Stres, Distress, dan Depresi terikat satu sama lain, dan tidak dapat dipisahkan. Stres adalah respon fisik dalam menghadapi permasalahan kehidupan yang dialami, apabila terdapat fungsi organ yang terganggu, hal tersebut dinamakan distress. Sedangkan depresi adalah respon kejiwaan terhadap situasi yang penuh dengan tekanan yang dialami oleh seseorang. Manusia memiliki cara untuk menyesuaikan diri dalam suatu kondisi yang didefinisikan sebagai peristiwa yang menekan (stressful event) atau tidak, bergantung pada respon yang diberikan oleh individu terhadapnya, banyak faktor yang dapat menimbulkan stres terhadap seseorang, dan respon masing-masing individu pun berbeda.
Beberapa aspek dari dampak ditimbulkan stres :
- Aspek fisik
Mempengaruhi penurunan kondisi seseorang pada saat stress, sehingga mempengaruhi organ tubuh seseorang.
- Aspek Psikologis
Gejala yang terdapat dalam aspek psikologis adalah gejala kognisi, gejala emosi, dan gejala tingkah laku. Masing-masing gejala tersebut mempengaruhi kondisi psikologis seseorang dan membuat kondisi psikologisnya menjadi negatif, seperti menurunnya daya ingat, merasa sedih dan menunda pekerjaan. Hal ini dipengaruhi oleh berat atau ringannya stres.
Faktor-faktor yang menimbulkan Stres
- Stressor fisik-bilogik
Penyakit yang sulit disembuhkan, cacat fisik atau kurang berfungsinya salah satu anggota tubuh dan wajah
2. Stressor Psikologik
Sering berfikiran negatif, kecewa dengan kegagalan dalam suatu pencapaian, dendam, iri dengki, sikap permusuhan, cemburu, konflik pribadi dan keinginan diluar kemampuan.
3. Stressor sosial
Yang berhubungan dengan kehidupan sosial seseorang seperti konflik keluarga, kehilangan anggota keluarga atau orang yang disayang, sikap dan perlakuan orang-orang disekitar yang tidak baik / kasar, tingkat ekonomi keluarga dan masalah finansial, kriminalitas, masalah iklim dan cuaca, lingkungan yang tidak kondusif, kehidupan politik dan ekonomi yang tidak stabil.
Stres yang dihadapi individu ada 2 macam, yaitu :
- Stres ego-envolved
Stres yang tidak sampai mengancam kebutuhan dasar.
- Stres ego-involved
Stres yang mengancam kebutuhan dasar dan kepribadian seseorang. Stres dengan ego involved harus ditangani dengan tepat dan benar menyesuaikan pada reaksinya.
Kemampuan individu dalam menghadapi stres berbeda-beda, ini yang disebut dengan “Toleransi stres”. Individu yang toleransi nya lemah dalam menghadapi masalah yang kecil sekalipun akan timbul perilaku abnormal, berbeda dengan individu yang tingkat toleransi stresnya kuat.
Jenis-jenis Stres
- Distress merupakan jenis stres negatif yang sifatnya mengganggu individu yang mengalaminya
- Eustress adalah jenis stres yang sifatnya positif atau membangun
Gejala-gejala Stres
Gejala Fisikal, gejala stres yang berkaitan dengan kondisi dan fungsi fisik atau tubuh dari seseorang.
Gejala Emosional, gejala stres yang berkaitan dengan keadaan psikis dan mental seseorang.
Gejala Intelektual, gejala stres yang berkaitan dengan pola pikir seseorang.
Gejala Interpersonal, gejala stres yang mempengaruhi hubungan dengan orang lain, baik di dalam maupun di luar rumah.
Tahapan Stres
Tahap 1 : stres pada tahap ini justru dapat membuat seseorang lebih bersemangat, penglihatan lebih tajam, peningkatan energi, rasa puas dan senang, muncul rasa gugup tapi mudah diatasi.
Tahap 2 : menunjukkan keletihan, otot tegang, gangguan pencernaan.
Tahap 3 : menunjukkan gejala seperti tegang, sulit tidur, badan terasa lesu dan lemas.
Tahap 4 dan 5 : pada tahap ini seseorang akan tidak mampu menanggapi situasi dan konsentrasi menurun dan mengalami insomnia.
Tahap 6 : gejala yang muncul detak jantung meningkat, gemetar sehingga dapat pula mengakibatkan pingsan.
Strategi dalam Menghadapi Stres
Dengan perilaku
Memecahkan persoalan secara tenang.
Yaitu memperbaiki kekecewaan dengan tepat, kemudian menentukan langkah, setelah itu mempersiapkan upaya untuk menurunkan kemungkinan bahaya.
Agresi.
Stres sering berpuncak pada kemarahan atau agresi. Sesungguhnya agresi jarang terjadi apabila hanya dalam respon penyesuaian diri.
Regresi
Kondisi dimana seseorang menghadapi stres kembali lagi dengan perilaku yang mundur atau kembali ke masa muda.
Menarik diri
Merupakan respon yang paling umum dalam mengambil sikap.
Mengelak
Seorang yang mengalami stres dalam jangka panjang cenderung akan menghindar atau mengelak.
Dengan Kemampuan Kognitif
Represi
Adalah upaya untuk menyingkirkan frustasi, stres dan semua yang menimbulkan kecemasan.
Menyangkal kenyataan
Menyangkal kenyataan mengandung unsur penipuan diri.
Fantasi
Dengan berfantasi orang sering merasa dirinya mencapai tujuan dan dapat menghindarkan dari frustasi dan stres.
Rasionalisasi
Rasionalisasi adalah segala upaya untuk mencari alasan yang dapat diterima dan menyembunyikan perilaku yang tidak baik.
Intelektualisasi
Seseorang yang tidak begitu mencolok dengan persoalan emosional.
Pembentukan reaksi
Seseorang yang menyembunyikan maksud dan tujuan dengan perasaan yang sesungguhnya dirasakan.
Proyeksi
Seseorang yang menggunakan teknik ini mudah memperlihatkan cirri pribadi orang lain yang kurang ia sukai.
Daftar Pustaka :
Ardani, T.A. (2013). Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa. 1 st ed. Bandung : CV Karya Putra Darwati.
Hawari, Dadang. (2011). Manajemen Stres, Cemas dan Depresi. Jakarta : FKUI
Rumiani. (2006). Prokrastinasi Akademik Ditinjau Dari Motivasi Berprestasi dan Stres Mahasiswa. Jurnal Psikologi Universitas Diponegoro.
Sarafino, E. P. (1998). Health Psychology: Biopsychosocial Interactions,Third Edition. USA: John Willey & Sons, Inc.
Sukoco, A. S. (2014). Hubungan Sense of Humor Dengan Stres Pada Mahasiswa Baru Fakultas Psikologi. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya.
Yusuf Syamsu Dr, H LN. (2004). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: Remaja Rosdakarya.

