Individu yang sudah masuk dalam usia 60 tahun sudah bisa masuk dalam kategori sebagai lansia, dimana lansia merupakan suatu proses terjadinya perubahan pada segala bentuk dan aspek kehidupan. Perubahan peran di dalam keluarga, lingkungan kerja maupun lingkungan masyarakat. Apabila lansia tidak dapat beradaptasi atau menyesuaikan diri dengan kondisinya yang sekarang, maka lansia akan mengalami masalah dalam penyesuai diri. Sehingga akan mengakibatkan lansia banyak mengalami depresi akibat tidak dapat menyesuaikan dengan lingkungan sekitar yang sekarang ia hadapi.
Untuk mengatasi anxietas atau kecemasan yang terjadi pada klien lansia, serta untuk membantu klien lansia mengalami masa tua yang lebih sejahtera secara mental. Salah satu bentuk tindakan atau kegiatan yang cukup efektif dapat dilakukan oleh lansia adalah seperti kegiatan terapi kelompok reminiscence. Terapi reminiscence merupakan bentuk terapi modalitas yang dapat menurunkan beberapa gangguan kesehatan yang dialami lansia, seperti pikun dengan keadaan , dimensia, depresi, dan anxietas . Terapi reminiscence atau terapi kenangan merupakan bentuk terapi dengan mengingat masa lalu atau kenangan yang indah dan menyenangkan.Terapi reminiscence adalah suatu terapi yang dilakukan pada seorang individu dengan cara memberikan arahan untuk dapat mengingat kembali kejadian dan pengalaman masa lalu serta kemampuan dalam menyelesaikan masalahnya.
A. Tujuan terapi reminiscence
- Meningkatkan harga diri
- Menciptakan kebersamaan kelompok dan meningkatkan keintiman sosial.
- Meningkatkan sosialisasi dan hubungan dengan orang lain.
- Memberikan stimulasi kognitif
- Meningkatkan komunikasi
- Meningkatkan kualitas hidup
B. Jenis – Jenis Terapi Reminiscence
- Jenis terapi Simple atau Positive Reminiscence merupakan jenis terapi untuk mengingatkan informasi dan pengalaman serta perasaan yang menyenangkan pada masa lalu cara menggali pengalaman tersebut dengan menggunakan pertanyaan langsung yang tampak seperti interaksi sosial antara klien dan terapi.
- Terapi Evaluative Reminiscence terapi ini digunakan untuk mengevaluasi masa lalu dan digunakan sebagai pendekatan pemecahan konflik.
- Terapi Offensive Defensive Reminiscence terapi ini merupakan kegiatan pengulangan informasi yang tidak menyenangkan dan meningkatkan stress.
C. Alat Terapi Reminiscence
Alat yang digunakan dalam kegiatan terapi reminiscence adalah benda-benda yang berhubungan dengan masa lalu klien diantaranya adalah :
- Majalah
- Alat untuk memasak
- Pakaian
- Alat untuk memutar musik, video, dan kaset.
- Stimulus bau yang berbeda seperti coklat, jeruk ,durian,manga dkk
- Bahan- bahan untuk menstimulasi sensori sentuhan seperti bulu binatang, wol dan flanel, pasir, lumpurD. Prosedur terapi reminiscence
D. Urutan / cara melakukan terapi reminiscence adalah sebagai berikut :
- Klien bisa melakukan BHSP/ bina hubungan saling percaya dengan petugas / perawat
- Perawat memperkenalkan diri meliputi: nama, nama panggilan, asal tempat tinggal dan status pendidikan.
- Perawat meminta pasien memperkenalkan diri yang meliputi nama, nama panggilan yang disukai, usia dan asal tempat tinggal
- Kontrak waktu dengan klien
- Siapkan media atau alat yang akan digunakan untuk melakukan terapi reminiscence
- Atur posisi klien duduk dan berhadapan dengan perawat
- Perawat meminta kepada klien untuk membawa benda-benda yang masih dimiliki klien pada masa anak, remaja, dewasa dan pada saat bersama dengan keluarga dan di rumah.
- Perawat memeriksa kembali benda-benda yang masih dimiliki klien terkait dengan topik diskusi apakah sudah benar dan sesuai dengan yang akan didiskusikan .
- Perawat mengarhkan kepada klien untuk melakukaan teknik nafas dalam sebanyak 3 kali sambil pejamkan mata , kemudian perawat mengajak klien untuk mengingat pengalaman masa anak, masa remaja, dan masa dewasa dan kegiatan bersama sanak saudara / keluarga yang dilaksanakan waktu di rumah, setelah ituh apa yang klien lakukan bersama sanak saudara / keluarga dalam meenyambut hari raya keagamaan , jenis pakaian yang dipakai pada saat menyambut hari raya keagamaan, hal yang terlucu dan kegiatan yang paling berkesan yang pernah dialami bersama dengan sanak saudara / keluarga. Kemudian klien diminta untuk membuka mata kembali sambil menarik nafas dalam sebanyak 3 kali.
- Perawat memberikan kesempatan kepada klien untuk memperlihatkan benda- benda yang berkaitan dengan topik diskusi
- Perawat memberikan kesempatan kepada klien untuk menceritakan pengalamannya yang paling menyenangkan yang berhubungan dengan pengalaman masa anak, masa remaja, dan masa dewasa dan kegiatan bersama sanak saudara / keluarga yang dilaksanakan di rumah.
- Perawat mendiskusikan perasaan klien setelah berbagi pengalaman yang menyenangkan apa yang dirasakan klien setelah menyampaikan pengalamannya, apakah ada manfaat yang dirasakan klien sehubungan dengan masa lalu dengan keadaan klien saat ini.
- Perawat menganjurkan klien untuk menerima masa lalunya yang menyenangkan sebagai bagian yang berharga bagi dirinya.
- Perawat menjelaskan hubungan mengingat kembali dan berbagi pengalaman yang menyenangkan dengan orang lain dan penerimaan diri pada saat ini.
- Perawat mengarahkan kepada klien agar dapat untuk melakukan kegiatan yang sama dengan orang lain tanpa terstruktur.
- Perawat memberikan pujian dan semangat kepada klien.
- Perawat melakukan evaluasi dan men doumentasi keperawatan
DAFTAR PUSTAKA
NKAI Asmariani.2018 http://repository.poltekkes-denpasar.ac.id/731/3/BAB%20II.pdf
Dewi, S. R. (2018). Pengaruh Terapi Reminiscence Terhadap Fungsi Kognitif Lansia Di UPT PSTW Bondowoso. The Indonesian Journal Of Health Science, 1(2), 174-178.
Manurung, Nixson.(2016).Terapi reminiscence : solusi pendekatan sebagai upaya tindakan keperawatan dalam menurunkan kecemasan, stress dan depresi(Cet. 1)Jakarta:Trans Info Media.

