CARA MENGATASI TINGKAT STRES PADA RESIDEN DIRUANG REHABILITASI NARKOBA

Stres merupakan hal yang sudah tidak asing lagi hampir seluruh manusia paham dan sering mengatakan bahwa terjadi dalam kehidupan sehari hari. Stres ialah bentuk tekanan yang tidak diinginkan oleh seseorang akibat tekanan berat atau tuntutan lain. Banyak orang yang merasa terganggu terhadap munculnya stres dikarenakan dampak yang ditimbulkan oleh stres dapat merugikan diri serta orang lain. Stres merupakan kekuatan yang mendorong fisik dan kejiwaan orang menjadi tidak stabil sehingga hal tersebut dapat menghasilkan dalam diri orang. Pada umumnya orang yang mengalami stres akan merasakan perasaan khawatir, letih, tekanan, ketakutan, cemas, marah dan depresi.  Stres dalam kehidupan sehari-hari yang dijalankan dapat menimbulkan rasa kurang. Secara keseluruhan orang yang hidup tidak mungkin bisa terhindar dari stres oleh karenanya diperlukan coping atau cara mengelola stres dengan baik agar kualitas hidup menjadi lebih baik. Coping merupakan beragam usaha terhadap menangulangi, mengatasi dan cara-cara yang baik menurut kemampuan seseorang sedangkan Coping Stres adalah proses pemulihan kembali terhadap pengaruh pengalaman stres atau respon psikis dan fisik seperti perasaan yang tidak enak atau nyaman yang sedang dihadapi. Salah satu sebab akibat dari stres ini adalah penyalalahgunaan napza. Disatu sisi penyebab stres bisa dipicu oleh pengunaan napza dan disisi lain penyalahgunaan napza ini juga bisa menjadi akbiat dari stres yang dirasakan oleh individu. NAPZA (Narkotika, Psikotropika & Zat Adiktif lainnya) adalah termasuk benda yang haram jika dikonsumsikan dalam jumlah yang berlebihan. 

 

 

A.Jenis stress

1.Eustres / good Stres adalah stres yang menimbukan kegairahan dan bermanfaat bagi individu yang mengalaminya atau stres yang baik yang memberikan dampak positif bagi yang mengalaminya.

2.Distres adalah stres yang menimbulkan efek membahayakan atau memberikan dampak buruk /negatif bagi individu yang mengalaminya, yaitu tuntuntan yang tidak menyenangkan yang menguras energi dan mudah menyebabkan jatuh sakit pada seseorang.

3.Hyperstres adalah stres yang berdampak luar biasa bagi yang mengalaminya seperti stres akibat serangan teroris.

4.Hypostres adalah stres yang muncul karena kurangnya stumulasi contohnya stres karena bosan dan pekerjaan yang rutin dilakukan.

B.Faktor Penyebab Stres

1.Faktor fisik

Stres ini terjadi karena kerusakan yang dialami tubuh yang dibebankan atau ditempatkan padanya. Gejala stres fisik yang dialami residen saat menjalani rehabilitasi yaitu tidak nafsu makan karena merindukan keluarga dan sulit tidur nyenyak karena banyak pikiran sehingga daya tahan tubuh berkurang.

2.Faktor Lingkungan

Munculnya stres dikarenakan stimulus menjadi semakin berat dan berkepanjangan yang dapat membuat individu tidak lagi bisa menghadapinya. Stres terjadi jika individu tidak atau kurang bisa dalam mencapai tujuan yang diinginkan hal ini disebabkan karena gangguan sehari-hari dalam kehidupan. Kodisi lingkungan yang sehat akan mendukung kesehatan sedangkan kondisi lingkungan yang tidak sehat akan mendapatkan gangguan kesehatan,termasuk kesehatan mental.

3.Faktor Kognitif (Emosional)

Stres yang dirasakan inidvidu bergantung pada bagaimana mereka membuat penilaian dengan kognitif dan menginterpretasi suatu kejadian. Penilaian tersebut diinterpretasikan individu dalam setiap kejadian dalam hidup sebagai suatu yang berbahaya, mengancam, atau menantang serta keyakinan mereka apakah mempunyai kemampuan agar mampu menghadapi suatu kejadian dengan efektif.

4.Faktor Kepribadian

Individu yang mempunyai keribadian yang optimis dan pesimis dan oleh karena itu dapat dipengaruhi oleh karakterististik kepribadian tersebut. Karakter individu yang optimis cenderung mampu mengunakan strategi mengatasi masalah yang terhadap masalah yan dihadapi dengan strategi coping yang efektif.

C.Cara Mengatasi Tingkat Stres

1.Terapi Perilaku Kognitif (CBT). Membantu residen mengidentifikasi pola pikir negatif yang memicu stres dan mengubahnya menjadi respons perilaku yang positif.

2.Konseling Individu & Kelompok. Sesi rutin dengan konselor adiksi untuk mengeksplorasi emosi dan belajar dari pengalaman residen lain

3.Latihan Pernapasan dan Meditasi. Teknik ini membantu menenangkan sistem saraf pusat yang sering tegang akibat kecanduan.

4.Olahraga Secara Teratur. Aktivitas fisik memicu pelepasan endorfin yang bertindak sebagai pereda stres alami dan memperbaiki suasana hati

5.Terapi Aktivitas Kelompok (TAK). Melibatkan residen dalam kegiatan seperti bermusik, bermain tenis meja, seni, atau berkebun. Ini adalah sarana penyaluran energi dan emosi yang aman.

6.Terapi Kerohanian. Pendekatan spiritual membantu residen menemukan makna hidup baru dan meningkatkan penerimaan diri

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

1.https://www.google.com/search?q=cara+mengatasi+tingkat+stres+pada+reside...

2.https://repository.ar-raniry.ac.id/31814/1/Dian%20Fanika%20Sari%2C%20190...

3.https://www.alodokter.com/cara-mengatasi-depresi-dengan-terapi-pola-piki...

Penulis: 
Angga Kusuma,AMK
Sumber: 
Perawat RSJD dr Samsi Jacobalis

Artikel

18/06/2022 | Gita Riskika,S.Farm.,Apt
30/06/2016 | Wieke Erina Ariestya, S.Kep.Ners
30/11/2022 | Zurniaty, S. Farm., Apt
18/06/2022 | Gita Riskika,S.Farm.,Apt

ArtikelPer Kategori