Demensia adalah suatu jenis sindrom terjadinya penurunan daya ingat ,terjadinya perubahan proses berpikir, perilaku dan kemampuan dalam melakukan aktivitas – aktivitas sehari-hari pada seseorang. Dimana demensia ini adalah suatu gejala yang berlangsung secara berkelanjutan yang ditandai dengan perubahan perilaku, penurunan daya ingat, orientasi, kesulitan dalam melakukan komunikasi dan mengambil keputusan sehingga mengakibatkan kegiatan sehari-harinya menjadi terganggu, dimana demensia suatu sindroma penurunan kemampuan intelektual progresif yang menyebabkan kemunduran kognitif dan fungsional. Penderita demensia juga kehilangan kemampuan untuk memecahkan masalah, mengontrol emosi, dan bahkan bisa mengalami perubahan kepribadian dan masalah tingkah laku seperti mudah marah dan sering timbul halusinasi.
Demensia, termasuk penyakit Alzheimer yang mempengaruhi daya ingat, dan proses berpikir, berperilaku dan emosi sehingga demensia merupakan salah satu tantangan isu kesehatan masyarakat global terbesar. Penyebab demensia ini antara lain karena terganggunya fungsi otak , dan kerusakan pada sel- sel saraf otak, yang dapat terjadi pada beberapa area di otak, gangguan ini dapat muncul dalam bentuk yang berbeda- beda pada tiap penderita, tergantung area otak yang terkena.
Proses penuaan yang menyebabkan pikun karena demensia juga dapat terjadi akibat terjadinya kerusakan otak yang disebabkan karena berkurangnya aliran darah di dalam pembuluh darah otak. Masalah pada pembuluh darah ini bisa terjadi karena banyak hal, beberapa di antaranya adalah stroke, infeksi katup jantung, atau kondisi lain pada pembuluh darah. Gejala biasanya muncul mendadak dan seringkali didapatkan pada orang-orang dengan tekanan darah tinggi atau yang pernah mengalami stroke atau serangan jantung sebelumnya,tumor otak, depresi, dan gangguan sistematik. Bagaimana cara untuk mencegah demensia, sejauh ini, belum ada cara yang diketahui bisa mencegah penyakit Alzheimer.
A. Kenali sejak dini bagaimana langkah-langkah untuk membantu mengurangi risiko dan memperlambat proses degenerasi otak pada para manula:
- Pertahankan keaktifan mental
- Pertahankan pola makan yang sehat .
- Cukupi asupan vitamin B12, C, dan E Kurangnya vitamin B12 bisa menyebabkan demensia
- Berolahraga secara teratur selain tetap aktif secara mental, olahraga secara teratur juga bisa membantu mengurangi risiko demensia
- Hindari rokok dan penyalahgunaan alkohol
B. Penyebab terjadinya demensia
Ada berbagai penyebab demensia secara umum, kondisi ini disebabkan adanya kerusakan sel-sel otak (neuron) yang bisa terjadi di beberapa bagian otak. Faktor penyebab Demensia
- Penyakit alzheimer penyebab utama penyakit demensia adalah penyakit alzheimer. Demensia 50% di sebabkan oleh penyakit alzheimer, 20% disebabkan gangguan pembulu otak, dan sekitar 20% gabungan keduannya serta sekitar 10% disebabkan faktor lain. Penyebab alzheimer tidak diketahui pasti penyebabnya, tetapi diduga berhubungan dengan faktor genetik, penyakit alzheimer ini ditemukan dalam beberapa keluarga gen tententu.
- Serangan Stroke penyebab kedua demensia adalah serangan stoke yang terjadi secara ulang. Stroke ringan dapat mengakibatkan kelemahan dan secara bertahap dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan otak akibat tersumbatkan aliran darah (infark). Demensia multiinfark berasal dari beberapa stoke ringan, sebagian besar penderita stoke memliki tekanan darah tinggi (hipertensi) yang menyebabkan kerusakan pembulu darah pada otak.
- Serangan lainnya dari demensia adalah demensia yang terjadi akibat pencederaan pada otak (cardiac arrest), penyakit parkison, AIDS, dan hidrocefalus.Gejala Demensia
C. Gejala utama demensia adalah penurunan memori dan perubahan pola pikir yang tampak pada perilaku dan cara bicara. Gejala tersebut dapat memburuk seiringberjalanya waktu, pada tahap awal, demensia dapat menimbulkan gejala seperti:
- Kesulitan dalam menghadapi perubahan
- Mudah lupa akan kegiatan yang belum lama dilakukan, dan kesulitan memilih kata-kata yang tepat.
- Mengulang-ulang sesuatu, misalnya menanyakan pertanyaan yang sama, menyelesaikan pekerjaan yang sama, atau menceritakan kisah yang sama berkali-kali.
- Sulit mencerna kata-kata lawan bicara, pengidap demensia dapat merasa sulit mengikuti cerita atau deskripsi seseorang.
- Perubahan suasana hati.
- Penderita juga mengalami perubahan pola tidur, kesulitan dalam membaca dan menulis, menjadi apatis, menarik diri dari lingkungan sosial, berhalusinasi, mudah marah, dan bersikap kasar.
D. Pencegahan demensia
- Rutin melakukan olahraga setiap hari
- Menjaga pola makan yang sehat dan gizi yang cukup
- Sering melatih keseimbangan otak kanan dan otak kiri misal dengan cara bermain puzzle
- Beristirahat dengan cukup
E. Tehnik atau Cara melakukan perawatan pada penderita Demensia
Klien dengan permasalahan demensia membutuhkan dukungan serta perhatian dan kasih sayang dari pihakanggota keluarga . Tim medis akan memandu dan memberikan arahan atau edukasi kepada anggota keluarga untuk merawat klienyang mengalami demensia dianatanya sebagai berikut :
1. Perawatan harian
Membuat jadwal harian klien, misalnya, menetapkan waktu makan dan jadwal kegiatan harian yang biasa dan dapat dilakukan oleh si klien dengan demensia tersebut seperti waktu membersihkan tempat tidur, waktu olahraga dll
2. Lingkungan
Berikan lingkungan yang nyaman dan jauh dari keramaian terhadap klien tersebut agar dalam beristirahat si klien tidak terganggu, berikan pencahayaan yang cukup di tempat tidur, sehingga klien tidak akan merasa cemas saat bangun di tengah malam,tidak mengubah lingkungan sekitar rumah, terutama kamar mandi, toilet, dan dapur.
3.Teknik komunikasi
Berbicara secara perlahan kepada klien, gunakan kalimat yang pendek agar mudah di pahami oleh klien,ajaklah klien untuk berkomukasi dan ajukanlah pertanyaan kepada klien tersebut, apabila si klien lambat dalam menjawab maka doronglah klien untuk dapat mengepresikan pendapat dan perasaanya.

