Terapi aktivitas kelompok adalah merupakan salah satu bentuk tindakan keperawatan untuk klien dengan masalah gangguan jiwa. Terapi ini merupakan terapi yang proses pelaksanaannya merupakan tanggung jawab penuh dari seorang perawat. Oleh karena itu seorang perawat khususnya perawaat jiwa haruslah mampu melakukan terapi aktivitas kelompok secara tepat dan benar Terapi diberikan secara berkelompok dan berkesinambungan, dalam hal ini khususnya Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) stimulasi persepsi halusinasi Penatalaksanaan keperawatan pasien gangguan jiwa untuk mengatasi halusinasi pendengaran adalah terapi psikofarmakodinamika, terapi ECT (Elektroconvulsive Therapy) dan terapi aktivitas kelompok. Bentuk Tindakan keperawatan yang ada adalah terapi aktivitas kelompok. Terapi aktivitas kelompok merupakan jenis terapi modalitas sebagai upaya untuk memfasilitasi perawat atau psikoterapis terhadap klien pada waktu yang sama. Adapaun tujuan dari terapi aktivitas adalah untuk memantau dan meningkatkan hubungan interpersonal antar anggota. Kemampuan pasien dalam mengontrol halusinasi bisa kendalikan dengan terapi aktifitas kelompok stimulasi persepsi halusinasi. Terapi aktivitas kelompok (TAK) stimulasi persepsi merupakan klien dilatih untuk mempersepsikan stimulus yang pernah dialami. Dimana kemampuan persepsi klien dievaluasi dan ditingkatkan pada tiap sesi. Dengan dilakukanya tindakan ini diharapkan respons klien terhadap berbagai stimulus dalam kehidupan menjadi adaptif dan menjadi lebih baik.
A. Terapi Aktivitas Kelompok Dibagi Menjadi 4
- TAKS Kognitif Atau Persepsi
- TAKS Sensori
Terapi ini digunakan sebagai stimulus sensori klien. Kemudian diobservasi terhadap reaksi sensori klienterhadapstimulusyangdisediakanberupaekspresiperasaansecaranonverbal (ekspresi wajah, gerakan tubuh) Tindakan yang dapat dilakukan seperti music, seni, menyanyi dan menari.
1. Terapi Aktivitas Kelompok Orientasi Realitas
Klien diorientasikan pada kenyataan yang ada di sekitar klien yaitu diri sendiri, orang lain yangadadisekelilingkliendan lingkungan yangpernah mempunyaihubungandengan klien. Aktivitas dapat berupa orientasi orang, waktu, tempat, benda yang ada disekitar dan semua kondisi nyata.
2. Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi
Klien dibantu untuk melakukan tindakan sosialisasi dengan individu yang ada disekitar klien, dimana fungsi dari sosialisasi ini adalah untuk membantu klien dapat bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.
B. Tujuan TAKS
- Klien dapat menjelaskan pengertian halusinasi dengan kata-katanya sendiri
- Klien dapat menyebutkan jenis halusinasi
- Klien dapat menyebutkan fase-fase halusinasi
- Klien dapat menyebutkan penyebab halusinasi
- Klien dapat menyebutkan tanda dan gejala halusinasi
- Klien dapat menyebutkan dan menjelaskan cara mengontrol halusinasi
B. Tahap TAK stimulasi persepsi
1. Tahap Persiapan
Memilih pasien sesuai dengan kriteria melalui proses seleksi, yaitu pasien dengan gangguan sensori persepsi halusinasi pendengaran, membuat kontrak dengan pasien, mempersiapkan alat dan tempat pertemu
2. Tahap orientasi
Pada tahap ini dimana petugas akan melakukan salam teraputik ,evaluasi dan validasi ,kontrak kegiatan terhadap klien yang mengikuti kegiatan TAKS.
3. Tahap kerja
Pada tahap ini peserta akan melakukan dan mempraktekan sesuai dengan sesi TAKS Stimulasi persepsi yang terdiri dari 5 sesi
4. Tahap terminasi
Pada tahap ini meliputi evaluasi,tindak lanjtu dan Kontrak yang akan datang
5. Evaluasi dan Dokumentasi
Pada tahap ini dimana evaluasi dilakukan saat TAK sedang berlangsung, khususnya pada tahap kerja. Untuk form evaluasi atau lembar observasi pada TAK sesuai sesi yang dilakukan
c. esi TAK Stimulasi Persepsi
- Sesi I : Mengenal halusinasi
- Sesi II : Mengontrol halusinasi dengan teknik menghardik
- Sesi III : Mengontrol halusinasi dengan membuat jadwal kegiatan
- Sesi IV: Mencegah halusinasi dengan bercakap-cakap
- Sesi V : Mengontrol halusinasi dengan kepatuhan minum obat.
Daftar Pustaka
Diakses Pada 24 November 2022 https://www.academia.edu/34598749/PROPOSAL_TAK_HALUSINASI_docx
Diakses Pada, 25 November 2022 http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/2115/1/KTI%20adobe.pdf
Diakses Pada , 25 November 2022 https://www.studocu.com/id/document/institut-ilmu-kesehatan-strada-indonesia/indonesian/makalah-tak-kel-1-tidak-ada/36200576

