PENGENDALIAN KECEMASAN DENGAN AFIRMASI POSITIF

Cemas adalah perasaan yang timbul ketika kita khawatir atau takut akan sesuatu. Rasa takut dan panik adalah hal yang manusiawi. Setelah beberapa waktu, kita biasanya merasa lebih tenang dan nyaman. Rasa khawatir dan takut, dalam batasan tertentu, dapat membantu menjaga kita, bahkan melindungi dari marabahaya. Akan tetapi, ada kalanya, rasa cemas membuat keadaan terasa lebih buruk dari yang sebenarnya dan membuat kita kewalahan. Kekhawatiran yang berlangsung berkepanjangan dapat menyebabkan kecemasan yang berjangka panjang.

Gejala kecemasan bisa rumit, bahkan timbul jauh setelah suatu kejadian yang membuat anak stres. Berikut adalah beberapa tanda dan gejala kecemasan pada umumnya:

Gejala fisik:

a. Napas terengah-engah, sakit kepala, atau merasa seperti akan kehilangan kesadaran

b. Detak jantung jadi cepat, terkadang diiringi tekanan darah yang juga tinggi

c. Gelisah, gemetar, atau rasa lemas pada kaki

d. Rasa tidak nyaman di perut, termasuk kram perut, diare, atau ingin ke toilet berkali-kali

e. Sulit tidur atau hilang selera makan

f. Mulut kering, berkeringat berlebihan atau merasa kepanasan.

Gejala emosional dan mental

a. Kesulitan untuk fokus, hilang konsentrasi

b. Merasa panik, gugup, atau tegang

c. Merasa kewalahan atau ketakutan

d. Merasa tidak bisa mengendalikan suatu situasi

e. Merasa letih dan mudah marah

Banyak cara dalam mengendalikan kecemasan salah satuna dengan afirmasi positif. Afirmasi positif adalah pernyataan yang dipilih secara cermat yang bertujuan untuk menantang dan menggantikan pola pikir negatif. Dengan menumbuhkan pola pikir positif, afirmasi dapat membentuk kembali cara kita memandang diri sendiri dan dunia di sekitar kita. Praktik afirmasi diri berakar pada gagasan bahwa pikiran kita secara signifikan memengaruhi emosi dan perilaku kita. Mengulang pernyataan positif secara teratur, terutama pada saat-saat stres atau ragu, secara bertahap dapat mengubah pola pikir dari rasa takut dan cemas menjadi rasa percaya diri, harapan, dan ketahanan.

Menciptakan afirmasi positif yang efektif untuk mengatasi kecemasan akan berhasil paling baik jika Anda mengambil pendekatan yang bijaksana dan personal: Mulailah dengan mengidentifikasi area perhatian spesifik atau kekhawatiran berulang yang ingin Anda atasi.

Buatlah afirmasi yang ringkas, jelas, dan dalam bentuk present tense, dengan membingkainya sebagai pernyataan positif dan bukan pernyataan negatif. Misalnya, ganti "Saya tidak takut" dengan "Saya berani." Jadikan afirmasi Anda realistis dan dapat dipercaya, yang memungkinkan afirmasi tersebut beresonansi dengan kondisi pikiran Anda saat ini. Masukkan pernyataan Anda dengan bahasa yang membangkitkan semangat dan memberdayakan, dengan fokus pada kekuatan dan kualitas yang Anda miliki. Sertakan kata-kata yang membangkitkan rasa damai, percaya diri, dan ketahanan. Ulangi afirmasi Anda secara teratur, integrasikan ke dalam rutinitas harian, saat-saat refleksi diri, atau saat-saat stres meningkat.

Sumber :

https://cogbtherapy.com/cbt-blog/positive-affirmations-for-anxiety-relief

 

Penulis: 
Bagus Sugiarto
Sumber: 
Perawat RSJD dr Samsi Jacobalis

Artikel

12/05/2026 | Yunhar Nursaleh, S.Kep., Ners
30/04/2026 | Roesmala Dewi,AMK
25/04/2026 | Ns. Pamela K. Dewi., S.Kep
13/04/2026 | Veka Padila,S.Kep.,Ns
18/06/2022 | Gita Riskika,S.Farm.,Apt
30/06/2016 | Wieke Erina Ariestya, S.Kep.Ners
30/11/2022 | Zurniaty, S. Farm., Apt
18/06/2022 | Gita Riskika,S.Farm.,Apt

ArtikelPer Kategori