MENGENAL NARKOTIKA JENIS SABU SEJARAH DAN DAMPAK BURUKNYA

Penggunaan sabu atau methamphetamine semakin merajarela di zaman sekarang. Berdasarkan data residen rehab di rawat inap tahun 2025 residen rata – rata memiliki riwayat penggunaan sabu. Yuk kita mengenal sabu itu apa dan dampak bagi kesehatan?

 

Apa Itu Sabu?

Sabu adalah bentuk kristal dari methamphetamine, zat kimia sintetis yang bekerja dengan merangsang produksi dopamin di otak. Dopamin adalah neurotransmitter yang bertanggung jawab atas perasaan senang dan bahagia. Sayangnya, efek euforia yang dihasilkan sabu bersifat sementara, dan pengguna akan terus merasa ingin mengonsumsinya lagi untuk mendapatkan perasaan yang sama. Hal inilah yang membuat sabu sangat adiktif.

 

1. Asal Usul dan Penemuan: Metamfetamin, yang lebih dikenal dengan sebutan “sabu,” pertama kali disintesis pada tahun 1893 oleh seorang ahli kimia Jepang bernama Nagai Nagayoshi. Ia berhasil mengekstrak senyawa ini dari efedrin, bahan kimia alami yang ditemukan dalam tanaman ephedra. Pada tahun 1919, seorang ilmuwan Jepang lainnya, Akira Ogata, menyempurnakan proses sintesis metamfetamin yang lebih sederhana, dengan cara mereduksi efedrin menggunakan fosfor merah dan yodium.

2. Penggunaan Awal: Pada awalnya, metamfetamin digunakan secara medis untuk berbagai tujuan. Pada tahun 1930-an, senyawa ini diperkenalkan ke pasaran dalam bentuk inhaler dekongestan dan pil untuk mengobati berbagai kondisi, seperti narkolepsi, asma, dan hiperaktivitas. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi, efek stimulan kuat dari metamfetamin mulai menarik perhatian militer.

3. Perang Dunia II: Selama Perang Dunia II, metamfetamin digunakan secara luas oleh tentara Jerman, Jepang, dan Sekutu untuk meningkatkan stamina, kewaspadaan, dan menekan rasa lapar pada para prajurit. Pil yang dikenal dengan sebutan “Pervitin” diberikan kepada tentara Jerman dalam jumlah besar untuk membantu mereka tetap terjaga dan fokus selama pertempuran.

4. Penyebaran di Kalangan Sipil: Setelah perang, penggunaan metamfetamin menyebar ke masyarakat sipil. Pada tahun 1950-an hingga 1960-an, pil ini dipasarkan sebagai obat penurunan berat badan dan penambah energi. Namun, penggunaan berlebihan mulai menimbulkan masalah, dengan banyak orang menjadi ketergantungan dan mengalami dampak negatif yang serius.

5. Pengawasan dan Peredaran Gelap: Pada tahun 1970-an, pemerintah di banyak negara mulai menyadari bahaya penggunaan metamfetamin dan mengklasifikasikannya sebagai narkotika yang diawasi ketat. Hal ini menyebabkan munculnya pasar gelap untuk sabu, dengan laboratorium ilegal mulai memproduksi metamfetamin dalam jumlah besar.

6. Dampak dan Tantangan Modern: Hingga saat ini, sabu tetap menjadi salah satu narkotika yang paling banyak disalahgunakan di seluruh dunia. Efek adiktifnya yang kuat, termasuk euforia sementara diikuti oleh kerusakan mental dan fisik yang serius, telah menciptakan krisis kesehatan masyarakat yang besar. Penegakan hukum dan kampanye pencegahan terus dilakukan untuk memerangi penyebaran dan penggunaan sabu, namun tantangan besar masih tetap ada, terutama dengan munculnya laboratorium-laboratorium ilegal yang terus berkembang.

 

Berikut adalah beberapa dampak buruk utama dari penggunaan sabu:

 

1. Kerusakan Fisik

Kerusakan pada Sistem Saraf Pusat: Sabu merusak sel-sel otak, terutama yang berhubungan dengan dopamin, neurotransmitter yang mengatur suasana hati, motivasi, dan kesenangan. Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada otak, yang dapat menyebabkan gangguan mental seperti depresi, kecemasan, dan gangguan kepribadian.

