapat hidup berdampingan dengan sel tubuh dan saling mendukung (simbiotik).Banyak mikrobiota termasuk jamur ini yang berperan untuk melindungi Anda dari infeksi dan patogen lain yang dapat membahayakan atau menyebabkan penyakit. Namun, kadang jamur dapat berkembang biak secara berlebihan dan memengaruhi warna atau pigmentasi alami dari kulit. Itulah sebabnya Anda akan mendapati bagian kulit Anda berwarna lebih terang atau gelap dibandingkan dengan kulit sekitar saat terkena panu. Panu lebih umum terjadi pada laki-laki dibandingkan pada perempuan. Kondisi ini sering terjadi di daerah beriklim panas dan lembap, juga kerap dialami oleh orang-orang yang banyak berkeringat.
Tanda dan gejala panu
Umumnya, kondisi ini tidak menimbulkan rasa sakit dan dapat muncul pada bagian lengan, dada, leher, atau punggung. Panu di wajah pun bisa muncul apabila jamur ini berkembang biak berlebihan di area wajah. Bercak dapat muncul dalam warna cokelat tembaga, lebih pucat dari kulit di sekitarnya, atau merah muda.Bercak yang lebih terang mungkin lebih sering terjadi pada mereka yang memiliki kulit gelap.
Beberapa ciri khas panu yang lainnya adalah:
• kulit kering dan bersisik,
• menimbulkan rasa gatal,
• makin kentara saat berjemur karena ragi jamur menghambat proses penyamakan kulit (tanning),
• rentan menghilang di cuaca yang lebih dingin dan tidak begitu lembap, serta
• timbul secara perlahan.
Penyebab panu
Penyebab panu utamanya adalah pertumbuhan jamur Malassezia yang cepat dan tidak terkendali pada permukaan kulit. Jamur ini kemudian menyebabkan infeksi atau menekan sistem imun Anda.
Dikutip dari DermNet NZ, jenis tinea versicolor putih atau hipopigmentasi kemungkinan disebabkan oleh bahan kimia yang diproduksi oleh Malassezia dan dilepaskan ke lapisan epidermis kulit. Bahan kimia ini kemudian merusak fungsi melanosit. Melanosit adalah penghasil melanin, pigmen penentu warna rambut atau kulit.
Sementara itu, jenis panu yang menimbulkan bercak merah muda merupakan tinea versicolor yang agak meradang. Pemicunya adalah dermatitis yang disebabkan oleh Malassezia.
Faktor risiko panu
Beberapa faktor lingkungan dan biologis dapat menyebabkan Anda lebih berisiko terkena panu. Berikut faktor risiko untuk terkena tinea versicolor, antara lain:
• riwayat keluarga terhadap penyakit ini,
• keringat berlebih,
• iklim lembap dan hangat,
• sistem imun yang lemah,
• menggunakan obat yang melemahkan sistem imun, serta
• beberapa jenis kanker.
Diagnosis panu.
Ada juga beberapa prosedur tambahan yang dapat membantu dokter mendeteksi tinea versicolor.
Beberapa tes yang mungkin akan dijalani pasien adalah sebagai berikut.
• Wood’s lamp: pemeriksaan ini menggunakan lampu dengan sinar UV khusus yang akan melihat adanya jamur pada kulit. Bila kulit Anda memang terinfeksi, kulit akan tampak kuning atau hijau di bawah sinar.
• Biopsi: melibatkan pengambilan sampel jaringan kulit untuk diperiksa di laboratorium.
• Pemeriksaan mikroskopis: sampel kulit yang sudah diambil akan diuji di bawah mikroskop untuk dilihat apakah ada sel-sel mengandung jamur yang menyebabkan kondisi ini.
Pengobatan panu
1. Obat antijamur oles (topikal)
Tinea versicolor ringan dapat diatasi dengan obat antijamur. Krim dan lotion yang mengandung selenium sulfida, pyrithione zinc, ketoconazole . Beberapa pilihan obat lainnya, antara lain:
• gel terbinafine,
• krim ciclopirox, dan
• larutan natrium tiosulfat.
Tak hanya meringankan gejala, obat tersebut juga membantu melindungi kulit dari sinar matahari atau sumber cahaya UV buatan.
Obat biasanya digunakan selama tiga hari atau sekitar dua minggu bergantung pada keparahan panu.
Untuk menggunakannya, oleskan obat pada area panu yang sudah dibersihkan. Obat dioles tipis-tipis sebanyak satu sampai dua kali sehari.
2. Obat antijamur oral (minum)
Obat ini, termasuk itrakonazol dan flukonazol, digunakan saat panu menjalar ke area besar pada tubuh Anda. Obat ini juga dapat digunakan ketika obat krim tidak bekerja dengan baik.
Terbinafine oral, obat antijamur digunakan untuk mengobati infeksi dermatofita, tapi tidak efektif untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh Malassezia, seperti panu.
DAFTAR PUSTAKA
https://my.clevelandclinic.org

