PENTINGNYA PERAN ANGGOTA KELUARGA DALAM MERAWAT ODGJ DI RUMAH

Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) seringkali dianggap sebagai beban atau bahkan aib keluarga. Padahal, di balik label ODGJ, terdapat individu yang membutuhkan dukungan emosional, penerimaan, dan pendampingan jangka panjang dari orang-orang terdekatnya, terutama keluarga. Pemulihan gangguan jiwa tidak hanya bergantung pada pengobatan medis atau intervensi psikologis semata. Salah satu bentuk keberhasilan dalam proses kesembuhan ODGJ justru terletak pada kekuatan dukungan sosial dilingkungan sekitar, dengan keluarga sebagai poros utamanya. Dimana peran keluarga adalah penentu utama apakah pasien akan mengalami kekambuhan atau mampu menjalani kehidupan yang stabil. Dilingkungan masyarakat yang modern dimana ada anggota keluarga yang mengalami ODGJ justu mulai menyadari bahwa kesehatan jiwa sama pentingnya dengan memiliki kesehatan fisik. Akan tetapi sayangnya, kesadaran ini belum sepenuhnya terjadi dilingkungan sekitar secara menyeluruh. Ketika seseorang mengalami gejala-gejala gangguan jiwa, tidak sedikit dari kita yang masih menilai secara negatif, memandang aneh, bahkan menjauhi orang yang mengalami gangguan jiwa. Padahal, dukungan moral, penerimaan, dan pemahaman dari lingkungan sekitar sangat penting dan memberikan dampak positif yang baik bagi pasien tersebut yang sedang mengalami gangguan jiwa, terutama dari keluarga, justru menjadi kunci utama bagi pemulihan pasien.

  1. Peran Penting Keluarga Antara Lain:
  1. Pendamping Selama Proses Perawatan

Gangguan jiwa membutuhkan proses perawatan yang cukup panjang, baik berupa pengobatan farmakologis maupun psikoterapi. Pasien ODGJ sering kali tidak memiliki kesadaran diri yang cukup untuk mengikuti pengobatan secara teratur. Di sinilah peran keluarga mengambil peran vital sebagai pengingat, pendamping kontrol ke fasilitas pelayanan kesehatan, serta penghubung dengan tenaga professional lainya yang saling berkesinambungan

  1. Menciptakan lingkungan yang stabil

Dengan memiliki lingkungan rumah yang penuh dengan tekanan, pertengkaran, atau penolakan bisa menjadi factor penyebab utama terjadinya kekambuhan bagi pasien ODGJ. Oleh sebab itu, keluarga harus berusaha menciptakan lingkungan yang stabil, harmonis, tenang, dan mendukung. Pentingnya menjaga komunikasi yang sehat dan terbuka antaranggota keluarga sangat penting dalam hal ini.

  1. Meningkatnya wawasan diri mengenai gangguan kejiwaan

Pengetahuan yang baik terkait diagnosis dan terapi akan membuat keluarga lebih mudah memahami proses terapi yang kadang berjangka panjang. Proses komunikasi, informasi, dan edukasi saat kontrol ke dokter digunakan juga sebagai sarana memberikan pemahaman lebih baik kepada anggota keluarga. Gunakan sumber informasi yang tepercaya, jika ragu tanyakan ke dokter yang merawat pasien, jangan kepada orang yang tidak tepat. Dengan memiliki pemahaman yang baik maka membantu dalam mendorong pasien untuk bisa lebih patuh terhadap proses pengobatannya.

  1. Bentuk-bentuk dukungan yang dapat dilakukan oleh keluarga pasien yaitu :
  1. Sering berkomunikasi tentang hobi, hal-hal yang disukai, atau pengalaman-pengalaman yang menyenangkan pasien
  2. Mendengarkan keluh kesah pasien
  3. Mampu menyimpan rahasia/hal-hal yang diceritakan pasien
  4. Bersikap empati/memahami perasaan dan pikiran pasien
  5. Berdiskusi dengan pasien untuk memberikan solusi yang tepat dan logis
  6. Memberikan apresiasi atas usaha pasien dalam penyembuhannya (pujian, pelukan, hadiah)
  7. Tidak melabel atau menilai pasien dengan kata-kata yang kurang positif
  8. Mengucapkan kata-kata positif, penghargaan, kebanggaan, dan penerimaan pada kondisi pasien
  9. Memberikan nasehat apabila diperlukan dengan bahasa yang mudah dipahami.
  10. Membiarkan pasien meluapkan kesedihan dengan cara yang tepat, misalnya menangis atau bercerita, kemudian menanggapinya dengan tepat
  11. Mengajak berinteraksi dengan lingkungan sosialnya atau berkunjung ke keluarga besarnya
  12. Memberikan bantuan dalam beberapa aktivitas pasien, misalnya memberitahu cara-cara melakukan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan, minat, dan bakat serta mengingatkan jadwal minum obat.
  13. Memberikan aktivitas/kegiatan yang positif dan mampu dilakukan pasien, misalnya membuat kerajinan tangan, berolahraga, membantu pekerjaan rumah, dan sebagainya.

 

 

Daftar Pustaka

  1. ttps://rsj.acehprov.go.id/berita/kategori/artikel/peran-keluarga-dalam-kesembuhan-pasien-gangguan-jiwa-jangan-tinggalkan-mereka-sendirian
  2. https://rsud.bontangkota.go.id/?p=1763
  3. https://www.klikdokter.com/psikologi/kesehatan-mental/peran-keluarga-terhadap-odgj?srsltid=AfmBOooy1lNaMXa4763edZM_zrj1BL2OB5aDsOO_tmEfO1IjSXgEWjrd

 

Penulis: 
Ns.Reren Repika,S.Kep
Sumber: 
Perawat RSJD dr Samsi Jacobalis

Artikel

12/05/2026 | Yunhar Nursaleh, S.Kep., Ners
30/04/2026 | Roesmala Dewi,AMK
25/04/2026 | Ns. Pamela K. Dewi., S.Kep
13/04/2026 | Veka Padila,S.Kep.,Ns
18/06/2022 | Gita Riskika,S.Farm.,Apt
30/06/2016 | Wieke Erina Ariestya, S.Kep.Ners
30/11/2022 | Zurniaty, S. Farm., Apt
18/06/2022 | Gita Riskika,S.Farm.,Apt

ArtikelPer Kategori