Penurunan Fungsi Kardiovaskular: Sabu meningkatkan detak jantung dan tekanan darah, yang dapat menyebabkan berbagai masalah kardiovaskular, termasuk serangan jantung, stroke, dan gagal jantung.

Kerusakan Gigi dan Mulut (“Meth Mouth”): Penggunaan sabu sering menyebabkan kerusakan gigi parah, mulut kering, dan gusi yang meradang. Pengguna sering mengalami kerusakan gigi yang parah, kehilangan gigi, dan infeksi mulut.

Malnutrisi dan Penurunan Berat Badan: Sabu menekan nafsu makan, sehingga banyak pengguna mengalami penurunan berat badan yang ekstrem dan malnutrisi.

 

2. Gangguan Mental

Psikosis: Penggunaan sabu dapat menyebabkan psikosis, termasuk halusinasi, delusi, dan paranoia. Pengguna sering merasa dikejar atau diancam oleh orang lain, yang dapat memicu perilaku agresif atau kekerasan.

Gangguan Kognitif: Sabu dapat menyebabkan penurunan kemampuan kognitif, termasuk masalah memori, kesulitan berkonsentrasi, dan penurunan kemampuan untuk membuat keputusan.

Depresi dan Kecemasan: Setelah efek euforia sabu mereda, pengguna sering mengalami perasaan depresi dan kecemasan yang mendalam. Penggunaan jangka panjang dapat memperburuk kondisi ini, menyebabkan depresi kronis dan bahkan keinginan untuk bunuh diri.

 

3. Dampak Sosial dan Ekonomi

Ketergantungan dan Kehilangan Kontrol: Sabu sangat adiktif, dan banyak pengguna menjadi sangat tergantung pada obat ini sehingga mereka kehilangan kontrol atas hidup mereka. Mereka mungkin mengabaikan tanggung jawab, seperti pekerjaan, pendidikan, dan hubungan pribadi.

Kehilangan Hubungan Sosial: Penggunaan sabu sering menyebabkan kerusakan pada hubungan pribadi. Pengguna mungkin menarik diri dari keluarga dan teman-teman, dan bahkan melakukan tindakan kriminal untuk mendukung kebiasaan mereka.

Masalah Hukum: Karena sifat ilegal dari sabu, pengguna sering terlibat dalam masalah hukum, termasuk penangkapan, penahanan, dan catatan kriminal, yang dapat menghancurkan masa depan mereka.

 

4. Risiko Kesehatan Tambahan

Penyakit Menular: Pengguna sabu yang menyuntikkan obat ini berisiko tinggi tertular penyakit menular seperti HIV dan hepatitis melalui jarum yang tidak steril.

Kematian: Overdosis sabu bisa sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kematian akibat serangan jantung, stroke, atau gagal napas.

Sejarah metamfetamin adalah kisah tentang bagaimana sebuah penemuan kimia yang awalnya memiliki potensi medis menjadi salah satu zat yang paling merusak di dunia. Dari penggunaannya sebagai alat perang hingga menjadi ancaman kesehatan global, sabu menggambarkan dampak yang bisa terjadi ketika obat-obatan tidak digunakan dengan bijaksana dan disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Dampak buruk sabu sangat merusak dan dapat mempengaruhi hampir setiap aspek kehidupan penggunanya. Dari kerusakan fisik dan mental hingga konsekuensi sosial dan ekonomi, sabu adalah salah satu narkotika paling berbahaya yang ada. 

 

DAFTAR PUSTAKA :

https://sumbar.bnn.go.id/mengenal-narkotika-jenis-sabu-sejarah-dan-dampa...

https://lenterabersinarindonesia.id/narkoba-jenis-sabu-ini-dampak-dan-ba...

Penulis: 
Yuliandi, A.md. Kep
Sumber: 
Perawat RSJD dr Samsi Jacobalis

Artikel

12/05/2026 | Yunhar Nursaleh, S.Kep., Ners
30/04/2026 | Roesmala Dewi,AMK
25/04/2026 | Ns. Pamela K. Dewi., S.Kep
13/04/2026 | Veka Padila,S.Kep.,Ns
18/06/2022 | Gita Riskika,S.Farm.,Apt
30/06/2016 | Wieke Erina Ariestya, S.Kep.Ners
30/11/2022 | Zurniaty, S. Farm., Apt
18/06/2022 | Gita Riskika,S.Farm.,Apt

ArtikelPer Kategori