Seiring perkembangan waktu dan kemajuan zaman di bidang ilmu teknologi mengalami kemajuan dan berkembang yang begitu pesat. Pada saat ini teknologi yang sangat popular di era globalisasi ini adalah gadget. Gadget pada zaman dahulu hanya digunakan oleh kalangan menengah ke atas, namun kini pemakaiannya sudah digunakan berbagai kalangan, mulai dari anak usia dini hingga orang dewasa. Bahkan Gadget tidak lagi dianggap sebagai barang mewah karna hampir semua orang memilikinya.
Gadget merupakan suatu istilah yang digunakan dalam menyebut beberapa macam jenis alat teknologi yang memiliki sifat semakin berkembang pesat dan memiliki fungsi khusus. Bebebrapa contoh dari gadget yaitu smartphone, i phone, komputer, laptop dan tab. Seiring perkembangnya gadget tampil dengan sistem touch screen yang membuat siapapun lebih mudah untuk menggunakannya, terutama anak kecil yang belum bisa membaca sekalipun, seperti penggunaan smartphone.
Didapat dari beberapa literatur menyatakan bahwa smartphone adalah telepon seluler yang dilengkapi dengan prosesor mikro, memori, tampilan layar dan modem. Selain digunakan untuk penggunaan panggilan telepon, penggunanya bisa memainkan game; chat dengan teman-teman menggunakan sistem messenger, FB, IG, dalan aplikasilainya; dapat juga mengakses ke layanan web (seperti blog, homepage, jaringan sosial) dan pencarian berbagai informasi lainya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa smartphone merupakan telepon genggam atau telepon seluler pintar yang dilengkapi dengan fitur yang mutakhir dan berkemampuan tinggi layaknya sebuah komputer.
Smartphone dalam pemanfaatanya merupakan alat yang dapat dimanfaatkan secara positif maupun negatif tergantung dari penggunanya. Penggunaan smartphone yang efektif akan menimbulkan dampak positif bagi penggunanya, maupun orang dan lingkungan sekitarnya. Sementara saat dalam penggunaan smartphone secara berlebihan makan akan mengakibatkan dampak negatif terutama pada penggunanya diantaranya dapat mengakibatkan kecanduan. Pengguna yang sudah kecanduan, maka akan merasa cemas apabila terlalu lama tidak menggunakan smartphone.
Penggunaan smartphone pada anak bila berlebihan bisa membawa dampak yang cukup besar bagi tumbuh kembang anak. Salah satunya berkurangnya aktivitas fisik yang dilakukan oleh anak, anak lebih cenderung duduk atau berbaring; dapat berdampak pada kesehatan mata, dimana penggunaan mata yang berlebihan terhadap layar smartphone sehingga dapat menyebabkan mata lelah, gangguan pada otot mata, penurunan fungsi penglihatan dan gangguan lainya pada mata; selain itu smartphone dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan otak anak.
Selain berdampak negatif pada kesehatan fisik anak penggunaan smartphone mampu menyebabkan perilaku anak kurang baik, apabila dalam penggunaannya tidak ada pengawasan dari orang tua atau orang dewasa disekitarnya. Pada umumnya penggunakan smartphone selain untuk menelpon digunakan untuk bermain game, menonton animasi, bermain internet dan sebagai media pembelajaran.
Namun saat smartphone yang seharusnya digunakan untuk belajar, tetapi digunakan untuk bermain game, tik-tok, youtube, konten-konten yang tidak mendidik, dan media sosial lainnya, secara bertahap akan berdampak buruk pada prilaku anak diantaranya anak akan bersikap acuh, membangkang, emosi labil dan prilaku lainya yang menyimpang. Biasanya saat anak kenyamanan dalam bermain smartphone menjadikan mereka acuh dengan lingkungan sekitar, meskipun bertemu dengan teman-temannya atau saat berkumpul dengan keluarga, segala yang ada di sekitar menjadi tidak menarik dan mereka lupa waktu karena sibuk memperhatikan smartphone.
Biasanya sebelum mengenal smartphone anak mudah diatur dan diperintah. Namun sesudah mengenal smartphone anak menjadi sering menunda-nunda. Anak akan mudah marah terlebih saat lagi larut dalam penggunaan smartphone, dihentikan atau di minta untuk melakukan hal lain. Awalnya anak hanya bermuka masan lambat laun berubah mengeluarkan kata bahkan membentak untuk menolak. Rasa takut dan hormat terhadap yang lebih tua beransur-ansur berkureng bahkan menghilang. Anak akan sulit dikendalikan dan di arahkan saat anak sudah mencapai kecanduan menggunakan smartphone.
Bila di tinjau dari penelitian yang di lakukan oleh Akademi Dokter Anak Amerika dan Perhimpunan Dokter Anak Kanada menegaskan, anak umur 0-2 tahun tidak boleh terpapar oleh teknologi sama sekali. Anak umur 3-5 tahun dibatasi menggunakan teknologi hanya satu jam perhari dan anak umur 6-18 tahun dibatasi 2 jam saja perhari. Anak-anak dan remaja yang menggunakan teknologi melebihi batas waktu yang dianjurkan memiliki risiko kesehatan serius.
