Dunia keperawatan dari tahun ke tahun telah mengalami perkembangan tehnologi yang pesat. Salah satu perkembangannya adalah kecerdasan buatan atau yang sering disebut dengan Artificial Intelligent (AI). Kecerdasan buatan bisa menjadi salah satu inovasi yang menjanjikan. dalam praktik keperawatan, AI mulai diterapkan untuk membantu mendiagnosis dan meningkatkan efisiensi pelayanan melalui otomatisasi beberapa tugas secara administratif. Namun, penerapannya sampai saat ini masih terbatas, karena itu dapat dimaksimalkan untuk mengatasi keterbatasan metode tradisional. Adapun kecerdasan buatan memiliki potensi signifikan dalam meningkatkan kualitas dan perawatan.
Kemunculan Artificial Intelligent pada tahun 2000-an yang meningkatkan kemampuan sistem AI untuk menganalisis kumpulan data besar. Periode ini menandai dimulainya integrasi AI ke dalam berbagai aplikasi keperawatan. Selain itu, keberadaan rekam medis elektronik sebagai sistem manajemen rekam medis yang tersebar secara luas dengan data yang kaya dalam AI memungkinkan prediksi yang lebih akurat dan penyampaian perawatan kesehatan yang lebih efisien. Adanya dukungan keputusan klinis yang dikembangkan pada awal tahun 2010-an meningkatkan kemampuan kecerdasan artifisial dalam proses penafsiran data medis yang kompleks, mengembangkan rencana perawatan secara personal, dan membantu penyedia layanan kesehatan dalam membuat keputusan klinis.
Pada awal tahun 2020-an merupakan era baru aplikasi nyata kecerdasan artifisial pada sistem perawatan kesehatan. Fokus utama dari kecerdasan srtifisial dalam pelayanan kesehatan saat ini yaitu penemuan obat, pengobatan personalisasi, dan, media edukasi pasien, dokumentasi, simulasi dan pelatihan, serta kemampuan analisis prediktif. AI juga dapat berperan memberikan kontribusi dalam manajemen pemberian asuhan keperawatan bagi pasien. Hal ini dapat bermanfaat bagi perawat dalam mengambil keputusan klinis, pemantauan pasien, serta meningkatkan efisiensi pelayanan kesehatan. Beberapa kegunaan kecerdasan artifiasl antara lain:
1.Dokumentasi
AI membantu dalam sistem dokumentasi informasi pasien yang akurat dan memberikan efisiensi waktu dalam pekerjaan administrasi ataupun pendokumentasian sehingga perawat dapat lebih fokus dalam memberikan perawatan kepada pasien.
2.Membantu menganalisa prediksi untuk perawatan pasien yang akurat
AI dapat menganalisis data pasien untuk memprediksi potensi masalah kesehatan dengan algoritmanya sehingga meminimalisir kesalahan dalam pemberian obat, catatan pasien dan perawat dapat melakukan intervensi secara dini dan meningkatkan kualitas perawatan dan mencapai hasil yang diharapkan. Pengurangan kesalahan akan menghasilkan penghematan biaya yang menjadikan biaya perawatan di rumah sakit lebih terjangkau.
3.Dukungan pengambilan keputusan klinis
Tehnoligi kecerdasan artisial dapat membantu mendukung pengambilan keputusan klinis pasien di rumsh sakit. AI juga bisa membantu perawat dalam membuat keputusan yang tepat tentang perawatan pasien, diagnosa, dan rencana perawatan lanjutan.
4.Asisten perawat virtual
Asisten virtual merupakan suatu sistem berbasis AI yang dapat melakukan tugas rutin perawat seperti memberikan jawaban dari pertanyaan yang diajukan pasien, menjadwalkan janji temu dan memberikan pengingat untuk pengobatan sehingga perawat dapat lebih fokus pada kebutuhan perawatan pasien secara komprehensif.
5.Pemantauan pasien jarak jauh
Perangkat ini diciptakan untuk memantau tanda-tanda vital dan memberikan pemberitahuan atau alarm atas perubahan-perubahan signifikan yang terjadi pada pasien sehingga perawat dapat memberikan intervensi sesuai dengan kondisi pasien saat itu untuk pengelolaan kondisi yang lebih baik lagi. Sistem ini diperlukan di ruangan intensif dengan kondisi pasien yang kritis.
