GANGGUAN PSIKOPAT

Gangguan psikopat  merupakan gangguan mental yang ditandai kurangnya bentuk perhatian / saling menghargai  dan kontrol perilaku yang kurang baik atau impulsif. Sikap ini berdampak klien akan  memiliki sikap  antisosial, cenderung  sering melanggar aturan dan melakukan tindak kriminal, termasuk tindakan kekerasan. Psikopat umumnya dianggap sebagai gangguan kepribadian, yang diartikan  sebagai  sifat interpersonal, emosional, gaya hidup yang tinggi  dan sifat-sifat serta perilaku antisosial, termasuk harga diri yang berlebih, egosentris, penuh tipuan, emosi dangkal, kurang perhatian / kasih saying  dan penyesalan, tidak bertanggungjawab, impulsif, dan cenderung melanggar norma social.

Dalam kondisi psikopat, seseorang akan menunjukkan sikap sering berbohong  demi mendapatkan kepercayaan dari orang lain. Mereka akan berusaha meniru emosi yang sejatinya tidak mereka rasakan, dan akan tampak seperti orang yang normal. Bahkan, mereka seringkali menunjukkan kepribadian yang hangat dan mempesona sehingga orang lain akan percaya dengan sikap yang ditunjukan oleh si klien tersebut . Tak jarang para penderitanya adalah mereka yang pernah duduk di bangku perkulihan dan sekolah tinggi serta mempunyai pekerjaan yang bagus dan memadai. Bahkan, kadang mereka mempunyai  keluarga dan hubungan jangka panjang lainnya tanpa seorang pun yang mengetahui sifat sejati mereka. Inilah alasan kenapa banyak orang yang tidak menyadari jika ada seseorang dengan kondisi seperti ini di lingkungannya.

Karena tidak adanya rasa peduli dan perhatian terhadap seseorang  akan perasaan dirinya, seseorang yang memiliki gangguan psikopat  banyak yang melakukan hal tak bermoral, sering berbohong, dan melakukan tindak  kriminal, tanpa menyadari bahwa yang mereka lakukan bisa menyebabkan  penyesalan dan rasa bersalah. Sikap inilah yang kemudian berdampak luas pada kehidupannya, termasuk merusak pekerjaan, sekolah, serta hubungan dengan keluarga dan lingkungan warga setempat.

  1. Kenali Penyebab  Gangguan Psikopat
  1. Bisa disebabkan karena factor genetik
  2. Adanya perubahan fungsi otak,
  3. Mengalami kekerasan, pelecehan seksual , atau penelantaran saat masih kecil
  4. Memiliki anggota keluarga yang menderita gangguan kepribadian antisosial atau gangguan perilaku dan mental lainnya
  5. Kebiasaan mengkonsumsi alcohol yang berlebihan
  6. Terjadinya Trauma pada masa waktu kecil
  1. Macam – macam gangguan psikopat
  1. Primary psychopath merupaka jenis gangguan psikopat pada tindakan kriminal yang berakibat pada hukuman. Klien dengan jenis ini memiliki  cara tersendiri untuk memaknai kata dan kehidupan.
  2. Secondary psychopath merupakanjenis ganggua psikopat dimana klien lebih memikirkan resiko dan tanggap terhadap tekanan. Klien dengan gangguan ini  mudah cemas dan merasa bersalah.
  3. Distempered psychopath, cenderung marah dan apabila sedang terjadi hampir mirip seperti orang yang sakit ayan (epilepsi). Psikopat jenis  ini juga cenderung pecandu obat, kleptomania, pedofilia, bahkan yang paling parah menjadi pembunuh dan pemerkosa berantai.
  4. Charismatic psychopath adalah jenis gangguan psikopat  yang suka  berbohong, menarik dan menawan.
  1. Ciri-Ciri Gangguan Psikopat
  1. Sering berbohong, fasih dan dangkal
    •  

 

  1. Tidak memiliki empati atau Rasa Kasihan

Salah satu hal yang membedakan antara psikopat dan manusia normal adalah dasar moral atau hati nurani.Dimana psikopat dikenal sebagai orang yang tidak memiliki hati nurani atau empati, sehingga mereka tidak akan merasa bersalah meski tindakan yang dilakukannya telah menyakiti atau merugikan orang lain. Mereka tidakdapat ikut serta merasakan atau memahami jika orang lain sedang takut, sedih, atau cemas. Mereka juga acuh tak acuh jika orang lain sedang menderita, bahkan jika itu adalah teman dekat atau anggota keluarganya sendiri..

