DAMPAK PENYALAHGUNAAN NAPZA PADA KESEHATAN MENTAL

Narkotika adalah zat atau obat baik yang bersifat alamiah, sintetis, maupun semi sintetis yang menimbulkan efek penurunan kesadaran, halusinasi, serta daya rangsang. Menurut UU Narkotika pasal 1 ayat menyatakan bahwa narkotika merupakan zat buatan ataupun yang berasal dari tanaman yang memberikan efek halusinasi, menurunnya kesadaran, serta menyebabkan kecanduan.

Narkoba masih menjadi ancaman serius bagi generasi muda, meski perang terhadap narkoba sudah didengungkan oleh seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia. Data dari BNN (Badan Narkotika Nasional) menunjukkan sebanyak 2,2 juta remaja di Indonesia menjadi pengguna narkoba. Angka ini terus mengalami kenaikan setiap tahunnya, walau banyak yang sudah mengetahui bahaya narkoba bagi Kesehatan mental dan fisik. Penggunaan narkoba yang tidak terkendali dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan kecanduan, yang berdampak buruk bagi Kesehatan fisik dan mental.

Berikut adalah beberapa dampak buruk yang dapat ditimbulkan oleh penyalahgunaan NAPZA

1.Gangguan kecemasan dan depresi

Banyak penelitian menunjukkan sebagian besar pengguna narkoba menggunakan narkoba untuk mengatasi perasaan cemas, stress, dan depresi. Tentu saja awalnya menggunakan narkoba dapat membuat penyalahguna narkoba merasa tenang dan rileks, namu efek ini hanya bersifat sementara. Penggunaan narkoba dalam jangka waktu yang lama dapat memperburuk gangguan kecemasan dan depresi yang sudah dialami, serta dapat memicu gangguan mental lainnya seperti serangan panik

 

2.Meningkatkan resiko psikosis

Beberapa jenis obat psikotropika, seperti LSD dan ekstasi, dapat menimbulkan gejala psikotik seperti halusinasi, delusi, dan gangguan realitas lainnya yang dapat menyebabkan seseorang bisa melihat, mendengar, mencium atau merasakan hal-hal yang sebenarnya tidak ada. Selain gejala psikotik, narkoba juga dapat meningkatkan resiko gangguan kejiwaan lain seperti bipolar, dan gangguan psikotik kronis seperti skizofrenia

 

3.Merusak kemampuan berpikir dan fungsi kognitif

Penggunaan narkoba yang tidak terkendali dan dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan perubahan pada sel saraf otak. Perubahan ini kemudian akan menyebabkan gangguan pada fungsi otak yang mengendalikan kemampuan berpikir dan komunikasi. Dampaknya, daya ingat dan konsentrai akan menurun, sehingga penderitanya akan mengalami kesulitan dalam berpikir dan mengambil Keputusan tepat. Penggunaan narkoba jenis stimulan seperti metamfetamin dan ekstasi dapat merusak fungsi kognitif penggunanya, sehingga mempengaruhi kemampuan belajar dan konsentrasi dalam jangka panjang.

 

4.Ketergantuangan emosional

Penggunaan narkoba yang masuk ke otak melalui aliran darah dan berinteraksi dengan system limbik di otak untuk melepas emosi atau perasaan senang, tenang, dan bahagia. Hal ini menyebabkan pengguna narkoba kehilangan kendali atas impulsnya. Apabila efek yang dirasakan telah hilang, pengguna narkoba cenderung akan kembali mengkonsumsi narkoba lagi untuk mempertahankan efek emosional positif yang sebelumnya dirasakan. Jika hal ini terjadi terus menerus, maka dapat menyebabkan ketergantungan emosional pada narkoba dan berujung pada kecanduan

 

5.Perubahan perilaku dan suasana hati

Pecandu narkoba bisa mengalami perubahan perilaku dan suasana hati yang ekstrim, terutama yang mengkonsumsi kokain atau amfetamin. Kedua jenis narkoba ini dapat menimbulkan perasaan euphoria tinggi, yang kemudian berubah menjadi kelelahan, kecemasan, dan depresi. Karena kemampuan mengontol impulsnya terganggu, maka pengguna narkoba cenderung tudak bisa mengendalikan perilaku, misalnya mudah menjadi agresif atau melakukan kekerasan, baik secara verbal maupun non verbal.

 

6.Dementia

Dementia merupakan gangguan mental yang ditandai dengan penurunan fungsi kognitif. Penurunan fungsi kognitif tersebut dapat mempengaruhi memori, proses piker, orientasi, kalkulasi, kapasitas belajar, bahasa, dan pengambilan Keputusan.

 

Penggunaan ganja mengakibatkan perubahan pada fungsi kognitif seseorang, dengan gejala deficit dalam pembelajaran verbal, penurunan daya ingat dan perhatian. Ekstasi (MDMA) dan sabu yang merupakan zat stimulansia, menyebabkan peningkat energi dan distorsi indra tubuh. Zat tersebut secara signifikan merusak system dopamin di otak, sehingga menimbulkan masalah dengan memori dan proses pembelajaran. Penggunaan jangka Panjang dapat menyebabkan pengguna mengalami halusinasi, kecemasan, kebingungan, dan penurunan daya ingat.

 

 

Daftar pustaka :

https://bnn.go.id/pengertian-narkoba-dan-bahaya-narkoba-bagi-kesehatan/

https://ayosehat.kemkes.go.id/bahaya-narkoba-bagi-kesehatan- mental#:~:text=Selain%20halusinasi%2C%20narkoba%20juga%20dapat,gangguan%20psikotik%20kr onis%2C%20seperti%20skizofrenia.

https://ayosehat.kemkes.go.id/4-gangguan-mental-akibat-narkoba

Penulis: 
Meillisa, AMd. Kep
Sumber: 
Perawat RSJD dr Samsi Jacobalis

Artikel

12/05/2026 | Yunhar Nursaleh, S.Kep., Ners
30/04/2026 | Roesmala Dewi,AMK
25/04/2026 | Ns. Pamela K. Dewi., S.Kep
13/04/2026 | Veka Padila,S.Kep.,Ns
18/06/2022 | Gita Riskika,S.Farm.,Apt
30/06/2016 | Wieke Erina Ariestya, S.Kep.Ners
30/11/2022 | Zurniaty, S. Farm., Apt
18/06/2022 | Gita Riskika,S.Farm.,Apt

ArtikelPer Kategori