PEMICU ORANG LAKUKAN SILENT TREATMENT

Fenomena ini dikenal sebagai silent treatment, yaitu ketika seseorang memilih diam sebagai respons terhadap konflik atau ketidaknyamanan yang terjadi pada orang yang mengalami silent treatment. Meskipun terlihat sepele atau gampang, tetapi ini bisa memberikan dampak emosional yang cukup dalam bagi kedua belah pihak.. Mengabaikan orang lain saat terjadinya sebuah masalah atau konflik disebut dengan perilaku silent treatment. Hubungan yang kita jalani dengan pasangan atau orang lain seperti rekan kerja umumnya tidak lepas dari adanya sebuah konflik. Untuk menyelesaikan sebuah konflik, diperlukan adanya komunikasi yang jelas di antara keduanya. Akan tetapi, apabila orang tersebut enggan berbicara, mendiamkan, atau mengabaikan kita saat ada konflik, maka kondisi ini bisa disebut sebagai silent treatment atau berdiam.

A. Penyebab Terjadinya Silent Treatmen

1. Penyebab pertama karena seseorang sedang menghindar dari sebuah masalah. 

2. Ketidakmampuan mengelola emosi, seperti rasa marah atau kecewa yang mendalam.

3. Kurangnya komunikasi yang terbuka, sehingga masalah kecil pun dapat memicu tindakan mendiamkan.

4. Trauma masa lalu yang membuat seseorang akan sulit menghadapi konflik secara langsung.

B. Dampak Silent Treatment

1. Rusaknya kepercayaan,

2. Munculnya kebencian,

3. Perasaan dikucilkan,

4. Keintiman yang berkurang, dan

5. Self-esteem atau harga diri yang rendah.

C. Ciri – Ciri Silent Treatmen

1. Menghindari kontak mata atau interaksi langsung

2. Tidak menanggapi pesan atau panggilan 

3. Memberikan jawaban singkat dan dingin  atau cuek.

4. Menghindari diskusi atau percakapan penting 

5. Bersikap seolah-olah korban tidak ada

6. Menggunakan sikap diam untuk mengontrol situasi

7. Memperpanjang konflik tanpa penyelesaian

D. Cara Mengatasi Silent Treatment

1. Beri mereka waktu sendiri

Silent treatment sering kali dilakukan saat berkutat dengan pikirannya sendiri. Jika hal ini terjadi, berilah mereka waktu atau kesempatan untuk berdamai dengan dirinya. Akan tetapi, perilaku ini tidak seharusnya berlangsung berhari-hari dan membuat orang tersebut merasa bersalah atau rendah diri.

2. Cari tahu sumber masalah

Mendiamkan pasangan saat masalah sedang terjadi merupakan salah satu bentuk perilaku pasif-agresif untuk membuat seseorang merasa dirinya bersalah. Jika hal ini terjadi, maka cobalah sejenak untuk mengingat masalah ke belakang dan cari tahu hal yang mendasarinya. Cobalah turunkan ego kalian saat melakukannya meski konflik ini tidak seutuhnya disebabkan oleh adanya kesalahan yang disengaja.

 

 

 

3. Tetapkan Batasan

Saat sebuah permasalahan berhasil diatasi, buatlah kesepakatan dengan pasangan mengenai cara yang tepat untuk menangani  sebuah konflik serupa di kemudian hari. Pastikan bahwa kesepakatan ini telah diterima oleh pasangan tersebut 

4. Mencari Solusi Jangka Panjang

Apabila silent treatment ini menjadi sebuah kebiasaan dalam hubungan, sangat penting untuk membicarakan pola ini secara terbuka. Cari tahu apa yang memicu terjadinya silent treatment dan cobalah untuk menemukan solusi yang lebih konstruktif. Penyelesaian masalah yang lebih sehat dan komunikasi yang lebih terbuka akan mencegah kebiasaan ini terulang di masa depan.

 

 

 

 

Daftar Pustaka

https://hellosehat.com/mental/hubungan-harmonis/silent-treatment/

https://www.klikdokter.com/psikologi/kesehatan-mental/penyebab-dan-cara-...

https://www.gramedia.com/best-seller/arti-silent-treatment/?srsltid=AfmB...

Penulis: 
Ns.Mahmudah,AMK.S.Kep.
Sumber: 
Perawat RSJD dr Samsi Jacobalis

Artikel

12/05/2026 | Yunhar Nursaleh, S.Kep., Ners
30/04/2026 | Roesmala Dewi,AMK
25/04/2026 | Ns. Pamela K. Dewi., S.Kep
13/04/2026 | Veka Padila,S.Kep.,Ns
18/06/2022 | Gita Riskika,S.Farm.,Apt
30/06/2016 | Wieke Erina Ariestya, S.Kep.Ners
30/11/2022 | Zurniaty, S. Farm., Apt
18/06/2022 | Gita Riskika,S.Farm.,Apt

ArtikelPer Kategori