Beberapa peneliti memberikan pendapat tentang dampak negatif dari penggunaan gadget smartphone yang berlebihan termasuk kecanduan gadget smartphone, gangguan tidur, kelelahan mata, postur tubuh yang buruk, gangguan penglihatan jarak dekat, dan penurunan kemampuan kognitif. Selain itu, penggunaan gadget smartphone yang berlebihan juga dapat memengaruhi motivasi belajar dan prestasi akademik siswa di sekolah. Oleh karena itu, penting bagi pengguna gadget smartphone untuk mengatur waktu dan frekuensi penggunaannya agar tetap sehat secara fisik dan mental. Selain itu, pendidik dan orang tua juga harus memberikan pembatasan dan pengawasan pada penggunaan gadget smartphone oleh anak-anak, serta memberikan alternatif kegiatan yang lebih bermanfaat seperti olahraga, membaca, atau berinteraksi langsung dengan orang lain.
Penggunaan gadget smartphone didapati juga, berdampak pada kesehatan mental dan motivasi belajar siswa di sekolah. Diantaranya didapatkan bahwa penggunaan gadget smartphone yang berlebihan dapat memicu terjadinya kecanduan gadget smartphone pada siswa, yang dapat mengganggu kesehatan mental dan motivasi belajar mereka. Kecanduan gadget smartphone juga dapat mengganggu pola tidur siswa, mengurangi kualitas tidur, dan membuat mereka merasa kelelahan dan tidak bugar di pagi hari. Kejadian yang seperti ini bila terjadi terus menerus maka dapat mempengaruhi motivasi belajar siswa di sekolah, karena siswa yang merasa lelah dan tidak bugar akan sulit untuk berkonsentrasi dan memperhatikan pelajaran di kelas. Emosi akan labil dimana anak akan mudah marah dan tersinggung, gelisah, bicara ketus, bahkan terkadang kasar.
Bila penggunaan gadget smartphone yang berlebihan tidak dapat dikendalikan makan akan meningkatkan risiko stres, kecemasan, dan depresi pada siswa. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti adanya tekanan pada anak untuk terus terkoneksi dengan dunia digital, tekanan untuk mempertahankan citra online, dan tekanan untuk terus memperbaharui informasi yang diterima dari gadget smartphone.
Memang bukan berarti semua penggunaan gadget smartphone berdampak negatif pada kesehatan mental dan motivasi belajar siswa. Penggunaan gadget smartphone yang bijak dan sehat dapat membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan belajar mereka, seperti akses informasi yang lebih cepat dan mudah, serta kemampuan untuk berkomunikasi dan berkolaborasi dengan teman sekelas dan guru.
Bila dilihat dan dipahami dapat disimpulkan penggunaan gadget smartphone dapat berdampak negatif atau positifnya bagi anak tergantung orang tua, pendidik dan anak itu sendri. Penting juga bagi anak, pendidik, dan orang tua untuk mengatur dan mengawasi penggunaan gadget smartphone agar tetap sehat dan mendukung kesehatan mental dan motivasi belajar anak di sekolah. Bila masih anak-anak di bawah umur 12 tahun murni tanggung jawab orang tua dan dibantu oleh pendidik dalam mengontrol penggunaan gadget smartphone, sedang pada anak remaja mulai latih anak untuk bertanggung jawab dengan pilihanya namun tetap dalam pengawasan dan pemahaman dari orang tua dan pendidik.
Yang mesti diingat dan dicatat oleh orang tua bahwa mengendalikan pengaruh negatif pada penggunaan gadget smartphone pada anak tidak mudah, karena pengaruhnya tidak langsung melainkan beransur dan biasanya tanpa disadari. Bahkan terkadang di mulai dari orang tua itu sendiri, dimana orang tua mengajarkan anak dengan gadget smartphone sejak dini.
Banyak orang tua zaman sekarang menggunakan gadget smartphone untuk mengasuh dan mendidik anaknya, dengan dalih zaman yang menuntutnya. Sehingga banyak anak yang dididik oleh gadget smartphone, saat anak menangis orang tua tidak membujuk atau merayu anak namun gadget smartphone yang disodorkan. Apapun yang dilakukan anak yang sifatatnya mengganggu orang tua gadget smartphone sebagai solusinya, sehingga wajar banyak anak-anak yang kecanduan gadget smartphone. Dan biasanya anak yang kecanduan gadget smartphone.orang tuanya pengguna aktif gadget smartphone.
Sumber: Anggraeni, S. 2019. Pengaruh Pengetahuan Tentang Dampak Gadget Bagi Kesehatan Terhadap Perilaku Penggunaan Gadget Pada Siswa SDN Kebun Bunga 6 Banjarmasin. Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Kalimantan, Indonesia.
Kamaruddin, dkk. 2023. Dampak Penggunaan Gadget pada Kesehatan Mental dan Motivasi Belajar Siswa di Sekolah: Yogyakarta.

