GANGGUAN KECEMASAN SOSIAL MEDIA

Dengan berjalannya kemajuan teknologi yang makin canggih, sosial media yang juga

berlandaskan teknologi pun menjadi primadona dan melaju pesat akhir-akhir ini. Bahkan, para

remaja atau Gen Z saat ini hampir tidak bisa dijauhkan dari sosial media. Di satu sisi, platfrom

sosial media seperti Facebook, Instagram, Twitter, Tiktok, dan lain sebagainya tidak hanya

digunakan untuk berinteraksi sosial, tetapi juga untuk mengekspresikan diri, membangun

identitas, dan juga dapat digunakan untuk mengejar bakat maupun minat diri. Bahkan, media

sosial pun bisa menjadi permulaan karir bagi beberapa remaja atauGen Z diluar sana. Meskipun

media sosial dapat memberikan manfaat tersebut, di sisi yang lainnya, penggunaan media sosial

yang berlebihian dapat berdampak negatif pada remaja atau gen Z termasuk risiko kesehatan

mentalnya.

Banyak penelitian yang mengatakan bahwa media sosial dapat menyebabkan berbagai masalah

kesehatan mental. Bahwa remaja atau Gen Z yang menggunakan media sosial lebih dari tiga jam

per hari berisiko tinggi terhadap masalah kesehatan mental terutama masalah internalisasi alias

citra diri. Selain itu. Penggunaan media sosial yang tinggi dikaitkan dengan peningkatan gejala

depresi dan kecemasan pada remaja atau Gen Z. Hal tersebut disebabkan oleh berbagai faktor,

termasuk perbandingan sosial dan cyberbullying.

A. Ciri-ciri Individu dengan Gangguan Kecemasan Sosial Media

1. Remaja atau Gen Z biasanya selalu mengecek akun media sosialnya setiap saat, kapan

saja dan dimana saja. Ponselnya seolah-olah menjadi harta paling berharga yang sebisa

mungkin ada di dekatnya setiap saat dan akan merasa cemas ketika berjauhan dengan

ponselnya itu.

 

 

 

 

2. Ketika memposting konten di media sosialnya, individu tersebut akan memeriksa jumlah

“like” dan “comment” secara rutin di postingan tersebut. Kemudian akan merasa cemas

jika hal tersebut tidak sesuai dengan ekspektasinya

3. Merasa cemas dan khawatir jika jumlah “followers” media sosialnya berkurang dan

senang jika jumlah “followers” bertambah

B. Dampak Negatif Bagi Remaja atau Gen Z Gangguan Kecemasan Sosial Media

1. Kesulitan menyeimbangkan antara kegiatan online dan akademik mereka serta menarik

perhatian dan konsentrasi siswa sehingga terjadi penurunan nilai akademis di sekolah.

2. Menjadi individual

3. Mudah marah dan membantah perkataan orang tua serta menipu orang tua

C. Jenis Gangguan Kecemasan

1. Gangguan kecemasan sosial

Gangguan kecemasan sosial atau fobia sosial merupakan rasa cemas atau takut yang luar

biasa terhadap situasi sosial atau interaksi dengan orang lain, baik sebelum, sesudah,

maupun selama berada dalam situasi tersebut. Orang dengan gangguan kecemasan sosial

akan merasa takut untuk mengatakan atau melakukan sesuatu di depan orang lain atau di

tempat umum, karena menganggap hal tersebut akan mempermalukan mereka.

2. Gangguan panik

Penderita gangguan panik akan mengalami serangan panik secara tiba-tiba dan berulang

kali tanpa alasan yang jelas. Frekuensi dan tingkat keparahannya pun bervariasi, gejala

pada gangguan panik ini diantaranya adalah berkeringat, nerves, merasa tidak berdaya

serta adanya perasaan ketakutan.

3. Gangguan kecemasan umum (generalized anxiety disorder/GAD)

Jenis gangguan kecemasan ini membuat penderitanya merasakan cemas secara

berlebihan yang menetap dalam waktu lama, biasanya hingga lebih dari 6 bulan.

Penderita GAD akan sangat mengkhawatirkan banyak hal, misalnya keuangan,

kesehatan, atau pekerjaan. Seseorang yang menderita gangguan kecemasan umum

biasanya tidak bisa fokus pada suatu hal, sulit berkonsentrasi, dan tidak bisa merasa

 

 

 

 

santai. Pada beberapa kasus, rasa cemas ini bisa begitu berat hingga menimbulkan

depresi.

D. Tips Mencegah Dampak Negatif Media Sosial

1. Luangkan sebagian besar waktu dengan melakukan kegiatan lain, seperti membaca buku,

berlibur, atau mencoba hobi baru

2. Terapkan pengatur waktu atau instal aplikasi yang dapat melacak berapa lama waktu

untuk bermain media sosial. Hal ini dilakukan untuk menghindarkan remaja atau Gen Z

menghabiskan waktu berjam-jam membuka media sosial.

3. Matikan notifikasi media sosial di ponsel untuk sementara waktu agar remaja atau Gen Z

tidak terbiasa mengeceknya setiap saat.

4. Lakukan detoks media sosial dengan menghapus aplikasi media sosial di ponsel.

5. Kurangi dan beri batasan yang wajar terhadap penggunaan media sosial, seperti tidak

main media sosial saat bangun dan sebelum tidur.

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

1. https://www.alodokter.com/9-dampak-negatif-media-sosial-terhadap-kesehat...

dan-tubuh

2. https://psikologi.unair.ac.id/pengaruh-media-sosial-terhadap-kesehatan-m...

3. https://www.alodokter.com/kenali-tiga-jenis-gangguan-kecemasan-dan-gejal...

Penulis: 
Dwi Nopri Sakti.,S.kep,Ners
Sumber: 
Perawat RSJD dr Samsi Jacobalis