Dinkes Babel Dukung Pangkalpinang Kejar Target 46% Cakupan CKG 2026
PANGKALPINANG – Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Dinkes Babel) mendukung Pangkalpinang mengejar target 46 persen cakupan Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2026. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Hastuti dalam pertemuan yang diselenggarakan di Kantor Dinkes Kota Pangkalpinang, Rabu (18/02/2026).
"Menuju tahun 2026, target proporsi penerima layanan CKG untuk semua kelompok usia dipatok meningkat dari 36 persen menjadi 46 persen. Dinkes Babel siap mendukung upaya pencapaian ini," tegas Hastuti.
Dalam Rapat Koordinasi Penggalangan Komitmen dan Evaluasi Terkait Pelaksanaan Program CKG ini, Hastuti juga memaparkan hasil evaluasi pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2025.
"Berdasarkan data capaian tahun 2025, Kota Pangkalpinang mencatatkan sebanyak 83.645 jiwa atau sekitar 34,52 persen penduduk telah menerima layanan kesehatan gratis.
"Angka ini menempatkan Pangkalpinang di peringkat keempat se-Babel. Sementara secara akumulatif, Babel telah melampaui target RPJMN 2025 dengan capaian 39,7 persen," lanjutnya.
"Kita juga harus menyusun langkah strategis menyongsong tahun 2026. Kota Pangkalpinang menjadi salah satu fokus utama mengingat posisinya sebagai ibu kota provinsi dengan dinamika kesehatan masyarakat yang tinggi," ujarnya.
Sementara Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, Widya Eva Sari mengungkapkan bahwa pihaknya akan fokus pada strategi penguatan program CKG 2026.
"Masih banyak masalah dan tantangan pelaksanaan CKG di lapangan. Selain antusiasme masyarakat yang fluktuatif cenderung kurangnya minat untuk melakukan pemeriksaan secara rutin, kendala aplikasi tidak kalah besarnya," ujarnya.
"Terdapat laporan mengenai ketidakstabilan pada aplikasi pelaporan (seperti ASIK atau Satu Sehat), yang terkadang menghambat input data hasil pemeriksaan secara real-time," lanjutnya.
"Demikian juga dengan ketersediaan logistik. Pengelolaan ketersediaan Bahan Medis Habis Pakai di beberapa titik layanan masih menjadi perhatian agar pelayanan tidak terputus," tuturnya.
"Namun demikian, kita yakin dapat menjadi yang terbaik, bahkan bisa mengejar Gorontalo yang menduduki peringkat teratas pada 2025. Penggalangan komitmen dari berbagai sektor, mulai dari kepala puskesmas hingga camat se-Pangkalpinang, menjadi bentuk keseriusan Pangkalpinang agar masyarakat mendapatkan pelayanan CKG dengan menyeluruh," pungkas Widya.
Sumber: Tim Media Dinkes BabelPenulis: Adinda ChandralelaFotografer: Adinda Chandralela, Dinkes Kota PangkalpinangBidang Informasi: DinkesDinkes Babel Komitmen Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik dengan Akselerasi Digitalisasi Layanan Puskesmas
PANGKALPINANG – Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Dinkes Babel) berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor kesehatan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang diwakili oleh Sekretaris Dinas, Lucia Shinta Silalahi saat membuka Sosialisasi Informasi Kesehatan, yang diselenggarakan di Hotel Sun, Senin (09/02/2026).
"Dinkes Babel menggandeng PT Infokes untuk mengakselarasi digitalisasi layanan puskesmas melalui ePuskesmas," lanjutnya.
"Langkah terbaru diambil dengan memperkuat sinergi bersama PT Infokes guna mengoptimalkan implementasi sistem informasi kesehatan berbasis digital di seluruh Puskesmas di wilayah Babel," ujarnya.
Menurutnya, transisi ke sistem digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk mewujudkan efisiensi.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap warga di Bangka Belitung mendapatkan akses layanan kesehatan yang cepat dan akurat. Dengan sistem digital ini, hambatan administrasi manual dapat dikurangi, sehingga tenaga medis bisa lebih fokus pada penanganan pasien," harap Lucia.
Digitalisasi ini difokuskan pada penggunaan aplikasi ePuskesmas, lanjutnya. "Platform yang dirancang untuk mengintegrasikan data pasien secara real-time dan memudahkan administrasi pelayanan kesehatan di tingkat primer," lanjutnya.
Sementara itu, pihak PT Infokes, Andri Maulana mengungkapkan bahwa sebagai mitra penyedia teknologi, kami siap untuk mengawal implementasi teknis dan memastikan sumber daya manusia (SDM) di puskesmas mampu mengoperasikan sistem dengan baik.
"PT Infokes hadir untuk memberikan solusi integrasi data melalui ePuskesmas. Kami tidak hanya menyediakan sistem, tetapi juga berkomitmen dalam pendampingan teknis agar transformasi digital di Bangka Belitung berjalan mulus dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," jelasnya.
