Konseling keperawatan adalah pertolongan dalam bentuk wawancara yang menuntut adanya komunikasi, interaksi yang mendalam, dan usaha bersama antara konselor (perawat) dengan konseli (pasien) untuk mencapai tujuan konseling yang dapat berupa pemecahan masalah, pemenuhan kebutuhan, ataupun perubahan tingkah laku atau sikap dalam ruang lingkup pelayanan keperawatan
Proses konseling keperawatan menggambarkan adanya kerjasama antara perawat selaku konselor dengan pasien dalam mencari tahu tentang maslah yang sedang dihadapi klien. Proses ini memerlukan keterbukaan dari konseli dan perawat agar mencapai jalan keluar terhadap permasalahan yang dihadapi oleh pasien tersebut.
Konseling dapat dilakukan pada setiap tahap dari perjalanan suatu proses dengan informasi dan pendekatan selalu disesuaikan. Lima tujuan konseling keperawatan adalah sebagai berikut
- Membantu pasien memecahkan masalah/ memfasilitasi koping, meningkatkan keefektifan individu dalam pengambilan keputusan secara tepat, tujuan konseling keperawatan lebih lanjut adalah memfasilitasi pengembangan koping yang konstruktif pada klien yang mengalami masalah kehidupan, khususnya yang berhubungan dengan penyakit, kondisi sakit, hospitalisasi, dan cacat yang dialami, kegiatan ini tidak hanya terbatas pada individu yang mengalami sakit, tetapi juga terhadap keluarga.
- Membantu pemenuhan kebutuhan pasien, meliputi menghilangkan perasaan yang menekan/mengganggu dan mencapai kesehatan mental yang positif
- Mengubah sikap dan tingkah laku yang negatip menjadi positif dan yang merugikanklien klien menjadi menguntungkan klien. Banyak klien yang tidak menyadari bahwa mereka memiliki perilaku yang beresiko. Konseling diharapkan bisa membantu klien untuk mengubah perilaku rentan mereka sehingga dapat mengurangi mereka dari keterpaparan terhadap resiko
- Meningkatkan rasa percaya diri. Klien yang mengalami permasalahan kesehatan jiwa biasanya menutup diri dari masyarakat dan keluarga. Konseling dapat membantu menguatkan klien agar bisa lebih menerima keadaannya secara positif
- Tujuan konseling mengimformasikan pasien mengenai hak-hak dan pilihannya, serta memberdayakan pasien untuk membuat keputusan. Konselor juga dapat menjangkau masyarakat serta mengajarkan mereka mengenai akar masalah, keterbatasan dan konseling yang berkaitan dengan pengobatannya
Jenis konseling terdapat tiga jenis konseling yaitu pertama konseling jangka pendek umumnya dilakukan mengatasi masalah pasien yang relatif mudah. Konseling ini berorientasi pada penyelesaian masalah pasien dan keluarga yang memerlukan tindakan segera. Konseling ini biasanya dilakukan pada situasi krisis atau situasi lain yang memerlukan tindakan segera, Idealnya situasi seperti ini seorang perawat yang profesional harus tetap berusaha untuk memberikan petunjuk atau mengarahkan pasien tetap berusaha untuk memberikan petunjuk atau mengarahkan pasien agar menetapkan pilihan yang terbaik untuk didiskusikan. Kedua konseling jangka panjang konseling jangka panjang adalah konseling yang diselenggarakan dalam jangka waktu tertentu untuk mengatasi masalah pada prakteknya pasien berkonsultasi dengan perawat setiap hari, setiap minggu, atau bahkan setiap bulan, konseling ini dapat dilakukan melalui telepon tidak diharuskan untuk bertatap muka secara langsung untuk menghemat waktu dan biaya, konseling ini dapat dilakukan sebagai tindak lanjut perawatan dirumah. Ketiga Konseling motivasi meliputi diskusi tentang perasan dan minat pasien sering kali kita menjumpai pasien yang tidak memiliki minat atau dorongan diri untuk melakukan perawatan diri, pasien tampak tidak koperatif terhadap program terapi atau pasif melakukan perawatan diri dan kegiatan yang dapat meningkatkan derajat kesehatannya pada situasi tersebut perawat membina hubungan teraupetik membantu pasien mengeksplorasi mengapa motivasi serta dorongan pada dirinya hilang dan kemudian mengangkat masalah yang ditemukan untuk dicari penyelesaiannya dalam konseling. Apabila pasien tidak ingin mengikuti aktivitas belajar perawat dapat mengkaji faktor yang mempengaruhi motivasi belajar.
Daftar Pustaka
Cangara, Hafied 2008. Pengantar Ilmu komunikasi. Edisi Revisi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Damaiyanti, Mukhripah. 2009. Komunikasi Teraupetik dalam Praktek Keperawatan. Bandung: Refika Aditama
Keliat, Budi Ana 2009. Hubungan Teraupetik Konseling Perawat-Klien. Jakarta: EGC
Nurjannah, Intasari 2009. Komunikasi Keperawatan: Dasar-dasar Komunikasi bagi perawat: Yogyakarta: Moco Media

