ALICE IN WONDERLAND SYNDROME

Mendengar istilah Alice in Wonderland Syndrome (AIWS) seperti sebuah nama keren untuk suatu penyakit. Yang ada dalam benak kita adalah cerita film fiksi seru yang meceritakan tentang kisah Alice yang tidak sengaja masuk ke lubang kelinci dan memulai petualangannya.

Tidak berbeda dengan Alice in Wonderland Syndrome dimana  terjadi gangguan persepsi neurologis yang menyebabkan seseorang mengalami distorsi visual dan sensori, sehingga orang dengan AIWS merasakan tubuh atau benda-benda di sekitarnya berubah ukuran menjadi tampak sangat kecil atau sangat besar.

Biasanya kondisi ini erat kaitannya dengan migarin, epilepsi, infeksi virus, atau masalah neurologis lainnya. Meskipun tidak begitu berbahaya, tentu pada orang dengan AIWS sangat terganggu dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Gejala Alice in Wonderland Syndrome

Gejala pada seseorang yang menderita Alice in Wonderland Syndrome berbeda-beda. Pada umumnya gejala dirasakan selama beberapa menit atau beberapa jam, serta berulang.

Menurut Clevenland Clinic ada beberapa tanda dan gejala yang umum terjadi pada seseorang yang menderita AIWS, diantaranya adalah ;

1.Perubahan Persepsi Tubuh

Seseorang yang menderita AIWS merasakan tubuh mereka berubah ukuran. Sebagai contoh penderita merasakan bagian tubuh tertentu terasa lebih besar (makrosomatognosia parsial), atau sebaliknya penderita merasakan bagian tubuhnya lebih kecil (mikrosomatognosia parsial).

Selain itu penderita AIWS juga dapat merasakan tubuhnya terasa sangat tinggi atau sangat pendek. 

Kondisi tersebut tentunya membuat penderita AIWS merasa sangat tidak nyaman.

2.Dualitas Somatopsik

Pada gejala dualitas somatopsik, penderita merasakan seolah-olah tubuhnya terbelah menjadi dua bagian terpisah, akan tetapi penderita juga masih bisa merasakan keduanya. 

Kondisi ini membuat penderita merasa terputus dari bagian tubuhnya sendiri, dan seolah-olah dia bisa melihat dirinya dari luar.

3.Derealization dan Depersonalization

Penderita merasakan seolah-olah dunia di sekitarnya tidak nyata atau seperti mimpi. Penderita merasakan terputus dari dunia sekitar atau disebut dengan Derealization.

Berbeda dengan Depersonalization, kondisi dimana penderita AIWS merasakan dirinya terputus dari dirinya sendiri. Penderita seakan-akan mengamati hidupnya dari sudut pandang orang ketiga. Ini seperti mereka menonton film tentang diri mereka sendiri. 

Tentunya perasaan-perasaan tersebut akan sangat menakutkan bagi para penderita AIWS, terlebih jika terjadi secara tiba-tiba.

4.Perubahan Ukuran

Salah satu gejala pada penderita AIWS adalah gejala persepsi visual, yakni terkait dengan perubahan ukuran  benda-benda di sekitarnya. 

Benda-benda di sekitar penderita bisa terlihat lebih besar (makropsia) atau pun terlihat lebih kecil (mikropsia).

Bahkan pada kondisi tertentu benda-benda di sekitar akan tampak semakin kecil dan bergerak menjauh, atau bisa disebut dengan poropsia.

5.Perubahan Jarak dan Bentuk Objek

Selain penderita merasakan perubahan ukuran, gejala lainnya yang mungkin dirasakan penderita adalah perubahan jarak. Contohnya, benda atau objek yang terlihat lebih dekat (pelopsia) ataupun sebaliknya benda atau objek yang terlihat lebih jauh (teleopsia).

Perubahan jarak seperti ini tentu sangat menganggu penderita AIWS, terutama ketika mereka hendak berinteraksi dengan objek-objek tersebut.