"Kami mengutamakan efisiensi administrasi, yaitu mempercepat proses pendaftaran dan rekam medis pasien. Termasuk juga integrasi data sehingga memudahkan pelaporan data kesehatan dari tingkat puskesmas ke dinas kesehatan," tutur Andri.
"Peningkatan kualitas layanan juga memungkinkan tenaga medis mengakses riwayat kesehatan pasien dengan lebih akurat," ujarnya.
"Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan seluruh puskesmas di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapat segera bermigrasi penuh ke sistem digital, sejalan dengan visi transformasi kesehatan nasional yang dicanangkan pemerintah pusat," harapnya.
Dinkes Babel Sesuaikan Kuota BPJS Kesehatan 2026
PANGKALPINANG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Dinas Kesehatan mengumumkan adanya penyesuaian besaran kuota pembayaran iuran premi BPJS Kesehatan. Kebijakan ini diambil menyusul adanya keterbatasan anggaran jaminan kesehatan masyarakat di tingkat provinsi. Hal ini dibahas dalam Rapat Koordinasi Antara Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan Kabupaten/Kota, yang diselenggarakan di Ruang Tanjung Pesona Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (04/02/2026).
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ria Agustine, mengungkapkan bahwa berdasarkan surat resmi yang dikeluarkan oleh Dinkes Babel, penyesuaian ini mulai berlaku terhitung tanggal 1 Februari 2026.
"Dalam kebijakan tersebut, jumlah kuota pembayaran akan dikembalikan pada besaran awal tahun 2025, yakni sebanyak 90.917 jiwa," jelasnya.
"Data menunjukkan bahwa anggaran jaminan kesehatan masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp48.111.928.800,00," tutur Ria.
Menurutnya, angka ini mengalami penurunan dibandingkan dengan anggaran perubahan tahun 2025 yang sempat mencapai Rp59.447.031.200 dengan total kuota 173.126 jiwa.
Menanggapi kondisi ini, dr. Ria Agustine menekankan pentingnya ketepatan sasaran dalam pemberian bantuan iuran kesehatan.
"Kami meminta agar pemerintah kabupaten dan kota lebih selektif dalam memverifikasi data kepesertaan dengan melibatkan dinas sosial," ujarnya.
"Besar harapan kami Dinas Kesehatan kabupaten/kota dapat selektif dalam menentukan kepesertaan BPJS Kesehatan dengan mengutamakan masyarakat yang tidak mampu berdasarkan data dinas sosial," ujar Ria Agustine.
"Adapun kuota peserta BPJS Kesehatan untuk kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2026 adalah sebagai berikut Bangka: 21.020 jiwa, Bangka Barat: 12.194 jiwa, Bangka Selatan: 14.328 jiwa, Bangka Tengah: 11.330 jiwa, Belitung: 10.927 jiwa, Belitung Timur: 7.209 jiwa, dan Pangkalpinang: 13.909 jiwa," rinci Ria.
Hingga 1 Februari 2026, lanjutnya, tingkat keaktifan peserta JKN-KIS di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tercatat berada di angka 80,95%, dengan total pencapaian Universal Health Coverage (UHC) sebesar 99,59%.
"Pemerintah berharap koordinasi yang kuat antara provinsi dan kabupaten/kota dapat memastikan masyarakat kurang mampu tetap mendapatkan akses layanan kesehatan meskipun terjadi penyesuaian anggaran," pungkas Ria Agustine.
Sementara Mehoa, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengapresiasi pelaksanaan rapat koordinasi yang membahas status BPJS Kesehatan UHC Prioritas.
Beliau berharap akan ada penambahan kuota pada anggaran perubahan 2026, terutama untuk Kabupaten Bangka, Bangka Tengah, dan Bangka Barat.
Peringati Hari Gizi dan Bulan K3 2026, Dinkes Babel Gelar Kegiatan Edukatif dan Kolaboratif
PANGKALPINANG – Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Dinkes Babel) menggelar serangkaian kegiatan edukatif dan kolaboratif dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional ke-66 sekaligus menyemarakkan Bulan K3 Nasional Tahun 2026. Acara yang dipusatkan di halaman belakang kantor Dinas Kesehatan ini berlangsung meriah pada Jumat (30/01/2026).
Kegiatan diawali dengan senam bersama seluruh pegawai, dilanjutkan dengan pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) guna memantau status kesehatan staf. Menariknya, acara ini juga kental dengan adat lokal melalui tradisi Nganggung Germas, di mana para peserta membawa dulang berisi buah-buahan dan kudapan kukusan sehat, misalnya kacang-kacangan dan umbi-umbian.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ria Agustine mengungkapkan bahwa salah satu agenda utama dalam peringatan ini adalah Lomba Membuat Menu "Isi Piringku" yang menyasar kategori remaja usia 12-18 tahun.
"Lomba ini bertujuan untuk membumikan konsep "Isi Piringku" sebagai pengganti konsep lama 4 Sehat 5 Sempurna," tuturnya.
"Hal ini sesuai dengan Permenkes No. 41 Tahun 2014, konsep ini menekankan pada keseimbangan porsi," ujar Ria.
