KEKAMBUHAN PASCA REHABILITASI NARKOBA

Kekambuhan atau relaps merupakan terjadinya kembali pola lama oleh penyalahguna narkoba yang mana pemakaian narkoba berlangsung kembali secara rutin. Kekambuhan (relaps) terhadap napza masih menjadi permasalahan karena merupakan situasi yang kompleks yang terjadi pada diri individu yang telah menjalani rehabilitasi. Kekambuhan ini dapat terjadi dari segala usia tanpa terkecuali baik dari anak hingga dewasa. 

Kambuh atau relaps merupakan suatu masalah besar yang menjadikan rehabilitasi yang telah dijalani sebelumnya menjadi tidak berarti. Walaupun mantan penyalahguna sudah lepas dari ketergantungan narkoba, besar kemungkinan sugesti atau kecenderungan untuk menggunakan masih terasa. Sugesti untuk kambuh adalah suatu penyakit yang tidak terlepas dari penyakit ketergantungan. Kambuh atau relaps bukan merupakan hal yang baru dalam ketergantungan narkoba jenis apapun, untuk itu mantan penyalahguna narkoba serta keluarga diharapkan dapat mencermati segala tanda dan gejala yang menuju kearah kambuh atau relaps. 

Penelitian menunjukkan proses kekambuhan setelah rehabilitasi terjadi secara bertahap. Seseorang dalam masa pemulihan mulai kembali menggunakan narkoba berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan sebelum akhirnya benar-benar kembali menjadi pengguna. 

 

Ada tiga tahap kekambuhan :

1. Kekambuhan emosional 

Pada tahap ini mantan penyalahguna belum muncul pikiran untuk kembali menggunakan narkoba, namun emosi atau perasaan serta perilaku mengarah pada kemungkinan untuk terjadinya relaps atau kambuh. Tanda kekambuhan emosi antara lain perasaan gelisah, cepat marah, keras kepala, mengisolasi diri, merasa tidak membutuhkan pertolongan, serta pola makan dan pola tidur yang buruk

2. Kekambuhan mental 

Tahap ini ditandai dengan mantan pengguna secara sadar berpikir untuk menggunakan narkoba. Tanda – tanda kekambuhan mental antara lain : berbohong, memikirkan kesenangan saat menggunakan narkoba, berpikir untuk kambuh, merencanakan waktu kambuh. Pada tahap ini tarikan untuk kecanduan kembali semakin kuat

3. Kekambuhan fisik 

Mantan penyalahguna yang kembali menggunakan narkoba. Pada tahap ini dibagi menjadi dua tingkatan yaitu awal penggunaan narkoba dan kambuh (kembali ke penggunaan yang tidak terkontol), hal ini dapat ditandai dengan pergi ke penjual minuman, pergi mencari bandar narkoba. Jika sudah sampai ditahap ini semakin sulit untuk mencegah terjadinya kekambuhan

 

Pemulihan yang berbeda pada setiap orang dan berbagai faktor dapat menyebabkan kecanduan dan kekambuhan. Namun ada beberapa alasan yang paling sering menjadi penyebab kekambuhan atau relaps, antara lain :

a. Perawatan yang salah atau tidak memadai

Perawatan yang tidak memadai atau perawatan yang tidak tepat waktu memiliki dampak yang cukup besar pada terjadinya kekambuhan atau relaps. 

b. Stres

Stres akan selalu menjadi bagian dari hidup, namun pada mantan penyalahguna yang baru pulih dari kecanduan mungkin lebih cenderung menjadikan narkoba untuk mengatasinya. Situasi yang penuh tekanan menciptakan kebutuhan yang besar, sehingga membuat mantan pengguna yang berada dalam masa pemulihan beresiko tinggi untuk kembali ke kebiasaan buruk penggunaan narkroba

c. Rutinitas 

Rutinitas memberikan dampak besar dalam kehidupan sehari-hari mantan penyalahguna narkoba. Jika kebiasaan buruk seperti penggunaan narkoba tidak digantikan oleh aktivitas yang bermanfaat maka dapat menciptakan kekambuhan. Oleh karena itu perlunya Menyusun rutinitas harian dengan hal-hal bermanfaat untuk membantu pemulihan dan mencegah kekambuhan 

d. Harapan

Terkadang banyak mantan penyalahguna yang menetapkan standar yang tidak realistis untuk pemulihan. Terkadang hal ini memaksa mantan penyalahguna untuk melakukan sesuatu agar hidup kembali normal dalam waktu singkat. Perlu diingat bahwa terburu-buru dalam pemulihan dapat menyebabkan gagalnya pemulihan. Pemulihan membutuhkan waktu, karena pemulihan adalah proses mempelajari dan melepaskan hal-hal baru dan lama tentang diri mantan penyalahguna

 

Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kekambuhan atau relaps antara lain : 

1. Mendukung mantan penyalahguna narkoba untuk dapat memahami diri sendiri berkaitan dengan tahap-tahap dan proses kambuh atau relaps

2. Mendukung mantan penyalahguna untuk mengembangkan kepandaian baru sesuai dengan bakat yang dimiliki

3. Mendukung mantan penyalahguna untuk menyesuaikan diri atau belajar keterampilan-keterampilan vokasional seperti computer, otomotif, presentasi dan sebagainya

4. Mengidentifikasi tanda-tanda peringatan terjadinya relaps seperti : bergaul dengan teman lama sesame pengguna narkoba, menyimpan alat-alat yang digunakan saat menggunakan narkoba, sering mengurung diri dikamar 

5. Mengubah gaya dan pola hidup kearah yang lebih sehat seperti makan, berolahraga dan tidur yang cukup

6. Meningkatkan kegiatan yang produktif serta ikut aktif dalam kegiatan sosial dan bermasyarakat

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber : 

- https://bnn.go.id/kambuh-relapse/

- https://www.owlsnestrecovery.com/blog/everything-you-need-to-know-about-...

- https://rsmmbogor.com/pencegahan-kekambuhan-pecandu-narkoba645sPL

Penulis: 
Meillisa, AMd. Kep
Sumber: 
Perawat RSJD dr Samsi Jacobalis

Artikel

12/05/2026 | Yunhar Nursaleh, S.Kep., Ners
30/04/2026 | Roesmala Dewi,AMK
25/04/2026 | Ns. Pamela K. Dewi., S.Kep
13/04/2026 | Veka Padila,S.Kep.,Ns
18/06/2022 | Gita Riskika,S.Farm.,Apt
30/06/2016 | Wieke Erina Ariestya, S.Kep.Ners
30/11/2022 | Zurniaty, S. Farm., Apt
18/06/2022 | Gita Riskika,S.Farm.,Apt

ArtikelPer Kategori