6.Pemberian obat
Sistem yang didukung AI menjadi pengingat dan pemeriksaan otomatis yang memungkinkan perawat dalam memberikan terapi yang akurat dan tepat waktu untuk mengurangi risiko kesalahan dan meningkatkan keselamatan pasien.
7.Dukungan diagnostik
Keberadaan AI yang diintegrasikan ke dalam layanan diagnostik dapat memberikan keputusan yang lebih cepat. Penerapan AI bermanfaat untuk kelangsungan perawatan pasien dan bagi perawat itu sendiri, Manfaat tersebut menghasilkan sistem perawatan yang efisien, efektif dan berpusat pada pasien. Selain itu, AI membantu dalam mengalokasi sumber daya pada implementasi jadwal staf dan pengelolaan alur pasien. Dalam dunia pendidikan, sistem AI berkontribusi pada proses pembelajaran dan peningkatan berkelanjutan karena dapat menganalisis data, mengidentifikasi pola dan tren dalam praktik keperawatan.
Selain itu, pemanfaatan sistem analitik prediktif membantu fasilitas kesehatan untuk mengelola beban kerja secara lebih efektif. AI mampu memprediksi tingkat penerimaan pasien dan mengoptimalkan jadwal shift dengan mempertimbangkan kebutuhan layanan dan perawat yang diperlukan. Hal ini menciptakan pembagian kerja yang lebih adil, mengurangi stres akibat lonjakan pasien yang tak terduga, serta memberikan kesempatan bagi perawat untuk merencanakan kehidupan pribadi dengan lebih baik.
Kecerdasaran artifisial memiliki masa depan yang kuat dan menjanjikan karena terus mengalami perkembangan yang signifikan. Perawat tidak perlu khawatir perannya akan tergeser oleh AI. Para ahli justru mengatakan bahwa kualitas unik yang ada dalam diri perawat seperti rasa empati, kasih sayang, komunikasi terapeutik, kolaborasi multidisiplin dan hubungan saling percaya dengan pasien tidak dapat tergantikan oleh AI. Walaupun kecerdasan artifisial memiliki banyak peranan, tetapi tidak dapat menggantikan fungsi klinis perawat sehingga perlu adanya pembatasan penggunaan AI. Perawat sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan. Perawat tetap dituntut untuk memiliki kemampuan berpikir kritis dan pengambilan keputusan yang tepat sesuai dengan kondisi pasien, mengingat ungsi utama adalah pelayanan yang berpusat pada pasien.
SUMBER PUSTAKA
V. E. Salvera Arnoldy and L. O. A. Rahman, “Penerapan Kecerdasan Buatan (Articial Intelligence) dalam: Praktik Keperawatan: Sebuah Tinjauan Literatur,” Jurnal Inovasi Kesehatan Adaptif, vol. 5, no. 5, pp. 19- 24, 2023. [Online]. Tersedia: https://example.com
Bodur, G., Cakir, H., Turan, S., Seren, A. K. H., & Goktas, P. (2025). Artificial intelligence in nursing practice: a qualitative study of nurses’ perspectives on opportunities, challenges, and ethical implications. BMC nursing, 24(1), 1263. DOI: https://doi.org/10.1186/s12912-025-03775-6
Childers, L. (2024). Revolutionizing healthcare: The role of AI in nursing practice. Nurse.com. Diakses pada 24 Januari 2026 dari https://www.nurse.com/blog/revolutionizing-healthcare-ai-in-nursing-prac... of Nurses of Ontario. (n.d.). Artificial intelligence in nursing practice. Diakses pada 24 Januari 2026 dari https://www.cno.org/standards-learning/educational-tools/artificial-inte...
Pancho, R. (2024). The role of AI in modern nursing practice. Australian College of Nursing. Diakses pada 24 Januari 2026 dari https://www.acn.edu.au/nurseclick/the-role-of-ai-in-modern-nursing-practice