Tidak hanya perubahan jarak, namun juga penderita AIWS dapat merasakan perubahan bentuk benda atau objek, seperti garis lurus yang terlihat bergelombang atau melengkung.

Bahkan penderita AIWS juga dapat mengalami liliputianism, kondisi dimana penderita melihat orang-orang disekitarnya terlihat lebih kecil dari ukuran yang sebenarnya.

Penyebab Alice in Wonderland Syndrome

Seperti kebanyakan penyakit jiwa, penyebab Alice in Wonderland Syndrome juga belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa faktor yang memungkinkan menjadi penyebab munculnya sindrom ini.

1.Migrain

Migrain dapat menyebabkan aliran darah ke otak terganggu, sehingga mempengaruhi persepsi visual dan sesori penderita. Apakah Anda juga sering migrain? Maka tidak menutup kemungkinan Anda juga bisa mengalami gejala AIWS.

2.Infeksi Virus

Ada berbagai macam infeksi virus, salah satunya yang dapat sangat berpengaruh terhadap muculnya AIWS adalah Epstein-Barr Virus (EBV). 

Infeksi oleh virus ini sangat mempengaruhi sistem saraf sehingga dapat menimbulkan beberapa gejala neurologis, termasuk distorsi persepsi. Salah satu gejala yang khas pada penderita AIWS.

3.Epilepsi 

Epilepsi mempengaruhi aktivitas kelistrikan pada otak yang dapat menyebabkan gangguan persepsi visual dan sensori.

Biasanya orang dengan epilepsi mengeluhkan beberapa gejala AIWS, baik ketika saat kejang atau setelah kejang.

4.Gangguan Psikatri

Pada penderita skizofrenia atau depersi berat kadang juga muncul beberapa gejala AIWS. Hal ini dikarenakan pengaruhnya terhadap otak dalam memproses informasi, termasuk persepsi visual dan sensori.

5.Obat-obatan

Efek samping obat-obatan yang mempengaruhi sistem saraf juga dapat menyebabkan gejala AIWS.

Contohnya adalah obat-obatan neurologis ataupun obat-obatan psikiatri yang fungsinya untuk mengatasi kondisi neurologis dapat menimbulkan efek samping berupa gangguan persepsi visual dan sensori.

Pengobatan pada Alice in Wonderlan Syndrome

Penanganan pada Alice in Wonderland Syndrome menjadi sebuah tantangan besar karena gejala yang terkadang muncul tiba-tiba dan membingungkan.

Akan tetapi ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu menangani AIWS, diantaranya;

1.Pengobatan Migrain

Salah satu yang terindikasi menjadi penyebab AIWS adalah migrain, untuk itu tidak ada salahnya jika mencoba untuk mengelola kondisi tersebut dengan pemberian obat-obatan terkait.

Obat-obatan seperti anti-inflamasi, triptan, dan obat pencegah migrain bisa diresepkan oleh dokter. 

Tidak hanya itu, penting juga bagi penderita untuk menghindari hal-hal pemicu migrain, dan juga menjalani gaya hidup sehat. 

2.Terapi Psikologis

Terapi psikologis juga dapat diusahakan sebagai penanganan AIWS seperti terapi kognitif dan perilaku (CBT). Terapi ini dapat membantu penderita dalam mengelola stress dan mengatasi kecemasan yang sering menyertai AIWS.

Terapi kognitif dan perilaku juga dapat membantu penderita AIWS dalam mengembangkan strategi untuk mengatasi gejala-gejala yang muncul. Misalnya seperti mengatasi gejala perubahan persepsi tubuh atau teleopsia.

3.Obat Anti-Epilepsi

Sama halnya seperti obat-obatan migrain, obat-obatan anti-epilepsi juga dapat digunakan untuk mengontrol kejang dan gejala yang mungkin timbul pada penderita AIWS. 

Obat-obatan anti-epilepsi dapat membantu penderita untuk mengurangi frekuensi kejang dan keparahan gejala yang dialami penderita.

