Masa remaja (adolescence) ialah masa transisi dari anak-anak menuju dewasa, bahwa remaja (adolescence) diartikan sebagai masa perkembangan transisi antara masa anak dan masa dewasa yang mencakup perubahan biologis, kognitif, dan sosial-emosional. Batasan usia remaja yang umum digunakan oleh para ahli adalah antara 12 hingga 21 tahun. Batasan usia tersebut dibagi menjadi 3 bagian. (1) Masa remaja awal 12-15 tahun, (2) masa remaja pertengahan 15-18 tahun dan masa remaja akhir 18-21 tahun. Istilah adolescence mempunyai arti yang lebih luas yang mencakup kematangan mental, emosional sosial dan fisik. Masa remaja dikenal sebagai masa yang penuh dengan topan dan tekanan, yang ditandai dengan konflik dan perubahan suasana hati. Dalam kehidupan masyarakat remaja mempunyai kedudukan yang sulit.
Di masa ini individu mencari jati dirinya dengan melakukan banyak hal, bahkan individu menjumpai benturan-benturan atau rangsangan dari luar dirinya sehingga membuat individu melakukan tindakan yang menyimpang. Penyimpangan yang dilakukan oleh individu ialah menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam masyarakat yang disebut dengan kenakalan anak muda atau kenakalan remaja (juvenile delinquency) , juvenile deliquency sebagai kejahatan atau kenakalan remaja yang melanggar hukum sehingga kejahatan itu tidak disetujui secara sosial. Kejahatan atau kenakalan merupakan bentuk penyelesaian atau kompensasi dari masalah psikologis dan konflik batin dalam menanggapi stimuli eksternal atau sosial dan pola-pola hidup keluarga yang patologis).
Lem merupakan bahan perekat khusus yang digunakan untuk menempelkan sebuah benda ke media tertentu dengan tujuan yang berbeda-beda tergantung medianya. Lem aibon memiliki zat-zat yang berbahaya jika dihirup dalam jangka waktu lama., bahan zat kimia yang ada pada lem masuk dalam zat psikoaktif yang digolongkan dalam zat inhalansia dan solven. Inhalansia dan solven ialah gas atau zat pelarut yang mudah menguap berupa senyawa organik. Penyalahgunaan zat inhalansia dan solven biasanya dilakukan anak usia 9-14 tahun disamping itu juga menambahkan bahwa zat kimia dalam inhalansi dan solven digolongkan menjadi delapan kelompok yaitu hidrokarbon alifatis dan aromatis, halogen hidrokarbon, nitrit alifatis, keton, ester, glikol, gas dan alkohol. Golongan zat kimia yang terdapat dalam lem aibon ialah hidrokarbon alifatis dan aromatis yang meliputi heksana, toluena, benzena, xilena, dan striena. Menurut Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Garut (2016), zat yang ada dalam lem aibon adalah zat kimia yang dapat merusak sel-sel otak dan membuat menjadi tidak normal, sakit bahkan bisa meninggal, efek secara umum sering terpapar zat pelarut akan mengakibatkan sistem saraf pusat (SPP) menjadi depresif, dan menghasilkan efek mulai dari pusing dan mengantuk untuk anestesi dan bahkan kematian, tergantung pada tingkat paparan
Dibalik isu ini, lem Aibon sudah dikenal sebagai lem super di Indonesia. Lem ini diunggulkan karena kemampuannya untuk merekatkan kayu, logam, kain, dan banyak bahan lain. Baunya yang khas dan menyengat membuat lem ini sering disalahgunakan. Lem Aibon kerap digunakan orang 'ngelem' untuk mendapat sensasi mabuk dan nge-fly. Praktik ini umumnya digunakan para remaja sebagai alternatif mabuk yang murah meriah. Padahal, 'ngelem' lem Aibon ini bisa menimbulkan sejumlah masalah kesehatan. Di Indonesia, lem Aibon sudah ada sejak 1974 silam. Lem ini diproduksi oleh PT Aica Indonesia. Lem ini dikenal dengan daya rekat yang kuat dan tahan lama. Aica Aibon terbuat dari bahan sintetis dan pelarut organik. Di balik kegunaannya yang diandalkan banyak orang. Lem Aibon kerap kali disalahgunakan. Lem ini memiliki aroma kuat yang dipercaya bisa membuat seseorang nge-fly. Beberapa kasus menghirup lem Aibon ini kerap muncul terutama dikalangan remaja dan anak. Pihak PT Aica Indonesia sudah memberi paparan lengkap mengenai bahaya kandungan lem ini jika masuk ke dalam tubuh.
Fenomena menghirup uap lem aibon kini sudah bukan sesuatu yang asing lagi bagi kalangan remaja. Kegiatan seperti ini sudah menjadi suatu hal yang lazim dan sering diperlihatkan anak-anak remaja dan anak jalanan dimuka umum. Maraknya kebiasaan anak-anak remaja yang mengkonsumsi lem aibon seolah sudah menjadi kebutuhan sehari-hari bagi mereka. Pemandangan yang sangat miris ini sering kita lihat ditempat-tempat seperti jembatan penyebrangan jalan, terminal, stasiun dan banyak lagi. Jadi sudah sepantasnya kita sebagai manusia yang memiliki jiwa sosial menolong mereka dari rusaknya masa depan akibat aibon tersebut
Lem Aibon mengandung senyawa toluene. Dalam industri senyawa ini biasa digunakan sebagai lem, bahan baku cat, tinta, penghapus makeup, ataupun sejumlah produk kimiawi. Tolune inilah yang memberi aroma kuat pada lem Aibon. Toluene yang juga disebut metil benzena merupakan cairan yang mudah terbakar dan tidak larut dalam air jernih dengan bau khas pengencer cat. Zat ini juga ditemukan dalam bensin, cat semprot aerosol, cat dinding, pernis, strip cat, perekat, tinta cetak, dan di knalpot mobil dan asap dari rokok.