"Kandungan dalam satu piring makan sekali saji terdiri atas karbohidrat, protein, serat, serta vitamin dan mineral yang seimbang," jelasnya.
"Sebanyak 27 peserta ditantang untuk menciptakan menu bagi remaja dengan aktivitas sedang. Aturan mainnya cukup ketat: setiap porsi harus berbasis bahan pangan lokal dengan batasan biaya antara Rp20.000,00 hingga Rp25.000,00 saja," jelasnya.
Ria menjelaskan bahwa penilaian dilakukan oleh enam orang juri yang berasal dari lintas bidang di lingkungan Dinas Kesehatan serta UPTD Laboratorium Kesehatan.
"Kriteria yang dinilai meliputi nilai gizi (B2SA), yaitu beragam, bergizi, seimbang, dan aman. Tentunya juga mengutamakan kreativitas dan inovasi, penggunaan bahan pangan lokal secara unik," jelasnya.
"Kualitas sajian cita rasa, penampilan, serta kebersihan pangan juga menjadi salah satu penilaian," lanjutnya.
Setelah melalui proses penilaian yang ketat, tim juri menetapkan enam orang pemenang utama. Tidak hanya untuk peserta lomba, apresiasi juga diberikan kepada sepuluh pegawai beruntung yang terpilih melalui pengundian bagi mereka yang memiliki hasil pengukuran IMT kategori ideal.
Menutup rangkaian acara kesehatan fisik, pegawai Dinkes Babel juga dibekali aspek spiritual, dengan mendengarkan tausiah singkat guna menyambut kedatangan bulan suci Ramadan yang sudah di depan mata. Adapun yang menyampaikan tausiah merupakan salah satu pegawai Dinkes Babel, yaitu Ustadz Fajar Dian Hernanda.
Melalui kegiatan ini, Ria berharap masyarakat, khususnya generasi muda, semakin sadar akan pentingnya pola makan seimbang demi masa depan bangsa yang lebih sehat dan produktif.
Perkuat Sinergi, BNN Babel dan Dinkes Babel Jajaki Pembentukan Rumah Rehabilitasi Narkoba
PANGKALPINANG – Dengan memperkuat sinergi, Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (BNN Babel) dan Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Dinkes Babel) menjajaki pembentukan rumah rehabilitasi narkoba. Hal ini menjadi salah satu pembahasan antara kedua pimpinan dalam pertemuan yang diselenggarakan di kantor Dinkes Babel, Kamias (22/01/2026).
Kepala BNN Babel, Eko Kristianto, mengungkapkan rencana besar BNN Babel untuk membangun rumah rehabilitasi sebagai pusat penanganan bagi para penyalahguna narkoba di Babel.
"Rumah rehabilitasi menjadi pusat penanganan mengingat kondisi peredaran dan penggunaan narkotika di wilayah Babel semakin menunjukkan tren yang mengkhawatirkan," ungkapnya.
Tidak hanya menyasar usia produktif, bahaya laten ini kini mulai merambah ke kalangan anak sekolah, lanjutnya.
"Selain dengan Dinkes Babel, kami juga berkoordinasi dengan dinas pendidikan guna mengintegrasikan kurikulum pembelajaran mengenai bahaya narkoba bagi siswa," lanjutnya.
Menurutnya, penanganan narkoba tidak bisa dilakukan sendirian. "BNN Babel menggandeng mitra strategis lainnya, mulai dari kanwil kemenag, BPOM, dinas sosial, dinas pemberdayaan masyarakat desa, hingga kepolisian,"tuturnya.
Kadinkes Babel, Ria Agustine menyambut baik inisiasi tersebut dan menyatakan kesiapan jajarannya untuk memberikan dukungan penuh.
"Pada dasarnya, kami siap bekerja sama dan mendukung penuh penyelenggaraan rumah rehabilitasi ini. Sinergi ini penting untuk menyatukan persepsi dan peran dalam menangani permasalahan narkoba yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat," ujar dr. Ria Agustine.
"Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga mempunyai Rumah Sakit Jiwa Daerah dr. Samsi Jacobalis, yang menjadi pusat rujukan utama untuk tindakan rehabilitasi medis," lanjutnya.
Untuk tingkat dasar, lanjutnya, dinas kesehatan akan lebih mengoptimalisasi peran Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) yang berada di puskesmas.
"Kami juga akan lebih gencar lagi melakukan promosi dan edukasi, misalnya dengan penguatan materi bahaya narkoba di puskesmas dan posyandu," ujarnya.
"Melalui koordinasi ini, diharapkan sistem rujukan dan pelaporan antara BNN dan fasilitas kesehatan dapat terintegrasi dengan baik, sehingga para penyalahguna narkoba di Bangka Belitung bisa mendapatkan layanan rehabilitasi yang standar dan reguler sesuai aturan yang berlaku," pungkas Ria.
Sumber: Tim Media Dinkes BabelPenulis: Adinda Chandralela Fotografer: Bidang P2P Dinkes BabelBidang Informasi: Dinkes