Pencegahan Alice in Wonderland Syndrome

Sama seperti penyebab AIWS yang belum bisa dipastikan, pencegahan AIWS juga belum ad cara pastinya. Namun, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi resiko munculnya gejala AIWS, diantaranya ; 

1.Menghindari Pemicu Migrain

Mengenali pemicu migrain dan menghindarinya adalah langkah penting yang dapat dilakukan untuk mencegah timbulnya gejala AIWS.

Misalnya dengan menghindari pola tidur yang tidak teratur, konsumsi alkohol, dan stress berlebihan.

2.Menjaga Kesehatan Mental 

Menjalani hidup sehat seperti mengelola stress dengan baik juga dapat membantu mengurangi munculnya gejala AIWS.

Pola hidup sehat seperti olahraga ringan, meditasi, yoga, sangat membantu dalam pengelolaan stress. Atau bisa juga dengan menghabiskan waktu untuk hal-hal yang disukai atau menjalankan hobi.

3.Menghindari Infeksi 

Infeksi virus juga sering dikaitkan sebagai penyebab AIWS untuk itu menjaga kekebalan tubuh dengan baik tentu membantu mencegah timbulnya gejala.

Pola makan yang sehat, dan vaksinasi yang sesuai dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh.

4.Melakukan Konsultasi dengan Dokter

Jika Anda memiliki kondisi medis yang dapat memicu gejala AIWS seperti migrain, epilepsi, gangguan psikiatri, sebaiknya segeralah Anda kosnultasikan dengan dokter dan mematuhi rekomendasi dan terapi yang sudah dianjurkan oleh dokter Anda.

Melakukan pemeriksaan secara rutin dan menjalankan intruksi medis dapat sangat membantu mencegah timbulnya gejala AIWS.

 

 

Referensi 

Cleveland Clinic. (n.d.). Alice in Wonderland Syndrome (AIWS). Retrieved July 23, 2024, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/24491-alice-in-wonderland...

Weissenstein, A., Luchter, E., & Bittmann, M. A. (2014). Alice in Wonderland syndrome: A rare neurological manifestation with microscopy in a 6-year-old child. Journal of pediatric neurosciences, 9(3), 303–304. https://doi.org/10.4103/1817-1745.147612 

Lanska, D. J., & Lanska, J. R. (2018). The Alice-in-Wonderland Syndrome. Frontiers of neurology and neuroscience, 42, 142–150. https://doi.org/10.1159/000475722 

Blom J. D. (2016). Alice in Wonderland syndrome: A systematic review. Neurology. Clinical practice, 6(3), 259–270. https://doi.org/10.1212/CPJ.0000000000000251

Ha, H., & Gonzalez, A. (2019). Migraine Headache Prophylaxis. American family physician, 99(1), 17–24. Retrieved July 23, 2024, from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/30600979/ 

Lipton, R. B., Dodick, D. W., Silberstein, S. D., Bigal, M. E., Spierings, E. L. H., Saper, J. R., … & Grosberg, B. M. (2014). Migraine with brainstem aura: Patient characteristics and comparison with migraine with typical aura. Neurology, 82(10 Supplement), S19.003. https://doi.org/10.1212/WNL.82.10_supplement.S19.003 

 

 

 

Penulis: 
Ulfa Undari , S. Kep., Ners
Sumber: 
Perawat RSJD dr Samsi Jacobalis

Artikel

12/05/2026 | Yunhar Nursaleh, S.Kep., Ners
30/04/2026 | Roesmala Dewi,AMK
25/04/2026 | Ns. Pamela K. Dewi., S.Kep
13/04/2026 | Veka Padila,S.Kep.,Ns
18/06/2022 | Gita Riskika,S.Farm.,Apt
30/06/2016 | Wieke Erina Ariestya, S.Kep.Ners
30/11/2022 | Zurniaty, S. Farm., Apt
18/06/2022 | Gita Riskika,S.Farm.,Apt

ArtikelPer Kategori