A. Bahaya Lem Aibon Untuk Kesehatan
Tak disadari oleh orang-orang yang menyalahgunakannya, bahaya lem Aibon untuk kesehatan ini bisa berakibat fatal. Menghirup Aibon bisa mengakibatkan pusing, halusinasi, hingga hilangnya kesadaran. Kondisi lainnya bisa mengakibatkan mual muntah, iritasi, gangguan jantung dan dapat merusak janin bahkan kematian. Jika dihirup dalam jangka panjang, zat dalam Aibon ini bisa mengakibatkan gangguan yang lebih serius seperti gangguan pendengaran, kulit kering, gagal pernapasan, kerusakan otak, aritmia, dam kerusakan organ dalam tubuh. Saat lem dihirup dalam-dalam, cara ini bisa memberi penurunan kesadaran seperti mabuk. Zat lysergic acid diethylilamide (LSD) dalam lem merupakan penyebab dibalik efek ini. Stimulasi berlebihan ini menyebabkan perubahan dalam pikiran, perhatian, persepsi, dan emosi. Perubahan akibat ngelem ini muncul sebagai halusinasi. Sensasi tampak nyata, tetapi diciptakan oleh pikiran. Persepsi dapat melibatkan satu atau lebih dari panca indera. Ini juga dapat menyebabkan pencampuran indra, yang dikenal sebagai sinestesia.
B. Efek Paparan Jangka Panjang lem Aibon
Bahaya lem aibon jangka panjang pada kulit dapat menyebabkan kering, merah, pecah-pecah kulit (dermatitis). Paparan bahan kimia ini dan suara keras dapat menyebabkan gangguan pendengaran. Paparan jangka panjang juga dapat menganggu saraf dan ginjal. Jika dihirup oleh ibu hamil, toluene dapat berbahaya bagi pertumbuhan janin. Bahaya ini dikaitkan dengan berat lahir rendah, ketidakmampuan belajar dan gangguan pendengaran.
C. Berikut Beberapa Bahaya Menghirup Lem Yang Lebih Serius:
1. Gagal Pernapasan Akut
Gagal pernapasan akut adalah masalah kesehatan yang berpotensi fatal. Kondisi ini terjadi ketika senyawa tertentu merusak kemampuan untuk bernapas atau langsung memengaruhi paru-paru. Gangguan pernapasan menyebabkan oksigen tidak bisa didistribusikan ke seluruh bagian tubuh dalam jumlah yang cukup. Penggunaan lem dan senyawa inhalansi lainnya, beserta konsumsi alkohol berlebihan, adalah aktivitas berbahaya yang bisa menyebabkan gagal pernapasan akut. Kecanduan obat-obatan terlarang dan alkohol, serta masalah paru-paru lainnya juga bisa menyebabkan gagal pernapasan akut. Pada kasus fatal, penyakit ini bisa menyebabkan koma. Inilah salah satu bahaya menghirup lem aibon dan lem pelarut lainnya.
2. Kerusakan Otak
Menghirup lem dan senyawa inhalansi lainnya, khususnya yang mengandung senyawa toluene dan naftalena, bisa merusak selubung mielin. Selubung mielin adalah lapisan tipis yang melindungi serabut saraf di dalam otak dan sistem saraf lainnya. Lem aibon juga memiliki jenis yang mengandung senyawa-senyawa tersebut. Inilah mengapa kerusakan menjadi salah satu bahaya menghirup lem aibon dan lem pelarut lainnya. Kerusakan otak ini bisa menyebabkan bahaya jangka panjang untuk fungsi otak, yaitu menyebabkan masalah saraf serupa dengan efek multiple sclerosis pada otak.
3. Gangguan Ritme Jantung
Paparan terhadap zat kimia di dalam lem bisa menyebkan gangguan ritme jantung atau aritmia. Pada beberapa kasus, gangguan ritme jantung bisa menyebabkan gagal jantung fatal. Gagal jantung akibat aritmia yang disebabkan karena menghirup lem disebut sniffing death syndrome (SSDS). Kondisi ini bisa terjadi hanya dalam satu kali menghirup lem. Jadi, Kamu perlu mewaspadai bahaya menghirup lem aibon atau lem pelarut.
Daftar Pustaka
- Bahaya Lem Aibon bagi Kesehatan, Jangan Disalahgunakan - Hot Liputan6.com
- https://www.indozone.id/health/n0s6RP/Ini Efek Buruk Dari Lem Aibon Untuk Kesehatan Tubuh | Indozone.id
- Sujud Ganda Saputra: Kandungan Lem Aibon T1_802013141_Full text.pdf (uksw.edu)

