Setiap orang selalu mendambakan kehidupan yang aman, nyaman dan terbebas dari setiap masalah. Namaun seiring bertambahnya usia dan perkembangan teknologi membuat kita harus mengikuti arus perubahan yang ada. Stress merupakan hal yang tidak bisa kita hindari, dimana stress yang terjadi merupakan respons kita terhadap permasalahan yg kita hadapi. Stres juga akan berdampak pada kesehatan pisik dan mental.
Stress akan menjadi hal yang buruk apabila sudah tidak mampu beradaptasi tanpa menimbulkan distress karena tidak semua bentuk stress itu berdampak negatif tapi juga banyak yang positif, dimana dapat memicu seseorang untuk berkreasi untuk mencari kopping.
Stress adalah suatu kondisi dinamika dalam mana seseorang individu di konfrontasikan dengan suatu peluang, kendala atau tuntutan yang dikaitkan dengan apa yang sangant diinginkannya dan yang hasilnya dipersiapkan sebagai tidak pasti dan penting.
Sumber-sumber stress
| Peristiwa hidup | : | Setiap kejadian yang membahagiaka ataupun yang menyedihkan. |
| Frustrasi | : | Bila suatu tujuan atau keinginan seseorang tidak tercapai |
| Konflik | : | Tidak tercapainya tujuan akibat gangguan dari orang lain |
| Tekanan | : | Stress yang muncul karena merasa kejadian negatif |
| Lingkungan | : | Lingkungan yang tidak nyaman, seperti polusi udara, suara dan lingkungan yang lembab, atau lingkungan kerja yang tidak nyaman. |
Reaksi Psikologis Stress
Atkinson dkk. (1993) mengelompokkan stress menurut gejalanya antara lain:
- Kecemasan : Merupakan emosi yang tidak menyenangkan dengan munculnya kekhawatiran, ketegangan, ketakutan dimana gejala ini dialami dengan derajat yang berbeda pada setiap individu.
- Kemarahan dan Agressi : Merupakan reaksi psikologis berupa kemarahan yang bisa mengarah kepada prilaku agresi kekerasan ferbal ataupun fisik.
- Apatis dan Depresi : Hal ini merupakan reaksi psikologis berupa menarik diri, tidak aktif, dan merasa tidak berdaya menghadapi permasalahan. Bila tidak berhsil menghasilkan kopping, maka individu bisa mengarah ke dpresi ringan hingga berat.
- Penurunan fungsi kognitif : Reaksi ini terjadi yang di tandai dengan sulitnya berkonsentrasi, sulit berfikir realistis, dan pikiran mudah terganggu dan teralihkan.
Sterss bisa disebut sebagai hal yang baik bila seorang individu mempunyai mekanisme koping yang baik dan dapat meningkatkan produktifitas dari individu tersebut. Sebaliknya bila seseorang individu tidak bisa menemukan kopping yang baik maka stress akan berkepanjangan yang mengakibatkan organ terdampak akan mengeluarkan berbagai hormon untuk adaptasi. Bila hal ini terjadi dalam waktu yang lama maka tubuh bisa mengalami kerusakan.
Mekanisme Stress – Adaptasi Fisiologis
Peringatan pertama dari rasa cemas, takut atau trauma diterima oleh saraf sensori yang disebut dengan organ sensori seperti mata, telinga, lidah, kulit yang terdapat diluar. Tanda ini akan ditangkap ke hypothalamus dan korteks cerebri, selanjutnya hypotalamus akan mengontol suhu tubuh, kesimbangan cairan dan sekresi hormon-hormon yang diperlukan untuk adaptasi.
Dalam keadaan stress, semua organ dalam keadaan siaga dan siap menjalankan fungsinya untuk merespons stress yang ada seperti:
- Jantung : Curah jantung meningkat dan lebih cepat untuk mengangkut oksigen.
- Pembulu darah : terjadi kontraksi untuk membantu meningkatkan peredaran darah.
- Otot : Berkontaksi sehingga kaki, tangan dan punggung siap bereaksi bila diperlukan untuk melindungi diri dari ancaman.
Hypotalamus juga merangsang sistem endokrin yang mengontrol kelenjar hypofisis yang pada akhirnya memproduksi antidiuretik hormon (ADH). ADH ini akan dibawa kee ginjal dan selanjutnya ginjal melakukan fungsinya sebagai reabsorbsi, sehingga volume cairan sirkulasi darah, dan oksigen serta zat makanan meningkat.
Kelenjar adrenal mengeluarkan hormon tambahan yaitu adrenalin yang juga meningkatkan kerja jantung, melebarkan pupil, meningkatkan ekskresi keringat dan meningkatkan aktifitas pencernaan. Apabila stress dapat diatasi maka fungsi tubuh akan berangsur normal, bila stress tidak dapat diatasi maka persediaan tenaga dalam tubuh akan berkurang yang berakibat pada kelelahan.
Daftar Pustaka:
- Dale Carnegie Associates. Overcoming worry and stress; 2014
- Gunawan Andi W. The Miracle Mind Body Medicine. Jakarta; 2012
- Yosef Iyus. Keperawatan Jiwa. Jakarta; 2009