  1. Tidak bertanggung jawab

Pada klien dengan gangguan psikopat ini mereka sering kali tidak bertanggung jawab atau justru menyalahkan orang lain atas masalah dalam hidup mereka atau kesalahan yang dilakukannya sendiri.

  1. Impulsif dan sulit mengendalikan diri, bagi seklien yang mengalami gangguan psikopat tidak ada waktu untuk memikirkan baik-buruk sebuah tindakan. Mereka lebih suka acuh tak acuh dengan dampak perbuatan yang telah dilakukan tanpa pmemikirkan dampak yang ditimbulkan.
  1. Gejala Psikopat
  1. Menjadi perhatian banyak orang dan Memiliki Keahlian Berbicara

Memiliki pribadi yang menarik dan menawan, selain itu dirinya juga cerdik dan memiliki keahlian dalam berbicara. Mereka umumnya berbicara dengan cepat dan berenergi, dan sering menyela pembicaraan secara langsung .

  1. Memiliki Tingkat Kepercayaan Diri dan Arogansi yang Tinggi
  2. Memiliki sikap agresif dan suka melakukan tindak kekerasan
  3. Tidak memiliki rasa segan memanipulasi atau menyakiti orang lain untuk mendapatkan keinginannya
  4. Sering  melakukan tindakan criminal
  5. Acuh tak acuh atau tidak peduli terhadap tanggung jawab

E.Pengobatan  Pada Klien Dengan Gangguan psikopat

Untuk gangguan psikopat ini merupakan gangguan yang paling sulit diobati. Pasalnya, seseorang dengan kondisi ini enggan untuk mendapat pengobatan. Bila pengobatan dijalankan sekalipun Selain itu, beberapa bukti juga menunjukkan bahwa pengobatan apapun cenderung tidak berhasil mengatasi kondisi ini.tetapi ada  seseorang dengan APD dan psycho mengalami perbaikan perilaku setelah menjalani terapi, meski karakteristik intinya tetap ada, seperti kurangnya empati. Adapun pengobatan utama untuk kondisi ini biasanya berupa psikoterapi. Umumnya, psikoterapi yang diberikan berbentuk terapi perilaku kognitif atau cognitive behavioral therapy (CBT). Melalui terapi ini, terapis membantu penderita kondisi ini untuk mengubah pola pikir dan perilakunya.

Selain terapi, obat-obatan mungkin saja diberikan. Namun, tak ada satupun obat yang dapat mengobati psikopat. Obat yang diberikan biasanya untuk mengatasi depresi, kecemasan, atau gejala lainnya yang mungkin muncul pada penderita kondisi ini.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Hare, R. D. & Neumann, C. S. (2009).Psikopati: Penilaian danimplikasi forensik. Jurnal Psikiatri Kanada, 54(12), 791–802.

Diakses pada 16 Juni 2021 https://www.alodokter.com/jangan-tertipu-watak-seorang-psikopat

Diakses pada 12 Maret 2021https://www.alodokter.com/psikopat

 

Penulis: 
Lia Anggraeni.S.Kep.,Ns.
Sumber: 
Perawat Rumah Sakit Jiwa Daerah

Artikel

12/05/2026 | Yunhar Nursaleh, S.Kep., Ners
30/04/2026 | Roesmala Dewi,AMK
25/04/2026 | Ns. Pamela K. Dewi., S.Kep
13/04/2026 | Veka Padila,S.Kep.,Ns
18/06/2022 | Gita Riskika,S.Farm.,Apt
30/06/2016 | Wieke Erina Ariestya, S.Kep.Ners
30/11/2022 | Zurniaty, S. Farm., Apt
18/06/2022 | Gita Riskika,S.Farm.,Apt

ArtikelPer Kategori