Depresi ? Yuk Curhat

Menurut WHO pada tahun 2020, depresi akan berada di urutan empat penyakit teratas didunia. Selain itu, perkiraan jumlah dari penderita depresi yang sudah berobat ke rumah sakit juga masih sangat minimal, kurang dari 10% dari negara-negara berkembang lainnya, sehingga depresi menjadi salah satu penyumbang beban penyakit global di Indonesia tiap tahunnya yang dapat memicu kejadian bunuh diri maupun penyalahgunaan NAPZA.

Depresi adalah perasaan tertekan yang dapat menyebabkan stress berkepanjangan, ditandai dengan kehilangan minat atau kegembiraan, perasaan sedih yang berlebihan, merasa lelah, dan sering merasa cemas. Sehingga menyebabkan seseorang sulit untuk melakukan kegiatan sehari-hari yang sederhana ataupun bekerja. Bahkan, menyebabkan seseorang memiliki keinginan untuk bunuh diri, melukai diri sendiri ataupun orang lain.

Ketika seorang pasien dilakukan pemeriksaan oleh psikiater dan dinyatakan depresi, pasien tersebut harus mendapatkan farmakoterapi berupa obat-obatan antidepressan yang akan diminum dalam jangka waktu tertentu. Pengobatan yang terlambat akan sangat mengganggu aktivitas pasien dalam keseharian, serta menyebabkan prognosis (prediksi perjalanan) penyakit pasien menjadi semakin buruk. Adapun cara pencegahan agar kita tidak mudah terkena depresi adalah melakukan curhat kepada orang-orang terdekat ketika mengalami masalah.

Curhat atau curahan hati, adalah sebuah akronim yang sudah sering terdengar. Hampir setiap orang pernah melakukan Curhat, baik itu saat mendapatkan kegembiraan, apalagi menghadapi kecemasan. Hal sederhana yang dapat dilakukan semua orang ternyata mempunyai manfaat yang besar karena dapat menghindarkan seseorang dari penyakit depresi. Tanpa kita sadari sebenarnya curhat itu sangat penting. Mengekspresikan perasaan bisa membantu menyelesaikan masalah dan mengurangi beban masalah kejiwaan

Curhat merupakan salah satu cara termudah dan terpenting untuk mengekspreksikan perasaan kita. Cara ini ternyata terbukti efektif untuk mengurangi beban masalah kejiwaan kita. Bahkan dengan curhat, secara emosional juga dapat membangun hubungan yang baik dengan orang lain dan mendapat dukungan untuk bangkit dari penyakit depresi. Tidak perlu malu untuk berbica mengenai beban yang kita alami, sebab jika kita lebih banyak memendam masalah sendiri tanpa diselesaikan, hingga mengalami perasaan tertekan dan stress yang berkepanjangan, hal tersebut akan berakibat pada penurunan motivasi untuk beraktivitas sehari-hari dan mengarah pada keputusasaan.Masyarakat dapat membantu orang yang mengalami penyakit depresi dengan mendengarkan mereka berbicara, serta membuka wawasan mereka bahwa di sekitar mereka ada harapan dan banyak orang yang ingin membantu untuk menyelesaikan masalahnya. Stigma penyakit depresi di masyarakat bisa dikurangi bahkan dihilangkan, karena hal tersebut justru menjadi penghambat upaya seseorang menolong dirinya keluar dari situasi penyakit depresi yang dialaminya, bahkan justru akan memperparah keadaannya. Stigma yang dilabelkan kepada orang yang mengalami penyakit depresi diantaranya adalah orang yang tidak dekat dengan Tuhan, kurang beriman,yang paling banyak adalah pasien diguna-guna ataupun didekati makhluk halus, dan lain sebagainya.Seringkali mereka tau ada yang terjadi dalam dirinya, namun seringkali mereka merasa takut salah menyatakan perasaan. Terkadang mereka sudah berbicara namun tidak didengarkan, malah dinasehati, atau disalahkan. Itu justru akan memperparah keadaan.Dengan curhat, kita bisa memperoleh beberapa manfaat antara lain curhat membuat hati terasa tentram. Setelah curhat, perasaan kita akan terasa berbeda. Hati yang terasa berat dan lelah akan menjadi ringan dan lega setelah kita curhat. Selain itu curhat dapat membantu untuk menyelesaikan masalah. Setelah curhat, kita bisa mendapatkan solusi yang diberikan oleh teman kepada kita atas masalah yang sedang kita alami. Setidaknya masukan dari teman teman dapat kita pertimbangkan dalam hal menyelesaikan masalah.Agar curhat anda memberikan hasil seperti yang diharapkan, yaitu penyelesaian masalah, maka dilakukan secara tepat dan benar. Jangan sembarangan curhat karena akan berpotensi menimbulkan masalah baru yang lebih kompleks contohnya adalah curhat di sosial media dan curhat jalanan, yaitu curhat kepada orang yang baru saja ditemui seperti teman perjalanan, karena mereka belum tentu mempunyai kompetensi untuk menyelesaikan masalah anda. 

Daftar Pustaka

  1. Dyrbye, L., West, C., Satele, D., Boone, S., Tan, L., Sloan, J. and Shanafelt, T. (2014). Burnout Among U.S. Medical Students, Residents, and Early Career Physicians Relative to the General U.S. Population. Academic Medicine, 89(3), pp.443-451.
  2. Mental Health First Aid Australia. (2008). Depression: first aid guidelines.Melbourne: Mental Health First Aid Australia.
  3. Module 1: Overview of Depression. (2017). 1st ed. [ebook] Centre for Clinical Interventions (CCI). Available at: http://www.cci.health.wa.gov.au/docs/BB-1-Overview.pdf [Accessed 16 Oct. 2018].

        4. World Health Organization. (2017). Depression. [online] Available at: http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs369/en/ [Accessed 16 Oct. 2018].

Penulis: 
dr.Zikrina Istiqfarani
Sumber: 
Humas RSJD Babel

Artikel

12/05/2026 | Yunhar Nursaleh, S.Kep., Ners
30/04/2026 | Roesmala Dewi,AMK
25/04/2026 | Ns. Pamela K. Dewi., S.Kep
13/04/2026 | Veka Padila,S.Kep.,Ns
18/06/2022 | Gita Riskika,S.Farm.,Apt
30/06/2016 | Wieke Erina Ariestya, S.Kep.Ners
30/11/2022 | Zurniaty, S. Farm., Apt
18/06/2022 | Gita Riskika,S.Farm.,Apt

ArtikelPer Kategori