Low Back Pain atau istilah masyarakat awam lebih di kenal sakit pinggang,sering dan kerap terjadi di usia dewasa dikarenakan pekerjaan,faktor usia dan cidera yang terjadi. Low Back Pain menurut Maher,Salmond dan Pellino,2002 merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang disebabkan oleh aktivitas tubuh yang kurang baik. Banyak penderita awal Low Back Pain tidak merasakan gejala karena penderita masih bisa beraktifitas seperti biasanya. Dimana penderita baru merasakan gejala Low Back Pain apabila merasakan sakit atau nyeri di pinggang mulai terasa hebat sehingga mengganggu aktifitas sehari hari.
Tanda tanda Low Back Pain yang paling dirasakan pasien adalah nyeri atau sakit di daerah pinggang, kadang kadang disertai adanya bengkak atau peradangan dan kelemahan otot di pinggang.
Menurut Bimariotejo,2009 Low Back Pain di bagi dua macam :
1.Low Back Pain Akut : Dimana di tandai dengan rasa nyeri yang menyerang secara tiba tiba dengan jarak waktu sebentar dan dapat hilang dengan sendirinya.
2.Low Back Pain Kronik : Dimana ditandai dengan rasa nyeri yang menyerang lebih
dari tiga bulan dengan berulang ulang dan gangguan pada aktifitas.
Penyebab terjadinya:
Biasanya untuk kondisi pasien dengan LBP anamnesis/pemeriksaan dengan pasien harus dilakukan untuk mengetahui penyebab mengapa terjadi LBP pada pasien. Untuk kasus LBP akut biasanya adanya cidera akibat terjatuh ataupun kecelakaan dimana nyeri terjadi secara tiba tiba. Sedangkan untuk kasus LBP kronik biasanya akibat aktivitas sehari hari yang berlebihan,mengangkat beban berat dengan posisi yang salah, terlalu lama berdiri atau duduk dengan posisi yang salah dan berulang ulang ( Borenstein dan Wiesel,1989, Meliala dan Pinzon,2004).
Penatalaksanaan Fisioterapi pada kasus LBP :
- LBP Akut :
- Istirahat
Pada kondisi sakit pinggang awal dapat dilakukan di rumah oleh pasien dengan posisi lebih banyak istirahat atau Posisi Bedrest dengan posisi terlentang pada alas yang keras dengan maksud untuk mengurangi tekanan dan mengurangi aktifitas back muscle/otot punggung.
-Kompres dingin
Setelah posisi bedrest dan istirahat dapat dilakukan dengan kompres dingin dengan cara kompres pada daerah pinggang,Letakan sesaat setelah nyeri muncul pada area yang nyeri dengan pengulangan 3 -6 kali sehari dengan tujuan mengurangi nyeri dan inflamasi pada jaringan lunak.
- LBP Kronik :
Untuk kondisi kronis penderita disarankan di rujuk kerumah sakit untuk pemeriksaan dan pengobatan yang lebih lanjut karena kondisi tersebut harus dapat penanganan yang tepat supaya tidak terjadi keparahan dan bahkan kecacatan.
Adapun modalitas Fisioterapi yang sesuai diterapkan atau diberikan untuk kondisi LBP akut antara lain :
- Interenferential terapi/TENS mempunyai indikasi untuk:
- Nyeri otot,tendon,saraf
- Kelemahan otot
- Post traumatic dll.
Efek fisiologis interferential terapi/TENS antara lain :
- Peningkatan aliran darah lokal yang dapat meningkatkan penyembuhan dengan mengurangi pembengkakan
- Stimulasi sel saraf lokal yang dapat memiliki efek mengurangi rasa sakit
- Relaksasi kejang otot
2. Diatermy (SWD/MWD) mempunyai indikasi antara lain untuk :
- Melancarkan peredaran darah,mengurangi rasa sakit,mengurangi spasme otot,membantu meningkatkan kelenturan jaringan lunak,mempercepat penyembuhan radang.
3. Terapi Latihan :
- digunakan karena lebih kurang dari 60% penderita LBP akan kambuh lagi dikarenakan terjadi kelemahan dari otot pinggang,dan mengembalikan aktifitas fisik yang terhambat karena nyeri pada daerah pinggang tersebut.
Daftar Pustaka
Maher,Salmond dan Pellino,2002 Low Back Pain Philadelphia : FA David Company
BAB 2 Tinjauan Pustaka 1-LBP-Repository.ac.id
Diana kartini putri,2013 Psikologi kesehatan “Fenomena Penyakit kronis” Univ. Esa Unggul Jakarta
Https. ://Fisiotexsist.Wordpress.com/2014/interferential –current-therapy/
Dianambarwaty 03.blogspot.com/2015/03/modalitas-fisioterapi-html

